Secret Trip And You

Secret Trip And You
Eps 22 #Tersadarnya Armand Dari Koma


__ADS_3

" Parah banget sih petugasnya " ucap Tia


" Udah udah, yang penting kita gak mencuri " ucap Cindy


" Tapi kita di foto Cin, pasti di taruh di manding gramedia " ucap Rena


" Sorry ya guys kalian jadi ada masalah " ucap Cindy


" Gak apa-apa Cindy. ini bukan salah lo " ucap Tia


" Kita pulang yuk, jadikan ketempat lo Cin " ucap Rena


" Gak usah juga gak apa-apa kok. Kalian pulang aja. Lagian udah sore " ucap Cindy


" Perlu gue antar gak? " ucap Rena


" Gausah, gue bisa pulang sendiri " ucap Cindy


" Kalau gitu gue sama Tia duluan ya Cin, kan rumah kita beda arah hehe " ucap Rena


" Iya renaa " ucap Cindy


~ Dirumah Cindy ~


" Bi, mama telepon gak ? " ucap Cindy


" Enggak Non " ucap Bi Jainab


" Oh enggak ya. Sibuk mungkin " ucap Cindy


" Emangnya kenapa Non tumben tanya Ibu telepon apa enggak " ucap Bi jainab


" Mau tanya soal Armand Bi " ucap Cindy


" Aduh!! Jangan Non. Nanti Bibi kena marah, gabisa cegah Non Cindy buat ketemu Armand " ucap Bi jainab


" Bi.... Cindy udah ingat sama Armand, tapi emang belum semua sih ingatnya " ucap Cindy


" Non Cindy udah ingat? Yallah Non udah sembuh. Bibi senang sekali Non " ucap Bi Jainab


" Lagian Bibi jahat banget sama Cindy " ucap Cindy


" Yaaa ... bibi kan cuma " ucap Bi Jainab terpotong


" Cuma gak mau dimarahi mama kan " ucap Cindy


" Non Cindy sudah makan belum " ucap Bi Jainab mengalihkan


" Belum Bi, masak apa hari ini " ucap Cindy


" Bibi masak udang balado Non " ucap Bi Jainab


" Yaudah Cindy mandi dulu bi " ucap Cindy


" Ya Non, Bibi siapkan di meja makan ya " ucap Jainab


" Iya Bi " ucap Cindy


~ Dirumah Yola ~


" Ucapan gue tadi, gak usah lo ambil pusing ya Yol " ucap Kiki


" Ucapan yang mana? " ucap Yola


" Soal perasaan gue tadi " ucap Kiki


" Ki makasih " ucap Yola


Kiki hanya tersenyum, berharap Yola merasakan hal yang sama.


~ Di Restoran ~


" Lit, apa gak keterlauan tadi? " ucap Ayu sambil mengunyah makanan


" Enggak dong. Toh dia gak dipenjara kan " ucap Lolita


" Terus rencana lo yang awal apa " ucap Ayu


" Kan nyokap gue baru transfer dana ke sekolah, gua yakin sih senin atau mendekati hari H. Uang itu dicairkan dari bank, gue bisa manfaatkan moments itu buat seolah-olah Cindy atau Rena mencuri uang itu " ucap Lolita

__ADS_1


" Caranya gimana? " ucap Ayu


" Lo jadi teman gak punya pikiran apa gimana sih, apa-apa tanya " ucap Lolita


" Ya kan lo yang mau jalanin rencana ini " ucap Ayu


" Gue? Ya elo lah. Buat apa ada teman tapi gak mau bantuin " ucap Lolita


" Ha.. Gue? " ucap Ayu melototkan matanya


" Lolita hanya menaikkan alisnya "


" Gue mau tanya deh sama lo. Kenapa sih lo kok kaya gak sedih gitu bokap lo meninggal " ucap Ayu


" Ya enggklah, buat apa gue sedihin. Dia yang buat gue jadi begini " ucap Lolita mengangkat sebelah bibirnya


" Maksudnya gimana? gue gak paham " ucap Ayu


" Udahlah nggak penting juga buat lo " ucap Lolita


" Ya barang kali lo mau cerita kenapany " ucap Ayu


" Gak ada sih. Habis makan gue mau pulang " ucap Lolita


" Oke, gue juga sih " ucap Ayu


~ Perjalanan Rena dan Tia ~


" Ti, lo kenapa dari awal gak jujur sama gue " ucap Rena


" Soal Armand ya? " ucap Tia


" Iyaa. Padahal gue udah suka banget sama Armand, ternyata Cindy pacarnya " ucap Rena sedih


" Udah Ren gak usah sedih, dan lo gak perlu marah sama Cindy. Karena itu bukan salah Cindy kan " ucap Tia


" Tapi perlakuan Armand ke Cindy sweet banget Ti " ucap Rena


" Ya wajar, Cindykan pacar nya " ucap Tia


" Gue sebenernya marah sih. Kenapa harus Armand gitu " ucap Rena


" Okee, gue coba buat gak cemburu sama Cindy " ucap Rena


" Oiya, lo benar mau ikut olimpiade Ren? " ucap Tia


" Iyaa .. Gue kan udah janji juga sama Armand " ucap Rena


" Senin kita jenguk Armand kali ya " ucap Tia


" Eh iyaa ... Yola bilang bokap Armand dipenjara kan? " ucap Rena


" Iya, terus? " ucap Tia


" Kita harus temuin bokapnya dan kasih tau tentang keluarga nya " ucap Rena


" Nanti lo coba bicara sama Cindy, kasian juga kalau bokapnya gak tau " ucap Tia


" Eh Ren gue duluan ya " ucap Tia menuruni angkut


Setelah Cindy selsai makan. ia menuju gudang rumahnya untuk mencari beberapa kenangan yang disimpan oleh ibunya. Hal itu akan membantu memulihkan ingatannya. Cindy masih gak habis pikir kenapa ibunya melakukan hal tersebut, padahal sama sekali tidak membantu menyelesaikan masalahnya.


Ternyata ibunya masih menyimpan seluruh barang milik Cindy yang diberikan oleh Armand. Ia membersihkannya dan menaruhnya dikamar. Tiba-tiba telepon rumah berdering, petugas rumah sakit memberi kabar soal Armand.


" Kring..... " suara telepon


" Hallo " ucap Cindy


" Hallo, apa benar ini Cindy teman dari Armand Buditiar " ucap petugas rumah sakit


" Ya betul Sus, ada apa ya " ucap Cindy


" Saya hanya ingin memberi tahu kondisi pasien atas nama Armand Buditiar. Bahwa Armand sudah sadar dan selalu menyebut nama mbak Cindy " ucap petugas rumah sakit


" Alhamdulillah Ya Allah, Armand sadar sus " ucap Cindy


" Betul mbak, apa bisa hari ini datang kerumah sakit untuk sedikit memberikan ketenangan bagi pasien " ucap petugas rumah sakit


" Yaa... Saya kesana Sus. Terimakasih info baiknya " ucap Cindy

__ADS_1


" Sama-sama mbak " ucap petugas rumah sakit dan menutup teleponnya


" Bi... " teriak Cindy berkali-kali


" Kemana Bibi yaa " gumam Cindy


" Ah bodo deh langsung aja " ucap Cindy


Cindy memesan taxi online untuk menuju rumah sakit, ia menunjukkan mimik wajah yang bahagia.


Sesampainya dirumah sakit Cindy langsung menemui Armand diruangan ICU. Tetapi sudah tidak ada, namun ternyata Armand sudah dipindahkan keruang inap. Karena kondisi Armand membaik


" Assalamualaikum " ucap Cindy


" Waalaikumsalam " ucap Armand lirih


" Hei.. " ucap Cindy


" Cindy, kamu baik-baik aja kan? " ucap Armand


" Seharusnya aku yang bicara seperti itu " ucap Cindy


" Makasih ya sudah menolongku " ucap Armand


" Sebenarnya aku takut kamu ninggalin aku lagi " ucap Cindy menggenggam tangannya


" Aku gak akan ninggalin kamu Cindy " ucap Armand


" Yaa aku tahu, buktinya kamu yang selalu ada buat aku " ucap Cindy


" Kamu udah ingat semua? " ucao Armand


" Belum semua, aku masih berusaha " ucap Cindy


" Mau aku suapin buah? " ucap Cindy lagi


" Mau " ucap Armand


" Keadaan Ibuku gimana sayang " ucap Armand


" Gak apa-apakan aku panggil sayang " ucap Armand lagi


" Gak apa-apa dong Armand " Cindy memeluk lembut Armand


" Aw.. aw pelan-pelan dong peluk nya " ucap Armand


" Hehe maaf " ucap Cindy menyeka rambutnya


" Jadi keadaan Ibu gimana Cin " ucap Armand


" Ibu.. baik ko mand " ucal Cindy menutupi


" Alhamdulillah lega dengarnya, tapi aku gak berhasil bawa uang itu untuk ibu " ucap Armand


" Ibu sudah baik-baik aja Armand " ucal Cindy lemas


Cindy sengaja menutupi tentang kematian ibunya, ia hanya tidak ingin Armand menjadi drop lagi karena mendengar pernyataan yang menyakiti itu.


" Kamu pulang aja ini udah malam, besok masuk sekolah loh " ucap Armand


" Iya .. Tapi masih mau disini temani kamu " ucal Cindy


" Akukan udah baik-baik aja sayang " ucap Armand


" Mata kamu juga sudah merah. Pasti mengantukkan " ucap Armand


" Yaudah aku pulang, tapi kamu janji ya jangan lama-lama ditempat ini. Aku kangen di jagain sama kamu disekolah " ucap Cindy


" Kan udah ada pak satpam, nanti aku telepon deh biar pak satpamnya jagain kamu dimana aja hehe " ucap Armand


" Ah Armand jangan menggodaku gitu dong " ucap Cindy


" Yaudah pesan taxi online nya. Nanti kalo ada apa-apa telepon aku ya " ucap Armand


" Mau ngapain telepon kamu, kan kamu lagi sakit juga " ucap Cindy tersenyum


" Nanti aku kirim bayangan tubuhku buat jaga kamu " ucap Armand


" Yaudah aku pulang ya " ucap Cindy tersenyum

__ADS_1


__ADS_2