Secret Trip And You

Secret Trip And You
Eps 13 #Rencana Kehancuran Armand


__ADS_3

~ Di mobil kiki ~


Setelah taksi online Justin sudah melaju, Kiki yang sedari tadi menunggu. Kiki sengaja tidak pulang karena ingin tahu apa lagi yang akan dilakukan dengan Justin.


“Tra!.. ayo naik”, ucap Kiki menghampiri.


“Lo belum balik Ki”, tanya Putra.


“Belum, gue nunggu lo. Cepat naik”, jawab Kiki.


“Lo ada rencana apa sama Justin? Sebelum gue pergi gua lihat Yola arah kantin juga. Apa ini ada urusannya juga sama Yola”, tanya Kiki.


“Enggak ada”, jawab Putra menutupi.


“Enggak usah bohong lo sama gue”, jawab Kiki.


“Enggak ada. Semua aman”, jawab Putra.


“Lo masih mau hidup enggak?”, tanya Kiki.


“Maksud lo apa nih”, jawab Putra.


“Kalau lo enggak jujur, mobil gue tabrakin. Enggak masalah kalau gue ikut mati yang penting lo enggak buat rencana busuk”, ancam Kiki dan tancap gas mobil dengan laju kencang.


“Iya oke, oke. Gue masih mau hiduplah gila lo”, jawab Putra ketakutan dan berpegangan kencang.


“Lo cerita dulu baru gue lepas gas”, jawab Kiki.


“Jadi Justin mau jebak Armand di hotel punya bokap lo. Bikin skandal sama Yola dan buat ngalahin Armand di MMA nanti”, jawab Putra panik.


Tiba-tiba Kiki mengerem mobil mendadak, dan membuat kepala Putra membentur dashboard. Kiki sontak terkejut karena ini termasuk rencana gila dan enggak masuk akal terlebih ini keterlaluan, Kiki tidak ingin buat jantung ibunya sakit lagi karena ulah Justin.


“Woy Kiki, emang enggak bisa lo enggak ngerem mendadak”, ucap Putra.


“Lo enggak ngada-ngada kan”, jawab Kiki.


“Ya enggaklah, untungnya apa buat gue. Yang ada gue mati karena lo sengaja tabrakin mobil ini”, jawab Putra.


“Terus lo mau ikutin kemauan Justin?”, tanya Kiki.


“Ya enggaklah anjing. Menurut gue harga diri seorang perempuan itu tinggi dan perlu Ki, apalagi setelah Justin cerita kalau Yola mantannya dulu dan sampai skandal juga”, jawab Putra.


“Apa, Justin cerita bagian itu juga”, tanya Kiki terkejut dan mengerutkan kening.


“Itu benar ki?”, tanya Putra.


“Gila sih kalau benar mah, pantesan Justin enggak bolehin lo sampai tahu permasalahan ini”, jawab Putra.


“Gue minta lo keep bagian ini ya cukup lo dan gue yang tahu. Dan semua permasalahan Yola yang lo tahu”, ucap Kiki.


“Gue mau tanya deh, apa benar Yola open BO setelah Justin skandal sama dia dan enggak mau tanggung jawab?”, tanya Putra.


“Iya benar, itu yang buat nyokap bokap gue cerai karena Justin enggak mau tanggung jawab atas perbuatannya dulu. Keluarga Yola salah satu investasi terbesar di keluarga gue. Tapi Justin enggak tau permasalahan ini, kita semua menyembunyikan. Karen nyokap gue sayang banget sama Justin, ya pokoknya gitu lah”, jawab Kiki.


“Udah sampai rumah lo nih, mau turun enggak lo”, tanya Kiki.


“Oke, thanks Ki. Dan gue enggak akan cerita apapun tentang ini, biar rahasia tetap menjadi rahasia”, jawab Putra.


“Thanks Tra”, jawab Kiki.


~ Di dermaga ~


Cindy kembali pingsan, mungkin karena terlalu dalam ia tenggelam sehingga menelan banyak air laut, yang membuat armand semakin panik. Para nelayan membantu pak Wito dan Armand, untuk membawa cindy ke gubuk. Lalu beberapa nelayan bergegas memanggil angkut untuk membawanya ke klinik.


" Pak .. pak tolong, tolong angkat neng cindy ke gubuk. Tadi tenggelam di laut cukup lama " ucap pak Wito ke beberapa nelayan.


" Ayo.. ayo bantu " teriak para nelayan


" Pak.. apa disini ada klinik? " tanya Armand


" Ada nak, nanti kita bawa neng Cindy pakai angkut " ucap pak Wito


" Pak Danu tolong ya.. carikan angkut untuk membawa neng Cindy ke klinik " ucap pak Wito


" Ya pak.. tunggu sebentar, saya akan carikan " ucap pak Danu


" Cin.. bangun dong!! gue khawatir sama lo please cin, jangan buat gue ngerasa bersalah lagi " ucap Armand menggenggam tangan Cindy


" Tenang Nak Armand, Cindy gak apa-apa hanya pingsan " ucap pak Wito


" Saya khawatir pak, sudah 2x membuat Cindy celaka " ucap Armand


" Bukan salah kamu nak, semua itu takdir " ucap pak Wito menepuk pundak Armand.


~ Dirumah Cindy ~


Sedangkan Rena, Tia tetap datang ke rumah Cindy. Sesampainya di rumah Cindy, hanya ada Bi Jainab dan memberi tahu bahwa Cindy belum sampai di rumahnya. Tia mencoba menghubunginya lagi tapi tidak dapat dihubungi, mereka tetap menunggu Cindy sampai datang. hingga pukul 20.00 wib terdengar suara motor vespa. Rena menghampiri dan terkejut bahwa Cindy pergi bersama Armand.


“Assalamualaikum”, ucap Tia dan Rena.


“Waalaikumsalam, eh Non Tia dan Rena. Loh enggak bareng sama Non Cindy.”


“Enggak Bi, emang Cindy belum sampai rumah?”, tanya Rena.


“Belum tuh Non, masuk dulu Non tunggu di dalam”, ucap bibi.


“Iya Bi makasih”, jawab Tia.

__ADS_1


“Ti, coba lo telepon Cindy”, ucap Rena.


“Oke gue coba”, jawab Tia.


“Enggak aktif, habis baterai kali Ren”, jawab Tia.


~ Pukul 16.00 Wib ~


" Udah jam 4 loh Ti, belum pulang juga Cindy " ucap Rena


" Macet kali Ren, pasti Cindy naik angkut " ucap Tia


" Ya .. Semoga aja, dan gak terjadi apa-apa " ucap Rena


" Lo perduli sebenarnya sama Cindy kan Ren, Dan lo udah gak marah lagi sama Cindy? jawab Tia


" Kita temenan kan, masa iya gak khawatir. Kalo ada apa-apa kita juga yang repot nanti " ucap. Rena


" Kalo semisal, Cindy jalan sama Armand lo marah gak? " tanya Tia


" Gue rasa Cindy gak mungkin jalan sama Armand, kan gue dulu yang lebih kenal Armand, lo inget kan waktu di gunung prau " jawab Rena


" Armand tolong lo atas dasar kemanusiaan kali Ren " ucap Tia


" Tunggu... Lo kaya menyembunyikan sesuatu ya " ucap Rena menebak


" Sembunyikan apa gue " jawab Tia belagak tidak tahu


" Jangan bilang Cindy lagi sama Armand sekarang? " ucap Rena menegaskan


" Enggak Rena, lo jangan sok tahu. Cindy tadikan telpon gue, dan dia bilang pergi sendiri " ucap Tia


" Gak biasanya lo begini " jawab Rena mengerutkan keningnya


" Gak usah curiga gitu deh sama gue " jawab Tia


" Kalau sampe lo menyembunyikan sesuatu, fix sih gue marah juga sama lo " ucap Rena


" Atas dasar apa lo marah sama gue? Cindy jalan sama Armand? Emangnya dia pacar lo? kan belum Ren haha " jawab Tia berlagak tidak ada apa-apa


~ Di klinik ~


" Dok, tolong dok. Tadi teman saya tenggelam di laut cukup lama " ucap Armand panik sambil menggendong Cindy


" Mari.. mari, bawa masuk saya periksa " ucap ibu dokter


Armand meletakkan cindy di kasur. Dengan mimik wajah yang campur aduk, sedih dan kecewa pada dirinya sendiri.


" Kamu tunggu luar atau mau disini? " tanya ibu dokter


" Boleh tapi jangan mengintip ya " ucap bu dokter


" Ya enggak lah bu.. " Jawab Armand


" Sudah... wajahmu jangan panik seperti itu. Saya periksa dulu ya " ucap bu dokter


~ Setelah beberapa menit ~


" Temanmu tidak apa-apa, akibat saluran pernapasan yang refleks menyempit ketika tubuh berada di dalam air sehingga oksigen tidak dapat masuk ke dalam paru-paru. Makanya sekarang dia hanya lemas " ucap bu dokter


" Tapi semua aman kan dok? gak ada yang harus di khawatirkan? tanya Armand


" Tidak ada, hanya perlu istirahat, apa temanmu mau langsung dibawa pulang? " ucap bu dokter


" Ya bu, saya takut orang rumah khawatir " jawab Armand


" Bajunya basah loh, nanti temanmu semakin parah suhu tubuhnya " ucap bu dokter


" Bu , saya titip teman saya dulu ya, mau cari pakaian " ucap Armand


" Ya silahkan. Jangan terlalu lama ya " jawab bu dokter


Armand menuju ke motor vespa yang di parkir dekat dermaga, ia ingat ada baju sekolah milik cindy.


" Dok, adanya baju sekolah " ucap Armand


" Ini terlalu tipis, saya juga gak bawa cadangan baju jadi saya tidak bisa meminjamkan. Atau kamu hubungi keluarga temanmu, kasian dia. harus segera ganti baju dan diselimuti " ucap dokter


" Duh.. hubungi siapa gue ya " benak Armand


" Dok apa gak bisa pakai cara lain? saya gak tahu harus hubungi siapa. Hp saya juga mati " ucap Armand


Tiba-tiba tangan Cindy bergerak. Dan mengeluarkan suara rintihan.


" Aghh.. " ucap Cindy memegang kepalanya


" Dok.. dok Cindy bangun " ucap Armand


" Armand... " ucap Cindy merintih


" Yaaa... ya cindy.. gue disini, lo aman. Tenang ya cin " ucap Armand


" Saya periksa dulu ya " ucap bu dokter


" Saya kenapa dok " tanya Cindy


" Kamu tidak apa-apa Cindy.. hanya lemas saja " ucap bu dokter

__ADS_1


" Apa kamu merasakan kedinginan ? " tanya bu dokter lagi


" Sudah enggak dok " ucap Cindy


" Armand ... lo gak apa-apa kan " tanya Cindy


" Gue gak apa-apa Cindy. jangan khawatirin gue, gue minta maaf ya " ucap armand mengelus keningnya


" Kalau gitu saya tinggal dulu ya " ucap bu dokter


" Ya dok. Terimakasih " ucap Armand


" Gue kenapa mand? " tanya Cindy


" Lo tadi tenggelam kan di laut " ucap Armand


" Dan lo jadi pahlawan gue ya hehe " ucap Cindy gemas


" Cindy.. Udah dong, kamu masih sakit kan " ucap Armand


" Ih kamu.. haha lo yang sakit kali sekarang " ucap Cindy meledek


" Sorry sorry, gue jadi ke inget seseorang cin " ucap Armand


" Inget siapa? Emang lo punya pacar " tanya Cindy


" Punya, tapi .. eh anyway, lo gak mau pulang " ucap Armand mengalihkan


" Oiya.. pulang yuk mand, udah jam berapa sekarang " ucap Cindy


" Jam 18.00 " jawab Armand


" Hah ... lewatnya banyak banget " ucap Cindy


" Maaf ya cindy, semua karena gue " ucap Armand


" Enggak apa-apa Armand, ini salah gue juga yang gak bisa berenang hehe " ucap Cindy menengahkan


" Yaudah yuk bangun, gue bantu " ucap Armand


" Kita naik vespa gak apa-apa kan ? " tanya Armand


" Asal sama lo " ucap Cindy


" Ini gak kebalik, yang gombal cewe? haha " ucap Armand


" Dokternya kemana ya mand, kita belum pamit " ucap Cindy mengalihkan


" Pake ngalihin segala " ucap Armand meledek


" Cindy hanya tertawa "


" Lo tunggu di motor dulu, gue cari dokter nya " ucap Armand


" Yaudah, hati-hati my superhiro " ucap Cindy gemas


" Spiderman kali ah " ucap Armand


~Bertemu dokter~


" Dok, terimakasih sudah membantu saya. Mau pamit, " ucap Armand


" Oh ya sama-sama mas Armand, hati-hati dijalan " ucap dokter


~ Pergi meninggalkan dokter ~


" Yuk.. Tuan putri kita pulang " ucap Armand


" Udah ketemu dokternya? " tanya Cindy


" Iya udah. Anyway, lo kedinginan ya " tanya Armand memakaikan jaketnya ke Cindy


" Cindy hanya tersenyum "


" Lo kalo mau tidur dipundak gue gak apa-apa loh.. " ucap Armand


" Dengan senang hati hehe, But gue gak mau tidur. Cuma mau peluk lo aja boleh? gue kedinginan nih " ucap Cindy manja


" Tentu boleh, dengan senang hati juga " ucap Armand senang


" Oiya Armand, Btw lo tinggal dimana sih? " tanya Cindy


" Yang pasti rumah sih, ada atapnya " jawab Armand


" Kan gitu kalo ditanya. Bisa gak serius dikit " ucap Cindy


" Haha, lo yakin gak tahu rumah gue dimana " tanya Armand balik


" Gimana ceritanya gue bisa tahu rumah lo, dekat aja baru " ucap Cindy


" Tapi udah berani peluk-peluk gue haha " ucap Armand meledek


" Lo rese banget sih! " ucap Cindy mencubit perut Armand


" Abis lo lucu, bikin gue jatuh cinta " ucap Armand


" Yeee.. dasar kang gombal " ucap Cindy

__ADS_1


__ADS_2