
Rega mengatakan bahwa kemungkinan besar Lily sengaja mengganti identitas.
Pencarian akan segera Axel lakukan, tapi setelah menyelesaikan beberapa pertemuan penting yang pantang Axel lewatkan.
Selain mengurus hatinya, Axel punya tanggung jawab besar untuk mengelola perusahaan raksasa milik keluarganya.
Tak lupa sejumlah tim intelejen khusus Axel utus guna mendapatkan informasi terbaru terkait Lily dan Livia.
Dan, yah....
Minggu pun berganti menjadi bulan, hari-hari Axel lewati ditemani kerinduan. Sementara di Los Angeles California Alex masih menjalani pendidikan tanpa fasilitas.
Alex yang biasanya serba bermewah, kini harus mengambil pekerjaan paruh waktu untuk memenuhi kebutuhan kesehariannya.
Kurir, sopir, bahkan menjadi pelayan restoran cepat saji, apa pun harus Alex jalani demi mendapatkan kepercayaan Dhyrga Miller kembali.
...🎬🎬🎬🎬🎬...
Delapan bulan lagi dan lagi berlalu. Musim gugur telah usai, liburan musim dingin pun dimulai.
Yang lalu, biarlah berlalu. Hanya bersama Livia, Lily ingin membuka lembaran baru.
Sempat pilu melanda Lilyana saat Axel hadir kembali, tapi kemudian ada Livia yang menjadi obat penguat baginya.
Seperti sang Surya yang menyinari dunia, kasih Lily pada Livia tak terhingga sepanjang masa.
Tak sempat ia berpikir dua kali jika untuk meninggalkan laki-laki, karena bagi Lily, Livia sudah lebih dari segalanya.
Pagi bersalju, Lily dan Livia menikmati sarapan pagi bersama.
Bukan di kontrakan usang, bukan pula di panti asuhan. Lily dan Livia melakukan ritual makan paginya dengan di layani staf hotel berbintang.
Mereka tidak sendiri, keduanya ditemani empat orang terkenal yang saat ini memegang peranan penting dalam keartisan Livia.
Ada Kenz dan Milanov laki-laki berjambang asli Jerman dan Sherly serta Britney, yaitu perempuan asli Amerika. Sudah puluhan tahun ke empatnya bergelut di bidang perfilman.
"Congratulations Shanshan. Auntie is proud." Selamat Shanshan. Tante bangga. Britney tersenyum pada Livia sambil mencubit pelan pipi mulus Livia.
"Thank you Auntie." Sambung Livia. Gadis itu sudah dua tahun dua bulan usianya. Livia semakin cantik dan pintar saja.
__ADS_1
Baru-baru ini dunia di gemparkan oleh film berjudul Baby Or Doll.
Film bergenre komedi fantasi ini masuk menjadi salah satu film yang dibintangi anak kecil dan mendapatkan keuntungan berjibun karena penjualan tiketnya di luar ekspektasi.
Hanya butuh waktu satu bulan saja Livia bergabung di PH milik Britney, dan lady dari pH tersebut benar-benar menjadikan Livia pemeran utama di film liburan musim dingin yang tayang di bioskop seluruh dunia dari sebelum natal dan tahun baru.
Britney bangga pada anak kecil ini. Terlebih, Lily yang sama sekali tidak menyangka bahwa secepat itu Livia benar-benar bisa mencapai kesuksesan seperti cita-citanya.
"Filming was only five months, but ticket sales were amazing." Syuting hanya lima bulan, tapi penjualan tiketnya luar biasa. Kagum Kenz.
Ini termasuk rekor untuk production house milik Britney sendiri. Di mana baru ada film yang mereka luncurkan dan menjadi sangat viral.
Sampai-sampai salah satu rumah produksi film Hollywood pun meminta kerja sama untuk membuat season ke duanya di Los Angeles.
Rupanya debut Livia dimulai dari film Baby Or Doll. Film ini mengisahkan tentang balita cantik nan cerdas yang sewaktu-waktu bisa berubah menjadi boneka.
Tentu saja, Livia sukses menghipnotis seluruh gender dan usia. Dari yang anak-anak sampai lansia pun menyukai filmnya.
"Thank you for this opportunity, Lady." Terima kasih atas kesempatan ini Lady. Sahut Lily.
"Getting ready for Nirina, Livia will star in a Hollywood film." Bersiap Nirina, Livia akan membintangi film Hollywood. Sambung Milanov.
Lily mengangguk tersenyum. Tak mampu ia berucap apa pun selain bangga yang menyeruak di dadanya.
"London?" Lily mengernyit.
"Well, no problem right?" Yah, tidak ada masalah kan? Tanya Milanov.
"Emmh." Lily mengangguk perlahan. Entah lah, mendengar nama London, Lily masih mengalami trauma.
Di negara itu lah kenangan pahit dan manis Lily tercipta. Sumpah demi apa pun, sejatinya Lily tak ingin melihat negara itu lagi.
"Do you mind?" Kamu keberatan? Sekali lagi Britney bertanya, sebab wajah Lily terlihat berbeda.
"Not." Jawab Lily.
Sudahlah, Lily pasrah, kini sudah ada Livia, dan dari situ lah Lily memiliki sumber kekuatan, Lily tak apa sekalipun harus kembali menginjakkan kakinya di London.
Milanov terkekeh. "Great, next week we'll go to London, then after that, we'll go to Hollywood." Bagus, Minggu depan kita ke London, baru setelah itu, kita ke Hollywood.
"Yeay." Livia yang sedari tadi hanya diam saja, tiba-tiba anak itu menyahut antusias.
__ADS_1
Sheryl dan lainnya tertawa. "Do you like Hollywood? Kamu suka Hollywood? Tanyanya pada Livia.
Gadis itu bersorak. "Really like." Sangat suka!
"Nice." Bagus. Britney menimpali dengan gelak tawanya. Dan Livia terkekeh bahagia.
Tentu semuanya senang, PH milik Britney untung banyak, Lily dan Livia pun tak kalah beruntung nya.
...🎬🎬🎬🎬🎬...
Di Britania raya. Tepatnya di sofa santai klasik milik keluarga Miller. Keluarga itu tengah menikmati waktu liburan bersama.
Queen, Dhyrga termasuk Cheryl, Badai serta Ezra sibuk membicarakan soal film yang tengah booming saat ini.
Minggu kemarin Queen dan Dhyrga sudah lebih dulu menonton film viral berjudul Baby Or Doll.
Tak sia-sia, sebagai pemilik rumah produksi film di Indonesia, Queen sangat menikmati alur cerita yang dibintangi oleh anak dua tahun dua bulan bernama Shanshan.
Merengek, Cheryl menggelayuti lengan suaminya. "Sore ini kita jadi nonton kan? Mommy Daddy ajah udah nonton loh, kita ajak Eza juga, kan film nya bukan film dewasa."
"Hmm." Badai mengangguk meski terpaksa. Sebenarnya, Badai sendiri tak suka menonton film di bioskop, tapi demi anak istri apa sih yang enggak.
Cheryl dan Ezra menyengir. "Makasih buat waktunya Papi." Ucap mereka.
"Sama-sama." Usapan lembut tertuju pada pucuk kepala Ezra.
"Akhirnya, kita nonton film ini sebelum pulang ke Indonesia." Ujar Cheryl lega.
Sebab di Indonesia sendiri film viral itu belum tayang. Namun, di Inggris film tersebut sudah ditayangkan dan booming.
"Dengar-dengar, akan ada season dua nya loh. Mudah-mudahan pas ada season dua nya nanti, kita pas lagi di Inggris juga." Timpal Queen.
"Apa filmnya sebagus itu Mom?" Badai menyahut. Rasanya aneh saja, Queen yang notabennya sudah memiliki cucu, terlihat antusias untuk menonton film komedi fantasi yang dibintangi anak kecil.
"Bagus. Menurut Mommy film ini sangat bagus. Mommy suka pemainnya, Shanshan pendatang baru yang cantik, pinter, sekilas dia mirip Livia." Queen melirihkan nada bicaranya.
"Jangan cengeng." Tegur Dhyrga. Pria itu tahu, Queen masih memikirkan cucu yang berasal dari Alex.
Queen menghela panjang. "Mungkin Livia juga sudah sebesar Shanshan saat ini. Gimana kabar mereka ya Dadd? Lily kok tega lost contact sama kita." Lirihnya lagi.
"Biar saja dulu. Mungkin Lily butuh obat untuk menyembuhkan lukanya."
__ADS_1
Maaf, busy banget aku tuh, nggak sempat up.