
Selasa 5 April 2016
Di sekolah ramai membicarakan Carline, ia nampak baik-baik saja dan kenapa harus bunuh diri.
" Ayu, info valid gak sih " ucap Lolita
" Ini lo lihat saja, Nyokapnya sendiri yang kasih kabar " ucap Ayu
Bel berbunyi menandakan jam pelajaran pertama akan segera di mulai.
" Selamat pagi anak-anak, hari ini Ibu membawa kabar duka dari teman kelas kalian Carline meninggal dunia malam tadi, semoga amal ibadah nya di terima oleh Allah. Aamin " ucap Bu Zeni
" Aamin " serentak Siswa-siswi
" Gila ya. Bego banget Carline, kenapa sih dia? " ucap Lolita
" Gue juga gak tahu, Carline gak pernah cerita lagi sama gue Lit " ucap Ayu
" Hidup gue yang kaya gini aja masih mikir buat bunuh diri " ucap Lolita
" Emang lo kenapa " ucap Ayu
Lolita hanya diam.
" Itu kenapa teman lo kok bisa bunuh diri sih? " ucap salah satu siswa
" Mana gue tahu " ucap Lolita
" Lo kemana mana bertiga masa gak tahu permasalahan temannya sendiri " ucap salah satu siswa
" Bacot lo " ucap Lolita menggebrak meja
" Lolita! jaga sikapmu " ucap Bu Zeni
" Huuu... Lo makin hari makin bar-bar Lit " ucap salah satu Siswi
" Ngomong apa lo " ucap Lolita dan menjambak rambut Siswi tersebut
" Lita... Lita stop " ucap Ayu
" Kamu ini semakin hari kok malah jadi brutal Lita " ucap Bu Zeni
" Kenapa sih Bu bisa nya cuma judge orang saja " ucap Lolita kesal
" Kamu ini kalau di beritahu membantah terus. Jangan karena orang tuamu penyumbang terbesar disekolah kamu jadi seenaknya " ucap Bu Zeni
Lolita hanya menggebrak meja dan mengepal tangannya berusaha menahan amarah yang ada pada diri lainnya.
~ Dikelas 12 Mia ~
Cindy masuk kelas dengan mata pandanya, ia seperti begadang semalaman karena tidak bisa tidur. Cindy menjadi pusat perhatian hari itu dan ketika Bu Zeni datang ke kelasnya. Ia hanya menundukkan kepala, Cindy masih merasa kecewa dengan tuduhan yang di layangkan ke dirinya
" Cindy... Mata lo kok kayak panda gitu sih " ucap salah satu siswa
" Hahaha " 1 kelas menertawakan
" Heh! kenapa tertawa? itukan cuma mata panda aja dasar aneh kalian " ucap Rena
" Lo gak tidur apa kenapa Cin " ucap Tia
" Iya, gue gak bisa tidur semalam " ucap Cindy
" Lo sakit? " ucap Rena
" Cieee Rena " ucap Cindy
" Udah deh jangan kaya gitu " ucap Rena
" Lebih baik lo cerita deh sama kita, ada masalah apa? " ucap Tia
" Gue semalam kabur dari rumah " ucap Cindy
" Ha... Kok kabur? kenapa emang nya " ucap Tia
" Semalam kan hujan Cin. Lo kabur kemana " ucap Rena
" Gue ketempat Armand nyanyi. Tapi awalnya bukan karena Armand sih " ucap Cindy
" Terus kenapa..... " ucap Rena penasaran
" Nyokap gue udah pulang semalam waktu Armand mampir kerumah gue. Ya kira-kira jam 7an lah, Nyokap gue kayak benci gitu sama Armand. Yang Nyokap tahu gue hilang ingatan karena dia. Dia marah, minta supaya Armand gak dekati gue lagi. Armand sih bersikap dewasa dia memilih mengalah terus pergi, gue yang marah sama Nyokap. Gue rasa ini gak adil kan? Armand yang udah buat gue pulih lagi ingatannya. Terus gue bertengkar deh sama Nyokap, terus memutuskan untuk kabur dari rumah hujan-hujanan. Ya akhirnya gue ketemu Armand terus di antar pulang sama dia. Nyokap salah paham lagi deh " ucap Cindy menjelaskan panjang kali lebar
" Kebanyakan terus nya lo Cin " ucap Tia
__ADS_1
" Ah tadi minta di jelaskan gimana sih " ucap Cindy
" Nah lo gak bisa tidurnya kenapa " ucao Rena
" Gue mikirin Armand, takut dia jadi sasaran Nyokap lagi " ucap Cindy
" Belum tentu Armand mikirin lo Cin " ucap Rena
" Terus mikirin siapa? Lo Ren? haha " ucap Tia tertawa
" Haha, tenang aja guys gue udah berusaha buat move on " ucap Rena
" Syukurlah tenang gue dengarnya " ucap Tia
" Memangnya lo gak telepon atau sekedar chat sama Armand Cin? " ucap Tia
" Gue gak punya nomornya haha " ucap Cindy
" Yang benar saja dong lo, masa pacaran gak tahu nomor pasangannya " ucap Rena
" Iya sumpah, mungkin karena kita sering ketemu kali ya jadi lupa minta nomor telepon " ucap Cindy
" Gak masuk di akal sih " ucap Tia
" Yah lo... jangan bikin gue jadi negarif thinking deh " ucap Cindy
" Selamat pagi anak-anak. Ibu membawa kabar duka dari teman kalian Carline Aulister meninggal dunia pada malam tadi " ucap Bu Zeni
" Innalilahi wa inalillahi rojiun " ucap Cindy
" Oh iya gue dapat tuh brodcast nya semalam katanya sih karena bunuh diri " ucap Tia
" Kok bisa? " ucap Rena
" Ya mana gue tahu " ucap Tia
" Lo kenapa Cin, kok kaya murung gitu " ucap Tia
" Nggak gue masih kecewa aja sama Bu Zeni " ucap Cindy menundukkan kepalanya
" Emang permasalahan nya belum selesai? " ucap Rena
" Iya.. Bukannya kemarin Armand dapat bukti ya? " ucap Tia
" Armand masuk gak ya hari ini " ucap Cindy
" Baik anak-anak kalau begitu Ibu tinggal ya. Hari ini pelajaran siapa kalian? " ucap Bu Zeni
" Bu Puja " ucap serentak Siswa-siswi
Bu Zeni meninggalkan kelas 12 Mia. Dan Armand datang menghampiri Cindy.
" Cindy tuh ada Armand " ucap Rama ketua kelas
" Dimana " ucap Cindy
" Didepan lah masa di lubang semut " ucap Rama ketua kelas
" Yee.... garing banget sih lo " ucap Cindy
" Pacaran mulu lo " ucap Rama ketua kelas
" Kenapa? iri ya? mau pacaran juga sama gue? " ucap Cindy meledek
" Idih.... Amit-amit gue " ucap Rama ketua kelas
Cindy menghampiri Armand, tanpa basa basi ia meminta nomor teleponnya agar mudah saat menghubungi.
" Hai... " ucap Cindy
" Mata kamu kenapa jelek " ucap Armand
" Aku gak tidur semalaman, oh iya minta nomor kamu dong, masa pacaran gak tukar nomor " ucap Cindy
" Kenapa kamu gak tidur? Nih kamu catat aja " ucap Armand menyodorkan handphone nya
" Mikirin kamu " ucap Cindy
" Oh iya.. Orang tua kamu gimana? udah selesai belum permasalahannya " ucap Armand
" Belum, pagi-pagi Mama udah gak ada. Dan semalam aku langsung ke kamar, sempat bertengkar sih tapi Mama egois banget Mand. Dia tetap gak setuju sama hubungan kita " ucap Cindy
" Kamu yakin? udah bicara baik-baik belum sama Mama kamu " ucap Armand
__ADS_1
" Ya niatnya sih pagi ini. Tapikan Mama tadi udah gak ada " ucap Cindy
" Aku mau kamu menyelesaikan masalah hari ini ya. Jujur aku juga takut kalau hubungan kita harus selesai begitu saja " ucap Armand
" Kamu kapan datang ke lapas tempat Papamu? " ucap Cindy
" Siang ini kalau tidak ada halangan " ucap Armand
" Kamu mau ikut ketempat Carline gak? " ucap Cindy
" Kayaknya nggak deh " ucap Armand
" Yaudah, aku mau kesana sama temanku gak apa-apa kan? " ucap Cindy
" Ya gak apa-apa dong sayang " ucap Armand mengurai rambut Cindy
" Oh iya kamu belum sempat loh cerita masalah Justin " ucap Cindy
" Yaa.. setelah permasalahan ini selesai aku akan cerita sama kamu " ucap Armand
" Yaudah ya aku mau masuk kelas, kayaknya Bu Puja sudah mau datang " ucap Cindy
" Iya... Bye jelek " ucap Armand
Dipertengahan jalan Armand bertemu dengan Yola.
" Armand.. " ucap Yola
Armand hanya menolehnya.
" Plase gue mau bicara sebentar sama lo " ucap Yola
" Yaudah, didekat kolam ikan gue tunggu " ucap Armand
~ Di kolam ikan sekolah ~
" Gue mau minta maaf sama lo Mand. Mungkin lo benci sama gue, tapi sumpah gak ada maksud buat lo masuk kedalam permasalahan gue. Atas Nyokap lo juga gue minta maaf. Kalau bukan karena ancaman Justin gue gak akan lakukan itu, lagipula Kiki sama Putra tahu kok permasalahan ini. Justru mereka ikut serta buat bantu gue sama lo " ucap Yola
" Ya... Gue udah maafin lo. Kemarin karena gue masih dalam keadaan emosi, awal mulanya kan emang dari Justin kan " ucap Armand
" Serius lo maafin gue? lagipula 1 sekolah kayaknya udah tau pekerjaan gue apa " ucap Yola
" Kok bisa? " ucap Armand
" Pelanggan gue ternyata Bokapnya Carline. Kemarin sempat maki-maki gue " ucap Yola
" Lo ketahuan sama Carline apa gimana? " ucap Armand
" Ya... Carline tiba-tiba ada dihotel itu " ucap Yola
" Mand gue mau bilang terimakasih sama lo. Karena dari awal lo yang bela gue dari Justin, mungkin dulu sewaktu gue down bisa aja kan bunuh diri kayak Carline sekarang " ucap Yola lagi
" Mungkin Justin dendam juga kali sama gue, pernah buat dia malu dihadapan keluarga nya sendiri, makanya ngelakuin apapun ke gue " ucap Armand
" Terimakasih Mand " ucap Yola memeluk Armand
" Ciee Yola dapat pelanggan baru nih kayaknya " ucap salah satu Siswa
" Brengsek! kalau gak tahu apa-apa lebih baik diam! " ucap Armand melepas pelukan Yola
" Pergi gak lo! Atau mau gue patahin batang leher lo " ucap Armand
" Kalau marah berarti benar haha " ucap salah satu Siswa berlalu
" Udah Mand biarin. Toh emang kenyataannya begitu " ucap Yola
" Lo sih! udahlah gak usah ngelakuin hal bodoh itu lagi " ucap Armand
" Gue lagi berusaha buat kedaannya semakin membaik kok, dengan tertangkap basahnya gue kemarin. Ya.. jadi mikir sih kasian juga keluarga nya " ucap Yola
" Yaudah, lo jaga diri. Gue mau lanjut ke kelas " ucap Armand
" Yola hanya tersenyum "
~ Dipemakman Carline ~
Semua terlihat sendu dan Yola yang merasa bersalah atas perbuatannya kemarin, ia berfikir ini menjadi salah satu alasan mengapa Carline bunuh diri. Tidak terlihat Pak Hendro dipemakaman itu, Yola berusaha menghubungi lewat chat dan memberitahu bahwa Carline sudah meninggal.
" Om, Carline meninggal. Siang ini di makamkan, Yola gak lihat Om ada di pemakaman. Tolong Om datang Yola mohon " Send
Hingg pemakaman itu selesai, Pak Hendro sama sekali tidak datang. Yola melihat Bu Aisyah begitu terpukul. Ingin sekali menyapa namun takut membuat kekacauan disini.
" Yola, gue duluan balik ya " ucap Cindy
__ADS_1
" Iya Cin " ucap Yola singkat.