
~ Dikelas 12 Mia ~
" Rena... maafin gue ya kalau ada salah please " ucap Cindy meraih tangannya
" Iya Ren, emang Cindy salah apa sih sama lo " ucap Tia
" Gue... " ucap Rena terpotong
" Lo cemburu ya Cindy sama Armand? belum ikhlas cerita nya? " ucap Tia tiba-tiba
" Mulut lo! " ucap Rena kesal
" Ngaku hayo " ucap Tia
" Yah gimana ya Ren, gue sayang Armand. Udah gitukan emang gue sama dia pacaran lama Ren " ucap Cindy memelas
" Sebenarnya bukan masalah itu aja sih " ucap Rena
" Terus apa dong " ucap Cindy
" Cin.. " ucap Armand berkali-kali di jendela
" Armand Cin " ucap Tia
" Bentar ya " ucap Cindy
~ Di Koridor kelas ~
" Aku udah dapat bukti rekamannya, bukan kamu pelakunya tapi Ayu " ucap Armand
" Serius kamu " ucap Cindy meyakinkan
" Iyalah jelek nih buktinya ada di flashdisk " ucap Armand menunjukkan flashdisk
" Aaaa... makasih " ucap Cindy senang dan memeluk Armand
" Ish Cindy... " ucap Rena di dalam kelas
" Dewasa dikit dong Ren, laki-laki kan banyak " ucap Tia
" Kamu gak malu peluk aku gini, nanti guru ada yang lihat loh " ucap Armand memeluk erat
" Kamu yang buat semakin erat " ucap Cindy
" Udah ah lepas " ucap Cindy lagi
" Yaudah, masuk kelas sana " ucap Armand mengelusi rambut Cindy
" Eh tapi kamu kenapa di seret sama Pak Cipto " ucap Cindy
" Ya karena aku masuk ke ruang cctv. Terus bohongi Pak Cipto kalau dia dipanggil sama Kepsek " ucap Armand menjelaskan
" Kacau juga kamu " ucap Cindy mencubit perut Armand
" Auww .. Sakit sayang " ucap Armand
" Aku masuk kelas deh ya " ucap Cindy
" Iya, kiss dulu gak " ucap Armand
" Jarak jauh " ucap Cindy
" Sarangheyo " ucap Armand dengan petikan jari love nya
" Ish apa sih " ucap Cindy tersipu malu
" Cieee Cindy bisa juga pacaran sama cowok jutek kaya dia " ucap salah satu Siswi
" Iya dong, udah 6 tahun gue pacaran " ucap Cindy berlalu meninggalkan
" Haa... " ucap Siswi hingga menoleh kebelakang
" Tia.... Rena.... gue senang banget, Armand udah dapat bukti kalau gue gak ambil dana olimpiade " ucap Cindy merangkul sahabatnya
" Gue udah yakin dari awal bukan lo pelakunya " ucap Tia
" Tuh Ren benar kan " ucap Tia
" Iya " ucap Rena singkat
" Lo mau bicara apa tadi Ren " ucap Cindy melepas rangkulannya
" Tadi sih mau bilang kalau kecewa sama lo, karena udah ambil dana olimpiade dan buku di gramedia " ucap Rena
" Tapikan Cindy gak terbukti bersalah, bisa jadi yang di gramedia bukan salah lo juga Cin " ucap Tia
" Maaf ya Cin, gue gak percaya sama lo " ucap Rena
" Aaaa... Rena... gue sayang sama lo " ucap Cindy
" Udah udah sedihnya " ucap Tia
" Temani gue ke toilet yuk, Pak Bondan belum datang sih " ucap Cindy
" Yaudah " ucap Rena
" Menyelinap ke kantin juga mau gak " ucap Tia
" Iya deh " ucap Cindy beranjak dari kelas
~ Diparkiran mobil ~
" Lo gila sih Lit haha " ucap Justin
" Iyalah uang berkuasa atas segalanya " ucap Lolita
" Lo tadi kalau telatnya gak bareng pasti gue gak boleh masuk " ucap Justin
" Bisa lah, lo kan salah satu penyumbang di sekolah. Tinggal ancam aja tuh satpam beres deh " ucap Lolita
" Hei Yola... " goda Justin
" Lo naksir Yola Tin? mata lo rabun kali ya " ucap Lolita
Yola hanya meliriknya dengan sinis, dan berlalu meninggalkan. Dengan wajah yang pucat Yola pergi ke ruang uks untuk beristirahat disana
__ADS_1
" Yola mau kemana tuh " ucap Justin
" Mana gue tahu, gak ada urusannya sama gue " ucap Lolita
" Temani gue yuk " ucap Justin
" Kemana? gue mau masuk kelas " ucap Lolita
" Bentaran doang " ucap Justin
" Iya iya " Lolita berjalan mengikuti Justin
" Ngapain sih ngikutin Yola ke uks. Gak penting banget deh " ucap Lolita
" Udah lo diem aja dulu " ucap Justin
Justin memasuki ruang uks dengan sangat pelan-pelan agar Yola tidak mengetahui nya, lagi-lagi Armand menjadi pahlawan kesiangan. Ketika sadar itu adalah Yola, Armand berhenti melanjutkan nya dan pergi berlalu.
" Lita, rekam gue sama Yola cepat " ucap Justin
" Klek... " suara buka pintu pelan
Lolita mengeluarkan handphone dan merekamnya
" Yolaaa..." ucap Justin lirih
" Justin! ngapain lo masuk, sana keluar " ucap Yola mengancing kan bajunya
" Skandal lagi sama gue mau gak " ucap Justin
" Gila lo! Lita ngapain lo rekam gitu, stop! " ucap Yola menutup wajahnya dengan tangan
" Eh Yola kancing atas baju lo masih kebuka tuh " ucap Justin
" Gue kancingkan ya " ucap Justin lagi
" Aaaaaaa... " Yola berteriak dengan sekeras mungkin
Armand yang ingin menuju kelas mendengar teriakan itu dari ruang uks ia langsung berlari.
" Woi woi ngapain lo " ucap Armand di depan pintu
" Lolita ngapain lo " ucap Armand lagi
" Kepo amat lo " ucap Lolita
" Siapa Lit " ucap Justin
" Justin! keluar lo. Kalau ada lo pasti ada masalah " ucap Armand yang mendengar suara Justin
" Eh pahlawan nasional apa ke siangan? " ucap Justin
" Mana yang teriak tadi? lo apain " ucap Armand
" Gue mau skandal lah " ucap Justin
" Minggir " ucap Armand menggeser tubuh Lolita dan Justin
" Yola? " ucap Armand
" Brengsek! buang waktu gue " ucap Armand berlalu meninggalkan
" Mand... Armand.... " ucap Yola mengejarnya
" Hahaha " Justin hanya tertawa
" Lo ada masalah apa sih sama Armand " ucap Lolita
" Bukan urusan lo, gimana tadi rekamannya bagus gak? " ucap Justin
" Nih lo lihat sendiri " ucap Lolita mengulurkan handphone nya
" Bagus nih nanti tinggal gue edit dikit " ucap Justin saat melihat video nya
" Udah ah gue mau ke kelas " ucap Lolita menarik handphone miliknya
" Nanti send ke gue ya " ucap Justin
" Oke "
~ Di kelas Lolita ~
" Hei girls " ucap Lolita
" Kemana aja lo, untung guru belum datang " ucap Ayu
" Ada deh rahasia gue " ucap Lolita
" Lo kenapa Line diem aja " ucap Ayu
" Dia marah kali sama gue " ucap Lolita
" Marah? " ucap Ayu
" Iya, kemarin gue sama Justin ke ceplosan kalau Carline udah pernah hamil sama Justin " ucap Lolita
" Brengsek lo Lit " ucap Carline menarik kerahnya
" Eh.. eh.. Line jangan gitu dong " ucap Ayu
" Tuh lo jadi tontonan " ucap Ayu
Carline melepaskan kerah baju Lolita
" Mulut lo bisa diem gak! " ucap Carline ketus
" Biasa aja dong, kenapa lo malu? " ucap Lolita
" Tapi emang benar Line? Lo udah pernah hamil sama justin " ucap Ayu berbisik
" Ya benarlah. Kalau gak benar kenapa Carline marah " ucap Lolita melirik Carline
" Kaya tai lo semua " ucap Carline memalingkan wajahnya
" Line, lo tadi ada masalah apa sama Yola " ucap Ayu mendorong bangkunya
__ADS_1
" Oh iya, lo kan kayaknya mau dekat sama Yola kan " ucap Lolita
" Bukan urusan lo " ucap Carline membelakangi
" Selamat pagi anak anak " ucap Bu Puja
" Selamat pagi Bu... " ucap Siswa-siswi
" Keluarkan tugas kalian yang kemarin Ibu berikan " ucap Bu Puja
" Mampus, gue belum ngerjain tugas itu " ucap Lolita
" Kenapa Lita? kamu belum mengerjakan? " ucap Bu Puja
" Belum bu " ucap Lolita
" Silakan kamu keluar dan berdiri menghormati bendera sampai jam pelajaran Ibu selesai " ucap Bu Puja
" Apa masih ada yang belum mengerjakan selain Lita? " ucap Bu Puja
Siswa-siswi hening.
" Baik kalau begitu kumpulkan sekarang, silakan keluar menuju lapangan Lolita " ucap Bu Puja
" Iya Bu " ucap Lolita keluar dari kelas
~ Di kelas Justin ~
" Eh... eh kamu main selonong boy aja " ucap Pak Rozak
" Kenapa sih pak " ucap Justin
" Kenapa-kenapa. Kamu sudah telat masuk gerbang, masuk kelaspun telat. Masih tanya kenapa " ucap Pak Rozak
" Lah, yang penting saya masuk kan Pak " ucap Justin
" Gak ada ya kamu masuk, keluar sana ke lapangan hormati bendera biar kamu tahu menghargai itu apa " ucap Pak Rozak
" Apaan sih Pak. Saya gak mau " ucap Justin
" Kalau gak mau nanti saya tambah hukumanmu " ucap Pak Rozak
" Ah ribet amat jadi guru " ucap Justin
" Bicara apa kamu? cepat sana keluar " ucap Pak Rozak
Justin pergi menuju lapangan dan bertemu dengan Lolita lagi.
" Lah Lita, di hukum juga? " ucap Justin
" Iya, gue gak ngerjain tugas dari Bu Puja. Lo kenapa " ucap Lolita
" Gue gak boleh masuk kelas, ternyata Pak Rozak lihat kita telat masuk gerbang " ucap Justin
" Ohhh... Gue kira kenapa " ucap Lolita
" Jodoh kali ya " ucap Justin
" Amit-amit gue " ucap Lolita menyeka keringatnya
" Kenapa amit-amit " ucap Justin
" Nanti gue di hamilin terus lo gak tanggung jawab " ucap Lolita
" Haha " Justin hanya tertawa
~ Jam pulang sekolah ~
" Tettt..... " suara bel pulang sekolah
" Cin, mampir yuk makan bebek goreng di tempat biasa " ucap Rena
" Boleh " ucap Cindy
" Tapi guys uang gue kurang " ucap Tia
" Nanti sharing bebek sama gue Ti .. " ucap Cindy
" Makasih.. baik banget " ucap Tia
" Tulangnya aja hahaha " ucap Cindy tertawa
" Parah lo Cin, Tia udah kaya tulang makan lo kasih tulang juga haha " ucap Rena tertawa
" Ngambek sih gue " ucap Tia
Dari ujung koridor Armand terlihat ingin menemui Cindy.
" Cindy, pulang sama aku ya " ucap Armand
" Yah tapi mau bareng sama Rena mau makan " ucap Cindy
" Sama gue juga Cindy " ucap Tia
" Oh iya haha, tadi katanya uangnya kurang gimana sih " ucap Cindy
" Kamu gak mau lihat rekamannya? " ucap Armand
" Mau sih " ucap Cindy
" Hemm... guys ... " ucap Cindy terpotong
" Iya gue tahu, udah sana pulang sama Armand " ucap Tia
" Kalau gitu kita pulang aja Ren " ucap Tia
" Lapar sih gue sebenernya " ucap Rena
" Kerumah gue aja Nyokap masak sih kayaknya " ucap Tia
" Yaudah oke " ucap Rena
" Sorry ya guys " ucap
" Yuk Lek " ucap Armand panggilan sayangnya.
__ADS_1