Secret Trip And You

Secret Trip And You
Eps 28 #Terbongkarnya rahasia terbesar


__ADS_3

Di rumah yang super megah Bu Monik alias Ibunda Lolita memasuki kamar anak semata wayangnya. Memeriksa apakah ia sudah sampai rumah atau belum, baru saja masuk kedalam kamar ia sudah di suguhi dengan semua barang berantakan tak ada 1-pun barang yang tersusun dengan rapi. Namun ada 1 buku yang membuat ia penasaran untuk melihatnya, meraih buku itu dan membacanya. Ya buku warna purple adalah diary milik Lolita.


Lolita menceritakan semua kejadian buruk yang menimpah atas perbuatan Alm Papa sambungnya. Dari anak yang bersifat manis didepan sang Ibu berubah menjadi anak yang angkuh dan pendendam didepan banyak orang. Seperti di awal cerita Lolita mempunyai kepribadian ganda akibat trauma ini.


Yang membuat Bu Monik terkejut adalah pengakuan sang putri bahwa dia lah yang membunuh Papa sambungnya. Melalui puding yang diberi racun.


Lolita tidak berani menceritakan semua kepada siapapun karena itu akan membuat mentalnya semakin jatuh. Yang akan menanggung malu bahkan bisa saja jadi bahan ejek teman sebaya.


Hampir 4 tahun Lolita diam, hanya buku berwarna purple yang menjadi teman ceritanya. Sedangkan Bu Monik menikah dengan Papa sambungnya sudah hampir 6 tahun lamanya


Ia menjadi korban kekerasan seksual sejak duduk dibangku SMP. Bu Monik merasa sangat bersalah dan gagal menjadi orang tua, kenapa ia tidak mengetahui sejak awal.


Begitu rapi tindakan itu dilakukan, sampai-sampai dirumahnya sendiripun tidak diketahuinya. Ia berusaha menghubungi Lolita namun tak dapat di hubungi.


Bu Monik menghubungi Ayu dan Carline apakah Lolita berada bersama mereka. Hampir putus asa karena Bu Monik sama sekali tidak tahu kehidupannya diluar sana.


" Orang Tua macam apa aku ini. Anakku satu-satunya mengalami trauma yang sangat berat tapi aku tidak mengetahuinya. Yallah dosa apa yang sudah aku perbuat dulu sampai anakku menjadi korban kekerasan seksual sejak kecil. Dimana kamu Nak Momi ingin mendengar ceritamu yang sudah kamu pendam sendirian " Gumam Bu Monik


" Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif. Cobalah beberapa saat lagi " suara operator berkali-kali


" Kenapa tidak aktif nomornya, kamu kemana Nak " ucapnya mencari nomor Ayu


" Hallo, Ayu ini Tante Monik " ucap Bu Monik


" Hallo tan, ada apa telepon Ayu " ucap Ayu


" Apa kamu sama Lolita sekarang? " ucap Bu Monik


" Nggak tan, mungkin Lita sama Carline " ucap Ayu


" Makasih ya Nak Ayu " ucap Bu Monik


" Iya tante sama-sama. Memangnya Lita pergi dari .. " ucap Ayu terputus


" Hallo, Carline ini Tante Monik " ucap Bu Monik


" Iya tante kenapa? " ucap Carline


" Apa kamu sama Lolita sekarang? " ucap Bu Monik


" Nggak tan, mungkin sama Ayu " ucap Carline


" Tadi Tante sudah hubungi Ayu dan tidak ada disana juga " ucap Bu Monik


" Carline bantu tanya teman yang lain ya Tan " ucap Carline


" Yaa.. Line tante berterima kasih, tolong segera hubungi Tante kalau ada kabar ya Nak " ucap Bu Monik


" Iya tante " ucap Carline menutup teleponnya


~ Dirumah Putra ~


" Hallo Tra, lo tau Lolita dimana gak " ucap Carline


" Lolita? apasih gue lagi main PS nih " ucap Putra berteriak


" Pause dulu PS nya. Jangan di loud speaker juga nanti suara gue ngambang " ucap Carline serius


" Tai kali ngambang " ucap Putra berteriak


" Putra! gue serius " ucap Carline


" Iya iya.. apaan emang " ucap Putra


" Lo tau Lolita dimana gak " ucap Carline


" Gue gak tahu Line, kenapa tanya gue lo kan temannya " ucap Putra


" Masalahnya gue gak tahu Lolita dimana " ucap Carline


" Terus lo ngapain nyariin, kan tinggal kerumahnya aja kan " ucap Putra


" Nyokapnya minta gue cari Lolita. Dia gak ada dirumah, gak tahu kenapa " ucap Carline


" Yaudahlah bukan urusan gue. Gue mau lanjut main PS " ucap Putra menutup telepon


" Yeh.. Si anak kampret, belum selesai bicara malah di matikan " gumam Carline


" Duh telepon siapa lagi ya " ucap Carline


" Jonathan kali ya " ucap Carline lagi


" Hallo Jo " ucap Carline


" Iya Line tumben telepon " ucap Jonathan


" Gue mau tanya " ucap Carline


" Gue gak sibuk kok " ucap Jonathan


" Gue gak tanya itu Jo " ucap Carline


" Terus tanya apa " ucap Jonathan

__ADS_1


" Lo tau Lolita dimana gak " ucap Carline


" Nggak Line " ucap Jonathan


" Oh yaudah kalau nggak tahu, makasih ya " ucap Carline


" Eeee.. Line " ucap Jonathan


" Kenapa Jo " ucap Carline


" Nonton Yuk " ucap Jonathan


" Hah sumpah speechless " ucapnya pelan


" Line, mau gak " ucap Jonathan


" Hemm, gimana ya " ucap Carline jual mahal


" Nggak bisa ya? yaudah deh gak apa-apa " ucap Jonathan


" Yah gak dipaksa sih " gumam Carline


" Oh my god gue senang banget. Coolin down Carline jangan terlihat mengharap " gumam Carline lagi


" Hei.. Kok diam sih " ucap Jonathan


" Gue lagi mikir keras tadi " ucap Carline


" Jangan dong, nanti kepala lo pecah kalau keras-keras " ucap Jonathan


" Haha " ucap Carline hanya tertawa


" Jadi mau nggak ? " ucap Jonathan


" Mau deh, nonton dimana? " ucap Carline


" Di taman anggrek jam 5 nanti gue jemput ya " ucap Jonathan


" Serius lo " ucap Carline


" Iya serius lah Line " ucap Jonathan


" Awas php " ucap Carline


" Nggak Carline, jam 5 ya " ucap Jonathan


" Oke see you " ucap Carline menutup teleponnya


" Ah Jo.. Sumpah ini sih Ayu harus tau, eh tapi gak perlu deh. Dia juga kayanya gak perduli " gumam Carline


" Udahlah nanti juga pulang sendiri " Gumam Carline


Lolita pergi kesebuah mall untuk menenangkan diri. Yang sudah sangat kecewa dengan Ibunya, disana ia bertemu dengan justin yang baru saja ingin masuk ke tempat meluapkan amarah.


Mall itu menyediakan ruangan penuh dengan barang elektronik bekas serta barang yang mudah pecah dan di hancurkan dengan tongkat. Berpakaian seperti astronot untuk memasuki ruangan tersebut.


Justin membuka pintu itu untuk segera memasuki


" Klek... " suara pintu


Lolita yang sedang mengantri di loket untuk membeli tiket memanggil Justin


" Justin! " teriak Lolita


" Woi Lita mau masuk juga? " ucap Justin


" Iya, bareng dong boleh gak sih " ucap Lolita


" Lo tanya aja sama petugas nya " ucap Justin


" Mas, boleh berdua gak sih " ucap Lolita ke Petugas


" Boleh Mbak, sudah beli tiket? " ucap Petugas


" Ini lagi ngantri Mas " ucap Lolita


" Oh kirain sudah, nanti kalau mau sama temannya langsung masuk aja " ucap Petugas


" Oke Mas " ucap Lolita


" Tin, gue bareng ya nih udah ada tiketnya " ucap Lolita


" Lo kenapa ketempat ini " ucap Justin


" Gue lagi kesal aja sama Nyokap. Lo kenapa " ucap Lolita


" Gue benci Armand dan pasangannya " ucap Justin


" Cindy? " ucap Lolita


" Iyalah " ucap Justin


" Yaudah ayo masuk kita hancurin semua barang didalam biar amarah kita meluap " ucap Lolita

__ADS_1


Memasuki ruangan tersebut dan menghancurkan semua barang yang ada didalam tanpa berhenti


" Aaaaaaa " teriak Lolita menghancurkan vas bunga keramik


" Pyarrrr ...... " suara vas bunga pecah berkali-kali


" Bukkkk..... " suara televisi di hancurkan


" Pyarrrr...... " suara gelas di hancurkan Justin


" Bukkk..... " suara kulkas di hancurkan berkali-kali


2 Jam di ruangan itu membuat mereka merasa lega hingga sama-sama saling duduk membelakangi tidak sadar ia menceritakan masalahnya masing-masing


" Lo tau gak Tin, gue yang bunuh Bokap tiri gue " ucap Lolita


" Gue juga yang udah menyebabkan Nyokapnya Armand meninggal Lit " ucap Justin


" Gue udah pernah dipake sama Bokap tiri hampir 4 tahun " ucap Lolita


" Gue udah perintah Ayu buat masukin uang dana olimpiade ke tasnya Cindy " ucap Lolita lagi


" Gue yang udah buat Armand koma, tapi dia masih hidup " ucap Justin


" Gue udah pernah buat Yola dan Carline hamil " ucap Justin


" Lo brengsek juga ya " ucap Lolita


" Lo juga brengsek " ucap Justin


" Hahaha " tertawa bersama


" Tin ayo kita pulang " ucap Lolita


Sesampainya Jonatahan dan Carline di mall taman anggrek langsung menuju bioskop, Carline melihat Lolita keluar dari salah satu ruangan dan disusul Justin. Carline terkejut. Jonathan yang ifil dengan Carline karena Lolita berbicara bahwa carline pernah hamil dengan Justin. Akhirnya Jonathan pulang tidak bersama Carline


" Litaaaa! " teriak Carline


" Loh Kok sama Justin " ucap Carline


" Lolita lo kemana aja, Nyokap nyariin tuh " ucap Carline


" Bukan urusan lo " ucap Lolita


" Lo habis ngapain Lolita Tin " ucap Carline


" Gue gak ngapa-ngapain, cuma main aja " ucap Justin


" Gak usah bohong deh lo " ucap Carline menunjuknya


" Apaan sih lo " ucap Lolita


" Lita! dia ini cowok brengsek lo jangan dekat dia " ucap Carline


" Gausah ikut campur deh lo, mending lo urusin tuh masa depan lo yang udah pernah hamil sama Justin " ucap Lolita mengerutkan kening


" Gila lo Lit " ucap Carline


" Lo udah pernah hamil Line? " ucap Jonathan terkejut


" Nggak, nggak kaya gitu " ucap Carline


" Udah tuh sama Justin, Yakan Tin " ucap Lolita


" Hahaha " Justin hanya tertawa


" Jo.. lo jangan percaya, dia bohong " ucap Carline


" Gak nyangka gue sama lo " ucap Jonathan berlalu meninggalkan


" Eh mau kemana lo. Gak mau sama bekas gue lo " teriak Justin


" Brengsek lo berdua " ucap Carline berlalu meninggalkan


" Balik ah gue, bye Tin thanks you ya " ucap Lolita berlalu meninggalkan


Carline berlari arah toilet dan menangis sendirian, menyesali masa lalu yang terus menghantuinya.


" Brengsek! " teriak Carline di toilet


Hampir setengah jam ia menangis di toilet akhirnya memutuskan untuk pulang dan menghungi Bu Monik bahwa Lolita berada di mall dan mungkin akan segera pulang


" Hallo tante, Lolita ada di mall taman anggrek tadi carline ketemu, mungkin sebentar lagi Lita pulang " ucap Carline


" Terimakasih ya Nak udah kasih kabar ke tante " ucap Bu Monik


" Iya tante sama-sama " ucap Carline


" Suara kamu seperti habis menangis " ucap Bu Monik


" Nggak tante, cuma lagi flu aja " ucap Carline


" Yaudah ya tante mau kasih kabar itu aja " ucap Carline lagi

__ADS_1


" Terimakasih sekali lagi " ucap Bu Monik


Carline pulang sendirian menaiki taxi online dan terus menangis di jendela mobil. Sampai akhirnya berhenti tepat didepan rumahnya.


__ADS_2