
~ Dirumah Cindy ~
" Hallo mah, Assalamualaikum. Maaf Cindy baru sampai rumah " ucap Cindy
" Waalaikumsalam, Yallah nak kamu dari mana aja. Buat mama khawatir " ucap ibu Cindy
" Iyaa maaf ya mah, tadi Cindy telat datang kesekolah akhirnya Cindy gak boleh masuk " ucap Cindy
" Tia bilang tadi kamu ke blok-m ya? " ucap Ibu Cindy
" Jadi tadi sewaktu Cindy telat masuk sekolah ada teman Cindy juga yang telat. Akhirnya Cindy diajak pergi sama dia mah " ucap Cindy
" Lain kali kabarin dong nak, memangnya temanmu siapa? ucap ibu Cindy
" Armand mah, dia anak sastra " ucap Cindy
" Armand? maksudmu Armand yang mana? " tanya ibu Cindy bernada terkejut
" Mama pernah ketemu belum sama temanmu yang baru " tanya ibu Cindy
" Belum mah, Cindy juga kenalnya waktu digunung Prau " ucap Cindy
" Kamu naik gunung sama Armand lagi? ucap ibu Cindy semakin terkejut
" Lagi? Cindy baru sekali mah naik gunung. Mama aneh, kapan mama pulang " tanya Cindy
" Yallah nak, jangan berteman dengan Armand ya. Sepertinya pengaruh buruk untuk kamu. Mama pulang lebih dari 1 bulan sayang " ucap ibu Cindy
" Pengaruh buruk bagaimana? mama aja belum ketemu sama Armand " ucap Cindy
" Sudah ya nak mama lagi banyak kerjaan nih " ucap ibu Cindy
" Yaudah, take care ya mah iloveyou " ucap Cindy
" love you more " ucap ibu Cindy
Cindy menutup telepon lalu bergegas keruang tamu untuk bertemu Tia dan mencerita hal apa saja yang terjadi di hari ini.
~ Pukul 21.00 WIB ~
" Tia ini udah malem, lo mau nginap atau pulang? " tanya Cindy
" Gue nginap aja boleh kan, sekalian dengar cerita lo. Nanti gampang deh gue telepon nyokap " ucap Tia
" Boleh dong, yaudah ke kamar gue yuk. Mau ganti baju, dingin banget " ucap Cindy
" Bi.... Cindy mau kekamar, pintu jangan lupa di kunci " teriak Cindy
" Ya non, nanti bibi kunci " ucap Bi jainab
~ Dikamar Lolita ~
" Kenapa papa lakukan semua sama lolita? kenapa pah " tanya Lolita tersedu sedu
" Karena papa benci sama kamu, tapi punya kamu nikmat loh lita beda sekali dengan punya mamamu " ucap papa lita dipecuti dengan ikat pinggang
" Aww... cukup pah cukup! sakit! " ucap Lolita menangis
" Momiii... tolong " ucap Lita berteriak
" Stttt.. kamu mau papa pecuti lagi " ucap papa Lita membungkam mulutnya
" Lepasin pah, lepasin Lita " ucap lolita menangis
" papa belum selesai menikmati kamu sayang " ucap papa lita
" papa kenapa benci sama Lita " tanya Lita sambil menangis
" Karena mamamu memberikan semua hartanya untuk kamu! papa yang membesarkannya tapi papa tidak mendapatkan apapun! " ucap papa Lita tegas
" Papakan bisa bicara dengan mama gak perlu kaya gini sama Lita. Papa udah buat Lita gak perawan lagi pah, sudah berapa kali papa lakuin ini ke Lita apa papa ingat? tanya Lita
" Semua itu gak perlu, yang penting papa sudah mencicipimu " ucap papa mengelus bagian paha Lita
" Stop pah! lepasin sekarang, papa mau yang seperti apa? asal papa lepasin Lita " ucap Lolita
" Maksudmu kamu ingin menemani papa bersenang-senang lagi? " ucap papa Lita
" Ya pah, Lita akan buat papa bersenang-senang lagi. Tapi dengan tidak diikat begini, kita akan lakukan layaknya suami istri, papa mau kan " tanya Lolita menggoda
" Ahh... kamu menggoda papa " ucap papa Lita
" Tidak pah. Ayo lepaskan Lita, dan kita akan bersenang-senang besok malam! " ucap Lolita
__ADS_1
" Baik, papa akan lepaskan kamu. Dan papa akan kembali kekamar, bersenang-senang dengan mamamu " ucap papa Lita
" Dasar laki-laki brengsek " benak Lolita
" Bersenang-senanglah pah, sebelum papa tidak akan menikmatinya lagi " ucap Lolita lembut
" Papa Lolita melepaskan ikatannya dan ia mencium bibir anak tirinya "
" Kutunggu besok malam tubuh indahmu " ucap papa Lolita
" Lolita hanya tersenyum "
Bergegas memakai baju dan mengunci pintu, Lolita menangis dibalik pintu kamar, menampar-nampar pipinya hingga sangat merah. Lita sadar apa yang ia ucapkan tadi dengan papanya, berjanji akan membuat papanya senang besok malam. Ia sudah memikir kan matang-matang akan membunuh papa brengseknya itu. Yang tega menodai anaknya sendiri meski hanya anak sambung.
" Lihat aja nanti, lo cukup hancurin masa depan gue. Dan lo akan terima akibatnya " ucap Lolita sinis
~ Di Kamar Cindy ~
" Gue mau nanya deh sama lo Ti " ucap Cindy
" Tanya apa " ucap Tia
" Rena benaran suka sama Armand? ucap Cindy
" Ya gitu, Rena suka Armand semenjak dari Gunung Prau. Emang kenapa? lo juga suka Armand" ucap Tia
" Gue gak tahu sih, tapi gue nyaman kalo dekat Armand " ucap Cindy
" Wah bahaya dong " ucap Tia
" Hemm " ucap Cindy menaiki alisnya
" Jadi lo kemana hari ini Cin sama Armand " tanya Tia
" Gue keempat lokasi Ti, dan asyik semua terus kaya gak asing gitu buat gue " ucap Cindy
" 1 hari ke empat lokasi? gilee kemana ajaa, kepo gue nih " ucap Tia
" Ah .. gue gak mau cerita detail, mau gue jadikan rahasia aja buat gue. Nanti lo cerita sama Rena kan bahaya " ucap Cindy
" Lo bilang mau cerita, gimana sih! terus maksud lo gak asing gimana " tanya Tia
" Gue kaya udah pernah kesana juga dan sama seseorang tapi gue gak tahu siapa. Jadi tadi gue hampir tenggelam dilaut, Armand selamatkan gue. Sempet pingsan juga gue, dibawa keklinik makanya gue balik malam. Awalnya gue mau balik jam 4, ya karena hal itu gue jadi balik malam. Arah pulang Armand berkelahi sama Justin, gue gak tahu sih masalahnya apaan. Lo inget gak waktu gue ditinggal sama kalian terus ketemunya ditempat makan " ucap Cindy menceritakan
" Haaah... sumpah lo demi apa, tenggelam dilaut kan seram Cin, asli sih kayanya seru banget tuh kejadian. Iya inget kenapa emang? ucap Tia terkejut
Seketika, Cindy kembali merasakan sakit kepala yang begitu hebat. Tia panik dan berteriak memanggil bibi
" Aww... Duh! kepala gue Ti, sumpah pusing banget kepala gue " ucap Cindy lemas
" Cin.. Cin lo kenapa " ucap Tia
" Bi .. Tolong Cindy kepalanya sakit " teriak Tia
" Ya non " berlari menuju kamar Cindy
" Non Cindy, tunggu ya non bibi ambilkan obatnya dulu " ucap bibi
" Cepat bi cepat " ucap Tia
" Non minum non, kenapa bisa sampai pusing lagi kepalanya " ucap bi Jainab
" Cindy meminum obat yang diberikan bi Jainab"
" Ini obat apa bi " tanya Tia
" Obat nyeri yang diberikan oleh ibu Cindy non " ucap bi Jainab
" Coba lihat bi " ucap Tia
" Bibi memberikan obatnya "
" Ini obat kaya pernah lihat " benak Tia
" Yaudah non, saya mau pamit turun. Obatnya boleh saya bawa? " ucap bi Jainab
" Iya bi, makasih ya " ucap Tia mengulurkan obat nya
" Kalo gitu lo Istirahat deh Cin " ucap Tia
" Gue pulang aja ya, biar gak ganggu lo " ucap Tia lagi
" Lo pulang sama siapa, udah malam Tia. Sorry banget ya gue buat lo jadi gak nyaman " ucap Cindy
__ADS_1
" Gue bisa pesan taxi online, lo tenang aja gue gak ngerasa gitu kok. Oke gue pulang ya Cin " ucap Tia
~ Perjalanan pulang Tia ~
Tia melihat Armand mengendarai vespanya dengan pelan
" Obat yang Cindy minum seperti untuk nyeri kepala hilang ingatan " benak Tia
" Armand bukan sih itu " ucap Tia
" Armand... " Teriak Tia didalam taxi
" Pak pak.. Stop sebentar " ucap Tia
" Hei Armand, ko lo baru arah pulang " ucap Tia
" Yaa, gue habis dari rumah sakit " ucap Armand
" Siapa sakit? lo ya " ucap Tia
" Bukan gue " ucap Armand
" Cindy bilang lo habis berkelahi, mungkin aja elo kan " ucap Tia
" Enggak, bukan gue. lo baliknya malam amat Ti " ucap Armand
" Iya nih.. Tadinya gue mau nginap, Terus Cindy tiba-tiba sakit kepala " ucap Tia menjelaskan
" Hah? ko bisa. Lo bahas apa emang " ucap Armand
" Mbak, masih lama gak ngobrol nya " ucap supir taxi
" Tia , lo gue aja yang antar " ucap Armand
" Serius ? " ucap Tia
" Iyalah " ucap Armand
" Pak, maaf saya turun disini aja. Makasih ya pak " ucap Tia menuruni mobil taxi dan menaiki motor vespa milik Armand
" Eh mand ko lo bisa terkejut gitu sih gue cerita Cindy sakit kepala " ucap Tia
" Anyway, Rumah lo arah sini kan " ucap Armand
" Iya mand, lo belum jawab pertanyaan gue nih " ucap Tia
" Ya panik aja takut Cindy kenapa-kenapa " ucap Armand menutupi
" Gue gak percaya, soalnya tadi Cindy minum obat nyeri buat orang yang hilang ingatan gitu " ucap Tia penasaran
" Lo lihat sendiri gak " ucap Armand
" Gue yang kasih obatnya ke Cindy mand " ucap Tia berbohong
" Lo ada hubungannya Cindy hilang ingatan ya? " ucap Tia lagi
" Enggak, gue aja baru kenal " ucap Tia
" Gak usah tutupi dari gue mand, gue tau kok lo bohong " ucap Tia
" Hemm " ucap Armand
" Eh mand depan belok kanan " ucap Tia
" Gue termasuk orang yang berpengaruh juga sih buat Cindy. tapi cukup lo yang tahu ya, gue gak mau Cindy tahu " ucap Armand
" Kenapa mand? " ucap Tia
" Orang tuanya larang gue sama Cindy semenjak pernah kecelakaan di Gunung Cikuray " ucap
" Apa lo bilang tadi? di Gunung Cikuray " ucap Tia
" Iya, gue sama Cindy pecinta alam dulu " ucap Armand
" Loh! Cindy bilang dia gak pernah hiking mand " ucap Tia
" Kan dia hilang ingatan Tiaaa.. " ucap Armand
" Wahh, separah itu hilang ingatannya? " ucap Tia
" Mungkin " ucap Armand
" Oke mand, udah sampai rumah gue. Makasih mand udah anter gue " ucap Tia
__ADS_1
" Tolong keep rahasia ini " ucap Armand
Tia hanya tersenyum.