Secretary & Secret Baby

Secretary & Secret Baby
Kau milikku


__ADS_3

Alex memakai penthouse lain untuk tinggal bersama kekasihnya. Dan ke tempat ini lah ia pulang.


Sudah sedari dua puluh menit yang lalu, Alex tak henti-hentinya berenang di kolam panjang, dari ujung kanan lalu ke ujung kiri, terus saja berbolak-balik.


Malam begini Alex menggulung tubuhnya dengan air-air dingin. Sedang di tepi kolam, Angel hanya bisa menatap gerakan aneh Alex yang tiada kicauan, tiada banyolan, tiada tawa seperti biasanya.


Malam ini Alex bermuram durja. Angel sadar sudah tidak ada keharmonisan lagi di antara mereka. Namum, Angel juga sudah terlanjur menjatuhkan hatinya pada pemuda berparas tampan itu.


"Lex!" Setelah cukup bersabar, Angel berteriak menyerukan panggilan.


Tak lama Alex menepi, ia naik dengan dada polos, rambut basah, celana pendek hitam yang lalu dibalut dengan handuk putih.


Berjalan gontai Alex menuju kursi malas, kemudian duduk beriringan dengan Angel seraya mengelap sekujur tubuhnya dengan handuk lainnya.


"What's wrong with you, hmm?" Ada apa dengan mu? Angel meredup tatapan, jujur Angel sangat penasaran.


"Tidak ada." Geleng Alex. Ia kembali melanjutkan gosokan handuk di kepalanya dengan raut datar.


Cukup lama Angel terdiam sebelum akhirnya kekehan samar terdengar.


"Kamu sadar nggak, kamu berbeda akhir akhir ini, dan ini terjadi setelah kita pulang ke Indonesia! Harusnya kemarin kita nggak perlu liburan ke sini! Kalau kamu tidak mau jujur, biar aku pulang sendiri ke Inggris!" Ketusnya.


Angel memalingkan wajah ke arah lain, gemuruh napas yang menggebu menandakan bahwa dirinya benar-benar murka.


Menatap Angel, pemuda itu menghela napas pelan. Angel pandai membuatnya merasa lemah. "Sorry." Lirihnya.


Ia kemudian meraih tangan mulus Angel untuk digenggamnya. "Memang. Sedang ada yang mengganggu pikiran ku akhir akhir ini."


Angel menoleh dengan menyertakan kerutan di kening. "What's that?" Apa itu?


Wajah Alex redum. "Seandainya aku bilang, aku pernah meniduri wanita sebelum menjadi kekasih mu, apa kamu masih mau bersama ku?" Ungkapnya.


Angel mengangguk cepat. "Of course." Tentu saja. "Isn't that just a part of your past?" Bukankah itu hanya bagian dari masa lalu mu?


"Kalau ternyata dia hamil anakku?" Timpal Alex.


"Ini tidak lucu." Angel tergelak getir. "Apa segila itu kah, sampai kamu lupa pakai pengaman?" Tukasnya.


Alex mendengus. "Itu pertama kalinya aku melakukan itu dan, ..."

__ADS_1


"Wait, jadi ini serius?" Potong Angel, tadinya dia pikir Alex hanya bicara omong kosong, selama ini Alex tak pernah mengakui bahwa ia pernah meniduri kekasihnya.


"Yah." Dan Alex menganggukkan kepala. Datar wajah Alex menyatakan bahwa pengakuan itu benar adanya.


"Siapa dia?" Tuntut Angel. Bukannya menjawab Alex justru bangkit dan pergi memasuki rumahnya.


"Alex!" Secara cepat Angel mengekor di belakang. Sampai di dalam Alex menoleh.


"Semua aku serahkan padamu, aku rela, sekarang juga putuskan aku, karena aku tidak lagi pantas untuk mu."


"Tidak semudah itu Lex!" Angel menegur.


"But I have a daughter now!" Tapi sekarang, aku sudah punya anak perempuan!


"Daughter?" Anak perempuan? Kembali Angel berkerut kening kuat. "Jadi kamu tahu siapa dia, kamu tahu di mana dia? Apa ini alasan you sibuk akhir akhir ini Lex? You temui ibunya?"


"Dia membenciku. Tapi tetap saja putrinya adalah putriku, darah daging ku. Lagi pula bukannya selama ini kamu menolak punya Baby?" Sanggah Alex lirih.


Angel terhenyak, awalnya Angel mengira Alex hanya sedang bermain-main saja, tapi rupanya ucapan Alex cukup serius, terlebih ada rasa tanggung jawab yang kemudian ia tangkap dari raut wajah kekasihnya.


"Kamu barusan menyakiti ku Lex." Seketika Angel terisak.


"Aku minta maaf," Alex peluk tubuh seksi kekasihnya dengan gesture tidak nyaman.


"Sumpah, ini membuat ku dilema, meski mengakui semua ini, sedikit pun aku tidak bermaksud menyakiti mu." Ujarnya.


"But you hurt me!" Tapi kamu menyakiti ku! Angel sesenggukan di dalam pelukan kekasihnya.


"Maaf." Belai Alex, kecup Alex.


Angel mengurai jarak. Gadis itu mendongakkan sedikit kepalanya. Dengan dalam ia menatap nanar nya netra biru milik sang kekasih.


"Lupakan dia Lex, jangan ingat dia lagi, anggap dia dan anaknya tidak ada, dan biarkan semua berlalu, setelah itu aku mau kasih kamu kesempatan!" Katanya.


Bukanya senang, Alex justru termenung mendengar kata-kata egoisme seorang Angel.


Miko benar, melepaskan Angel rupanya bukan perkara yang mudah.


Jelas saja di sini Angel begitu kekeuh untuk menang, dan mungkin begitulah sifat Dave yang bisa dikatakan sama persis dengan gadis itu.

__ADS_1


"You're mine, Alex!" Kamu milikku! Angel berkata ketus sebelum melenggang pergi dari tempat itu.


Alex terdiam, dahulu ia bisa meninggalkan banyak perempuan setelah bosan, namun pada Angel dunianya terhimpit. Sedang di lain pihak, ada Livia terutama Lily yang perlu ia urusi.


Tunggu, sejak kapan Alex tertarik untuk mengampukan Lily? Entah lah, kacau sudah pikirannya menjadi tak keruan.


...🎬🎬🎬🎬🎬...


...Scene beralih ke hari beringkutyahh, yuaahh mentemen... Cokodot.... ...


...🎬🎬🎬🎬🎬...


Suasana meriah dimulai, tepatnya di rumah bak istana milik keluarga Raka Rain, yaitu ayah dari Queen Kirana Rain ibu Axel.


Raja paman Axel tengah menggelar pesta pernikahan putri bungsunya.


Gadis bernama lengkap Chika Putri Rain masih berusia 21 tahun sedang calon suaminya Agastya Sandy Cavalera sudah terbilang mapan, dan matang, sebab saat ini Sandy berusia 32 tahun.


Keluarga inti mereka berkumpul menjadi satu lingkungan, termasuk Axel dan Alex yang berdiri bersisian.


Senyum tersungging di setiap bibir keluarga besar Miller dan Rain, terkecuali Alex dan Chika.


Yah, Chika merasa berat hati dijodohkan dengan laki-laki tua menurutnya, sedang Alex masih terpikirkan oleh Lily dan Livia.


Sesuai tema yang ditentukan oleh Queen, malam ini keluarga besar crazy rich tersebut mengenakan warna putih untuk gaun dan jasnya.


"Selamat Dedek!" Axel mencium pipi adik sepupunya. Lalu tangannya mencubit kedua pipi mulus gadis itu. "Semoga bahagia selalu. Hilang penyakit bar bar nya, jadilah elegan."


Chika merengut tak menyahut meski di sudut tempat calon suaminya sudah duduk tampan menghadap sang penghulu dan ayahnya.


"Selamat menempuh petaka bersama bujang akut." Rega Kakak satu-satunya milik Chika menimpalinya dengan gesture meledek.


Plakk...


Axel menepuk kepala Rega. "Asal ngomong ajah kamu. Moga setelah ini kamu yang dijodohkan sama nenek nenek."


"Di jodohkan, hh," Rega terkekeh ala anggun di iklan shampo. "Ogah!" Ketusnya.


Merasa ripuh dengan para tamunya, Queen mendekati putra putrinya. "Jangan kumpul di sini, temui tamu yang lain dong." Katanya.

__ADS_1


__ADS_2