
Armand pergi menuju cafe tempatnya menyanyi, ia terlihat sendu mengingat kejadian hari ini. Ia takut Bu Ajeng tak lagi menyetujui hubungan dengan anaknya.
" Sorry gue telat " ucap Armand
" Santai Mand, belum waktunya juga kok " ucap Andi
" Gue mau nyanyi lagunya Payung Teduh Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan bisa chord nya gak " ucap Armand
" Kayaknya lagi melow nih Mand " ucap Yugo drummer
" Bukan Cewek doangkan yang bisa melow " ucap Armand
" Yaudah kita standby aja " ucap Andi
" Oh ya Mand, malam nanti jam 11 kita manggung di tebet cafe baru " ucap Yugo
" Ya lo atur aja " ucap Armand
" Tapi lo udah sehat kan " ucap Andi
" Aman Bro " ucap Armand
Musik mulai terdengar, Armand menarik nafas panjang. Menahan air mata yang tak akan mampu terpisah lagi dengan perempuannya. Dunia begitu tidak adil padanya saat ini, luka atas kepergian Ibunya yang belum mereda serta Ayah nya berada di dalam bui. Kini ia benar-benar terpukul.
Tak terasa gelap pun jatuh
Diujung malam menuju pagi yang dingin
Hanya ada sedikit bintang malam ini
Mungkin karena kau sedang cantik-cantiknya
Lalu mataku merasa malu
Semakin dalam ia malu kali ini
Kadang juga ia takut
Tatkala harus berpapasan ditengah pelariannya
- Payung Teduh -
Armand tak menyedari bahwa ia mengeluarkan air mata, berusaha menahannya hingg menyesakkan dada.
" Are u okey Mand? " ucap Manajer cafe
" Sorry sorry kebawa suasana lagu " ucap Armand berbisik
~ Dirumah Carline ~
" Assalamualaikum " ucap Bu Aisyah
" Waalaikumsalam " ucap Carline
" Mama dari mana aja, Carline nungguin dari tadi sepulang sekolah" ucapkan Carline
" Mama habis cek kantor sepertinya wedding organizer kita mulai sepi " ucap Bu Aisyah
" Carline mau menunjukkan sesuatu " ucap Carline
" Mau menunjukkan apa Nak Mama capek sekali hari ini " ucap bu Aisyah
" Mau menunjukkan perbuatan Papa yang kemarin, aku sudah menemukan buktinya dan Mama harus melihatnya " ucap Carline
" Kamu yakin papa selingkuh? " ucap bu Aisyah
" Ayo Mah " ucap Carline menarik tangan Bu Aisyah
~ Dirumah Cindy ~
" Itu bukan cara terbaik untuk membuat gue sembuh kan. Kenapa harus melakukan itu " gumam Cindy
" Gue bahagia kok dekat Armand, ingatan gue pulih juga karna Armand " gumamnya lagi
" Tok.. tok.. tok.. " suara ketukan pintu
" Siapa " ucap Cindy
" Mama " ucap Bu Ajeng
" Oh, Cindy sibuk Mah " ucap Cindy
" Sebentar saja Nak " ucap Bu Ajeng
" Mau apa lagi sih Mah " ucap Cindy
" Mama bawa oleh-oleh untukmu sayang " ucap Bu Ajeng
" Besok kan bisa Mah " ucap Cindy
" Gak kasihan sama Mama Nak. Mama kangen sayang, kita bicarakan baik-baik ya " ucap Bu Ajeng
Cindy membuka pintunya dengan wajah yang muram.
" Kenapa " ucap Cindy
" Boleh Mama masuk " ucap Bu Ajeng
Cindy hanya menaikkan alisnya dan senyum tipis
" Dengarkan Mama ya Nak. Mama melakukan itu hanya untuk kebaikanmu, Mama hampir kehilangan orang yang Mama sayang lagi. Mama tahu, kamu kecewa kamu marah, tapi kamu harus melihat kenapa Mama melakukan semua ini " ucap Bu Ajeng
" Tapi Cindy bahagia sama Armand Mah! Dia bantu Cindy buat ingat semuanya " ucap Cindy kesal
" Mama lebih suka kamu gak ingat apapun 2 tahun belakangan ini " ucap Bu Ajeng
" Kenapa Mama bicara seperti itu? " ucap Cindy
" Sudah berapa kali Mama bilang, Mama.. gak suka kamu dekat dengannya " ucap Bu Ajeng
" Mama egois! Cindy suka masalalu Cindy " ucap Cindy membentak
" Cindy! Plak.... " suara tamparan di pipi kanannya
" Mama! Kenapa tampar Cindy! " ucap Cindy mengeluarkan air mata
" Kamu keras kepala! sekali lagi Mama tekankan, kamu gak boleh bertemu lagi dengan Armand " ucap Bu Ajeng
" Mama keluar dari kamar Cindy sekarang! " ucap Cindy menunjukkan pintu keluar
Tanpa berbicara apapun Bu Ajeng meninggalkan Cindy di dalam kamarnya. Cindy menangis hingga terisak. Cindy berfikir untuk meninggalkan rumah dan mencari Armand. Semenjak awal bertemu ia sama sekali tidak tahu nomor telepon Armand begitupun sebaliknya.
Ia membereskan baju seadanya, sedikit bekal ongkos untuk nya pergi. Membuka jendela dan keluar lewat gerbang yang belum terkunci. Cindy menaiki angkutan menuju cafe binara yang tidak jauh dari sekolah
~ Dirumah Carline ~
__ADS_1
Carline membuka laptop nya dan menunjukkan copy rekaman itu.
" Ya allah, Mas Hendro " ucap Bu Aisyah syok
" Menangislah Mah, luapkan rasa sakit itu " ucap Carline memeluk Bu Aisyah
" Mama harus apa sekarang " ucap Bu Aisyah menangis
" Carline gak tahu udah berapa kali Papa selingkuh Mah. Yang harus Mama lakuin sekarang adalah menegurnya " ucap Carline mengusap punggungnya
" Ya allah, apa salahku. Suamiku selingkuh dengan perempuan sepantaran anakku " ucap Bu Aisyah
" Perempuan itu teman 1 sekolahku " ucap Carline
" Semua ini karena kamu! Dulu kamu di hamili oleh laki-laki yang tidak bertanggung jawab sekarang Mama harus menanggung akibatnya! " ucap Bu Aisyah melepas pelukannya
" Mamah! kenapa Carline yang salah?. Ini semua tidak ada hubungannya dengan masa lalu Carline " ucap Carline berdiri dari tempat tidurnya
Bu Aisyah meninggakan kamar Carline dan menuju kamarnya untuk berbicara dengan Mas Hendro.
~ Di cafe ~
Sesampainya Cindy ke cafe, ia tidak bertemu dengan Armand. Selesai menyanyi Armand lekas pergi dan menuju cafe yang berada di tebet.
" Life music kok udah gak ada ya " gumam Cindy
" Pak, Life music Armand sudah selesai ya? " ucap Cindy ke Satpam
" Wah telat Neng, baru saja bubar. Bandnya juga langsung pergi tuh " ucap Pak Satpam
" Kemana ya Pak " ucap Cindy
" Waduh saya juga kurang tahu Neng " ucap Pak Satpam
" Yaudah makasih ya Pak " ucap Cindy
" Ya.. sama-sama Neng " ucap Pak Cindy
Cindy menarik ransel yang ada di punggung nya. Ia tidak tahu harus pergi kemana.
" Yah hujan.. " ucap Cindy berlari
" Gue harus hubungi siapa dong. Masa iya gue kerumah Tia " gumam Cindy dibawah hujan
" Mama khawatir gak ya gue kabur " gumamnya lagi
Hujan semakin deras. Armand dan teman bandnya meneduh di sebuah halte tidak jauh dari cafe binara. Ia melihat perempuan berjalan sendirian dibawah hujan, Armand menghampiri nya.
" Mand lo mau kemana " teriak Yugo
" Hei... Kok malah hujan-hujanan " ucap Armand
Cindy memalingkan wajahnya
" Cindy! Ya ampun. Kamu ngapain hujan-hujanan " ucap Armand terkejut
" Armand... Aku kabur dari rumah " ucap Cindy memeluk Armand
Armand menarik tangan Cindy dan mengajaknya untuk meneduh di halte.
" Kita ke halte ya " ucap Armand menarik tangan Cindy
" Loh Cindy " ucap Andi
" Pakai jaketku ya " ucap Armand memakaikan jaketnya
" Aku .. Gak boleh bertemu lagi sama kamu Armand " ucap Cindy menundukkan kepala
" Gak perlu kayak gini dong " ucap Armand
" Aku antar pulang ya " ucap Armand lagi
" Aku gak mau pulang " ucap Cindy
" Sayang, nanti Ibumu semakin marah sama aku " ucap Armand
" Mand lu antar dia pulang aja. masih sempatlah buat lo datang ke tebet " ucap Andi
" Ya Mand. Dari pada Cindy sakit " ucap Yugo
" Gak! gue gak mau pulang " ucap Cindy
" Kalau kamu gak pulang... mau tidur dimana " ucap Armand
" A...aku " ucap Cindy bingung
" Bingungkan " ucap Armand
" Udah yuk! Aku antar kamu pulang. Kamu harus bisa menyelesaikan semua dengan baik-baik, aku juga akan begitu dengan Papaku " ucap Armand merayu
" Tapi Mand " ucap Cindy menaikkan alisnya
" Sayang, kamu mau kan Ibumu gak melarang untuk kita bersama lagi " ucap Armand
" Iya " ucap Cindy singkat
" Tapi aku gak mau pulang " ucap Cindy
" Jangan siksa aku lagi dong Cindy. Cukup 1 thn aku ngerasain patah hati, sekarang aku gak mau lagi " ucap Armand
" Tapi kamu benar ya mau memperbaiki hubungan dengan Papamu " ucap Cindy
" Iya aku janji " ucap Armand
" Yauda antar aku pulang " ucap Cindy
" Bro, gue jalan dulu ya antar Cindy balik " ucap Armand
" Nih lo pakai jaket gue " ucap Andi
" Thanks Bro " ucap Armand
~ Dirumah Carline ~
" Mas.. Mas... " ucap Aisyah dari balik pintu kamar
" Ada apa sih! kamu bisa kan masuk aja gak perlu teriak-teriak begitu " ucap Mas Hendro
" Kenapa kamu selingkuh Mas " ucap Aisyah memukuli tubuh Hendro
" Bicara apa kamu " ucap Hendro mendorong tubuh Aisyah
" Kamu selingkuh kan dengan perempuan yang sepantaran dengan anak kita! kenapa kamu melakukan itu Mas.... Apa kurangnya aku " ucap Aisyah menangis
" Apa buktinya kalau Mas selingkuh. Kamu percaya saja dengan anak ingusan itu " ucap Hendro
__ADS_1
" Carline punya rekaman cctv di hotel itu Mas " ucap Aisyah
" Ya allah Mas!!! Kenapa kamu lakukan ini " ucap Aisyah
" Carline! " ucap Hendro berkali-kali memanggil anak nya
" Akan ku hajar anak itu " ucap Hendro
" Jangan Mas " ucap Aisyah menarik tangan nya
" Lepas! " ucap Hendro melepaskan genggaman Aisyah
" Keluar kamu! " ucap Pak Hendro didepan pintu kamar Carline
" Kenapa sih Pah " ucap Carline
" Plak... plak.... plak.... " tamparan pipi kanan Carline berkali-kali
" Anak kurang ajar, masih syukur saya mau menerima kamu! " ucap Pak Hendro
" Maksud Papa apa bicara seperti itu " ucap Carline menahan tangisnya
" Kamu ini cuma anak haram yang dititipkan oleh saudara tiri Ibumu " ucap Pak Hendro kesal
Carline terduduk lemas mendengar apa yang Papanya ucapkan.
" Papa! kita sudah sepakat tidak memberi tahu masalah ini " teriak Aisyah menuruni anak tangga
" Apa itu benar Mah? " ucap Carline lemas
" Maafkan Mama sayang " ucap Bu Aisyah
" Bela terus anak haram itu " ucap Pak Hendro
" Papa juga salah kenapa harus selingkuh! " ucap Carline membentaknya
" Carline! jaga ucapanmu! " ucap Bu Aisyah
Carline membanting pintu kamarnya. Ia meraih sebuah gunting yang berada di meja belajarnya. Sedangkan Bu Aisyah masih terus mempertanyakan mengapa suaminya itu selingkuh.
" Mas belum jelaskan kenapa Mas Hendro harus selingkuh " ucap Aisyah
" Mas hanya bersenang-senang " ucap Hendro singkat
" Apa aku kurang membuatmu senang Mas? " ucap Aisyah menunjuk dirinya
" Kamu sudau tua! aku sudah tidak lagi bergairah denganmu " ucap Hendro membentak nya
Deg! seketika jantung nya berhenti berdetak kencang, Aisyah melemas.
" Tega sekali kamu bicara seperti itu Mas " ucap Aisyah
" Kamu yang memintaku untuk menjelaskan nya kan? " ucap Hendro menunjuk Aisyah
" Kamu tinggalkan perempuan bayaran itu Mas " ucap Aisyah meminta
" Aku tidak akan meninggalkan nya " ucap Hendro meninggalkan Aisyah
" Mas! ini sudah malam kamu mau pergi kemana " teriak Aisyah
Hendro pergi ke hotel untuk chekin disana. Ia tidak ingin bertengkar panjang dengan istri tuanya.
~ Diperjalanan Armand dan Cindy ~
" Maaf ya hujan-hujanan " ucap Armand
" Gak apa-apa, tadi aku ke cafe untuk menemuimu " ucap Cindy
" Untuk apa " ucap Armand
" Menceritakan masalah ini " ucap Cindy
Armand hany terdiam memikirkan apa yang akan terjadi setelah ini.
" Kok kamu diam saja " ucap Cindy
" Pegangan yang erat ya! " ucap Armand
" Iya " ucap Cindy singkat
Sesampainya dirumah Cindy, pintu gerbang sudah di kunci. Se isi rumah tidak ada yang menyadari ia pergi. Armand memaksa Cindy untuk tetap masuk kedalam, meski ia tau masalah akan datang lagi
" Yah.. udah di kunci Mand " ucap Cindy
" Kamu harus masuk dan pulang " ucap Armand
" Iya iya.. " ucap Cindy
" Bi..... Bi..... " Teriak Cindy
" Kamu bawa handphone gak ? " ucap Armand
" Bawa " ucap Cindy
" Kamu hubungi telepon rumah " ucap Armand
Cindy mengeluarkan handphone nya yang berada di tas
" Hallo Bi, bukain gerbang dong Cindy terkunci " ucap Cindy
" Ini Mama. Kok kamu bisa terkunci " ucap Bu Ajeng
" Hah.. Mama " ucap Cindy memalingkan wajahnya ke Armand
" Mah tolong bukain gerbang " ucap Cindy
Bu Ajeng menutup teleponnya dan keluar membawa kunci gerbang.
" Ya ampun Cindy! sejak kapan kamu diluar " ucap Bu Ajeng
" Kamu lagi! Saya sudah bilangkan jangan dekati Cindy lagi " ucap Bu Ajeng lagi
" Mah! ini bukan salah Armand! Cindy kabur lewat jendela tadi. Justru Armand yang antar Cindy pulang " ucap Cindy
" Ya sudah masuk. Nanti kamu sakit " ucap Bu Ajeng
" Dan kamu Armand! Tante kecewa! jangan dekati Cindy lagi! paham kan " ucap Bu Ajeng
Cindy yang sudah masuk terlebih dahulu tidak mendengar ucapan Ibunya yang terakhir.
Kini Armand harus merasakan patah lagi. Mungkin tak ada harapan untuk tetap terus bersama Cindy.
Ia mengendarai motornya pelan, menangis seperti layaknya perempuan yang sedang patah hati.
Setelah sampai di cafe tebetpun ia menyanyikan lagu yang sama seperti di cafe binara.
__ADS_1
" Tak ada lagi tempatku bercerita, Ibu sudah pergi dan tak akan kembali " Benak Armand dalam hati