Secret Trip And You

Secret Trip And You
Eps 6 #Don't Judge The Cover


__ADS_3

~ Dikolam Ikan sekolah ~


“Goblok! Tolol! Bego! Sok paling segalanya! Pokoknya semuanya! Tenar karena harta orang tua aja belagu! ” gerutu Cindy dengan melemparkan batu ke kolam ikan.


“Hey.. lo kenapa? Lagi kesal ya? ” tegur Armand.


“Iyaa! Gue kesal! Gue gondok! Pokoknya gue...” jawab Cindy.


Tiba-tiba Armand memegang tangan Cindy. Cindy pun terdiam dan menatap Armand.


“Astaga! Armand! Lo ngapain pegang tangan gue! ” ucap Cindy dengan terkejut.


“Biar lo tenang ” jawab Armand singkat.


“Bukannya lo itu dingin ya sama cewek? ” tanya Cindy heran.


“Mungkin banyak yang nilai gue kayak gitu. Sebenarnya gak kok, mereka gak tahu gue gimana, mereka juga cuma lihat sampul nggak lihat dari isi sampulnya ” jawab Armand singkat.


“Jadi elo itu sebenarnya..” ucap Cindy 


Tettt bel berbunyi, dan pembicaraan mereka terpotong, Armand meninggalkan Cindy sendiri di kolam ikan itu.


“Cin, gue duluan ya ” ucap Armand lirih.


“Kok lo tahu nama gue? ” jawab Cindy.


Armand hanya tersenyum dan pergi berlalu.


“Ah  ya sudahlah cuma sekedar nama semua orang pasti tau ” benak Cindy.


“Ish sumpah ya, kenapa tadi gue ketemu lagi sih sama Justin, astagaaaa gue malah jadi kayak dendam gini ” benakku Cindy lagi.


Bel berbunyi menandakan waktu ulangan Kimia telah berakhir. Bu Zeni memanggilku, tidak biasanya ingin bicara berdua denganku.


“Cindy, ikut saya ke kantor sebentar ya ” panggil Bu Zeni.


“Ada apa ya Bu? ” jawab Cindy bingung.


“Datang aja dulu ke kantor ya.. ibu tunggu ” jawab Ibu Zeni.


“Baik Bu, nanti saya menyusul. Mau menemui teman saya dulu ya Bu ” ucap Cindy.


“Ya Nak, jangan lama ya ” jawab Ibu Zeni.


“Siap Ibu cantik  ” jawab Cindy manis.


Gue lari ke arah kelas secepat mungkin. Kelas benar-benar berantakan dan berisik, Cindy tidak tahu apa yang terjadi setelah ia keluar.


“Ke mana lo Cin tadi ” tanya Rena.


“Gue ke kolam ikan tadi, terus lo tahu nggak apa yang terjadi sama gue lagi? ” jawab Cindy setengah kesal.


“Apa coba? Kejadian yang menegangkan? ” tanya Tia.


“Gue tadi ketemu Justin. Dan matanya menatap gue kaya benci gitu. Gue bingung deh kok malah Justin yang benci sama gue, harusnya kan gue ” jawab Cindy kesal.


“Ah.. gue pikir kejadian apa Cin, ini mah gak menegangkan ya Ti haha ” jawab Rena meledek.


“Nggak.. bukan itu doang, tapi tadi tiba-tiba Armand dateng terus basa-basi gitu dengerin celotehan gue, se-abis itu lo tahu apa yang terjadi? ” ucap Cindy sedikit tegang.


“Hemmm... Justin datang lagi? ” jawab Rena penasaran.


“Bukan... tapi Armand pegang tangan gue, speechless gak si lo? ”  jawab Cindy menegangkan.


“Haaaaa...? Serius Cin, ini beneran? Bukannya Armand itu dingin parah ya sama cewek ” jawab Tia terkejut.


“Sumpah. nggak bohong gue, gue aja bingung.. tadi gue ngobrol sedikit sama Armand, gue tanya ” jawab Cindy.


“Lo tanya apa Cin ” jawab Rena penasaran.


“Bukannya lo dingin ya Mand sama cewek, kurang lebih begitu gue tanya ” jawab Cindy singkat.


“Terus Armand jawab apa? ” jawab Rena semakin penasaran.


“Tiaa.. lo jangan melongo gitu dong! ” ucap Rena menepuk tubuh Tia.


“Eh.. sorry gue tadi liat Jonatan lewat ” jawab Tia merasa senang


“Tiaaa... kok Jonatan sih...” tegur Rena, Cindy dengan bersamaan.


“Iyaa sorry sorry.. lo tahu lah gue kan naksir Jonatan, hehe ” jawab Tia senang.


“Oke, fokus ke gue lagi dong Tia, Rena ” jawab Cindy memohon.


“Tadi Armand jawab kalau mungkin banyak yang nilai gue kaya gitu, tapi sebenarnya gak kok, mereka nggak tau aja gue itu gimana, mereka juga cuma lihat sampul nggak lihat dari isi sampulnya ” jawab Cindy copy jawaban Armand.


“Berarti sebenarnya dia itu biasa aja gitu? Nggak dingin sama cewek? ” jawab Tia terkejut.


“Ya begitulah.. ” jawab Cindy singkat.


“Eh tadi Ibu Zeni suruh lo ke kantor Cin ” ucap Reni.


“Astagaaa.. gue sampe lupa gara-gara ceritain Armand ”  jawab Cindy terkejut.


“ Emang lo ada perlu apa Cin ” tanya Tia.

__ADS_1


“ Nggak tahu gue, yaudah gue ke kantor dulu ya.. nanti kalau mau ke kantin duluan aja takut gue lama ” jawab Cindy berlalu.


Seberlalunya Cindy ke kantor untuk menemui Ibu Zeni, hingga bel pelajaran berganti.. hampir 2 jam Cindy tak kunjung datang ke kelas kembali. Rena dan Tia khawatir takut terjadi hal yang tidak di inginkan, sampai akhirnya Rena merencanakan bolos pelajaran yang setengah jam lagi selesai untuk menemui Cindy di ruang Bu Zeni.


“Tia.. mau ikut gue ke kantor nggak temuin Cindy? Dia lama banget takut kenapa-kenapa sama Cindy Ti..” ucap Rena mengajak.


“Yaudah izin ke Pak Rozaknya gimana Ren? ” jawab Tia.


“Udah gampang itu urusan gue ” jawab Rena.


Rena pun bangun dari tempat duduknya, dan diikuti oleh Tia.


“Pak Rozak, saya izin ke UKS yaa, Tia perutnya sakit sepertinya lambung kumat lagi deh Pak ” pinta Rena.


“Ah.. Tia seperti biasa aja Ren ” jawab Pak Rozak meneliti Tia.


Rena senggol Tia dan tendang-tendang kakinya pelan berharap Tia cukup pintar kali ini.


“Eeee.. iya Pak perut saya sakit banget, nggak kuat takut pingsan saya Pak ” jawab Tia gugup.


“Terima kasih Tuhan kali ini Tia pintar ” benak Rena.


“Benar kamu? ” tanya Pak Rozak.


“Benar Pak masa saya bohong.. duh udah enggak kuat Pak ” jawab Tia gugup.


“Ya sudah sana jangan lama ya.. ” jawab Pak Rozak beri izin.


“Iya Pak kalau inget ke kelas bukan belok ke kantin hehe ” jawab Rena.


“Rena... saya kurangi nilaimu nanti ” jawab Pak Rozak kesal.


“Makasih Pak sudah kasih izin saya ” jawab Tia.


“Udah Rena ayo keburu pingsan gue ” ucap Tia.


“Byeee Pakk....” sapa Rena.


Rena dan Tia bergegas ke arah kantor untuk menemui Cindy di ruang Bu Zeni. Di pertengahan koridor. Rambut yang panjang terurai terbang disapu angin.. dengan gaya yang songong dan matanya yang sipit namun tajam. Siapa lagi kalau bukan Lolita Angelita ketua geng dari QSP.


“Minggir lo.. gue mau lewat ngapain berdiri di tengah jalan ” bentak Lolita dengan nada tinggi.


“Lah!... Emang ini jalanan khusus buat lo? Koridor sekolah semua murid berhak lewat sini.. ” jawab Tia tegas.


“Heh! Anak cupu... berani ya lo lawan gue? ” jawab Lolita sinis.


“Yaa... gue cupu dan lo mau apa? Mau bully gue? Gue nggak takut.. ” jawab Tia menantang.


“Tia.. udah tujuan kita mau ke Cindy bukan debat sama nenek lampir ” ucap Rena.


“Lo bilang apa tadi? Nenek lampir? Udah berani ya lo berdua lawan gue.. mana temen lo yang satunya? Sekalian aja sini gue gamparin mulut-mulut cabe lo! ” ucap Lolita


“Bukan gue yang mulai ya.. tapi temen lo yang lemot ini ” ucap Lolita


“Lit.. gimana kalau kita kerjain aja nih mereka berdua ” sela Carline.


" Line sejak kapan lo begini " Ucap Ayu


“Udahlah Lit, gak usah dibesar-besarkan nggak ada gunanya juga, buang tenaga buang waktu ”  ucap Ayu.


" Ya gue lagi boring aja butuh hiburan, dan lo tumben melerai permasalahan " Jawab Carline


" Apa Sih ko jadi lo yang ribut " Ucap lolita


“Hahaha temen lo aja nih satu bisa lebih dewasa ya dari pada ketua gengnya..” jawab Tia tertawa.


“Eh.. diem ya gue bukan belain lo berdua, tapi menurut gue ini buang waktu gue ” jawab Ayu.


“Ayo Ti, kita pergi, ada yang lebih penting dari ini ” ucap Rena.


“Lo pikir lo siapa? ” bentak Lolita.


Seberlalunya Rena dan Tia, Lolita terus menyimpan dendam, sepanjang koridor hanya membahas Rena dan Tia.


“Siapa sih orang tua mereka sekaya apa sama orang tua kita ” gerutu Lolita.


“Yang gue tau sih mereka anak biasa-biasa aja, ketolong sama beasiswa ” jawab Carline.


“Berani ya mereka sama kita ” ucap Lolita.


“Udahlah nggak usah dibahas Lit.. ”  jawab Ayu ketus.


Bel berbunyi panjang, menandakan usai pelajaran ke 2 dan banyak siswa-siswi yang berlarian ke kantin. Cindy pun tak kunjung kelihatan di depan mata Rena dan Tia.


“Ren, ini udah lama banget Cindy nggak keluar juga dari ruang Bu Zeni ” tanya Tia.


“Iyaa.. mana ya Cindy gue juga laper nih mau makan ” jawab Rena.


“Apa kita ke kantin duluan ya Ren, nanti ke sini lagi kalau Cindy enggak nyusul kita ke kantin ” jawab Tia.


“Yaudah deh yuk, laper banget gue juga ” jawab Rena.


Ketika Tia dan Rena sampai di kantin, mereka dihadang oleh geng Lolita. Penyambutan depan pintu, air yang disiapkan serta bahan lainnya. untuk mengguyur Tia, Rena. Sontak Tia, terkejut karena lebih dulu terkena guyuran air dan beberapa bumbu bakso yang melayang tepat di kepalanya. Rena hanya diam Karena bingung, tak disangka Lolita begitu terlihat kampungan. Dilanjut dengan mengguyur beberapa saus dan kecap ke rambut Rena. Rena kesal.


“Lo kenapa sih Lita, kampungan banget cara lo! ” ucap Rena kesal.

__ADS_1


“Lo yang kampungan, bukan gue! Lo bertiga nggak pantas buat sekolah di sini ” jawab Lolita ikut terbawa emosi.


“Gue pinter, apa yang menurut lo gue nggak pantes buat sekolah di sini? ” jawab Tia ikut membela.


Belum sempat Lolita menjawab, tangan Rena melayang menampar di sebelah pipi kanannya Lolita.


*Plakkk* sangat nyaring terdengar.


“Kurang ajar lo ya! ” teriak Lolita.


Diiringi dengan menarik rambut Tia, Rena.


“Lo kenapa diam aja! Bantu gue buat lawan anak curut ini ” perintah Lolita kepada 2 temannya.


Hampir saja teman dari Lolita ikut campur di dalam urusan mereka, tiba-tiba guru datang menghampiri dan menengahkan mereka yang berkelahi.


" Ada apa ini ribut-ribut, kalian sudah besar jangan pakai kekerasan " tegur Ibu Puja.


“Lolita, kamu kenapa menyelesaikan masalah hanya dengan ribut dan ribut ” ucap Ibu Puja Lagi.


“Mereka yang mulai duluan bukan saya Bu ” jawab Lolita dengan kesal.


“Sudah-sudah ikut Ibu keruangan BP sekarang! ” jawab Ibu Puja tegas.


Tak lama kejadian berlangsung, Cindy datang dengan raut wajah yang sangat senang. Namun ketika melihat perkelahian yang Cindy tidak tahu, wajahnya berubah menjadi sangat bingung.


“Tia.. Rena lo kenapa? ” tanya Cindy bingung.


“Lolita tuh caranya kampungan banget, tadi gue


sama Tia mau ke kantin. Eh di pintu Tia sudah diguyur air nggak tahu itu air apa. Sedangkan gue dituang saus sama Lolita, gila nggak si mereka. Punya gangguan mental kali ya ” jawab Rena sangat kesal.


“Rena dan Tia! Cepat ikut ibu ke ruang BP ”  ucap Ibu Puja.


“Saya boleh ikut nggak Bu? ” tanya Cindy meminta.


“Memangnya kamu terlibat dalam perkelahian dengan mereka ” tanya Ibu Puja tegas.


“Ikut Bu, berkelahi dalam emosi” jawab Cindy menegaskan suaranya.


“Kamu tidak terlibat Cindy. Sana kembali ke kelasmu! ” perintah Ibu Puja.


Tetapi Cindy tidak kembali ke kelasnya, Cindy mengikuti Tia dan Rena. Ingin tahu permasalahan dengan Lolita itu apa. Padahal sebelumnya tidak ada permasalahan apapun. Cindy mengintip serta menguping di balik pintu ruang BP.


“Coba jelaskan ada apa ini sebenarnya ” tanya Ibu Puja.


“Saya juga nggak tahu permasalahannya apa Bu sama Lolita, tiba-tiba saja kita diperlakukan seperti tadi yang menurut saya sangat kampungan ” jawab Rena tegas.


“Yaaa Bu, tadi saya cuma mau ke kantin eh taunya kena guyuran air Bu ” ucap Tia.


“Eh diam ya mulut cabe lo! Nggak usah membela diri  di depan guru. Lo gak pantas dapat belaan itu ” jawab Lolita kesal.


“Ibu mau tanya sama kamu Lita, kenapa kamu perlakukan mereka seperti tadi? Memangnya mereka salah apa sama kamu? ” tanya Ibu Puja.


“Mereka salah Bu! Kenapa harus sekolah di sini ” jawab Lolita kesal.


“Sekolahan ini umum Lolita semua anak berhak sekolah di tempat ini. Apa karena kamu berpikir orang tuamu penyumbang terbesar lantas kamu pantas melakukan hal konyol tadi? ” jawab Ibu Puja tegas.


“Halah!! Mereka ini kan cuma anak beasiswa Bu, kenapa harus dibela seperti itu ” jawab Lolita meledek sinis.


“Lolita Ibu mau, kamu telepon orang tuamu sekarang dan ajak mereka untuk datang keruangan ini ” ucap Ibu Puja.


“Untuk apa ibu? Sepertinya orang tua saya nggak perlu ikut campur dalam hal ini ” jawab Lolita.


“Ibu khawatir orang tuamu kurang mendidik kamu dengan benar. Segara telepon dan datang ke ruangan ini ” perintah Ibu Puja lagi.


“Rena dan Tia silakan kamu kembali ke dalam kelas. Kamu ibu bebaskan dari hukuman ” ucap Ibu Puja lagi.


“Baik Bu terima kasih, kita memang tidak melakukan apapun, selain membela diri ” jawab Rena tegas.


Rena Tia keluar dari ruangan BP dan membuka pintu, sontak terkejut karena Cindy tiba-tiba jatuh tersungkur ke dalam ruangan BP dan membuat semua yang berada di ruangan tersebut melihatnya.


“Cindy... Nguping lo ya? ” tanya Tia.


“Hehe.. habis gue penasaran Ti.. ” jawab Cindy tersipu malu.


“Yaudah bangun, ayo kita ke kelas nanti gue ceritain detailnya ” jawab Rena.


“Bangunin ” ucap Cindy manja.


“Ih.. repot deh lo! Cepat-cepat ” jawab Rena tegas.


“Anyway lo gak mau ke toilet dulu buat bersihin rambut lo Ren haha ” ucap Cindy meledek.


“Iya Ren yuk kita ke toilet, gue bawa baju ganti jadi aman deh. Kalian duluan ya ke toiletnya gue mau ke kelas ambil baju ganti ” jawab Tia.


“Yaudah gue tunggu di toilet, jangan lama! ” jawab Rena.


~ Ketika di Toilet ~


“Coba jelasin ke gue ada masalah apa sama Lolita ” tanya Cindy.


“Nggak tahu, aneh manusia itu bingung gue juga. Tadi sewaktu gue sama Tia lagi jalan mau ke arah lo yang dipanggil sama Bu Zeni tiba-tiba geng Lolita dateng terus ngusir gue sama Tia. Intinya Lolita mau lewat koridor itu dan kita gak boleh, dilawan lah sama Tia  ucap Rena.


“Hah? Tia? Berani dia wah.. keren ya teman gue sekarang berani lawan Lolita ” jawab Cindy.

__ADS_1


“Iyaa, nggak nyangka ya lo Cin haha, Tia sampai bilang nenek lampir loh ke Lita, mungkin yang buat Lolita murka sama gue dan Tia karena itu Cin ” jawab Rena.


“Memang pantas sih dia kita sebut nenek lampir ” jawab Cindy.


__ADS_2