
~ Menuju Arah Tenda ~ pukul 13.35 WIB
“Silakan masuk tenda tuan putri Cindy”, ucap Armand tersenyum.
“Kayanya sih lo yang baper Mand, bukan gue haha”, jawab Cindy tertawa.
“Haha ko bisa ya”, jawab Armand bertanya.
“Gue mau di dalam tenda aja boleh Mand? Lo yang barbeque gue tinggal makan hehe”, ucap Cindy.
“Boleh.... tapi ada syaratnya”, ucap permintaan Armand.
“Apa tuh”, jawab Cindy.
“Enggak sekarang juga sih hehe”, jawab Armand.
“Terserah lo deh”, jawab Cindy.
“Oiya Mand, lo mau bantu gue gak”, ucap Cindy.
“Bantu apa”, jawab Armand yang sambil mengipas sosis bakarnya.
“Gue mau ikut olimpiade yang hadiahnya beasiswa ke Jepang”, ucap Cindy.
“Iya... terus apa yang bisa gue bantu”, tanya Armand.
“Lo jadi partner gue nanti”, jawab Cindy
“Emang teman lo enggak mau jadi partner lo?”, tanya Armand.
“Mereka enggak mau karena ada sangkut pautnya sama Lolita”, jawab Cindy.
“Pelajaran apa yang jadi olimpiade?”, tanya Armand.
“Kimia Mand, lo bisakan? Kan lo juga juara kelas terus”, jawab Cindy.
“Kimia? Gue lemah soal itu Cin kalo ajak gue olimpiade pelajaran sastra gue mau deh”, jawab Armand.
“Please Armand gue mau banget ikut olimpiade itu, yaa.. buat meringankan beban nyokap gue Mand setelah bokap gue meninggal, keadaan ekonomi keluarga gue enggak stabil”, ucap Cindy.
“Nanti gue pikirin deh ya”, jawab Armand.
“Nih udah mateng ucap Armand mengulurkan sosis bakar.
“Terima kasih Armand”, jawab Cindy.
“Akhirnya kata-kata itu keluar juga dari mulut lo”, ucap Armand.
“Males ah.. lo rese Mand”, jawab Cindy.
Armand hanya tersenyum manis,
setelah barbequean Armand memberi Cindy waktu untuk dirinya sendiri menikmati udara di pulau ini. Membiarkan angin merasuk kebagian paru-parunya. Sementara di rumah Lolita, dengan keadaan Lolita yang terkena skorsing. Lolita tetap terlihat manis di depan orang tuanya karena Lolita mempunyai kepribadian ganda namun ibunya tidak menyadari itu. Sampai teks Ayu masuk dan dibalas oleh Lolita, ia berpikir ini adalah peluang besar untuk menghancurkannya 3 orang miskin itu, ia berpikir bahwa beasiswa yang diberikan sekolah adalah sebagian besar suntikan dana dari kedua orang tuanya.
~ Di Rumah Lolita yang Super Megah ~
pesan teks masuk
“Lolita, gue mau kasih info yang sangat bagus buat lo. Tadi gue denger dari Ibu Zeni, kalau Tia Rena dan Cindy dipilih mengikuti olimpiade Kimia dan hadiahnya beasiswa ke Jepang. Tapi syaratnya, sekolah tunggu suntikan dana dari orang tua lo. Lo kenapa nomor enggak aktif, lo aman kan Lita?”, pesan teks Ayu.
“Ah yang benar lo Yu, berita bagus banget buat gue thanks ya Ayu sayang lo emang sahabat terbaik gue”, ucap Lolita di teks.
Lolita keluar kamar dan menemui ibunya, yang berada di ruang tv dan berbicara manis seolah ia adalah anak yang baik.
“Mom.. Lita boleh minta sesuatu”, ucap Lolita.
“Ada apa Lita?”, tanya ibunya.
“Aku mau Mom and Dad bantu suntikan dana untuk sekolah karena kemarin Lita udah buat masalah di sana, Lita mau memperbaikinya Mom. Sekolah mau mengadakan olimpiade tapi enggak punya dana lebih.
“Nanti akan Momi bicarakan dengan popi ya,tapi ada yang Momi ingin tanyakan”, ucap ibunya.
“Terima kasih ya Mom”, jawab Lita peluk ibunya.
“Tanya aja Mom pasti Lita jawab”, ucap Lolita.
“Apa benar kemarin Lita memang sejahat itu kepada temanmu? Selama ini Momi mendidikmu dengan baik dan Momi enggak pernah memarahimu kan Nak, Lita juga menjadi anak baik di rumah itu yang buat mama enggak pernah marah sama Lita”, ucap ibunya.
“Sebenarnya enggak begitu kok Mom, kemarin salah paham aja. Dan 2 teman Lita duluan yang mau ngejailin Lita. Lita enggak mau bales Mom, tapi Carline yang paksa Lita. Ayu juga hanya diam Mom waktu Lita berbuat salah, seharusnya temankan mengingatkan kalau temannya salah jalan”, jawab Lita manis.
“Benar begitu Lita, kamu enggak berbohong kan?”, tanya ibunya.
“Ya enggak lah Momi untuk apa Lita bohong”, jawab Lolita.
~ Di Pulau ~
Waktu menunjukkan pukul 15.00 WIB, perjalanan ini akan segera berakhir, Armand membangunkan Cindy yang terlelap di dalam tenda. Cindy yang semakin penasaran dengan semua yang dilaluinya hari ini, membuat dia ingin bertanya kepada banyak orang yang ia temui.
“Cindy.. bangun yuk, sudah jam 3 nih waktunya pulang Pak Wito sudah menunggu kita”, ucap Armand membangunkan Cindy.
“Udah jam 3 ya.. cepat amat sih, gue baru tidur. Udaranya enak ya Mand”, jawab Cindy.
“Lain waktu kalau ada kesempatan kita datang lagi ke tempat ini ya”, ucap Armand.
“Yuk prepare, gue mau ke petugas dulu ya. Mau pamit karena kita enggak lewat depan kita lewat belakang aja”, ucap Armand.
“Oke, nanti kalau gue udah selesai prepare gue duluan ya ke Pak Wito nya”, jawab Cindy.
__ADS_1
“Jangan deh! Gue takut lo nyasar hehe”, jawab Armand meledek.
“Ngeledek mulu deh, gue kan punya mulut buat nanya ke sesama manusia”, jawab Cindy.
“Yaudah sana,”, ucap Cindy lagi.
" Emang lo manusia? tanya armand meledek
" Armad.... " ucap cindy dan menyubit perut armand.
" Nanti cubit balik nih, hayoooo " jawab armand meledek ( mengusap rambut Cindy )
" Yaudah sanaa ih " ucap cindy
" Perasaan apalagi ini " benak Cindy
Cindy bergegas menemui Pak Wito karena ada banyak pertanyaan dan ini penting menyangkut semua perasaan nya.
“Pak Wito ya?”, tanya Cindy.
“Iya Neng, loh Nak Armandnya mana?”, tanya Pak Wito.
“Lagi pamit sama petugas katanya”, jawab Cindy.
“Pak Wito sepertinya kenal baik ya dengan Armand?”,tanya Cindy.
“Iya Neng, Nak Armand ini memang sudah langganan saya”, jawab Pak Wito.
“Apa Pak Wito kenal saya?”, tanya Cindy.
“Ah si Neng ini pertanyaannya buat bapak bingung, Neng Cindy aja enggak kenalkan sama bapak, gimana bapak bisa kenal sama kamu hehe”, jawab Pak Wito menutupi.
“Saya merasa banyak sekali yang ditutupi Armand Pak”, jawab Cindy.
“Dari saya datang ke toko outdoor, caffe, Blok M dan pulau ini. Semua orang yang temui dan lihat sepertinya mereka mengenal saya. Tapi kenapa saya tidak ingat apa-apa”, ucap Cindy lagi.
“Neng Cindy, bapak hanya berpesan gunakanlah perasaan hatimu yang benar. Bapak rasa semua itu akan menjawabnya nanti”, jawab Pak Wito menasihati.
“Apakah perasaan kali ini benar Pak? Bahwa ternyata saya dan Armand sangat dekat”, tanya Cindy.
“Bapak tidak bisa menjelaskannya Nak”, jawab Pak Wito.
Tidak lama setelah percakapan mereka selesai Armand datang dengan wajahnya yang terlihat bahagia namun menyimpan rahasia yang dalam.
“Hei.. maaf ya lama”, ucap Armand.
“Enggak kok biasa aja”, jawab Cindy.
“Gue juga baru sampai”, ucap Cindy lagi.
“Nak Armand.. sudah mau pulang belum? pukul 4 nih”, ucap Pak Wito.
“Mari Nona Cindy, kita berlayar pulang hehe”, ucap Armand mengulurkan tangannya.
“Jangan sok manis gitu deh”, jawab Cindy meraih tangannya.
~ Di Kantin Sekolah ~
“Ki lo duluan aja, nih bawa mobil gue. Gue lagi ada perlu sama Putra”, ucap Justin.
“Ngapain, kan bisa lo obrolin di mobil”, jawab Kiki.
“Ini masalah cewek lo enggak perlu tahu dulu Ki”, jawab Justin.
“Tra ayo ikut gue ke kantin”, ucap Justin.
“Mau jajanin gue?”, tanya Putra.
“Iyadah lo mau apa aja gue beliin”, jawab Justin.
“Sorry Ki duluan ya”, ucap Putra berlalu ke arah kantin.
“Ada yang enggak beres nih”, benak Kiki.
“Kalau nyokap nanya kenapa lo enggak pulang sama gue gimana”, tanya Kiki kepada Justin.
“Aman dah, gue nanti telepon nyokap. Udah sana balik”, jawab Justin.
“Gue duluan mau nyusul putra”, ucap Justin berlalu.
“Sekarang apa yang lo mau lakuin”, ucap Putra.
“Gue ada rencana ini menyangkut MMA gue buat ngalahin Armand”, jawab Justin.
“Kenapa harus di kantin? Yang ada Kiki curiga nanti”, jawab Putra.
“Yola yang minta kita ke sini”, ucap Justin.
“Yola? Ada Yola juga si cewek cupu? Lo mau ngapain sih”, jawab Putra.
“Udah... Nanti lo juga tau”, jawab Justin.
Tidak lama kemudian Yola datang dengan raut wajah yang panik, ia berpikir buruk hari ini. Apalagi menyangkut Justin, manusia yang telah merusak hidupnya dulu. Tepatnya bukan manusia tapi “iblis” Yola sangat benci sekali dengan Justin, ia hanya berharap tak akan pernah berurusan lagi dengan Justin.
“Yolaaaa sebelah sini”, ucap Putra.
Yola berjalan dengan terus menunduk.
__ADS_1
“Sekarang sebut mau lo apa, gue enggak mau lama-lama di sini”, ucap Yola.
“Sabar dulu dong Yolaaa, mau ke mana sih. Omnya udah nungguin ya?”, ucap Justin.
“Bisa jaga mulut lo ga”, jawab Yola tegas.
“Jadi gini, gue mau lo jebak Armand 1 kamar sama lo di hotel. Gue rasa lo udah terbiasa itu kan”, ucap Justin.
“Lo gila ya, Armand teman gue. Mana mungkin gue mau jebak teman gue sendiri”, jawab Yola.
“Yaa terserah kalo lo mau video skandal lo gue sebar”, jawab Justin menunjukkan sebuah video skandal dengan staf manajer hotel milik ayahnya.
“Emang ya, lo sakit jiwa! Lo enggak cukup puas ambil semuanya dari gue hah?”, ucap Yola.
“Semua keputusan ada sama lo, berkabar ya cantik”, jawab Justin.
“Ayo Tra kita pergi mobil jemputan udah datang”, ucap Justin.
“Tugas gue apaan, lo dari tadi cuma ngobrol sama Yola”, tanya Putra.
“Nanti deh gue kasih tau, gue pikir Yola setuju sama rencana gue. Tapi gue yakin sih sebentar lagi Yola telepon gue”, jawab Justin berlalu meninggalkan Yola.
“Yola open BO Tin?”, tanya Putra.
“Iya haha lo baru tau?”, tanya Justin.
“Yaa selama ini Yola bersikap kaya anak cupukan jadi mana ada yang kepo sama hidup dia, anyway ko lo bisa tau kalo Yola open BO sempat-sempatnya ngerekam pula”, tanya Putra.
“Gue enggak ngerekam, jadi gue lagi main ke hotel bokap gue. Gue masuk ke ruang CCTV iseng lah gue buka layar pantau CCTV, gue lihat Yola lagi jalan di koridor, gue perhatiin dia masuk kamar. Ternyata di depan pintu kamar ada manajer bokap gue. Nah dari situ gue ada ide, sebelum mereka skandal gue telepon manajer itu. Gue ancem segala macem kalau dia enggak mau rekam skandalnya. Terus gue minta deh videonya haha”, jawab Justin.
“Ko bisa Yola jadi open BO bukannya Yola anak orang tajir juga ya? Bokapnya punya kebun kelapa sawit kan. Terus dia bilang lo hancurin hidupnya dulu maksudnya gimana”, tanya Putra.
“Jadi dulu waktu belum masuk sekolah, masih masa-masa liburan gue pacaran sama Yola nginep lah gue ke Lombok ya terus gue skandal sama Yola, sumpah asyik banget Tra, body-nya tuh kaya gitar spanyol. Terus dia kaya udah berpengalaman skandal, tapi pas gue mulai ternyata masih virgin. Mantep kan haha”, jawab Justin bangga.
“Benar kata Yola, lo gila. Terus jangan bilang sewaktu pacaran sama Carline jadi korban lo juga”, tanya Putra.
“Iyalah masa kesempatan enggak gue ambil Tra jangan bego dah”, jawab Justin.
“Lo tau enggak, Yola aja sampai hamil karena gue. Cuman gue enggak tanggung jawab, enggak tahu tuh anaknya di kemanain sama dia, gue langsung hilang dari hidup dia sih. Eh malah ketemu lagi di sekolah ini”, ucap Justin lagi.
“Enggak ikut-ikutan di rencana lo deh gue, gue emang badung Tin. Tapi gue enggak mau ngerusak perempuan, perempuan itu berharga. Nyokap lo kan perempuan, tega lo lihat nyokap lo disakitin sama bokap lo”, jawab Putra.
“Enggak mungkin sih, bokap gue kan cinta mampus sama nyokap gue. Dan lagi yang bikin bokap gue tajir kan karena nyokap gue. Ya meskipun ujung-ujungnya bokap gue minta cerai sama nyokap. Permasalahannya apa gue juga enggak tahu dan enggak mau cari tahu”, jawab Justin.
“Menurut gue lo udah keterlaluan sih Tin, perempuan loh! Yang harusnya dihormati ya kan”, jawab Putra.
“Lo ko malah ceramah, gue enggak butuh itu”, jawab Justin.
“Tuh jemputan udah datang”, jawab Justin.
“Gue enggak bareng lo deh Tin, mau balik sendiri aja. Lagi ada perlu juga gue”, jawab Putra.
“Oke kalau gitu gue duluan”, jawab Justin.
“Take care”, jawab Putra.
~ Di tengah laut ~
Perahu milik pak Wito tiba-tiba kekurangan keseimbangan entah penyebabnya apa, yang membuat perahu terguling. Dan membuat mereka semua tenggelam.
" Loh.. loh.. kenapa ini pak Wito perahunya " ucap Cindy
" Aduh Neng, bapak juga gak tahu kenapa " ucap pak Wito panik
" Cindy, lo pegangan yang kuat ya. Jangan sampai lepas " ucap Armand
" Coba di cek dulu pak ada permasalahan apa " ucap armand
Belum sempat pak Wito mengecek, perahunya terguling. Cindy terlepas dari pegangan nya yang membuat cindy tenggelam lumayan dalam. Beruntung Armand pandai berenang dan Cindy selamat
" Armand... tolong gue, gue gak bisa berenang " teriak cindy yang tenggelam perlahan
" Nak Armand.. kamu harus tolong cindy. bapak sudah biasa terbiasa seperti ini " ucap pak Wito
tanpa berpikir panjang, Armand berenang kedalam laut. Menarik tangan Cindy yang sudah semakin tenggelam. sedangkan pak Wito berusaha membalikkan perahunya. Kemudian mengecek keadaan perahu. Tidak lama perahu sudah kembali seperti semula, Armand dan Cindy muncul dari dalam laut.
" Huh ... huhh.. huh.. " Tarikan napas panjang Armand
" Pak Wito, tolong bantu Cindy keperahu " ucap Armand
Disusul oleh Armand menaiki perahu. Dan memberikan napas buatan untuk cindy
" Cindy .. Cindy bangun!! " Menepuk pipi Cindy
" Nak, kasih Cindy napas buatan " ucap pak wito
" Uhuk uhuk... " Cindy terbatuk dan mengeluarkan banyak air dari dalam mulutnya
" Hei .. Cindy lo aman gak " ucap Armand
" Armand... makasih sudah tolong gue " ucap Cindy dan memeluk Armand erat
" Lo aman cin.. maaf gue buat lo celaka lagi " ucap Armand
" Pak Wito ayo kita pulang, perahu sudah bisa dikendarai kan pak " ucap Armand panik
" Armand, lo buat gue celaka lagi maksud bagaimana sih? " ucap cindy
__ADS_1
" Cindy gausah banyak bicara, lo diem ajaa gue gak mau lo kehabisan oksigen " jawab Armand
" Perlukan Cindy yang semakin erat "