
~Dirumah Cindy~
Telepon rumah berdering, ibu dari Cindy menelpon. Ingin menanyakan perihal anaknya, dan memberi tahu bahwa ia diluar kota lebih dari 1 bulan.
" Kringggggg.... " Suara telpon rumah
" Bi.. ada telpon " ucap Tia
" Bi Jainab berlari arah telepon "
" Hallo bu.. " ucap bi Jainab
" Hallo bi.. Cindy udah makan malam belum? " tanya ibu Cindy
" Eee... non Cindy belum pulang bu " ucap bibi takut
" Loh belum pulang? memangnya kemana Cindy bi " ucap ibu menegaskan
" Bibi kurang tahu bu, tapi disini ada teman non Cindy " ucap bi Jainab
" Panggil temannya bi, saya mau bicara " ucap ibu Cindy
" Baik bu.. " ucap bi jinab meletakkan gagang telpon
" Non Tia, Non Rena. Ibu Cindy mau berbicara. Menanyakan Non Cindy, bibi bingung mau jawab apa " ucap bi jainab
" Yaudah bi, gak apa-apa kita aja yang bicara " ucap Rena
" Terimakasih non " ucap bi Jainab
" Dimana teleponnya bi " tanya Tia
" Mari ikut bibi " ucap bi Jainab
" Hallo tante.. ini Rena "
" Hallo Ren.. Cindy kemana ya, kamu tahu tidak? " tanya ibu Cindy
" Eee ... Rena juga kurang tahu tante, tadi Cindy gak masuk sekolah karena telat gak boleh masuk kelas. Terus telepon Tia, bilang lagi di blok-m tapi sampai sekarang belum pulang " ucap Rena
" Sini.. gantian gue yang bicara " ucap Tia menarik ganggang telepon
" Hallo tante ini Tia, tadi Cindy Telepon. Bilang lagi di blok-m " ucap Tia mengulangi
" Ngapain ke blok-m , memang nya gak bareng sama kalian? " tanya ibu Cindy
" Engga tante, kan Cindy telat masuk kelas " ucap Tia
" Kamu sudah menghubungi Cindy belum, Tante khawatir. Sedari tadi tante telepon gak bisa " ucap Ibu Cindy
" Tia juga hubungi Cindy gak bisa tan, Cuma tadi siang aja. Habis itu gak aktif lagi nomornya " ucap Tia
" Cindy dengan siapa? Apa kamu tau? " tanya ibu Cindy
" Cindy dengan temannya tan " ucap Tia
" Temannya? lo bilang Cindy sendiri. bohong ya lo sama gue " sela Rena tiba-tiba
" Stttt... Diem dulu deh " ucap Tia
" Hallo... Jadi, Cindy pergi sendiri atau sama temannya? " tanya ibu Cindy
" Sama temannya tante, tapi Tia gak tahu soalnya Cindy gak bilang " ucap Tia
" Yasudah, tolong kabari tante kalau Cindy sudah pulang. Tante khawatir tapi gak bisa berbuat apa-apa. Tolong ya nak " ucap ibu Cindy
" Baik tante, maaf ya buat tante khawatir " ucap Tia
" Iya gak apa-apa " ucap ibu Cindy menutup telepon
" Coba jelasin ke gue, lo bilang Cindy pergi sendiri. Ko bilang Cindy sama temannya? " tanya Rena curiga dan mengerutkan kening
" Iya gue sengaja bilang gitu, biar nyokap nya gak khawatir, kasian kan. " ucap Tia tenang
" Gak! Gak! gue gak percaya sama lo " ucap Rena kesal
" Emangnya kenapa sih kalo Cindy sama Armand? " ucap Tia keceplosan
" Hah! Armand? Cindy sekarang sama Armand? " ucap Rena semakin kesal
" Gak.. bukan, bukan Armand. Gue salah sebut tadi " ucap Tia panik
" Bisa-bisanya lo bohong? apalagi lo yang tahu kalau gue suka sama Armand " ucap Rena
" Rena pergi berlalu meninggalkan tia keruang tamu "
" Ren... Ren.. lo mau kemana " teriak Tia
" Rena hanya diam "
Sedangkan perjalanan pulang Cindy dan Armand, mengalami suatu kendala. dipertengahan jalan Armand bertemu Justin. Yang sedari tadi Justin masih belum sampai rumah, ia melihat armand menaiki vespanya bersama dengan perempuan itu.
" Woi banci band " teriak Justin dari dalam mobil
" Armand hanya menoleh dan acuh, ia tetap berjalan "
" Armand ... Udah gak usah di tanggapi, gue kedinginan pengen cepat sampai rumah " ucap Cindy lirih
" Iya Cindy, tenang aja ya. Gue sayang sama lo gak mungkin biarin Justin celakain lo " ucap Armand
" Hah! .. Lo sayang gue? " ucap Cindy terkejut
" Lo salah denger, gue gak ngomong gitu " ucap Armand menutupi
" Pak, kejar motor vespa itu dan hadang " ucap Justin ke supir
" Baik den " ucap Supir
Justin turun dari mobil, dan menghajar Armand. Nampaknya begitu kesal. Entah apa yang membuat Armand kalah saat berkelahi.
" Apa-apaan lo! " teriak Armand
" Urusan kita belum selesai " ucap Justin mengepal tangannya
" Mau lo apa lagi sih? Ketemu di Ring aja cukup kan? " tanya Armand
Tanpa basa basi, Justin memukul pipi kanannya. Yang mengakibatkan banyak darah keluar dari mulutnya.
" Bukkk...... " suara pukulan Justin keras
" aggghhhh .. " Armand kesakitan dan memegang pipinya "
__ADS_1
" Armand .. Bangun! udah jangan berkelahi lagi " teriak Cindy dan meraih tangan Armand
" Gue gak apa-apa Cindy, lo mudur jangan ikut campur, gue gak mau lo kenapa-kenapa " ucap Armand
" Banyak bacot " ucap Justin mendorong Cindy
" Justin " Armand terkejut
" Lawan gue! jangan ngumpet diketek cewe lo haha dasar anjing!! " ucap Justin
Armand berdiri dan mengepal tangannya, kemudian memukul bagian perut dan pipi justin
" Bukkk.... Bukkk... " suara pukulan Armand berkali-kali membuat justin jatuh
" Haha anjing lo mand! " ucap Justin dan membalas
" Bukkk... Bukkkk... Bukkk.. " Justin memukul bagian
pelipis dan kepala belakang
" Seketika Armand jatuh dan pingsan "
" Armand ...... " teriak Cindy menghampiri
" Bangun! lo kenapaaaa " ucap Cindy berusaha membangunkan
" Mampus lo " ucap Justin berlalu meninggalkan
" Justin! lo keterlaluan. Lo jahat! apa salah Armand sama lo " teriak Cindy
" Justin hanya menoleh dan menunjukkan jari tengahnya "
" Armand .. please bangun! bangun! " ucap Cindy menggoyahkan pipinya
" Tolong... tolong! " teriak Cindy
" Warga menghampiri "
" Ada apa, ada apa " ucap Warga
" Pak, tolong pak. teman saya pingsan tadi habis berkelahi
" Angkat .. angkat bawa ke halte " ucap Warga
" Ada minyak kayu putih? " teriak salah satu warga
" Ada nih pak " ucap warga menyodorkan
" Nih mba.. temannya kasih minyak kayu putih di hidung nya, kali aja bangun " ucap warga
Cindy meraih minyak kayu putih tersebut, dan menempelkannya ke hidung Armand. Akhirnya Armand terbangun dan warga meninggalkannya
" Hhhhhsttstt.. " tarikan napas Armand
" Armand... Akhirnya lo bangun, gue khawatir " ucap Cindy manis
" Lo khawatir sama gue? " tanya Armand
" Temannya sudah bangun mba, kita tinggal ya " ucap warga
" Ya terimakasih bapak-bapak dan ibu-ibu" ucap Cindy
" zzzzz , aw... " ucap Armand memegang pelipis yang berdarah
" Gue gak apa-apa cuma nyeri aja, Cindy ayo kita pulang ini udah malam " ucap Armand
" Tapi lo terluka mand, lo kuat mengendarai motor nya? gue takut lo pingsan lagi " ucap Cindy
" Gue aman " ucap Armand dan lekas berdiri
~ Di rumah Cindy ~
“Eh ada suara motor tuh”, ucap Tia berlari membuka pintu.
" Rena. Ayo ikut " ucap Tia
" Gak, gue marah sama lo " ucap Rena
" Please Rena .... " ucap Tia memohon
" Dengan berat langkah Rena mengikuti Tia "
“Loh Cindy sama Armand?”, tanya Rena.
“Mungkin ketemu di jalan”, jawab Tia
“Cindy, lo bukannya masuk malah bolos”, ucap Rena ketus.
“Gue enggak bolos Ren, emang kenyataannya gue telat masuk sekolah, kebetulan Armand juga telat. Terus Armand ngajak gue pergi”, jawab Cindy menjelaskan.
“Ko Tia bilang sama gue lo sendiri”, ucap Rena.
" Lo benar-benar ya Ti, jadi pembohong gini " ucap Rena
“Tia hanya tersenyum”
“Benar begitu Ti?”, tanya Cindy.
“Cindy, masuk dulu lo pasti capek”, ucap Tia
" Armand, masuk dulu ya. Gue obati luka lo " ucap Cindy
" Gue langsung aja pulang, nanti diobati dirumah " ucap Armand
" Tapi luka lo nanti infeksi " ucap Cindy
" Gue gak apa-apa " ucap Armand menyalakan motornya
“Lo hati-hati ya Mand”, ucap Cindy.
“Yuk masuk, gue ceritain semua”, ucap Cindy.
" Cindy, ceritakan sekarang sama gue. Lo ada hubungan apa sama armand " tanya Rena ketus
" Gue gak ada hubungan apa-apa sama Armand. Kebetulan aja dia juga telat masuk sekolah, yaaa akhirnya gue diajak pergi sama Armand " ucap Cindy menjelaskan
" Sekebetulan itu? " ucap Rena
" Iyaa... Gue aja baru kenal sama Armand Rena. Lo kenapa sih? " ucap Cindy
" Rena suka sama Armand Cindy " Celetuk Tia
__ADS_1
" Hah.. Lo suka Armand? Sorry Rena gue gak tahu " ucap Cindy
" Iya gue suka Armand, kenapa? lo juga suka kan sama Armand " tanya Rena ketus
" Gak gitu Ren maksud guee.. " ucap Cindy
" Udahlah... masa karena cowo kalian berantem " ucap Tia
" Lo gak tahu rasanya Ti, dikhianati sama sahabat lo sendiri " ucap Rena
" Sumpah! Gue gak tahu kalo lo suka sama Armand Ren " ucap Cindy
" Iya Ren.. lo kan belum kasih tahu Cindy soal ini, jadi bukan salah Cindy " ucap Tia
" Terus lo nyalahin gue? " tanya Rena
" Sorry, sorry gue benar-benar gak tahu. Yaudah kalau begitu gue akan jauhin Armand " ucap Cindy
" Udahlah gue mau pulang " ucap Rena
" Ren.. Nanti dulu, Cindy belum cerita banyak loh kejadian hari ini " ucap Tia
" Buat apa? emang dia perduli sama gue? enggak kan, terserah lo deh mau ikut gue pulang atau enggak " ucap Rena
" Gue disini dulu ya Ren, kayanya Cindy habis banyak ngalamin masalah " ucap Tia
" Oke! gue pulang " ucap Rena berlalu meninggalkan
" Ren.. Sorry " ucap Cindy menarik tangan Rena
" Lepasin! " ucap Rena
" Udah Cin biarin aja " ucap Tia
" Gue gak enak sama Rena " ucap Cindy
" Anyway tadi nyokap lo telepon " ucap Tia
" Nyokap? " ucap Cindy
" Iya, sana telepon balik takut khawatir " ucap Tia
" Oke, makasih Tia " ucap Cindy
" Tapi habis ini lo cerita ya ke gue " ucap Tia
" Siap laksanakan hehe " ucap Cindy
Setelah Cindy masuk ke dalam rumah dan Armand pergi untuk ke rumah sakit menemui ibunya yang sedang sakit komplikasi.
" Bu.. bagaimana hari ini? maaf Armand telalu lama datangnya " ucap Armand mengusap kening ibu
" Ibu gak apa-apa sayang, pelipis dan pipimu kenapa? habis berantam lagi ? " ucap ibu
" Gak bu.. Armand hanya kepentok saja tadi " ucap Armand
" Jangan berbohong sama ibu nak " ucap ibu
" Bagaimana Cindy, apa sudah ada perkembangan? " ucap ibunya lagi
" Armand gak tahu bu, masih berusaha " ucap Armand
" Ya semoga semua akan berubah seperti dulu nak " ucap ibu
" Ibu gak usah mikirin aneh-aneh ya, biar ibu cepat sembuh " ucap Armand
" Permisi.. " ucap Suster
" Ya sus " ucap Armand
" Mau cek keadaan ibunya mas " ucap suter
" Oh ya silakan " ucap Armand
" Semua stabil ya bu, obat nya harus selalu diminum biar cepat pulang " ucap suster
" Terimakasih ya sus " ucap ibu Armand
" Mas Armand, ibunya jangan sampai dibuat stres ya, karena itu akan mempengaruhi kesehatan nya " ucap suster
" Siap suster, terimakasih " ucap Armand
" Bu.. malam ini Armand pulang kerumah dulu ya, ada beberapa tugas yang harus diselesaikan " ucap Armand
" Hati-hati, sudah jangan lagi berkelahi " ucap ibu Armand
" Assalamualaikum bu " ucap Armand
" Waalaikumsalam " ucap Ibu
~ Dirumah lolita ~
Pesan teks balasan dari Ayu
" Litaaa.. gue senang banget lo balas teks gue. are u oke? bagus kan laporan gue " ucap teks Ayu
" Gue fine Ayuu.. laporan lo bikin gue semangat buat menghancurkan mereka ber-3 " ucap teks Lolita
" Carline larang gue buat kasih tahu lo. padahal ini penting " ucap teks Ayu
" Dia bukan benar-benar temen gue yu! " ucap teks lolita
" Yaudah lita gue mau tidur, good night lita cantik " teks Ayu
Tidak lama setelah Lolita tertidur, suara pintu dibuka pelan, dan itu adalah papanya. Yang sudah menyiapkan ikat pinggang dan sebuah tali.
" klik... ngikkkk... " suara pintu terbuka
" Lolita mengintip dari balik selimut dan merasa ketakutan "
" Hai anak manis... papa tahu kamu belum tidur, sini lita sayang " ucap papa lita
" Papa! ngapain masuk kamar lita, udah cukup pah jangan buat lita jadi semakin takut sama papa " ucap Lolita
" Kalau kamu menurut sama papa, gak akan papa kasarin dan jangan teriak jangan bilang siapa-siapa " ucap papa
Membuka selimut lolita, merejang 2 tangan lolita kemudian mengikat ke 2 tangan lolita ke sisi ranjang
" Sttttt.... jangan berisik sayang " mengelus pipi Lolita
" Pah.... tolong jangan lagi, lita sudah cukup merasakan " ucap Lolita ketakutan
__ADS_1
" Bicara sekali lagi papa akan pukul kamu " ucap papa
Lolita hanya menangis sejadi jadinya. Papa Lolita membuka baju dan menurunkan celananya, begitu pula dengan pakaian yang dikenakan Lolita ia melucuti hingga tidak berpakaian. Ia meraba tubuh Lolita dengan lembut, saat lolita merasakan ketakutan lagi dan menangis tubuhnya dipecuti dengan ikat pinggang yang ia bawa. Hingga akhirnya Lolita diperkosa oleh papa tirinya sendiri, entah ini yang keberapa kalinya. Membuat Lolita semakin depresi hingga menimbulkan sosok lain di tubuh lolita. Yang terlihat baik didepan ibunya dan akan berubah menjadi sosok menyebalkan disuatu saat.