
Setibanya dirumah Armand, ia memutar rekaman yang sudah di copy ke flashdisk. Cindy terkejut karena merasa tidak melihat Ayu masuk ke dalam kelas.
" Itu Ayu kan " ucap Cindy setelah melihat rekaman itu
" Iya itu Ayu, kok bisa sih ada di tas kamu? " ucap Armand
" Aku juga gak tahu sih. Ayu gak ke kelas aku " ucap Cindy
" Aneh ya " ucap Armand
" Yang penting pelakunya bukan kamu, nanti aku bantu biar rekaman ini gak sengaja di lihat guru " ucap Armand
" Caranya? " ucap Cindy
" Aku pikirkan nanti ya hehe " ucap Armand
" Kamu lapar gak? " ucap Armand
" Nggak, kenapa? " ucap Cindy
" Yah.. masa aku lapar sendirian " ucap Armand
" Aku temani kamu makan " ucap Cindy
" Aku beli mie ayam dulu ya di depan " ucap Armand
" Yaudah, aku disini aja ya " ucap Cindy
" Iya jelek " ucap Armand
Cindy melihat ada album foto di lemari, ia membukanya. Di album itu banyak foto kenangan antara dirinya dan Armand. Foto Ibu dan Ayahnya serta Armand yang terlihat sangat ceria
" Kepalaku pusing banget " ucap Cindy menutup album
" Apa semua ingatanku akan segera pulih ya " ucapnya lagi
" Ini Armand sama Pak Bagas, bahagia sekali seperti nya " ucap Cindy membuka album lainnya
" Tapi emang sih selama ini gue belum pernah ketemu sama Bokapnya Armand. Baru sekali dan itupun di lapas " ucapnya lagi
" Assalamu'alaikum " ucap Armand membuka pintu
" Jelek... mau ikut makan gak temani aku " ucap Armand
" Cindy..... " dimana kali " ucap Armand lagi
" Loh kamu ngapain disini " ucap Armand di ruang tv
" Aku lihat album fotomu, eh udah ada makanannya? " ucap Cindy
" Kamu gak perlu lihat album yang lain ya " ucap Armand
" Emangnya kenapa " ucap Cindy
" Aku gak mau lihat laki-laki itu " ucap Armand
" Yaudah makan dulu aja " ucap Cindy
" Selesai makan aku mau kamu pulang ya " ucap Armand
" Kenapa? " ucap Cindy
" Udah sore " ucap Armand
" Kan belum malam " ucap Cindy
" Kamu belum hubungi Ibumu kan " ucap Armand
" Iya belum, kalau gitu nanti kamu mampir ya kerumah " ucap Cindy
Setelah Armand selesai makan
" Hemm, kamu gak kangen sama Papa? " ucap Cindy
" Nggak " ucap Armand
" Dia kasian tau, menahan rindu sama anaknya. Apalagi sekarang tinggalnya di lapas " ucap Cindy
__ADS_1
" Salah dia lah " ucap Armand
" Aku lihat di album foto, kamu bahagia banget sama Papamu " ucap Cindy
" Itu dulu bukan sekarang " ucap Armand ketus
" Dia tetap Papamu, meski udah buat semua kacau " ucap Cindy
" Kamu minta aku untuk memberitahu keadaan kita sekarang atau sama halnya dengan memperbaiki hubungan aku dan Ibu. Tapi kamu sendiri menyimpan dendam sama Papamu " ucap Cindy
" Itu bukan urusanmu " ucap Armand
" Kalau gitu kamu juga jangan memaksaku untuk bercerita tentang kita ke Ibu " ucap Cindy
Armand hanya diam
" Kenapa diam? " ucap Cindy
" Mungkin dulu Papamu melakukan itu untuk kehidupan keluarga nya. Dan sekarang sudah menanggung akibatnya kan? Terus kenapa kamu harus masih menghukum dan kamu membencinya " ucap Cindy
" Aku gak mau kamu menyesal, sama halnya sewaktu Ibumu meninggal tanpa bertemu denganmu terlebih dulu. Rasanya sakit kan? " ucap Cindy lagi
" Tapi beda lah sayang " ucap Armand
" Dia tetap Papamu gak ada bedanya " ucap Cindy
" Kamu harus memikirkan ini baik-baik. Sebelum kamu menyesal lagi " ucap Cindy lagi
" Aku antar kamu pulang ya " ucap Armand
Cindy hanya tersenyum
Pukul 17.30 WIB
Cindy sampai dirumah, ia meminta Armand untuk masuk dulu kedalam rumahnya. Cindy tidak tahu jika Ibunya kembali' hari ini.
" Ayo masuk dulu sebentar lagi magrib " ucap Cindy
" Aku mau ke cafe hari ini jadwal manggung " ucap Armand
" Jam 8 sih " ucap Armand
" Masih ada waktu 2 jam kan " ucap Cindy
" Iya deh " ucap Armand
" Jangan badmood gitu dong. Aku minta maaf kalau salah soal tadi " ucap Cindy
Cindy menarik tangan Armand untuk masuk kedalam rumahnya.
" Bi... Cindy pulang " ucap Cindy
" Ya Non, sudah makan belum " ucap Bi jainab
" Belum, Mama telepon gak " ucap Cindy
" Mau makan belum Non. Ibu gak telepon " ucap Bi jainab
" Den Armand mau minum apa " ucap Bi jainab
" Air putih aja ya Den yang gampang " ucap Bi Jainab lagi
" Yeee Bibi ngapain ditawarin kalau begitu " ucap Armand
" Bi, Cindy makannya nanti aja deh " ucap Cindy
" Yaudah Non gak apa-apa. Den Armand gimana kabarnya makin ganteng aja sekarang " ucap Bi jainab
" Bibi... jangan di godain dong " ucap Cindy
" Saya baik Bi. Bibi juga makin bahenol " ucap Armand
" Makanya Den ajak Bibi naik gunung kaya Non Cindy " ucap Bi jainab
" Nanti turunnya Cindy dorong biar muter-muter kaya bola " ucap Cindy
" Jangan dong Non, tega banget sama Bibi " ucap Bi Jainab
__ADS_1
" Yaudah sana Bi, ambil minum buat Armand " ucap Cindy
" Iya Non, gak boleh di ganggu banget pacarnya hehe " ucap Bi jainab menyengir
" Mand, aku mandi dulu ya " ucap Cindy
" Yaudah, oh iya habis kamu makan ikut aku ke cafe ya " ucap Armand
" Oke deh " ucap Cindy
Ketika Cindy mandi Bu Ajeng datang dengan wajah yang sumringah karena pekerjaan di malang tak harus menunggu sampai berbulan-bulan. Turun dari taxi bandara, ia melihat motor vespa milik Armand
" Alhamdulillah, sampai rumah dengan selamat " ucap Bu Ajeng
" Loh motor ini Kok kayaknya saya pernah lihat ya. Seperti milik Armand " gumam Bu Ajeng
" Assalamu'alaikum, Nak Mama pulang " ucap Bu Ajeng
" Ya allah " ucap Bu Ajeng terkejut
Sontak Armand berdiri dan terkejut
" Bu.. " ucap Armand menundukkan kepala
" Untuk apa kamu kesini? " ucap Bu Ajeng
" Saya mengantarkan Cindy Bu " ucap Armand
" Saya gak mau kamu menemui anak saya lagi " ucap Bu Ajeng
" Salah saya apa Bu sampai tidak boleh bertemu lagi dengan Cindy " ucap Armand
" Kamu lupa apa yang sudah kamu lakukan dengan Cindy? 2 tahun lalu Armand kamu membuat dia amnesia " ucap Bu Ajeng
" Tapi semua itu bukan salah saya Bu. Saya juga nggak tahu kenapa Cindy bisa terperosok jatuh ke jurang " ucap Armand
" Pada intinya saya nggak mau kamu bertemu lagi dengan anak saya " ucap Bu Ajeng
" Mama! kenapa bicara seperti itu " ucap Cindy keluar dari kamarnya
" Semua ini bukan salah Armand " ucap Cindy
" Kenapa Mama sekarang sudah kembali bukankah Mama sedang sibuk mengurusi pekerjaan di kota Malang " ucap Cindy lagi
" Maafkan Mamah kemarin sangat sibuk sampai tidak mengabari jika Mama pulang hari ini "ucap Bu Ajeng
" Tapi Nak Mama tidak suka kamu bertemu lagi dengan Armand "ucap Bu Ajeng lagi
" karena Armand sudah buat Cindy hilang ingatan? " ucap Cindy
" Bukan hanya itu, tetapi Mama hampir kehilangan kamu sayang " ucap Bu Ajeng
" Kalau begitu Armand pamit dulu ya Tante, Cin " ucap Arman berpamitan
" Kamu mau ke mana katanya mau ajak aku ke cafe " ucap Cindy
" Kamu selesaikan dulu masa dengan Ibumu. Aku pamit pulang ya. Tante maafkan Armad kalo punya salah " ucap Armand
" Hemm " ucap Bu Ajeng
" Mama kenapa buat Cindy dan Armand jauh? " ucap Cindy
" Mama cuma gak mau kamu melalui hal sama sayang " ucap Bu Ajeng
" Mama egois! " ucap Cindy meninggalkan
" Cindy! Mama belum selesai bicara " ucap Bu Ajeng
Cindy membanting pintu kamar nya dengan kencang.
" Bu, maaf. Biarkan Non Cindy sendiri dulu " ucap Bi Jainab
" Kenapa Bibi gak bilang sama saya kalau Cindy ingatannya sudah pulih? " Ucap Bu Ajeng
" Maafkan saya Bu " ucap Bi Jainab
Bu Ajeng meninggalkan Bi Jainab. Menuju kamarnya berusaha untuk menenangkan diri dan mengoreksi semua permasalahan yang terjadi. Ia adalah seorang Ibu hanya ingin melindungi anaknya saja. Apa itu salah?
__ADS_1