Secret Trip And You

Secret Trip And You
Eps 27 #Mencari Kabar Ibu Ajeng


__ADS_3

~ Di perjalanan ~


Justin menghadang taxi online yang di tumpangi Armand. Lagi-lagi ia membuat kekacauan.


Armand belum terlalu pulih ia tidak bisa membela diri. Cindy berinisiatif untuk memanggil warga agar tidak ada yang terluka


" Citttt..... " Suara rem motor trail Justin


Mobil merem mendadak, membuat Cindy dan teman-teman nya terbentur


" Aduh Pak, hati-hati dong " ucap Tia


" Ada yang berhenti mendadak di depan Mbak " ucap Supir taxi online


" Siapa sih, rese banget " ucap Rena


" Kaya lo Ren rese haha " ucap Tia


" Lo yang rese " ucap Rena kesal


" Eh itu Justin bukan sih " ucap Cindy


" Oh ya itu Justin. Mau ngapain itu anak " ucap Tia


" Kalian jangan ada yang keluar ya. Biar gue aja yang hadapi " ucap Cindy


" Jangan sok jadi superhero deh lo " ucap Rena


" Jangan Cin, biar aku saja " ucap Armand


" Woi Armand.. Belum mati juga lo " teriak Justin


" Hebat juga nyawa lo " ucap Justin lagi


" Dia panggil lo Mand " ucap Tia


" Tenang-tenang " ucap Cindy membuka pintu mobil


" Cindy! batu amat sih kamu " ucap Armand menarik tangannya


" Lo kenapa sih Tin, hobby banget cari masalah " ucap Cindy menegaskan suaranya


" Oh lo lagi. Jadi Armand ngumpet di ketiak lo lagi hah? " ucap Justin


" Keluar lo Mand " ucap Justin lagi


" Telepon polisi Ti cepat " ucap Rena


" Gue ada ide " ucap Tia


" Gue capek ya hadapi sifat lo ini. Mau lo apa " ucap Armand keluar dari mobil


" Lawan gue sekarang " ucap Justin turun dari motor trailnya


" Bukannya lo ini jagoan MMA. Kok bisa tumbang sih sama gue? haha " ucap Justin


Armand mengepal jari tangannya begitu pula Justin. Ia bersiap untuk saling menghajar, Cindy berteriak untuk memanggil warga setempat. Tia men-download bunyi sirine polisi untuk menakuti justin. Armand dan Cindy bergegas masuk mobil ia ikut panik, Tia dan Rena hanya tertawa melihat kebodohan Armand, Cindy terlihat bingung.


" Tolong-tolong " ucap Cindy berkali-kali


" Wiuuuu.. Wiuuuu... " suara sirine dari handphone Tia


" Urusan kita belum selesai Mand " ucap Justin berlalu meninggalkan


" Hahahahaha " Rena dan Tia tertawa


" Ish aneh deh lo. Gue sama Armand panik dengar sirine polisi, lo malah ngetawain " ucap Cindy


" Itu suara dari handphone gue Cindy " ucap Tia tertawa


" Tia... Lo jahil amat sih bikin gue panik " ucap Cindy


" Tapi berkat ide lo, Justin jadi pergi tuh " ucap Armand


" Iya dong! Terimakasih lo atas kecerdasan gue haha " ucap Tia


" Pak berangkat ketujuan lagi " ucap Rena


" Siap Mbak " ucap Supir taxi online


" Mand, lain kali jangan gegabah kaya tadi ya " ucap Cindy


" Apa bedanya sama kamu dasar batu " ucap Armand


" Tapi kamu lagi sakit Mand. Aku mah sehat " ucap Cindy


" Brisik deh lo berdua " ucap Rena


" Iya deh sorry " ucap Cindy


Seketika perjalanan menuju rumah Armand menjadi sangat hening.


~ Dirumah Armand ~


" Armand, gue siapkan makan ya buat lo minum obat " ucap Rena


" Belum waktunya minum obat kali Ren " ucap Tia

__ADS_1


" Gak apa-apa Ren kalau mau siapkan " ucap Cindy


" Gue tanya Armand. Bukan lo " ucap Rena


" Masih aja marah " ucap Cindy


" Nyatanya nggak semudah itu buat mengikhlaskan " ucap Rena


" Gue juga gak mau di keadaan yang kaya gini Rena. Lo jangan egois dong " ucap Cindy kesal


" Lo cemburu? " ucap Rena


" Rena! Stop " ucap Tia


" Gue nggak ngerti ya sama jalan pikiran lo Ren " ucap Cindy


" Cindy.. Udah " ucap Armand


" Gini ya Ren. Gue sama Cindy itu udah hampir 5 atau 6 tahun pacaran, emang 2 tahun belakangan ini gue kepisah, tapi status masih sama. Cindy juga nggak mau di posisi amnesia gini. Gue juga gak bisa maksa atas perasaan lo sama gue. Tapi gue minta tolong untuk gak bersifat seperti tadi. Karena Cindy gak salah apa-apa " ucap Armand menjelaskan dengan tenang


" Gue gak tahu ya Mand bisa terima kenyataan yang sebenarnya atau nggak " ucap Rena


" Tenang aja Rena, gue gak memaksa lo untuk jauh-jauh. Tapi jangan seperti ini " ucap Armand


" Iya Rena, lo mau sampai kapan kaya gini sama Cindy? emang gak capek " ucap Tia


" Ren... Maaf " ucap Cindy memeluk Rena


" Gue mau pulang aja " ucap Rena melepas pelukannya


" Ti lo temani dia pulang ya " ucap Armand


" Iya Mand " ucap Tia


" Hati-hati Ti " ucap Cindy


" Sekarang aku mau tanya sama kamu. Apa yang dibicarakan Bu Monik itu benar? " ucap Armand


" Gimana ya jelasin nya. Bingung, tapi intinya aku gak lakukan itu " ucap Cindy


" Kalau boleh jujur sewaktu di gramedia aku mengalami hal yang sama. Tapi sumpah aku gak lakukan itu " ucap Cindy


" Atau ada yang iseng sama kamu? " ucap Armand


" Aku nggak tahu " ucap Cindy


" Kamu udah lihat rekaman CCTV belum " ucap Armand


" Cindy hanya menggelengkan kepala "


" Pak Rozak kehilangan nya dimana? " ucap Armand


" Berarti diruang guru? " ucap Armand


" Iya mungkin " ucap Cindy


" Disana ada CCTV, besok aku masuk sekolah " ucap Armand


" Jangan dulu, kamu belum pulih banget " ucap Cindy


" Gak apa-apa. Biar masalah kamu cepat selesai, aku gak terima kamu di fitnah gini " ucap Armand


" Biar juga keadaan kamu sama Rena cepat membaik. Pasti salah satunya Rena kesal sama kamu penyebab nya ini " ucap Armand


" Mulai deh sok tahunya " ucap Cindy


" Kamu percaya sama aku? " ucap Cindy lagi


" Iya percaya lah masa sama pacar sendiri gak percaya " ucap Armand mengusap rambutnya


" Kamu aku siapkan makan ya. Dan nanti jangan lupa minum obatnya, aku mau pulang dulu " ucap Cindy


" Iya. Telepon Ibumu ya jangan sampai nggak " ucap Armand


" Iya pasti " ucap Cindy


" Dan bicara jujur, supaya kalau Ibumu kembali ke Jakarta nggak kaget sama kita lagi " ucap Armand


" Hem.. Akan aku usahakan " ucap Cindy


" Tapi Mand, aku belum bisa masak haha " ucap Cindy


" Haduh! terus aku makan apa dong? Ah masa calon istriku gak bisa masak " ucap Armand meledek


" Ish... jangan meledek gitu dong " ucap Cindy


" Aku lapar nih, bagaimana dong " ucap Armand


" Delivery hehe " ucap Cindy


" Huh.. Dasar gadis pintar, sini kiss dulu " ucap Armand meraih kening nya


" Nanti aku delivery sendiri deh. Kamu pulang aja " ucap Armand


" Yaudah aku order ojek online ya " ucap Cindy


" Kenapa gak taxi aja " ucap Armand

__ADS_1


" Gak apa-apa bagi rejeki sama ojek online hehe " ucap Cindy


" Eh dapat nih. Yaudah ya aku pulang, lekas sembuh ya " ucap Cindy melambaikan tangannya


~ Dirumah Cindy ~


Cindy membuka pintu yang disambut langsung oleh Bi Jainab


" Assalamualaikum " ucap Cindy


" Astaghfirullah Bibi kenapa depan pintu gitu ih kaya demit mana pakai masker wajah hitam " ucap Cindy


" Waalaikumsalam. Maaf Non, habis dari kemarin Non Cindy pergi terus sih " ucap Bi jainab


" Lagi menemani Armand Bi " ucap Cindy


" Kayanya Bibi ketinggalan banyak cerita ya Non " ucap Bi jainab


" Iya gitu deh. Oh ya Mama telepon nggak Bi? " ucap Cindy


" Nggak Non. Selama Non Cindy pergi-pergian Ibu juga gak pernah telepon " ucap Bi Jainab


" Kenapa ya Mama " ucap Cindy


" Di buku telepon ada nomor kantor Mama gak Bi " ucap Cindy


" Nanti Bibi bantu cari ya Non " ucap Bi Jainab


" Bibi udah masak belum " ucap Cindy


" Udah Non, mau makan? " ucap Bi Jainab


" Iya Bi " ucap Cindy


" Bibi siapkan ya dimeja makan " ucap Bi jainab


" Terimakasih Bi " ucap Cindy berjalan ke meja makan


Setelah selesai makan Cindy menghubungi Ibunya berkaki-kali tetapi tidak ada jawaban. Sehingga memutuskan untuk menghubungi kantor tempat Ibunya bekerja


" Mama gak angkat teleponnya Bi " ucap Cindy


" Sedang sibuk kali Non " ucap Bi Jainab


" Masalahnya Mama gak telepon hampir 5 hari loh Bi, masa iya sibuk terus " ucap Cindy


" Ini nomor telepon kantornya Non " ucap Bi jainab


" Hallo selamat siang dengan PT Adi Jayapura, ada yang bisa kami bantu " ucap Customer service


" Hallo, saya Cindy anak dari Ibu Ajeng yang bekerja di PT ini, sekarang sedang di tugaskan wilayah Malang. Ingin menanyakan kabar Ibu saya disana, karena sudah beberapa hari ini tidak ada kabar " ucap Cindy menjelaskan


" Baik, kami bantu untuk mencari informasi nya ya Kak mohon tunggu " ucap Customer service


Suara musik ditelepon..


" Hallo, Kak Cindy kami tidak bisa memberikan informasi lebih lanjut, kami hanya dapat memberikan nomor telepon kantor cabang kami yang di Malang bagaimana Kak ? " ucap Customer service


" Oh ya gak apa-apa Mbak, ini sudah sangat membantu. Berapa ya nomor nya " ucap Cindy


" 021 2777890 " ucap Customer servis mengejanya


" Saya ulangi ya mbak 021 2777890 " ucap Cindy


" Betul. Ada yang bisa kami bantu lagi? " ucap Customer service


" Tidak ada, Terimakasih banyak " ucap Cindy


" Baik sama-sama. Selamat siang " ucap Customer service


Cindy menutup telepon nya dan menghubungi nomor kantor cabang Malang


" Hallo selamat siang dengan Cabang Malang PT Adi Jayapura, ada yang bisa kami bantu " ucap Customer service


" Hallo, saya Cindy anak dari Ibu Ajeng yang bekerja di PT ini, sekarang sedang di tugaskan wilayah Malang. Ingin menanyakan kabar Ibu saya disana, karena sudah beberapa hari ini tidak ada kabar " ucap Cindy mengcopy ucapannya


" Atas nama Ibu Ajeng Priningsih ya? " ucap Customer service


" Iya betul " ucap Cindy


" Ibu Kak Cindy sedang ada tugas mengontrol pembangunan di bawah tanah sudah hampir 4 hari Kak. Disana tidak diperbolehkan membawa handphone " ucap Customer sevice


" Memangnya tidak pulang ke hotel Mbak? " ucap Cindy


" Tidak Kak, Ibu anda menginap disana dalam keadaan baik " ucap Customer service


" Oh oke, makasih ya Mbak. Nanti kalau Ibu saya sudah selesai tugasnya tolong beri tahu bahwa saya menunggu kabarnya " ucap Cindy


" Baik. Nanti akan saya sampaikan " ucap Customer sevice


" Terimakasih Mbak sudah membantu " ucap Cindy


" Ya sama-sama Kak " ucap Customer service


Cindy menutup teleponnya, dan merasa lega karena Ibunya dalam keadaan baik.


" Ibu baik-baik aja kan Non " ucap Bi jainab

__ADS_1


" Baik bi, aman pokoknya. Yaudah Cindy mau ke kamar ya " ucap Cindy


" Ya Non " ucap Bi Jainab


__ADS_2