
Ketika sedang asyik menertawakan dirinya sendiri, Tia melihat Armand mengendarai motor vespanya ke arah yang berlawanan. Dengan tampang yang begitu tampan.
“Eh Rena... Tuh Armand ganteng banget ya ” ucap Tia menepuk pundak Rena.
“Iya itu Armand, mau ke mana dia ko ke arahnya sekolah lagi? Kan harusnya udah pulang ” jawab Rena sontak
“Lo suka Armand ya? Haha. Kayanya sukaa semenjak dari Gunung Prau nih ngaku lo ” jawab Tia meledek.
~ Di Trotoar Sekolah ~
“Cin lo belum balik? ” tanya Armand ketika sampai tepat di tatapan matanya.
“Eh.. Armand, belum gue lagi nunggu angkut nih ” jawab Cindy.
“Teman lo mana, kok lo sendiri ” tanya Armand.
“Kayaknya teman gue marah deh sama gue ” jawab Cindy melas.
“Marah kenapa? Mau gue anter lo pulang? Biar bisa sekalian cerita sama gue ” ucap Armand menawarkan.
“Boleh? ” tanya Cindy.
“Ya bolehlah, kan gue yang menawarkan diri. Rumah lo arah mana ” tanya Armand.
“Makasih ya Armand, rumah gue arah sana ” jawab Cindy.
~ Di Angkutan ~
“Yaa.. gue lihat Armand itu beda, kita memang belum kenal jauh sama Armand makanya kita bisa judge dia begini dan begitu ” ucap Rena.
“Mungkin benar lo suka Armand Ren, ya gak apa-apa sih kalau lo suka Armand, kelihatannya dia cowok baik ” jawab Tia meledek.
“Rena hanya senyum tersipu malu "
Sadar bahwa angkutan beda jurusan itu tetap berjalan dan tak berhenti membuat Rena memutuskan untuk pergi ke suatu mall.
“Tia.. kita ke mall aja yuk lihat buku ” ucap Rena tiba-tiba.
“Tapi Cindy gimana Ren? Kita marah ya sama dia? ”jawab Tia.
“Duh Tiaa.. bisa nggak sih fokus dulu ” jawab Rena.
“Oke sorry, kita beneran marah sama Cindy ya Ren? ” tanya Tia sekali lagi.
~ Di Trotoar Sekolah ~
“Cindy lo udah makan? ” tanya Armand.
“Ha.. apa, gue nggak denger? ” jawab Cindy mendekatkan telinganya.
“Hehe.. lo udah makan belum Cindy ” jawab Armand.
“Makan? Tadi sewaktu di kantin sih udah makan ” jawab Cindy.
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara mobil, yang menginjak gasnya namun tidak dilepas rem. Itu suara mobil Justin, cowok kaya dan tampan namun angkuh. Di dalam mobil Justin ada beberapa temannya termasuk Kiki, mobil tersebut mendekati motor vespa milik Armand. Hampir menyerempetnya dan itu sengaja karena sebelumnya Justin dan Armand memang bermasalah. Justin rem mendadak mobilnya dan mengagetkan Armand. Armand tidak senang Cindy disebut-sebut olehnya.
“Cittt....” suara mobil yang di gas namun diinjak rem.
“Duh Armand kenapa nih, itu mobil Justin kan ” tanya Cindy panik.
“Lo aman Cin, ada gue ” jawab Armand menenangkan.
“Woi Armand.. banci band, permasalahan kita belum selesai ya ” teriak Justin di dalam mobilnya dan menunjuk-nunjuk Armand.
“Woi anjing... lihat situasi dong! ” jawab Armand berteriak.
“Oh haha cewek cupu ini pacar lo? boleh juga tuh ” jawab Justin meledek.
“Mulut lo jaga anjing..” jawab Armand kesal.
~ Justin rem mendadak ~
“Turun lo anjing.. permasalahan kita belum selesai ” ucap Justin keluar dari mobilnya.
“Mau lo apa? ” tanya Armand.
Tanpa menjawab pertanyaan Armand, tangan Justin sudah mengepalkan tangannya dan mulai memukuli Armand, temannya Putra ikut serta kecuali Kiki. Armand melakukan pembelaan, tangkis kanan dan tangkis kiri. Ternyata Armand cukup pandai berkelahi, dia mampu melawan Justin serta temannya dalam waktu yang bersamaan. Seketika Justin kalah tangan ditekukkan ke belakang tubuh dan kakinya Armand untuk duduk berlutut, Putra terlempar jauh karena dihajar oleh Armand.
“Armand, Justin tolong please berhenti.. ” teriak Cindy.
Namun tidak ada yang mendengarkan sama sekali, Armand pun tetap acuh ia fokus ke dalam perkelahian tersebut
“Denger ya.. permasalahan lo sama gue udah selesai, jangan bahas permasalahan ini lagi, lo belum cukup juga untuk mengakui kekalahan? Hah? ” ucap Armand tegas.
“Gue akan lepasin tangan lo asal lo, nggak bawa-bawa atau ikut sertakan Cindy dalam permasalahan ini, cukup dengar kan telinga lo! ” jawab Armand tegas.
“Oke, dan lo ingat ya Mand, gue belum kalah! ” jawab Justin.
“Terserah lo!” jawab Armand.
Dan Armand melepaskan tangan Justin yang ia genggam kuat, Justin pun pergi dengan hati yang sangat kesal. Melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dengan tidak sadar Cindy mulai memperhatikan Armand.
“Armand, lo nggak apa-apakan? Ada yang luka nggak? ” tanya Cindy.
“Gue enggak apa-apa Cin, udah biasa kok ” jawab Armand santai.
“Udah biasa maksudnya gimana ” jawab Cindy.
“Udah gak apa-apa, yuk Cin lo gue antar pulang ” jawab Armand.
“Tapi gue laper Mand hehehe ” jawab Cindy manja.
“Dasar ” jawab Armand sambil mengusap rambutnya.
~ Di Angkutan ~
“Tia, ayo cepat turun lo mau nyasar naik angkutan ini terus ” ucap Rena
__ADS_1
“Kita mau ke mana Ren? Gimana kalau makan dulu? Di sebelah mall itu kan ada makanan kesukaan kita bertiga ” jawab Tia polos.
“Yaudah kita makan dulu ” jawab Rena.
Tidak lama setelah Rena dan Tia memesan makanan, Cindy dan Armand berhenti di tempat makan yang sama. Sontak Rena terkejut melihat Cindy pergi bersama dengan Armand.
“Cindy... lo susul kita ya ” ucap Tia memanggil.
“Hei.. kalian marah ya sama gue ” jawab Cindy dan duduk di sebelah Rena.
“Hei Armand, lo baik banget anterin teman gue Cindy untuk susul kita ” ucap Tia.
“Gue nggak tahu harus marah atau enggak sama lo Cin, mungkin lebih tepatnya kecewa ya.. karena lo cukup egois untuk mengambil keputusan ” jawab Rena menegaskan.
“Gue minta maaf deh ya Ren, Ti ” jawab Cindy.
“Memangnya kalian ada masalah apa sih? ” sela Armand.
“ Nggak ada apa-apa cuma masalah perempuan” jawab Rena.
“Gue nggak marah sama lo Cin, cuma ikut-ikutan Rena aja hehe ” jawab Tia polos.
“Tia!” sentak Rena.
“Sorry-sorry Ren, gue kan cuma mau jujur aja ” jawab Tia.
“Oh iya Armand, tadi gue lihat lo. Naik vespa ke arah sekolah, lo mau ke mana? Kan harusnya pulang ”sela Tia.
“Gue mau jemput Cindy karena tadi lo tinggalin Cindy sendirian di sekolah ” jawab Armand tenang.
“Hah jemput Cindy, kok lo kayak tahu gitu sih kita ninggalin Cindy sendirian ” jawab Tia.
“Rena, sabar ya.. jangan dipikirin ” ucap Tia melirik ke arah Rena.
“Emang lo kenapa Ren? ” tanya Armand.
“Oh iya, keadaan lo baik kan? ” tanya Armand lagi.
“Ya.. gue baik, begitu juga perasaan gue ” jawab Rena datar.
“Ren, lo masih marah sama gue? ” tanya Cindy.
“Silakan Neng makanannya udah siap ” sela abang bebek goreng.
“Udah yuk.. yuk makan dulu.. katanya lapar ” ucap Tia melerai.
“Oh iya Cin, nanti lo pulang gue yang antar ya ” ucap Armand.
“Eh jangan Mand Cindy sama kita aja ” jawab Tia.
“Iya Mand, gue bareng mereka aja. Ada hal yang mau gue bicarakan juga ” jawab Cindy.
“Bisa diam gak! Gue lagi makan, mau fokus makan ” ucap Rena.
__ADS_1
“Oh.. sorry ” jawab Armand.
Setelah mereka makan, Armand pulang dengan motor vespanya. Sedangkan Cindy, Rena dan Tia menunggu angkutan setujuan pulangnya. Tanpa berbicara sepatah kata pun, hingga sampai di tujuan masing-masing, Cindy merasa heran kenapa Rena begitu dingin hari itu sejak kejadian ia menceritakan tentang beasiswa dan Armand. Armand mengikuti angkutan tujuan Cindy sampai benar-benar Cindy masuk rumah dalam keadaan baik, siapa Armand yang sebenarnya. Cindy bertanya-tanya.