Secret Trip And You

Secret Trip And You
Eps 3 #Bad-boy " Bukit Teletubbies "


__ADS_3

“Test.... hallo, disini Rena. Hallo apa ada yang dengar ” ucap Armand.


" Kok Rena sih, lo kan Armand " ucap Rena tulalit


" Ya siapalah itu yang penting ada jawaban dari teman lo " jawab Armand


Dari bagian Tia dan Cindy, juga belum menemukan keberadaan Rena, sampai akhirnya mereka kembali pada titik awal mereka saling berpencar.


“Gimana Pak, ada hasil? ” tanya Tia.


“Maaf Tia, kami tidak menemukan Rena dimana ” jawab Pak Dani.


“Lo gimana Ti, ada hasil gak? ” sela Cindy.


“Nggak Cin..”, jawab Tia bingung.


“Kan gue udah bilang.. selama hiking harus tetap bareng, gimana sih ” ucap Cindy.


“Zzzzzzzzzzz” terdengar dari HT salah satu.


“Eh HT siapa yang bunyi, kali aja Rena hubungi kita ” ucap Cindy lagi.


“HT saya nih.. yang menangkap sinyalnya ” jawab Pak Dani.


“Hallo... apa di situ Rena? ” , tanya Pak Dani.


“Zzzzzz” masih dengan suara HT yang sama.


“Hallo.. Rena ini gue Cindy lo dengar nggak?” tanya Cindy.


“Cindy...... ya ampun!! Tega banget si ninggalin gue


sendirian” jawab Rena ketakutan.


“Lo yang tiba-tiba hilang Ren, bukan kita yang ninggalin lo” sela Tia.


“Ihh.. iya maafin gue ya, gue lagi sama Armand sekarang” jawab Rena.


“Armand siapa? Lo jangan halu deh Ren” sela Cindy.


“Nih Mand lo ngomong sama teman gue, biar mereka percaya” ucap Tia.


“Hai.. gue Armand, tadi teman lo tiba-tiba hampiri gue. Dengan sok kenal sama gue. Ya bagusnya teman lo bertemu nya sama gue” jawab Armand menjelaskan.


“Yaaa, saya Pak Bagus, ada apa tadi panggil?” sela Pak Bagus.


“Pak!! Jangan bercanda ah, kita lagi serius nih” jawab Cindy.


“Nak Rena sekarang ada di mana, biar kami jemput” tanya Pak Darsomo.


“Nggak jauh dari tempat kita tadi istirahat kok Pak” jawab Rena tenang.


“Ya Sudah tunggu di situ ya, kami akan jemput Nak Rena” jawab Pak Darsomo.


“Untuk Pak Dani dan Pak Slamet jemput Rena ya, tolong HT tetap diaktifkan” perintah Pak Darsomo.


“Saya dan yang lainnya tetap di sini sampai kalian datang ke tempat ini lagi ” ucap Pak Darsomo


“Oke kalau begitu saya dan Pak Slamet menuju tempat Rena” ucap Pak Dani.


Sesampainya Pak Dani dan Pak Slamet menjemput Rena, mereka langsung melanjutkan


perjalanan karena waktu terus berjalan. Agar tidak terlalu gelap dan menghindari kabut yang turun di sore hari.


“Armand, thank you banget udah bantu gue” ucap Rena.


“Ya Ren sama-sama, lo hati-hati jangan hilang lagi. Kasian kan teman lo dan tim lo” jawab Armand.


“Terima kasih Nak Armand sekali lagi, kami pikir Nak Rena ini pergi ke mana” ucap Pak Dani


Rena dan Armand pun berpisah, tim Pak Darsomo melanjutkan perjalanan dan disusul oleh Pak Dani, Slamet dan Rena. Agar tidak terlalu membuang waktu karena tenda harus segera didirikan sebelum gelap serta makanan untuk mengganjal perut.


Memang tidak tepat waktu sampai di tempat camp pukul 16.30 dan hampir gelap, mereka pun berbagi tugas.


Tim Pak Darsomo (Pak Slamet dan Pak Angga) mendirikan tenda, Pak Dani menyiapkan makan malam, Pak Bagus serta para cewek-cewek mencari air bersih.


Yah...., Cewek-cewek bukannya bergegas untuk mencari air bersih malah asyik bermain air.


“Heh Cewek-cewek ayo dong cepat sudah hampir gelap nih” ucap Pak Bagus (sedikit ngondek)


“Oh ya Pakkk... maaf ya maklumin aja sih orang Jakarta hehe norak-norak” jawab Cindy meledek.


“Lo kali Cin yang norak” ucap Rena.


“Ternyata Pak Bagus itu ngondek ya haha” sela Tia berbisik.


“Ih.. gue kasih tau Pak Bagus nih” ledek Rena.


“Sampai lo berani ngomong, lo gue tinggal Ren” jawab Cindy dan Tia bersamaan.


“Kompak ya kalian, tapi tadi sewaktu gue hilang lo berdua panik kan?” jawab Rena meledek.


“Nggak usah GE-ER Ren, gue cuma nggak mau aja disalahin sama nyokap lo yang bawel itu”, jawab Cindy meledek.


“Cindy.. itu nyokap gue, lo sama nyokap gue


kan nggak ada bedanya hahaha” jawab Rena meledek.


“Tadi lo bilang ketemu sama Armand Ren? Armand


" Siapa?” tanya Tia.

__ADS_1


“Armand yang vokalis itu loh!” jawab Rena tegas.


“Armand yang jutek itu?” sela Cindy.


“Seriusan nggak lo? Halu kali ya?” jawab Tia.


“Beneran Tia, Cindy... emang tadi lo enggak bisa


dengerin suara Armand waktu ngomong di HT?” jawab Rena tegas.


“Gue mana paham sama suara Armand, dia aja irit


banget sama suaranya” ucap Cindy.


“Iya juga sih.. tapi sumpah tadi Armand itu banyak ngomong sama gue atau jangan-jangan Armand suka sama gue, tapi gengsi buat ngomong Buktinya juga Armand ada di gunung ini kan” jawab Tia dengan PEDE.


“Yey... halu lo Ren” jawab Cindy dan Tia bersamaan (acak-acak rambut Rena).


“Sudah-sudah yuk kembali ke tempat camp kita” ucap Pak Bagus.


Setelah mereka kembali dari tempat mata air, cewek-cewek bersiap diri untuk ganti pakaian sedikit lebih tebal karena sebentar lagi udara dingin akan menyambut mereka, ketika sedang makan malam. Terdengar suara yang begitu merdu dan halus dengan ciri khasnya tersendiri dari pojok kanan, ternyata itu adalah Armand dan petikan gitarnya.


Dan tunggulah aku disana memecahkan celengan rinduku..


berboncengan denganmu mengelilingi kota menikmati surya


perlahan menghilang...


(Celengan Rindu-Fiersa Besari)


“Eh, lo denger nggak suara itu gue kenal banget”


ucap Cindy.


“Suara siapa yang nyanyi” tanya Tia.


“Itu suara Armand Tia.. " ucap Cindy


" Eh.. tunggu dulu, katanya lo


nggak paham sama suara Armand, Cin?” jawab Rena tiba-tiba penasaran.


“Lah iya Cin.. kok lo bisa tau ini suara Armand?” ucap Tia.


“Kalo si Armand nyanyi gue bisa paham karena suara nyanyi dan bicara Armand beda banget” jawab Cindy.


“Idih Cindy paham betul sepertinya atau jangan-jangan.. lo yang naksir Armand ya Cin” jawab Tia meledek.


“Cindy.. jangan jadi pelakor di hubungan gue sama Armand deh, kita ini sahabat kan haha” jawab Rena ikut meledek.


“Apa sih kalian berdua!!” jawab Cindy tersipu malu.


Sepertinya Cindy sangat


menghayati lagu tersebut.


“Kenapa tiba-tiba feeling kaya ada yg aneh ya” benak Cindy.


“Lagu ini.. kenapa harus ada yang menyanyikannya, dan kenapa terasa nyaman dengan suara itu” benak Cindy lagi.


“Cindy..!!” hentakan Rena dan Tia.


“Kenapa lo diem aja, menghayati nih Buuu.. suara Armand haha” ucap Tia meledek.


“Yaaa.. lumayan si pengamen gratisan di gunung, hiburan kan..” jawab Cindy pelan.


“Jadi liburan kita nggak boring dong nih!!!” ucap Rena senang.


“Akhirnya.. lo berguna juga Ren” ucap Tia.


Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 21.30 cukup larut.


Esok hari menyambut pagi yang menyenangkan sepertinya.. malam ini ditemani dengan ribuan bintang di langit, indah dan suara Armand yang merdu mampu menghipnotis Cindy serta teman temannya hingga lelap.


Kini mereka tertidur dengan mimpinya masing-masing atau tidak bermimpi sama sekali.


“Bangun-bangun!!” suara Pak Darsomo membangunkan.


“Kalian mau melanjutkan perjalanan atau stay di tempat ini untuk melihat terbitnya matahari?” tanya Pak Darsomo kepada cewek-cewek


“Memangnya ini jam berapa Pak” tanya Tia lirih.


“Sekarang pukul 4 pagi" jawab Pak Darsomo.


“Kalau Pak Darsomo mau lanjut atau tidak?” tanya Tia.


“Bapak mah terserah kalian Nak, tugas bapak menemani dan menjaga kalian, itu pesan Papamu”, jawab Pak Darsomo.


“Yasudah saya tanyakan dulu ke teman saya ya Pak”


jawab Tia.


“Ya.. silakan, jangan terlalu lama ya, nanti kalian nggak kebagian indahnya ciptaan Allah pagi hari diatas Gunung Prau ini” jawab Pak Darsomo.


“Nanti saya keluar Pak jika sudah tau jawabannya dari teman saya” jawab Tia.


Namun ketiga cewek-cewek itu hanya ingin tetap stay di tempat camp, ingin menikmati udara pagi dan alam yang begitu indah tanpa berlomba lomba untuk sampai ke puncak kemudian berswafoto.


“Pak, maaf teman saya nggak mau melanjutkan perjalanan, mereka ingin di tempat camp saja” imbuh Tia.


“Oh ya.. nggak apa-apa Nak Tia, mungkin kalian lelah ya” jawab Pak Bagus yang ngondek.

__ADS_1


“Haha Pak Bagus nih, jangan terlalu ngondek gitu ah” jawab Rena.


“Maaf ya Pak Bagus, Rena nih emang mulutnya belum pernah dilempar durian jadi asal aja ngomongnya” ucap Cindy.


“Tidak apa-apa Nak Cindy.. bercanda itu mengurangi uban rambut loh, haha!!”, jawab Pak Bagus sambil tertawa.


“Emangnya lo Cin, baperan huuuuuu” ucap Rena.


Cindy hanya melirik dan kemudian tertawa.


Tak terasa matahari akan terbit, Cindy, Tia dan Rena saling merangkul pundak hingga menunggu matahari terbit.


Menikmati indahnya pemandangan tempat Teletubbies bermain, film di masanya dulu..


mungkin keindahan alam gak akan pernah bisa dijabarkan oleh kata atau tulisan karena memang tak ada yang bisa menjabarkannya selain,


“Masyaallah begitu indah ciptaan bumi-Mu ini”


Cindy pun mengabadikan momen bersejarah ini, merekam dan memfotonya, kemudian akan Cindy simpan di file-nya nanti.


Tepat di hari ini Sabtu, 18 Maret 2016 pukul 13.15


WIB mereka bergegas packing karena akan segera turun dan pulang ke rumah tempat yang paling nyaman selain alam. Tak lupa mereka berswafoto bersama dengan Pak Darsomo dan 4 temannya karena sudah mau mene-mani mereka melakukan hiking yang sama sekali tidak mempunyai skill.


“Pak, kok kalau turun lebih cepat ya waktunya terus nggak begitu terasa capek banget” ucap Rena.


“Udah diem nggak usah bawel, dan jangan hilang lagi lo Ren. Awas ya nyusahin kita semua lagi” sela Cindy.


“Ya karena mungkin kalian ingin cepat sampai rumah, sudah rindu rumah jadi waktunya


lebih cepat turun” jawab Pak Darsomo.


“Cindy.. jangan galak-galak ah, Pak Darsomo aja mau jawab pertanyaan gue itu” ucap


Rena meledek.


“Hemm.. Cindy masih ingat kan kalo kita sudah sampai di bawah si Rena ini mau kita apakan” ucap Tia usil.


“Oh ya... hampir aja gue lupa Ti” jawab Cindy dengan mata tajamnya.


“Ya Allah ampunilah dosa 2 temanku ini, semoga mereka cepat sadar agar tidak terus menyakiti saya ya Allah” ucap Rena.


“Lo tau kan, doa orang yang tersakiti itu lebih didengar sama Allah” ucap Rena lagi.


“Gak usah nyari pembelaan deh Ren”, jawab Tia meledek.


“Hahaha” Cindy pun tertawa.


Sesampainya mereka di basecamp pukul 17.00 WIB, pastinya melanjutkan aksi


yang sempat tertunda di atas Gunung Prau, yaitu


menjahili Rena. Dan Rena pun hanya berpasrah.


“Gue tahu lo berdua mau ngapain, iya deh gue pasrah ajaa. 1 lawan 2 kan pasti kalah juga” ucap Rena tiba-tiba.


“Ah.. nggak seru lo Ren nggak mau bales kita hahaha” jawab Tia meledek.


“Yuk serbu Renaaa.....!!” teriak Cindy.


“Eh tunggu dulu, gue cuma mau bilang. Ide gue bagus ya healing nya haha” sela Rena.


“Iya Renaa...” jawab Tia dan Cindy sambil melanjutkan aksinya acak-acak rambut Rena.


“Pak Darsomo.. terima kasih ya atas waktunya ” ucap Rena yang tiba-tiba lari dari Tia dan Cindy.


“Oh ya Nak.. sama-sama Bapak senang bisa menemani kalian, mungkin kalau kalian berniat untuk hiking lagi bisa menghubungi Bapak” jawab Pak Darsomo.


“Terima kasih juga ya Pak sudah bantu kami bertiga” ucap Cindy.


“Sama-sama Nak, hubungi kami lagi ya.. senang bisa bantu cewek-cewek ini” jawab Pak Bagus.


“Iyaaa Pak Bagus yang unyu-unyu seperti kue klepon haha” ucap Rena meledek.


“Rencana kalian sekarang mau ke mana?” tanya Pak Dani.


“Kami mau pulang Pak ke Jakarta, sudah lelah tubuh ini. Karena selama ini kami hanya liburan di rumah saja” jawab Cindy.


“Lo udah pesan tiket kereta api kan Ti?” tanya Rena.


“Iya sudah, masa gue beli tiket pergi tapi nggak beli tiket pulang. Nanti jadinya kaya lagu Armada Pulang Malu Tak Pulang Rindu Karena Nasib Belum Menentu..” jawab Tia sambil menyanyi.


“Armada atau Armand nih? Beda tipis loh tii...” ucap Rena meledek Cindy.


“Lo kenapa si Ren kayanya bahagia banget” ucap Cindy.


“Udah yuk kita cari taxi online langsung menuju stasiun” ucap Tia.


“Pak kami bertiga pamit ya.. nanti kami akan hubungi Pak Darsomo kalau mau melakukan hiking lagi.. jangan


rindu kami Pak. Berat hehe” ucap Tia lagi.


“Dilan kali ah” jawab Pak Anggi.


“Bisa-bisanya Pak Anggi tau Dilan, kenal di mana Pak hehehe” jawab Rena meledek.


“Hati-hati dijalan kalian, handphone jangan sampai mati ya.. kabari kalau ada apa-apa” ucap Pak Dani.


“Siap Pak, terima kasih sekali lagi” jawab Cindy melambaikan tangannya.


“Bye-bye Pak..!!” serentak berteriak dan melambaikan tangan.

__ADS_1


__ADS_2