Secret Trip And You

Secret Trip And You
Eps 26 #Makam Ibu Armand


__ADS_3

~4 hari kemudian~


" Kamu udah siap untuk pulang? " ucap Cindy


" Iya, dan kamu akan antarkan aku ke makam Ibuku kan? " ucap Armand


" Ya tentu dong. Maaf atas kesalahanku kemarin salah ambil keputusan " ucap Cindy


" Mungkin maksud kamu baik " ucap Armand


" Cindy, makasih atas semuanya dan maaf " ucap Armand lagi


" Cindy hanya memeluknya penuh dengan rasa sayang "


" Aku pesan taxi online dulu ya " ucap Cindy


" Iya " ucap Armand singkat


Setibanya taxi online . Armand dan Cindy bergegas untuk pulang. Ia menanyakan keadaan Orang Tua Cindy. Perihal hubungan nya dan situasi sekarang ini.


" Bagaimana kabar Ibumu? " ucap Armand


" Ibuku masih di luar kota. Ada apa kamu tanya? tidak biasanya " ucap Cindy


" Apa Ibumu tahu kalau kamu sudah kembali ingatan nya? " ucap Armand


" Belum. Aku nggak sempat telepon Ibu. Begitu juga Ibu, tidak menghubungiku beberapa hari ini " ucap Cindy


" Kamu tidak khawatir " ucap Armand


" Aku yakin Ibu baik-baik saja " ucap Cindy


" Kamu sudah tahukan kalau hubungan kita ditentang oleh Ibumu? " ucap Armand


" Yaa.. Bi Jainab dan Yola sudah menceritakan semua " ucap Cindy


" Terus? " ucap Armand


" Apanya yang terus? " ucap Cindy


" Mau dibawa kemana hubungan kita " ucap Armnad bernada


" Ah ... Jangan menyanyi " ucap Cindy


" Aku sayang sama kamu Cindy " ucap Armand menghelai rambutnya


" Aku tahu kok " ucap Cindy


" Kamu siap dengan konsekuensinya? " ucap Armand


" Kalau Ibu tahu maksudmu? " ucap Cindy


" Iyaa " ucap Armand singkat


" Aku.. aaku.. " ucap Cindy menghela nafas nya


" Yaudah gak usah di ambil pusing ya " ucap Armand


" Oh ya.. Dari makam Ibumu nanti. Kita ke lapas tempat Ayahmu ya " ucap Cindy


" Untuk apa? " ucap Armand


" Untuk memperbaiki keadaan " ucap Cindy


" Tidak perlu " ucap Armand menahan amarahnya


" Aku harap suatu saat keadaan kamu dan Ayahmu akan membaik " ucap Cindy


" Entahlah, aku tidak ingin membahas ini " ucap Armand


" Tujuan nya sudah mau sampai ya pak " ucap Supir taxi online


" Ya pak. Depan belok kiri " ucap Armand


" Baik pak " ucap Supir taxi online


~ Dirumah Lolita ~


" Sayang ... " ucap Ibu Lolita


" Ya Momi " ucap Lolita dari dapur


" Kemari duduk bersama Momi " ucap Ibu Lolita


" Ada apa Momi " ucap Lolita menghampiri


" Momi mau tanya, benar dana olimpiade yang Momi berikan kesekolah sempat hilang? " ucap Ibu Lolita


" Iya Moms, Cindy pelakunya " ucap Lolita


" Cindy yang pintar itu? " ucap Ibu Lolita


" Iya Moms, tapi ketahuan sama Pak Rozak. Terus Cindy nggak boleh ikut olimpiade " ucap Lolita


" Keterlaluan sekali dia. Momi tidak menyangka loh Nak " ucap Momi


" Awalnya Lita juga nggak percaya Moms " ucap Lolita


" Sayang.. Nanti kita ke makam Popi ya " ucap Ibu Lolita


" Yah... Lita lagi banyak tugas nih Moms " ucap Lolita


" Sebentar saja temani Momi " ucap Ibu Lolita


" Yaudah deh " ucap Lolita


Lolita menemani Ibunya untuk pergi kemakam Papanya. Disana ia bertemu dengan Armand dan Cindy.


Rena datang kerumah Tia, mengajaknya untuk bertemu dengan Armand. Namun Rena tidak tahu bahwa Cindy bersama Armand. Yang membuat Rena kesal, nyatanya tidak semudah itu untuk mengikhlaskan.


Ibu lolita yang baik dan tidak sombong itu, mengucapkan belasungkawa terhadap Armand. Karena penasaran akhirnya Ibu Lolita memanggil Cindy untuk menanyakan perihal dana olimpiade tersebut. Tidak sengaja Armand mendengar permasalahan itu, ia terkejut saat mendengarnya.


Rena dan Tia menyusul Cindy ke makam Ibu Armand yang tidak sengaja di buntuti Justin. Justin pikir ia akan ketempat dimana Armand sekarang. Ia memantau keadaan apakah Armand masih hidup atau tidak.


~ Dirumah Tia ~


" Assalamualaikum Tia... " ucap Rena berkali-kali


" Waalaikunsalam Ren.. Masuk aja kali " ucap Tia


" Temani gue jenguk Armand yuk " ucap Rena memasuki rumah Tia


" Armand kayanya udah pulang deh Ren " ucap Tia


" Lo tahu dari mana " ucap Rena


" Cindy " ucap Tia

__ADS_1


" Ohh Cindy.. Kerumahnya aja gimana? Pasti Armand ada dirumah " ucap Rena


" Gue telepon Cindy dulu ya " ucap Tia


" Nggak usah Tia. Gue cuma mau berdua saja sama lo " ucap Rena


" Tapi Cindy yang tahu Armand dimana " ucap Tia


" Kita coba ke rumah sakit dulu kalau tidak ada. Kita kerumahnya " ucap Rena


" Please dong Tia. Nggak usah " ucap Rena lagi


" Iya oke oke. Gue ganti baju dulu ya " ucap Tia


" Iya. Gue tunggu didepan ya " ucap Rena


Tia menghubungi Cindy dikamarnya tanpa sepengetahuan Rena.


~ Dirumah Armand ~


Suara dering handphone Cindy


" Hallo Tia " ucap Cindy


" Iya hallo Cind, lo dimana sekarang " ucap Tia


" Gue lagi dirumah Armand nih. Baru saja sampai dari rumah sakit. Kenapa Ti? " ucap Cindy


" Langsung to the point aja ya gue. Rena mau jenguk Armand, tapi dia kaya nggak mau ada lo gitu Cin " ucap Tia


" Rena masih marah sama gue? " ucap Cindy


" Iyalah. Disekolah aja nggak gabung sama kita kan " ucap Tia


" Gini aja Ti, biarin Rena jenguk Armand. Dan lo kaya nggak tahu apa-apa kalau ada gue. Rencananya sih siang ini gue mau ke makam Ibunya Armand. Kita ketemu disana aja Ti " ucap Cindy "


" Oke Cin, see you " ucap Tia


" Iya Ti " ucap Cindy


~ Di rumah Tia ~


" Ren, ayo kita berangkat " ucap Tia


" Oke, tujuan awal ke rumah sakit ya " ucap Rena


" Oke. Anyway lo yakin Armand masih dirumah sakit? " ucap Tia


" Nggak sih, tapikan mencoba " ucap Rena


" Tuh taxi online udah sampai " ucap Rena lagi


" Okee.. Yuk capcus " ucap Tia


~ Di rumah Lolita ~


" Kamu udah siap Lita " ucap Ibu Lolita


" Udah Moms " ucap Lolita datar


" Kok kamu seperti tidak senang menemani Momi " ucap Ibu Lolita


" Biasa saja kok " ucap Lolita


" Apa ada yang sedang kamu sembunyikan? " ucap Ibu Lolita


" Nggak ada " ucap Lolita singkat


~ Dirumah sakit ~


" Sus, Pasien atas nama Armand masih dirawat? " ucap Rena ke resepsionis


" Sebentar ya saya cek dulu, bisa di bantu nama lengkapnya? " ucap Suster


" Armand Buditiar " ucap Rena


" Baik, pasien atas nama Armand Buditiar sudah pulang kak tadi pagi " ucap Suster


" Sama siapa Sus? " ucap Rena


" Maaf kak saya tidak tahu, karena baru ganti shift siang " ucap Suster


" Makasih ya Sus " ucap Rena


" Terima kembali " ucap Suster


" Udah pulang kan Ren? " ucap Tia


" Iya udah. Yaudah gimana kalau kita langsung aja ke makam Ibunya barangkali ada disana " ucap Tia


" Boleh deh, gue pesan taxi online dulu " ucap Rena


" Hemm " ucap Tia


~ Di sebrang jalan ~


" Itu kaya Rena sama Tia. Ngapain ya kerumah sakit, oh jenguk Armand nih kayanya. Gue harus ikutin, jadi penasaran sama kondisi lemahnya kaya apa " gumam Justin


~ Di pemakaman umum blok c ~


" Popi, apakabar? Momi rindu banget sama Popi " ucap Ibu Lolita dan menabur bunga dimakam


" Udah Moms, jangan nangis mulu deh " ucap Lolita


" Kamu ini ya. Sedari tadi udah diam aja sekali nya bicara buat Momi sakit hati. Ini Popimu Lita bukan orang lain " ucap Ibu Lolita menangis


" Sambungkan bukan kandung " ucap Lolita


" Lita! Jaga bicaramu. Kita sedang di makam Popimu. Tolong hargai sayang " ucap Ibu Lolita menekan nada bicaranya


" Persetan dengan laki-laki brengsek ini Moms " ucap Lolita membentaknya


" Plak..... " suara tangan yang mendarat di pipi Lolita


" Momi! " ucap Lolita membentak Ibunya


" Maafkan Momi Nak maaf. Momi refleks " ucap Ibu Lolita mengusap pipi Lolita


" Demi laki-laki yang sudah mati Momi tega tampar Lita? " ucap Lolita


" Maaf. Tidak bermaksud seperti itu sayang " ucap Lolita


Lolita berlari menuju blok pemakaman lain. Hanya ingin menenangkan diri. Namun ternyata di blok inilah Bu Monik bertemu dengan Cindy


~ Di pemakaman umum blok b ~


" Ini makam Ibumu sayang " ucap Cindy

__ADS_1


" Makasih ya udah antar Ibuku ditempat istirahatnya yang terakhir " ucap Armand


" Sama seperti permintaan kamu kan " ucap Cindy


" Dulu Ibu sayang banget sama kamu Cin. Selalu dibawakan makanan setiap pagi. Kamu ingat? " ucap Armand sambil menabur bunga


" Aku belum ingat semua. Tapi aku yakin Ibumu baik sekali " ucap Cindy


" Aku sampai berani ikut serta MMA untuk membuat Ibu sembuh. Tapi ternyata Ibu meninggal tanpa saling bicara " ucap Armand


" Kamu harus ikhlas. Supaya Ibumu tenang " ucap Cindy


" Ya.. Aku tahu, tapi aku nggak bisa maafin 2 orang itu " ucap Armand


" Maksudnya Yola dan Justin? " ucap Cindy


" Iya, siapa lagi " ucap Armand kesal


" Yola hanya korban. Kamu juga harus mengerti keadaannya " ucap Cindy


" Mereka tidak mengerti rasanya menjadi aku " ucap Armand menahan tangisnya


" Hei.. jangan nangis, ada aku " ucap Cindy mengusap rambutnya


~ Terdengar teriakan dari ujung jalan ~


" Lita .. " ucap Ibu Lolita berkali-kali


" Stop Moms. Jangan mendekat " ucap Lolita


" Maafkan Momi sayang. Kenapa kamu begitu benci dengan Popimu " ucap Ibu Lolita


" Momi nggak tahu kan. Katanya sayang sama Lita " ucap Lolita


~ Di pemakaman blok b ~


" Kamu dengar nggak sih ada yang teriak " ucap Armand


" Iya.. itu Bu Monik " ucap Cindy


" Bu Monik " ucap Cindy menghampiri


" Nak Cindy. Sedang apa disini " ucap Bu Monik


" Temani Armand ke makam Ibunya " ucap Cindy


" Saya turut berdukacita ya Nak Armand " ucap Bu Monik


" Terimakasih Bu " ucap Armand


" Bu Monik sama siapa datang kesini " ucap Cindy


" Sama Lolita. Tapi anaknya sudah pulang " Bu Monik ucap


" Cindy, Ibu mau bicara sebentar " ucap Bu monik lagi


" kamu tunggu sini dulu ya " ucap Cindy


" Iya, jangan lama-lama " ucap Armand


~ Di pintu masuk pemakaman ~


" Lo ingat gak sih blok nya apa " ucap Rena


" Kalau nggak salah blok b Ren " ucap Tia


" Yaudah sambil jalan. Kali aja ketemu " ucap Rena


" Semoga aja dia sendiri nggak sama Cindy " ucap Rena


" Ya nggak mungkin sendiri sih. Armand kan belum tahu lokasi makam Ibunya dimana " ucap Tia


" Bela Cindy mulu sih " ucap Rena


" Cindy sahabat kita Rena. Lo harus bisa membedakan dong " ucap Tia


~ Di pemakaman blok b ~


" Gosip di sekolah tentang kamu ambil dana olimpiade itu benar? " ucap Bu Monik


" Nggak Bu Monik, Cindy nggak ambil " ucap Cindy membela diri


" Tapi uangnya di tas kamu kan " ucap Bu Monik


" Cindy ambil dana Bu? " ucap Armand terkejut tidak sengaja mendengar nya


" Kamu bisa tanyakan langsung sama Cindy Nak " ucap Bu Monik


" Kalau begitu saya pamit " ucap Bu Monik berlalu meninggalkan


" Hati-hati Bu " ucap Cindy


" Cindy. Tatap aku, dan jawab jujur. Apa itu semua benar? " ucap Armand


" Kamu harus percaya sama aku. Aku nggak tahu bagaimana caranya uang itu ada di tas aku. Karena memang bukan aku pelakunya sayang " ucap Cindy menjelaskan


" Armand " teriak Tia


" Tia ... Rena " ucap Cindy memeluknya


" Apasih! Risih, lepas deh " ucap Rena


" Kalian kok tahu kita disini " ucap Cindy


" Penjelasan kamu belum selesai Cindy " ucap Armand


" Nggak etis bahas ini di makam Mand " ucap Cindy


" Kalian kenapa " ucap Tia


" Gak apa-apa kok " ucap Cindy


" Nanti aku jelasin dirumah ya " ucap Cindy ke Armand


" Keadaan lo baik Mand? " ucap Rena


" Ya baik. Buktinya udah pulang kan " ucap Armand


" Jadi lo udah tahu sekarang? " ucap Rena


" Kita kerumah lo aja kali Mand " ucap Tia


" Lo naik apa " ucap Armand


" Naik taxi online ucap Rena


" Bareng aja kalau gitu " ucap Armand

__ADS_1


" Oke. Gue order dulu kali ya " ucap Rena


Beberapa waktu kemudian taxi online yang dipesan oleh Rena tiba. Dan mengantarkan mereka ke rumah Armand.


__ADS_2