
~ Dirumah Lolita ~
" Yaampun Nak kamu dari saja. Momi khawatir " ucap Bu Monik
" Kenapa? masih perduli " ucap Lolita
" Momi khawatir " ucap Bu Monik
" Halah Momi mana tahu Lita kenapa " ucap Lolita
" Momi sudah baca buku mu " ucap Bu Monik
" Terus? " ucap Lolita ketus
" Udahlah Mom Lita mau masuk kamar " ucap Lolita berlalu
" Lita! " teriak Bu Monik
" Yallah Nak, mau sampai kapan marah sama Momi " ucap Bu Monik
" Derrrrr " Suara banting pintu
" Percuma juga kan dia udah lihat buku gue, toh bajiangan itu udah mati gue bunuh " gumam Lolita
" Lagi pula bajingan itu gue bunuh untuk melindungi diri gue dan Nyokap emang salah ya " gumam Lolita lagi
" Brengsek juga kalau sampai Momi bela bajingan itu " ucap Lolita dan membereskan kamarnya
" Tok tok tok.. " suara ketukan pintu
" Lita, Momi mau bicara sama kamu " ucap Bu Monik dari balik pintu
" Lita gak mau Moms " ucap Lolita
" Kenapa kamu sembunyikan semua dari Momi Nak " ucap Bu Monik
" Emang Momi perduli sama Lita. Nggak kan " ucap Lolita
" Kamu anak Momi satu-satunya, pasti perduli lah Nak " ucap Bu Monik
" Kalau perduli kemana Momi disaat Lita diposisi yang sangat hancur " ucap Lolita ketus dibalik pintu
" Udahlah bajingan itu sudah mati Moms " ucap Lolita
" Meskipun Popi sambungmu sudah kamu bunuh tetapi luka itu masih ada kan Nak, cerita sama Momi " ucap Bu Monik
" Pergi! " teriak Lolita dari balik pintu
" Yaudah Momi akan berikan kamu waktu untuk menenangkan diri " ucap Bu Monik
~ Dirumah Justin ~
" Lo dari mana aja " ucap Kiki
" Ngapain cari gue " ucap Justin
" Nyokap cari lo " ucap Kiki
" Oh terus gue harus apa " ucap Justin
" Lo harus nya bersyukur Nyokap sayang banget sama lo. Tapi lonya kaya anjing gini " ucap Kiki ketus
" Lo iri hah? " ucap Justin
" Ada apa sih ini ribut terus " ucap Bu Berlin rintih
" Mama ngapain keluar, udah dikamar aja " ucap Kiki
" Anak-anak mama kenapa ribut terus " ucap Bu Berlin
" Anak kesayangan Mama ini gak tahu diri " ucap Kiki
" Lo ngapain sih ngurusin hidup gue terus " ucap Justin membentak
" Justin! " ucap Bu Berlin
" Aaaggh... " jantung Bu Berlin merasa sakit
" Mah udah ayo ke kamar " ucap Kiki memapah Bu Berlin
" Sampah lo! " ucap Justin berteriak
Kiki hanya mengepalkan tangannya yang menahan amarah sedari awal bertemu
__ADS_1
" Mama istirahat ya, jangan dengar apa-apa diluar, Kiki harus kasih pelajaran buat anak itu " ucap Kiki
" Kamu ngapain " ucap Bu Berlin menarik tangan Kiki
" Nggak ngapain-ngapain " ucap Kiki berbohong
" Jangan berkelahi Nak " ucap Bu Berlin
" Iya " ucap Kiki berlalu meninggalkan
Kiki menarik bahu Justin hingga ia terjatuh, berkelahi saling memukuli.
" Anjing kaya lo emang harus di hajar dulu " ucap Kiki memukul perut Justin
" Bukk bukk bukk.... " suara pukulan berkali-kali
" Bangsat! " teriak Justin
" Bukk bukk buk..... " suara pukulan pipi kiri Kiki
" Lo mau gue buat kaya Armand hah " ucap Justin masih memukuli pipi Kiki
" Nyokap tuh sayang banget sama lo, lo nya malah kaya anjing gini " ucap Kiki memukuli balik
" Bukk bukk bukk .. " suara pukulan pipi kanan Justin
" Bangsatttt bangsat!!!!! Nyusahin keluarga lo tai " ucap Kiki sangat kesal
" Gue harap lo bisa menanggung semua perbuatan lo " ucap Kiki masih memukuli Justin hingga pingsan
" Tai lo " ucap Justin dan akhirnya pingsan
Kiki beranjak dan meninggalkan Justin tergeletak begitu saja, membiarkan anak itu bangun dengan sendirinya tanpa bantuan dari siapapun.
~ Dirumah Yola ~
" Hallo, Yola. Om mau booking kamu nanti malam di hotel seperti biasa " ucap sugar Dedy
" Yola lagi kurang enak badan om " ucap Yola memelas
" Jangan buat Om kecewa dong baby " ucap sugar Dedy
" Yola sakit Om gak bohong " ucap Yola
" Iyah " ucap Yola singkat dan mematikan telepon nya
" Brengsek! Kenapa sih hidup gue kaya gini. Capek!! " gumam Yola
" Semua berantakan karena Justin, kenapa gue harus kenal dia. Benci banget sama hidup gue yang sekarang " gumam Yola memberantaki isi kamarnya
" Aaaaaa.... " berteriak dan menangis dengan sangat kencang
" Tok tok tok ... " suara pintu terketuk
" Yol, lo kenapa " ucap Arumi kakanya
" Gue gak apa-apa " teriak nya di balik pintu
" Buka pintunya " ucap Arumi
" Klek... klekk " suara gagang pintu
" Gue gak apa-apa " ucap Yola berteriak
" Oke kalau lo gak apa-apa. Gue mau pergi dulu sama Bokap " ucap Arumi
Yola tidak menjawab sepatah katapun, setelah setengah jam Arumi dan Papanya pergi ia keluar rumah dengan hati yang sangat kacau. Yola mencoba bunuh diri namun diselamatkan Putra yang sedang melakukan joging.
Mengendarai mobil dengan sekencang mungkin dan berhenti di jembatan. Yola menangis dan berdiri meluruskan tangannya bersiap untuk bunuh diri.
" Eh eh .. Lo mau ngapain " teriak Putra
" Yola! Gila lo jangan bunuh diri wah kacau " ucap Putra menarik tangannya
" Lepasin gue! Gue capek banget sama hidup gue yang sekarang " ucap Yola
" Turun Yola lo gak malu di lihatin banyak orang " ucap Putra
" Lo pergi aja deh gak perlu ikut campur masalah gue " ucap Yola
" Gue gak ikut campur, tapi mau menolong " ucap Putra
" Turun " ucap Putra meraih pinggulnya dan berhasul menolong
__ADS_1
Yola menangis sejadi-jadinya, di iringi dengan air hujan. Dipelukan Putra ia meluapkan semua kesedihannya
" Udah yaaa.. Jangan gila Yola, lo boleh nangis tapi jangan ngelakuin hal bodoh kaya tadi " ucap Putra memeluk Yola
" Gue.. " ucap Yola
" Gak apa-apa nangis aja. Hujan juga kan gak ketahuan jadinya " ucap Putra memotong bicaranya
Carline melihat Putra memeluk Yola di tengah hujan, ia turun dari taxi yang membawa nya pergi dari mall taman anggrek
" Putra! ngapain lo " ucap Carline
" Eh Line kok lo disini " ucap Putra
" Hujan loh, Ayo masuk mobil " ucap Carline
" Gue bawa mobil kok " ucap Yola
" Bawa Yola masuk kedalam mobilnya Tra " ucap Carline
" Pak, saya turun sini aja. nih ongkosnya " ucap Carline
Putra membawa Yola masuk kedalam mobilnya, disusul Carline. Yang bingung melihat mereka berdua berada di tengah hujan seperti tadi
" Lo kenapa Yol " ucap Carline
" Gue gak apa-apa " ucap Yola
" Gak apa-apa gimana, tadi lo mau bunuh diri " ucap Putra
" Hah? Kok mau bunuh diri " ucap Carline terkejut
" Gak tahu juga gue " ucap Putra
" Lah kok lo bisa ketemu Yola " ucap Carline
" Lagi joging tadi " ucap Putra
" Joging sih malam-malam aneh lo " ucap Carline
" Ya terserah guelah. Kalau gue gak joging mungkin Yola udah mati hanyut kebawa air " ucap Putra
" Sembarangan kalau ngomong " ucap Carline
" Yol, lo ada handuk gak. Masuk angin nanti " ucap Carline
" Gak usah biarin aja " ucap Yola
" Tra lo antar dia balik deh " ucap Carline
" Lah lo gimana " ucap Putra
" Gue bisa nunggu taxi " ucap Carline
" Gak usah bareng gue aja " ucap Yola
" Yaudah Tra cepat jalan " ucap Carline
" Iya iya " ucap Putra menyalakan mobil nya
" Yol, lo bisa kok cerita sama gue " ucap Carline duduk disamping Yola
" Gak semua masalah harus di ceritakan " ucap Yola
" Iya tahu, tapikan biar lo lega aja " ucap Carline
Yola hanya diam tak menjawab hingga sampai di rumah carline. Ia melihat mobil Papanya keluar dari rumah dan membuat ia penasaran, keluar dari mobil Yola dan menunggu taxi untuk mengikuti Papanya.
" Tra gue turun sini aja " ucap Carline
" Tanggung amat " ucap Putra
" Gak apa-apa " ucap Carline membuka pintu
" Habis ini kerumah lo aja Tra, gue bisa sendiri buat pulang " ucap Yola
" Lo gak mau gue antar aja " ucap Putra
" Gak usah " ucap Yola
Setibanya dirumah Putra, Yola mengendari mobil nya menuju hotel yang sering ia kunjungi.
sedangkan Carline masih mengikuti Papanya hingga berhenti di suatu tempat.
__ADS_1