Secret Trip And You

Secret Trip And You
Eps 25 #Luka Yang Semakin Luas


__ADS_3

~ Dirumah sakit ~


" Assalamualaikum " ucap Cindy


" Waalaikumsalam " ucap Armand


" Hei.. Akhirnya kamu datang juga " ucap Armand lagi


" Hei Armand... " ucap Tia dan Yola bersamaan


" Hei Yolaa... Gimana kabar lo ? " ucap Armand


" Kok lo yang tanya, harusnya kan gue " ucap Yola


" Keadaan lo sama Justin maksud gue " ucap Armand lagi


" Justin? " ucap Tia


" Udah gak usah bahas itu. Keadaan kamu sekarang bagaimana? " ucap Cindy


" Kamu dong sekarang haha " ledek Tia


" Yakan menyesuaikan diri Tiaaa .. " ucap Cindy


" Gak apa-apa deh didepan gue " ucap Tia


" Anyway sorry ya Mand " ucap Yola


" Santai Yol, gue juga udah membaik kok " ucap Armand


" Kamu udah makan belum? " tanya Cindy


" Belum sih. Mau menyuapi gak " ucap Armand


" Mau dong Cindy " ucap Tia


" Yol, Kayanya kita cuma nyamuk ya " ucap Tia


" Haha iya benar. Dari dulu sih begitu mereka " ucap Yola


" Kayanya pertemanan kalian seru banget ya dulu " ucap Tia


" Ya dong pasti! Lo boleh kok gabung sama kita " ucap Armand


" Mau banget kali lo " ucap Tia menyentuh infusnya


" AW.. yang benar aja dong lo sengaja banget " ucap Armand kesakitan


" Sorry sorry habis gak kelihatan sih lo " ucap Tia


" Aku suapi kamu ya. Terus minum obat deh " ucap Cindy


" Mau dong di suapi " ucap Tia meledek


" Minta sana sama Jonathan " ucap Cindy


" Lo suka Jonathan Ti? " ucap Yola


" Selera lo oke juga Ti " ucap Armand


" Ah rese lo " ucap Tia


" Kamu kapan boleh pulang? " ucap Cindy


" Aku belum tahu sih " ucap Armand


" Oh ya.. keadaan Ibu bagaimana? " ucap Armand lagi


" Ibu masih dalam keadaan baik-baik saja kok " ucap Cindy

__ADS_1


" Antar aku ke ruangan Ibu ya " ucap Armand


" Jangan dulu. Kamu makan aja belum selesai " ucap Cindy


" Tahu nih, udah gak sabar ya nemuin calon mantu ke Ibu haha " ucap Yola meledek


" Iya. Karena sehabis lulus sekolah, gue mau lamar Cindy " ucap Armand


" Sumpah deh kalo ada Rena gue rasa dia makin kesal sama lo Cin " ucap Tia


" Loh.. Emang permasalahan nya belum selesai? " ucap Armand


" Rumit sih " ucap Tia


" Mand " ucap Yola


" Ada apa Yola.. bicara aja langsung " ucap Armand


" Tadi gue ke rutan penjara. Jenguk Bokap lo " ucap Yola


" Gak usah bahas laki-laki itu " ucap Armand


" Dia Bokap lo mand. Lo gak boleh sebenci itu sama Bokap lo " ucap Yola


" Kalau dia gak lakuin hal tercela itu, gue rasa sampai sekarang hidup Nyokap gue baik-baik saja " ucap Armand kesal


" Iya mungkin dulu terpaksa untuk melakukan itu mand. Lo gak boleh dong hukum mental Bokap lo " ucap Yola kesal


" Lo liat sekarang Nyokap gue menderita karena laki-laki itu. Aset keluarga di sita , semuanya Yol " ucap Armand semakin kesal


" Tapi Nyokap lo udah meninggal mand kemarin! " ucap Yola bernada tinggi


" Yola!! " ucap Cindy menampar pipi kananya


" Lo bilang apa tadi Nyokap gue meninggal? " ucap Armand terkejut


" Bilang kalau tadi gue cuma salah dengar Cin! " ucap Armand menekan nada lagi


" Ibu meninggal kemarin ? benar begitu? " ucap Armand bertanya-tanya


" Iya mand, kemarin waktu lo masuk RS juga " ucap Tia


" Brengsek! kenapa kalian diam aja? Dan kamu Cin! kenapa kamu selalu bilang Ibu baik-baik saja " ucap Armand


" Maaf.. Aku gak bermaksud buat menyembunyikan Mand " ucap Cindy


Armand melepas infusnya dengan kasar. Bangun dari tempat tidur nya berjalan ringkih menuju pintu keluar dan menemui suster menayakan kebenarannya. Cindy marah pada Yola, karena awalnya kita sepakat untuk tidak memberitahu masalah ini sebelum Armand benar-benar pulih.


" Mand.. mand kamu mau ngapain lepas infus? " ucap Cindy panik


" Jangan dong please " ucap Cindy lagi


" Aku kecewa sama kamu Cin " ucap Armand


" Mau kemana kamu? Please Armand jangan nekat kamu belum sembuh " ucap Cindy


" Jangan egois dong Mand " ucap Tia


" Gue egois? terus kalian apa? " ucap Armand marah


~Setelah Armand keluar pintu~


" Semua karena lo Yol " ucap Cindy menunjuknya


" Gue kesal Cindy " ucap Yola


" Gak kaya gitu juga kan. Lo juga gak berhak bicara kaya tadi " ucap Cindy


" Sorry Cin. sumpah deh mungkin tadi gue kebawa emosi " ucap Yola

__ADS_1


" Armand jadi marah sama kita Yolaaaa! " ucap Cindy menekan nadanya


" Lebih baik kejar Armand deh dari pada ribut " ucap Tia


~ Di Resepsionis ~


" Sus, tolong kasih pernyataan yang sejujur-jujurnya. Ibu saya sudah meninggal? " ucap Armand ke salah satu suster


" Iya Mas Armand benar " ucap Suster


" Kenapa gak ada yang beritahu saya Suster! " ucap Armand menekan dananya


" Bukannya kami tidak ingin memberitahukan mas. Tapi mas Armand sedang tidak sadarkan diri " ucap Suster


" Yallah... " ucap Armand sedih


" Armand .... " teriak Cindy


" Aku antar ke makam Ibumu, tapi setelah kamu sembuh " ucap Cindy


" Kamu sudah tega menyembunyikan lantas memaksaku untuk mendengarkan kamu lagi? " ucap Armand bernada tinggi


" Please Armand kamu juga harus tahu posisiku kemarin dan saat ini " ucap Cindy memegang tangannya


" Armand lo harus tenang dong. Jangan kaya gini, gue minta maaf soal tadi " ucap Yola membujuknya


" Mas Armand lebih baik kembali ke ruangan. Karena kondisi Mas Armand belum pulih " ucap Suster


" Ayo Armand kita kembali ke ruangan kamu. Maafin aku ya " ucap Cindy


" Apa perlu lo gue gendong nih " ucap Tia meledek


" Gak lucu sih " ucap Armand


" Gue emang gak ngelucu Armand " ucap Tia


" Sini aku papah jalanmu " ucap Cindy


" Sekali lagi aku minta maaf " ucap Cindy lagi


Keadaan disana begitu rumit, semua panik dan kecewa dengan keadaan yang salah.


Armand berusaha untuk menenangkan diri, meski ia sangat kecewa.


Armand berpikir apa ini salahnya karena kalah didalam pertandingan hingga Ibu tidak mendapatkan perawatan yang layak. Ia mencaci jiwanya sendiri menahan amarah yang membuatnya mengeluarkan air mata. Justin! semua ini karenanya, dan Yola. Andai saja aku tidak datang ke hotel seperti yang diminta Yola saat itu, semua ini tidak akan terjadi.


" Hei kamu jangan nangis, jangan buat aku jadi merasa bersalah terus sama kamu " ucap Cindy


" Kenapa? laki-laki lemah kalau menangis? " ucap Armand


" Mana Armand yang aku kenal " ucap Cindy


" Yol, kayanya kita pulang aja deh, biarin Cindy sama Armand berdua " ucap Tia


" Iya benar, suasananya lagi kurang enak " ucap Yola


" Cin, gue sama Tia balik ya. Maaf udah buat keadaan jadi kacau " ucap Yola


" Lo mau kemana? Ibu gue meninggal karena lo " ucap Armand menahan tangisnya


" Kenapa gue? " ucap Yola


" Andai lo kemarin gak minta gue untuk datang ke hotel. Mungkin sekarang keadaan nya masih baik-baik saja " ucap Armand kesal


" Udah udah Yol. Kita pergi dari sini, biarin Armand meluapkan amarahnya dulu " ucap Tia


" Hati-hati Ti " ucap Cindy


Sepulangnya Yola dan Tia. Keadaan ruangan sangat hening. Armand hanya melamun tanpa bicara, Cindy hanya terdiam melihat Armand.

__ADS_1


Hingga Akhirnya keadaan Armand semakin membaik.


__ADS_2