Secret Trip And You

Secret Trip And You
Eps 32 #Mendapatkan Sebuah Bukti


__ADS_3

~ Dikelas 12 Mia ~


" Rena... maafin gue ya kalau ada salah please " ucap Cindy meraih tangannya


" Iya Ren, emang Cindy salah apa sih sama lo " ucap Tia


" Gue... " ucap Rena terpotong


" Lo cemburu ya Cindy sama Armand? belum ikhlas cerita nya? " ucap Tia tiba-tiba


" Mulut lo! " ucap Rena kesal


" Ngaku hayo " ucap Tia


" Yah gimana ya Ren, gue sayang Armand. Udah gitukan emang gue sama dia pacaran lama Ren " ucap Cindy memelas


" Sebenarnya bukan masalah itu aja sih " ucap Rena


" Terus apa dong " ucap Cindy


" Cin.. " ucap Armand berkali-kali di jendela


" Armand Cin " ucap Tia


" Bentar ya " ucap Cindy


~ Di Koridor kelas ~


" Aku udah dapat bukti rekamannya, bukan kamu pelakunya tapi Ayu " ucap Armand


" Serius kamu " ucap Cindy meyakinkan


" Iyalah jelek nih buktinya ada di flashdisk " ucap Armand menunjukkan flashdisk


" Aaaa... makasih " ucap Cindy senang dan memeluk Armand


" Ish Cindy... " ucap Rena di dalam kelas


" Dewasa dikit dong Ren, laki-laki kan banyak " ucap Tia


" Kamu gak malu peluk aku gini, nanti guru ada yang lihat loh " ucap Armand memeluk erat


" Kamu yang buat semakin erat " ucap Cindy


" Udah ah lepas " ucap Cindy lagi


" Yaudah, masuk kelas sana " ucap Armand mengelusi rambut Cindy


" Eh tapi kamu kenapa di seret sama Pak Cipto " ucap Cindy


" Ya karena aku masuk ke ruang cctv. Terus bohongi Pak Cipto kalau dia dipanggil sama Kepsek " ucap Armand menjelaskan


" Kacau juga kamu " ucap Cindy mencubit perut Armand


" Auww .. Sakit sayang " ucap Armand


" Aku masuk kelas deh ya " ucap Cindy


" Iya, kiss dulu gak " ucap Armand


" Jarak jauh " ucap Cindy


" Sarangheyo " ucap Armand dengan petikan jari love nya


" Ish apa sih " ucap Cindy tersipu malu


" Cieee Cindy bisa juga pacaran sama cowok jutek kaya dia " ucap salah satu Siswi


" Iya dong, udah 6 tahun gue pacaran " ucap Cindy berlalu meninggalkan


" Haa... " ucap Siswi hingga menoleh kebelakang


" Tia.... Rena.... gue senang banget, Armand udah dapat bukti kalau gue gak ambil dana olimpiade " ucap Cindy merangkul sahabatnya


" Gue udah yakin dari awal bukan lo pelakunya " ucap Tia


" Tuh Ren benar kan " ucap Tia


" Iya " ucap Rena singkat


" Lo mau bicara apa tadi Ren " ucap Cindy melepas rangkulannya


" Tadi sih mau bilang kalau kecewa sama lo, karena udah ambil dana olimpiade dan buku di gramedia " ucap Rena


" Tapikan Cindy gak terbukti bersalah, bisa jadi yang di gramedia bukan salah lo juga Cin " ucap Tia


" Maaf ya Cin, gue gak percaya sama lo " ucap Rena


" Aaaa... Rena... gue sayang sama lo " ucap Cindy


" Udah udah sedihnya " ucap Tia


" Temani gue ke toilet yuk, Pak Bondan belum datang sih " ucap Cindy


" Yaudah " ucap Rena


" Menyelinap ke kantin juga mau gak " ucap Tia


" Iya deh " ucap Cindy beranjak dari kelas


~ Diparkiran mobil ~


" Lo gila sih Lit haha " ucap Justin


" Iyalah uang berkuasa atas segalanya " ucap Lolita


" Lo tadi kalau telatnya gak bareng pasti gue gak boleh masuk " ucap Justin


" Bisa lah, lo kan salah satu penyumbang di sekolah. Tinggal ancam aja tuh satpam beres deh " ucap Lolita


" Hei Yola... " goda Justin


" Lo naksir Yola Tin? mata lo rabun kali ya " ucap Lolita


Yola hanya meliriknya dengan sinis, dan berlalu meninggalkan. Dengan wajah yang pucat Yola pergi ke ruang uks untuk beristirahat disana

__ADS_1


" Yola mau kemana tuh " ucap Justin


" Mana gue tahu, gak ada urusannya sama gue " ucap Lolita


" Temani gue yuk " ucap Justin


" Kemana? gue mau masuk kelas " ucap Lolita


" Bentaran doang " ucap Justin


" Iya iya " Lolita berjalan mengikuti Justin


" Ngapain sih ngikutin Yola ke uks. Gak penting banget deh " ucap Lolita


" Udah lo diem aja dulu " ucap Justin


Justin memasuki ruang uks dengan sangat pelan-pelan agar Yola tidak mengetahui nya, lagi-lagi Armand menjadi pahlawan kesiangan. Ketika sadar itu adalah Yola, Armand berhenti melanjutkan nya dan pergi berlalu.


" Lita, rekam gue sama Yola cepat " ucap Justin


" Klek... " suara buka pintu pelan


Lolita mengeluarkan handphone dan merekamnya


" Yolaaa..." ucap Justin lirih


" Justin! ngapain lo masuk, sana keluar " ucap Yola mengancing kan bajunya


" Skandal lagi sama gue mau gak " ucap Justin


" Gila lo! Lita ngapain lo rekam gitu, stop! " ucap Yola menutup wajahnya dengan tangan


" Eh Yola kancing atas baju lo masih kebuka tuh " ucap Justin


" Gue kancingkan ya " ucap Justin lagi


" Aaaaaaa... " Yola berteriak dengan sekeras mungkin


Armand yang ingin menuju kelas mendengar teriakan itu dari ruang uks ia langsung berlari.


" Woi woi ngapain lo " ucap Armand di depan pintu


" Lolita ngapain lo " ucap Armand lagi


" Kepo amat lo " ucap Lolita


" Siapa Lit " ucap Justin


" Justin! keluar lo. Kalau ada lo pasti ada masalah " ucap Armand yang mendengar suara Justin


" Eh pahlawan nasional apa ke siangan? " ucap Justin


" Mana yang teriak tadi? lo apain " ucap Armand


" Gue mau skandal lah " ucap Justin


" Minggir " ucap Armand menggeser tubuh Lolita dan Justin


" Yola? " ucap Armand


" Brengsek! buang waktu gue " ucap Armand berlalu meninggalkan


" Mand... Armand.... " ucap Yola mengejarnya


" Hahaha " Justin hanya tertawa


" Lo ada masalah apa sih sama Armand " ucap Lolita


" Bukan urusan lo, gimana tadi rekamannya bagus gak? " ucap Justin


" Nih lo lihat sendiri " ucap Lolita mengulurkan handphone nya


" Bagus nih nanti tinggal gue edit dikit " ucap Justin saat melihat video nya


" Udah ah gue mau ke kelas " ucap Lolita menarik handphone miliknya


" Nanti send ke gue ya " ucap Justin


" Oke "


~ Di kelas Lolita ~


" Hei girls " ucap Lolita


" Kemana aja lo, untung guru belum datang " ucap Ayu


" Ada deh rahasia gue " ucap Lolita


" Lo kenapa Line diem aja " ucap Ayu


" Dia marah kali sama gue " ucap Lolita


" Marah? " ucap Ayu


" Iya, kemarin gue sama Justin ke ceplosan kalau Carline udah pernah hamil sama Justin " ucap Lolita


" Brengsek lo Lit " ucap Carline menarik kerahnya


" Eh.. eh.. Line jangan gitu dong " ucap Ayu


" Tuh lo jadi tontonan " ucap Ayu


Carline melepaskan kerah baju Lolita


" Mulut lo bisa diem gak! " ucap Carline ketus


" Biasa aja dong, kenapa lo malu? " ucap Lolita


" Tapi emang benar Line? Lo udah pernah hamil sama justin " ucap Ayu berbisik


" Ya benarlah. Kalau gak benar kenapa Carline marah " ucap Lolita melirik Carline


" Kaya tai lo semua " ucap Carline memalingkan wajahnya


" Line, lo tadi ada masalah apa sama Yola " ucap Ayu mendorong bangkunya

__ADS_1


" Oh iya, lo kan kayaknya mau dekat sama Yola kan " ucap Lolita


" Bukan urusan lo " ucap Carline membelakangi


" Selamat pagi anak anak " ucap Bu Puja


" Selamat pagi Bu... " ucap Siswa-siswi


" Keluarkan tugas kalian yang kemarin Ibu berikan " ucap Bu Puja


" Mampus, gue belum ngerjain tugas itu " ucap Lolita


" Kenapa Lita? kamu belum mengerjakan? " ucap Bu Puja


" Belum bu " ucap Lolita


" Silakan kamu keluar dan berdiri menghormati bendera sampai jam pelajaran Ibu selesai " ucap Bu Puja


" Apa masih ada yang belum mengerjakan selain Lita? " ucap Bu Puja


Siswa-siswi hening.


" Baik kalau begitu kumpulkan sekarang, silakan keluar menuju lapangan Lolita " ucap Bu Puja


" Iya Bu " ucap Lolita keluar dari kelas


~ Di kelas Justin ~


" Eh... eh kamu main selonong boy aja " ucap Pak Rozak


" Kenapa sih pak " ucap Justin


" Kenapa-kenapa. Kamu sudah telat masuk gerbang, masuk kelaspun telat. Masih tanya kenapa " ucap Pak Rozak


" Lah, yang penting saya masuk kan Pak " ucap Justin


" Gak ada ya kamu masuk, keluar sana ke lapangan hormati bendera biar kamu tahu menghargai itu apa " ucap Pak Rozak


" Apaan sih Pak. Saya gak mau " ucap Justin


" Kalau gak mau nanti saya tambah hukumanmu " ucap Pak Rozak


" Ah ribet amat jadi guru " ucap Justin


" Bicara apa kamu? cepat sana keluar " ucap Pak Rozak


Justin pergi menuju lapangan dan bertemu dengan Lolita lagi.


" Lah Lita, di hukum juga? " ucap Justin


" Iya, gue gak ngerjain tugas dari Bu Puja. Lo kenapa " ucap Lolita


" Gue gak boleh masuk kelas, ternyata Pak Rozak lihat kita telat masuk gerbang " ucap Justin


" Ohhh... Gue kira kenapa " ucap Lolita


" Jodoh kali ya " ucap Justin


" Amit-amit gue " ucap Lolita menyeka keringatnya


" Kenapa amit-amit " ucap Justin


" Nanti gue di hamilin terus lo gak tanggung jawab " ucap Lolita


" Haha " Justin hanya tertawa


~ Jam pulang sekolah ~


" Tettt..... " suara bel pulang sekolah


" Cin, mampir yuk makan bebek goreng di tempat biasa " ucap Rena


" Boleh " ucap Cindy


" Tapi guys uang gue kurang " ucap Tia


" Nanti sharing bebek sama gue Ti .. " ucap Cindy


" Makasih.. baik banget " ucap Tia


" Tulangnya aja hahaha " ucap Cindy tertawa


" Parah lo Cin, Tia udah kaya tulang makan lo kasih tulang juga haha " ucap Rena tertawa


" Ngambek sih gue " ucap Tia


Dari ujung koridor Armand terlihat ingin menemui Cindy.


" Cindy, pulang sama aku ya " ucap Armand


" Yah tapi mau bareng sama Rena mau makan " ucap Cindy


" Sama gue juga Cindy " ucap Tia


" Oh iya haha, tadi katanya uangnya kurang gimana sih " ucap Cindy


" Kamu gak mau lihat rekamannya? " ucap Armand


" Mau sih " ucap Cindy


" Hemm... guys ... " ucap Cindy terpotong


" Iya gue tahu, udah sana pulang sama Armand " ucap Tia


" Kalau gitu kita pulang aja Ren " ucap Tia


" Lapar sih gue sebenernya " ucap Rena


" Kerumah gue aja Nyokap masak sih kayaknya " ucap Tia


" Yaudah oke " ucap Rena


" Sorry ya guys " ucap


" Yuk Lek " ucap Armand panggilan sayangnya.

__ADS_1


__ADS_2