Secret Trip And You

Secret Trip And You
Eps 5 #Perasaan Yang Salah


__ADS_3

Gue sama Rena kalau lagi makan suara sedikitpun nggak ada yang keluar, beda sama cewek-


cewek lain, pasti sambil ngegosip, gue sama Rena itu pokoknya sejalan deh. Nah kalau sih Tia datang, ngejauh ajalah bisa-bisa bukannya kenyang karena makanan tapi kenyang sama gosip murahan.


Selesainya makan baru deh kita ngegosip,


ya sama saja dong hehe. Emang bedanya cuma kalau lagi makan fokus aja ke makanan.


“Kan panjang umur itu anak” ucap Rena.


“Cindy, Rena tega banget sih ninggalin gue sendirian” ucap Tia sok kehilangan.


“Maafin ya Tia sayang, gak lagi-lagi kok” ucap Rena.


“Lo berdua makannya udah pada selesai ya? Kenapa nggak mau nungguin gue” jawab Tia.


“Hehe, nunggu lo lama kalau mau makan Ti” jawab Cindy meledek.


" Cindy ish nyebelin” jawab Tia.


“Udah berantem mulu kerjaannya!!” ucap Rena.


“Lo mau makan? Kita tungguin deh tapi fokus makan ya Ti..” ucap Rena lagi.


“Emang biasanya gimana” jawab Tia.


“Udah buruan pesan Tiaaa” ucap Cindy kesal.


“Iyaaa Cindy mah bawel, Rena aja gak kayak Cindy” jawab Tia.


“Gak Tiaaa lemotttt!!!” ucap Rena.


“Iyaa iyaa tunggu sini saja ya, dont go anywhere” jawab Tia.


Seberlalunya Tia memesan makanan, gue sama Rena duduk di meja kantin paling ujung, tanpa disadari ternyata di belakang meja ada gengnya Lolita, beruntungnya hari ini belum membicarakan tentang mereka di kantin.


Tatapan Lolita yang tajam membuat salah tingkah, entah itu dikarenakan mata Lolita yang sipit atau memang tatapannya seperti itu?


“Nih udah pesan, jadi kita ngebahas siapa hari ini? Geng QSP lagi?” ucap Tia tiba-tiba.


Sehabis Tia selesai berbicara tentang QSP.


Carline mengangkat dagu lalu menatap ke meja kami.


“Bego!! Lo kalo mau ngomong lihat situasi dong! Di belakang kita itu ada siapa” bisik Cindy kesal.


“Tau nih lo mah kebiasaan Ti”, sela Rena pelan.


“Ih maaf gue nggak lihat”, ucap Tia dengan ketakutan.

__ADS_1


“Berdoa saja ada keajaiban mereka mendadak budek” ucap harapanku.


Carline terus menatap ke arah meja kami, beruntunglah Carline tidak sejahat Lolita. Tetap saja jantung berdebar kencang. Gimana kalau Carline memberi tahu ke Lolita tentang apa yang dia dengar tadi? Keajaiban yang masih Cindy harapkan.


Diam dan hanya menatap Tia menghabiskan makanan yang ia pesan tadi, Cindy, Rena dan Tia tidak berani mengeluarkan suara sedikitpun, mereka hanya saling menatap dengan rasa takutnya.


Lolita dipandang & ditakuti hanya karena kekuasaan kedua orang tuanya saja, tanpa memikirkan bagaimana murid yang lain, setelah di keluarkan dari sekolah akibat geng QSP.


1 tahun terakhir ini sudah 19 murid dikeluarkan secara tidak terhormat karena Lolita dan gengnya. Maklumlah kedua orang tua Lolita penyumbang terbesar dan tidak pernah terlewatkan setiap tahunnya. Ya jadi Lolita menggunakan kekuasaan orang tuanya untuk seenak-enaknya saja di sekolah.


Carline tidak pernah mengalihkan tatapannya dari meja Cindy bahkan sampai makanan yang Tia makan sudah habis, Carline tetap menatap dengan tajam.


Sesaat kemudian Carline menggerakkan mulutnya entahlah apa yang Carline bicarakan.


“Line, lo menatap siapa dari tadi?” tanya Lolita penasaran.


“Gue kagum sama Jonatan Lit" jawab Carline fall in love.


“Jonatan ketua OSIS?” ucap Lolita


“Iya Lit, selain ganteng Jonatan baik hati, duh kenapa nih gue” jawab Carline bingung.


“Jangan-jangan lo jatuh cinta?” ucap Lita menduga-duga.


Kekhawatiran Cindy, Rena, dan Tia tidak terbukti, tatapan Carline yang tidak pernah beralih itu karena sosok Jonatan si ketua OSIS. Dalam benak Cindy, Rena, dan Tia masih dihantui dengan rasa takutnya terhadap percakapan Carline dan Lolita.


Pagi yang cerah ini Cindy terbangun sedikit lebih pagi dan pergi ke sekolah lebih dari biasanya, apa yang membuat Cindy berangkat lebih pagi hari ini?


Moodbooster mungkin?


Oh ternyata karena ulangan harian mata pelajaran Kimia yang ia sangat sukai, bukan karena hal itu saja melainkan Cindy ingin melihat Justin pangeran pujaan hatinya di koridor dekat ruang kelasnya, Justin yang sangat tampan salah satu sebab mengapa Cindy sangat menjadikan ia moodbooster di sekolahnya.


Bukan karena sifatnya yang angkuh itu. Tepat waktu, Cindy datang sebelum Justin datang, ketika Justin terlihat dari arah pintu pagar mata Cindy terpana seketika, oksigen yang ia hirup adalah parfum Justin, jantung berdebar sangat kencang apakah


ini fall in love yang sesungguhnya?


Tidakkkk!! Ini hanya rasa kagum ketampanannya saja.


“Gilaaaa wanginya parah” benak Cindy.


Tanpa ia sadari Justin menatap Cindy dengan heran.


“Eh lo, ngapain ngelihatin gue kayak gitu? Naksir sama gue? Ngaca dulu kalau mau naksir sama gue” ucap Justin tiba-tiba.


“Gue? Naksir sama lo? Idih! gak banget naksir sama manusia angkuh kaya lo! Yang seharusnya ngaca itu elo bukan gue!” jawab Cindy kesal.


“Gue nggak perlu ngaca karena gue tau, gue itu perfect!” jawab Justin.


“Halu lo” jawab Cindy berlalu meninggalkannya.

__ADS_1


Dasar manusia tampan angkuh! Sekalinya ngobrol bikin sakit hati! Ih amit-amit deh gue. Nyesel pernah ngejadiin dia moodbooster gue di sekolah.


“Rasanya pengen gue jambak tadi, kasar banget ngomong ke cewek gak ada alus-alusnya sama sekali” gerutu Cindy kesal.


“Pagi cantik” sapa Tia.


“Pagi Ti” jawab Cindy lirih.


“Muka lo kenapa Cin? Kaya kesal banget” tanya Tia.


“Justin cowok gila!” jawab Cindy kesal.


“Gila kenapa” tanya Tia bingung.


“Huh! Pokoknya gue nyesel senyesel nyeselnya orang nyesel” jawab Cindy sambil memukul meja.


“Ih iya kesal kenapa Cindy” jawab Tia penasaran.


“Gue nyesel hari ini datang awal cuma mau lihat Justin di koridor menghirup parfumnya dia. Pakai otak gak sih manusia itu dan tau nggak apa yang dia lakukan ke gue?” jawab Cindy tanpa berhenti.


“Apa? Oh dia ngajak lo ke kelas bareng? Atau ke kantin bareng?” tanya Tia menebak-nebak.


“Bukan! Bukaan!” jawab Cindy sambil mencubit tangan Tia.


“Aduhh sakit Cindy sakit! Terus apa yang dia lakukan ke elo?” jawab Tia kesakitan.


“Diaa! Diaaa....... ngebentak gue, seakan-akan gue paling rendah di mata semua orang. Pokoknya gue benci! Gue nyesel pernah kagum ke manusia seangkuh kaya dia! ” ucap Cindy kesal


Dengan terkejut Tia memeluk Cindy dan menenangkan hatinya yang sedang marah tak karuan, waktu terus berjalan bel berbunyi saatnya ulangan Kimia yang digurui oleh Bu Zeni. Sedikit saja menoleh tak tanggung-tanggung kertas ulangan tersebut dibuang ke tempat sampah.


“Cindy.. sttt sttt Cindy.. budek lo ya” ucap Dwi di belakang meja Cindy.


“Gini nih kalau lagi ulangan serasa jadi artis mendadak dan banyak fans-nya, sebenarnya sih bukan saat ulangan saja tapi kalau ada tugas dari guru gue juga ngerasa paling banyak teman. Mau nolak nggak enak tapi kalau dikasih tahu keenakan terus nggak tau diri gitu deh” benak Cindy dalam hati.


“Cindy pelit banget sih lo!” ucap Dwi sedikit melengking.


“Dwi! Ada apa? Kamu sudah menyelesaikan ulangannya?” tanya Bu Zeni dengan melotot.


“Belum Bu” jawabnya nyengir.


“Kalau belum kenapa berisik? Mau kertas ulangan


kamu ibu buang ke tong sampah?”, ucap Ibu Zeni.


“Jangan Bu jangan”, ucap Dwi memelas.


“Ya sudah kerjakan sendiri!!” ucap Ibu Zeni


Dengan cepat Cindy mengumpulkan hasil ulangan Kimia dan segera menghirup udara panjang setelah sekian jam dikerubungi oleh fans mendengar celoteh fans yang tidak mengenakkan. Tidak sengaja Cindy bertemu dengan Justin saling menatap penuh kebencian, membuang muka dan pergi berlalu.

__ADS_1


__ADS_2