Secret Trip And You

Secret Trip And You
Eps 7 # Don't Judge The Cover


__ADS_3

~ Di Ruang BP ~


“Permisi, ada apa ya saya dipanggil ke sekolah Bu? ” tanya orang tua Lolita.


“Lolita, kamu buat masalah apa Nak disekolah? ” tanya Bu Monik


Lolita hanya menundukkan kepala.


“Begini Bu, Lolita ini sudah keterlaluan terhadap teman-temannya. Lolita membully 2 temannya yang dianggap tidak pantas masuk di sekolah ini, Lolita menuangkan air dan beberapa saus ke 2 temannya bahkan main tarik-tarik rambut juga Bu ” jawab Ibu Puja tegas namun kesal.


“Rasanya tidak mungkin Lolita melakukan hal itu Bu, Lolita ini anak baik di rumahnya. Saya yang mendidiknya dengan sangat baik, saya tidak percaya Lolita seperti itu Bu ” jawab Bu Monik dengan mimik wajah sedih.


“Maaf Bu, seperti yang saya ucapkan tadi bahwa Lolita sangat keterlaluan. Saya harus memberi hukuman berupa skorsing 3 hari terhadap Lolita. Agar Lolita tidak mengulanginya lagi ” jawab Ibu Puja tegas.


“Baik Bu jika seperti itu, saya mengerti maksud ibu bagaimana. Jika begitu saya pamit Bu ” jawab Bu Monik.


“Terima kasih atas waktunya ya Bu, maaf jika saya mengganggu aktivitas ibu hari ini ” jawab Ibu Puja.


“Ayo Lolita, kamu ambil tasmu dan ikut mama pulang”, ucap Bu Monik.


Lolita bergegas menuju kelasnya dengan keadaan hati yang sangat kacau. Namun di pertengahan jalan, Lolita bertemu lagi dengan Tia. Yang membuat Lolita semakin emosi karena mereka sama sekali tidak mendapatkan hukuman.


~ Di Toilet ~


“Tia ko lama ya Ren ” tanya Cindy.


“Gue juga belum selesai nih, rambut gue masih lengket ” jawab Rena.


“Gue cari Tia dulu ya, takutnya geng Lolita bully Tia lagi ” jawab Cindy panik.


“Yaudah, jangan lama. Gue butuh lo buat pegangin baju gue ” jawab Rena.


“Ya oke, nggak akan lama ” jawab Cindy.


~ Di Koridor ~


“Heh!! Lihat lo ya gue akan balas semua perbuatan lo! Sekarang gue di skorsing dan lo nggak! nggak adil namanya ” ucap Lolita.


“Gue nggak takut sama lo, biar gue cupu atau apalah kata lo gue nggak peduli jawab Tia sontak.


“Tia......! Lo ngapain di sini buruan Rena nungguin lo! ” ucap Cindy tiba-tiba.


“Sama nenek lampir pula ” ucap Cindy lagi.


“Lo juga mau cari masalah sama gue? ” jawab Lolita ketus.


“Tia dan Rena sahabat gue. Jadi apapun masalahnya gue ikut serta! ” jawab Cindy tegas.


“Yuk Tia buruan ” ucap Cindy menarik tangan Tia.


“Awas lo ya......! ” teriak Lolita semakin kesal.


Tia Cindy berlari ke arah toilet dan bergegas karena jam pelajaran akan segera dimulai. Tak terasa perut Cindy mulai bunyi, baru sadar bahwa Cindy belum makan sama sekali.

__ADS_1


~ Di Toilet ~


“Rena. Ini Tia udah sama gue, lo udah selesai belum gue laper banget nih! ” ucap Cindy ketuk pintu Rena.


“Iya nih bentar lagi, nih lo pegangin dulu baju gue ” jawab Rena membuka pintu sedikit dan memberikan bajunya.


“Tia lo cepetan juga bersih-bersih sebentar lagi bel bunyi dan gue belum makan “ ucap Cindy.


“Kita juga belum makan Cindy ” serentak Tia Rena menjawab.


“Oh kalian juga belum ya haha, tadi apaan tuh kuah bakso di kepala Tia mana wangi banget lagi ah ” jawab Cindy meledeknya.


“Nggak usah meledek deh Cin, mending lo pegangin baju gue juga nih ” ucap Tia.


“Hadeh ribet amat deh lo berdua ” ucap Cindy.


Bel pelajaran 20 menit lagi, setelah Tia, Rena membersihkan dirinya. Mereka langsung bergegas ke arah kantin dengan sangat terburu-buru. Karena jika bel pelajaran berbunyi dan mereka belum sampai di kelas. Hukumannya Adalah hormat ke tiang bendera hingga jam pelajarannya selesai.


“Bu.. Bu nasi soto seperti biasa 3 cepetan ya bu sebentar lagi bel pelajaran ” teriak Cindy dari jauh.


“Ya ya.. kalian duduk dulu Nak ” jawab ibu kantin.


“Tadi kalian kenapa Nak, sampai di-bully sama Lolita? ” tanya ibu kantin sambil memberikan pesanan kita.


“Entahlah Bu, mungkin dia punya gangguan mental, padahal cuma masalah sepele Bu ” jawab Tia.


“Ya Sudah cepat dihabiskan makanannya sebentar lagi bel pelajaran loh ” jawab Ibu kantin.


“Oh iya Cin, tadi lo dipanggil Bu Zeni ada apa? ” tanya Tia.


“Tapi lo harus ceritain sehabis makan atau di kelas deh ” jawab Tia.


“Bisa diam gak “  jawab Rena.


“Galak kalian ” jawab Tia sambil menampakkan giginya.


Cindy dan Rena hanya meliriknya. Karena memang ingin fokus makan. Selesainya mereka makan, hingga lupa bayar makanan kantin yang mereka pesan. Cindy Rena langsung berlari tanpa memikirkan Tia. Tia pun tersadar jika mereka langsung berlari tanpa bayar makanannya terlebih dahulu.


“Cindy, Rena.... lo belum bayar makanan ” teriakan Tia.


“Bayarin dulu tolong.....” teriakan Cindy.


“Hehehe.. Bu kantin Tia bawa uangnya pas buat bayar makanan Tia aja gimana dong ” ucap Tia memelas


“Tidak apa-apa Tia.. nanti tolong ingatkan saja dengan 2 temanmu itu ya ” jawab Ibu kantin.


“Makasih ya Bu kantin.. nanti Tia sampaikan ” jawab Tia.


“Tia pamit ya Bu karena sudah mau bel pelajaran ” ucap Tia.


“Iya cepat nanti kamu kena hukum loh kalau telat masuk kelas ” jawab ibu kantin.


Tia pun bergegas meninggalkan kantin dan mengejar Cindy, Rena. Tet.......!! bel berbunyi hampir saja Tia telat masuk kelas.

__ADS_1


“Tega kalian, gue ditinggal. Gue belum bayar makanan lo berdua uangnya pas hehe ” ucap Tia membuang napas panjang karena lelah berlari.


“Sorry Tiaaa... gue nggak mau dihukum ” jawab Cindy.


“Iya Tia.. sorry ya, kok bisa sih makanannya belum lo bayar dan ibu kantin izinin lo buat masuk kelas ” tanya Rena.


“Nggak tahu sih.. mungkin kasihan sama lo Ren haha ” jawab Tia meledek.


Terdengar suara pintu terbuka dan Pak Guru sudah masuk kelas, mulailah mereka belajar di jam terakhir. Usai pelajaran, Tia menagih penjelasan kepada Cindy, apa saja yang dibicarakan oleh Bu Zeni selama itu dan sampai Tia, Rena mendapatkan masalah dengan Lolita.


“Cindy lo tadi kenapa dipanggil Bu Zeni, katanya mau cerita di kelas ” ucap Tia.


“Iya gue mau cerita, tapi gue nggak janji ah di kelas mau cerita. Lo ngarang Ti haha “ jawab Cindy meledek


“Tadi di kantin apa kalo bukan janji ” jawab Tia.


“Coba tuh Ren teman lo emang tadi gue janji di kantin? gak kan ” tanya Cindy ke Rena.


“ Nggak sih Cin, kita kan fokus makan ya haha ” jawab Rena ikut meledek.


“Ish tau ah, lo mau cerita gak ” jawab Tia kesal.


“Oke gue cerita ya.. jadi Bu Zeni minta kita bertiga untuk olimpiade Kimia 1 bulan lagi, hadiahnya dapat beasiswa ke Jepang ” jawab Cindy dengan mimik wajah senang.


“Hah?? Kita bertiga Cin? Serius lo beasiswa ke Jepang ” tanya Rena, Tia bersamaan.


“Ya... Katanya sih gitu, tapi.. ada tapinya nih…” jawab Cindy.


“Tapinya apa? Sekolah tunggu suntikan dana dari keluarganya Lolita. Dan lo tadi buat kesalahan yang menurut gue fatal, yaaa gue takut aja Lolita bujuk papanya agar kita nggak jadi ikut olimpiade itu ” jawab Cindy.


“Kalau gitu, gue nggak minat deh Cin. Gue nggak tahu apa yang akan dilakukan Lolita kalau dia tahu kita mau ikut olimpiade dengan catatan suntikan dana dari keluarga Lolita ”  jawab Rena tegas.


“Iya benar Rena Cin, nanti kita hutang budi. Ya mungkin Papanya nggak bermasalah sama kita tapi anaknya.. gue yakin sih dia pasti ngelakuin hal apa saja yang bisa buat kita gagal ” ucap Tia.


“Tapi Jepang Ren, Ti. Siapa sih yang gak mau lanjut kuliah ke Jepang? Gue tetap akan ikut apapun keputusan lo berdua! Gue butuh beasiswa ini ” jawab Cindy memastikan.


“Lo pikir gue nggak butuh beasiswa ini Cin? Gue juga butuh. Tapi gue nggak mau bertindak konyol, Lolita yang gue lihat punya kepribadian yg aneh, suatu saat lolita bisa ambil waktu yang tepat untuk bisa buat kita dijadikan masalah ” jawab Rena tegas.


“Lo inget 19 siswa yang sudah dibuat Lolita keluar dari sekolah ini? Kasusnya sama kan? Beasiswa juga ” ucap Tia.


“Lo pikir baik-baik Cin. Kalau lo maksa, gue nggak yakin lo masih akan tetap sekolah di sini. Lo kehilangan 2 beasiswa sekaligus mau? ” tanya Rena tegas.


“Ya.. ini kan karena lo berdua, yang buat masalah dengan Lolita ” jawab Cindy kesal.


“Terserah lo deh Cin, yang pasti gue cuma mau kita aman udah itu aja ” jawab Rena.


“Ayo Ti, kita duluan ” ucap Rena sambil menarik tangan Tia dan langsung masuk ke angkutan.


Tia sadar bahwa angkutan yang ditumpangi bukan jurusan menuju rumahnya, Rena pun begitu. Namun entah mengapa ia tetap memaksa untuk tetap duduk di angkutan itu.


“Rena!! Kita salah angkutan  ” ucap Tia.


“Iya haha tahu gue.. tapi yaudahlah lanjut aja ” jawab Rena tertawa dan Tia pun tertawa juga.

__ADS_1


 


Lanjut Eps 8 🌻


__ADS_2