
~ Di Kamar 108 Hotel Milik Ayah Justin ~
“Armand tolong gue, gue disekap sama Justin di kamar 108 di hotel milik ayahnya please Armand bantu gue. Gue mohon”, teks Yola.
Armand membuka teks Yola setelah menyanyi di caffe dan ingin ke rumah sakit, akhirnya Armand lebih dulu menolong Yola teman mendakinya 2 tahun lalu. Armand sampai di depan pintu kamar 108. Yola membuka pintu kamar, sontak Armand terkejut karena teks Yola menjelaskan bahwa dia disekap oleh Justin.
“Armand”, ucap Yola.
“Yola, lo bilang disekap?”, tanya Armand bingung.
“Sini masuk dulu gue jelasin please”, jawab Yola.
“Gue enggak mau ada fitnah di antara kita”, jawab Armand.
“Tolong gue Armand please”, ucap Yola memohon.
Akhirnya Armand mengikuti Yola untuk masuk kamar tersebut, Yola menceritakan semua tentang ancaman Justin, dan ingin membuat Armand kalah tanding MMA. Awalnya Armand tidak percaya, tapi setalah Yola menunjukkan CCTV yang dipasang oleh Putra, di balik lemari Armand berubah pikiran.
Keesokan harinya Minggu, 26 Maret 2016.
Pertandingan MMA akan segera dimulai dan akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp. 200 juta. Justin percaya diri ia akan menang karena rencana yang sudah dia atur sedemikian rupa.
Sebelum pertandingan dimulai Justin mengirim sebuah video kepada ibu Armand yang sedang dirawat di rumah sakit. Yola yang sedang berjalan melewati koridor dan disusul Armand tak lama kemudian, sontak ibu Armand terkejut dan membuat drop seluruh jaringan tubuhnya.
Petugas rumah sakit menghubungi Armand dan memberi kabar, namun sayangnya Armand baru melewati 1 pertandingan, setelah 2 pertandingan Armand akan bawa pulang uang 200 juta itu untuk ibunya.
“Hallo Armand”, ucap petugas rumah sakit.
“Ya, hallo Pak”, jawab Armand.
“Ini dari Rumah Sakit Medika ingin memberi tahu bahwa ibu Anda mengalami drop yang sangat parah. Penyebabnya ibu Anda melihat rekaman video yang dikirim dari nomor yang tidak dikenal”, ucap penjaga rumah sakit.
Seketika Armand lemas dan sadar ini pasti semua ulah Justin. Armand marah kenapa harus ibunya yang menjadikannya sasaran, marahnya Armand tidak terkontrol lagi. Setelah melewati 2 pertandingan Armand menang dan yakin akan mengalahkan Justin lagi.
“Justin gue tau apa yang lo lakuin ke ibu gue, kenapa lo begitu. Dia adalah perempuan yang enggak berdaya saat ini. Belum puas lawan gue di pertandingan ini”, ucap Armand di ring pertandingan.
“Halah anjing banyak bacot! Gue puas kalo lo kalah”, jawab Justin.
“Gue enggak akan kalah”, ucap Armand.
“Lo yakin enggak akan kalah, lo enggak khawatir sama keadaan ibu lo hah? Lo enggak mau keluar aja dari ring ini? Dan cewek lo dia juga udah enggak ingat apa-apa kan. Sama lo aja enggak”, jawab Justin.
“Anjing!!”, ucap Armand dan memukuli Justin.
__ADS_1
Sampai akhirnya Justin melawan, Armand kalah karena tidak fokus memikirkan ibunya dan Cindy. Justin memukul belakang kepala Armand yang sebenarnya dilarang oleh juri MMA. Armand pingsan, Cindy datang untuk melihat Armand bertanding. Tia dan Rena yang memberitahu jika Armand melakukan pertandingan itu.
“Armand........”, teriak Cindy.
“Lo harus kuat Mand”, jawab Cindy.
“Gue udah ingat semuanya Mand, lo laki-laki yang ada di hidup gue 2 tahun belakangan ini, gue mau lo kuat dan lo lawan Justin. Gue ke sini karena Tia dan Rena. Armand please bangun”, ucap Cindy di balik ring dan menangis.
“Cindy..”, jawab Armand merintih.
“Kuat ya Mand please”, ucap Cindy semakin menangis.
“Cindy, gue sayang lo. Terima kasih udah ingat sama gue, maaf pernah membuat luka di hidup lo, Cindy kalau seandainya gue enggak bisa bertahan gue mohon datang ke Rumah Sakit Medika Ruang Tulip ketemu sama ibu gue, dia sedang dirawat di sana. Dan ambil laptop di rumah gue, lihat isi file-nya. Cindy, terima kasih pernah hadir”,
ucap Armand terbata-bata.
“Armand....... please bangun, gue enggak mau ini menjadi kenangan terakhir yang gue ingat”, jawab Cindy.
“Senja akan tetap terlihat manis saat ia ingin pergi”, ucap Armand tersenyum.
Armand pun pingsan, entah pingsan atau pergi untuk selamanya. Denyut nadinya kini tak lagi berdetak, hembusan napasnya yang perlahan mereda
di ring MMA. Membuat Cindy panik, dan meminta petugas untuk membawanya kerumah sakit. Berharap semua akan baik-baik saja.
Justin menang dalam keadaan yang sangat licik, Cindy marah dengan Justin kenapa dia begitu tega dengan Armand.
“Armand bangun gue mohon, gue bisa merasakan sekarang apa yang gue rasa dulu. Jangan tinggalin gue mand disaat gue udah ingat semua.”
Kini Armand dilarikan ke rumah sakit medika agar mudah untuk menemui ibunya Armand.
Namun nahas ibu Armand tidak dapat tertolong lagi setelah Cindy datang. Dan memberi tahu bahwa Armand sedang koma.
" Maaf apa anda sanak saudara dari pasien Armand? " tanya dokter keluar dari pintu IGD
" Saya temannya dok, ibunya juga sedang berada dirumah sakit ini. Dirawat tepatnya dok, bisa beritahu saya saja dok. Nanti akan saya sampaikan " ucap Cindy
" Baik, begini mbak. Akibat pukulan yang sangat keras dibagian belakang kepala pasien mengalami koma yang harus dilakukannya rawat intensif disini. Apa ada keluarga lain selain ibunya mbak ? " ucap dokter
" Koma dok? tapi Armand bisa sembuhkan dok? " tanya Cindy
" Yaa.. semoga Tuhan membantunya untuk terbangun " ucap dokter
" Untuk keluarganya saya kurang tahu dok. Mungkin setelah saya temui ibunya nanti akan saya tanyakan " ucap Cindy
__ADS_1
" Baik, kalau begitu saya tinggal dulu ya " ucap dokter
~ Cindy pergi untuk menemui suster ~
“Sus, kamar tulip sebelah mana? Saya teman Armand mau lihat kondisi ibunya”, ucap Cindy.
“Mohon maaf Mbak Cindy, ibu Armand juga sedang…”, ucap suster terpotong.
“Cepat Sus, ini penting”, ucap Cindy memotong bicara suster.
“Sebelah sana”, jawab suster.
“Terima kasih Sus”, jawab Cindy berlalu.
Cindy menemui ibu Armand yang terbaring diatas tempat tidur.
~ Suara pintu rumah sakit ~
“Klek...”
Ibu Armand menoleh berharap yang datang adalah Armand.
“Tante..”, ucap Cindy.
“Cindy ya?”, jawab ibu Armand melihat samar.
“Ya tante ini Cindy”, jawab Cindy.
“Cindy mau ngasih kabar ke tante”, ucap Cindy.
Namun belum sempat Cindy memberitahu bahwa
Armand sedang koma, ibu Armand mengalami drop lagi. Cindy panik dan memanggil dokter. Nyawa ibu Armand sudah tidak tertolong. Dokter keluar hanya menggelengkan kepala, Cindy menangis sejadi-jadinya. Kehilangan sosok yang penting di 2 tahun belakangan ini. Setelah penguburan ibu Armand, Cindy kembali kerumah Armand mencari yang ia maksud serta melihat file video yang sudah Armand buat beberapa hari lalu.
Hai Cindy, gue Armand Buditiar. Cowok pendiam yang lo tau belakangan ini, tapi kenyataannya enggak kaya gitu. Gue yakin setelah lo lihat video ini ingatan lo sudah pulih, senang.
Akhirnya aku bisa ngomong ini lagi ke kamu. Aku capek harus berpura-pura menjadi orang lain di depan banyak orang, aku cuma mau minta maaf atas perbuatanku 2 tahun lalu yang enggak bisa jaga kamu sampai buat kamu hilang ingatan dan membuat kamu merasa terbohongi.
Mungkin aku enggak bisa kasih apa-apa kekamu selain video ini, aku senang. Itu saja, Cindy. Kamu sudah ingatkan siapa aku dan ada apa 2 tahun belakangan ini. Kamu ingat Yola? Teman sependaki kita juga dulu. Dia jadi anak yang ceria dan lucu ketika itu, tapi sekarang Yola menjadi anak pendiam. Kalau kamu sudah ingat dia coba buat Yola ceria lagi. Semoga waktu kamu lihat video ini aku masih ada di bumi bersamamu.
Dan kita akan melakukan perjalanan rahasia lagi. Sewaktu di Gunung Prau, awalnya aku lihat kamu dan temanmu ke toko outdoor, ya aku ikuti sampai kamu naik kereta eh sampai puncak Gunung Prau deh, aku bohong soal aku naik bersama beberapa temanku ke Rena biar dia enggak curiga hehe. Dan waktu kamu telat datang ke sekolah aku mengikutimu setiap hari. Cindy, bagaimanapun keadaan senja ia akan tetap terlihat manis ketika ingin pergi.
Cindy menangis lagi, dengan sejadi-jadinya. Tia dan Rena hanya mampu memeluk Cindy tanpa berkata apapun karena ini semua akan patah. Rena pun memberi tahu teks yang ia terima dari Armand.
__ADS_1
“Rena ini gue Armand, Cindy bilang lo suka sama gue? Jangan ya. Karena Cindy cinta pandangan pertama gue, sebenarnya Cindy hilang ingatan 2 tahun belakangan ini. Gue sayang Cindy, gue mohon jangan salah paham sama Cindy ya. Oiya Rena, lo mau kan ikut olimpiade sekolah? Cindy bilang lo marah karena harus ada suntikan dana dari keluarga Lolita. Kalau lo sahabat Cindy lo pasti dukung Cindy, gue mau lo ikut serta untuk mendapatkan beasiswa Jepang itu. Gue yakin lo bisa. Hari minggu tanggal 26 maret jam 16.45 gue ada tanding MMA lo dan Cindy harus datang ya. Tapi gue enggak bisa teks Cindy begini, tolong lo yang sampaikan ya. Thanks Ren”, teks Armand Sabtu 25, Maret 2016 pukul 00.00 WIB.
Lo tau Cin, setelah gue terima teks Armand gue berubah pikiran dan bulan besok gue akan ikut kalian olimpiade, masalah Lolita gue berusaha buat lupain.