Sekretaris Arogan Kesayangan CEO

Sekretaris Arogan Kesayangan CEO
Hari Pertama Gathering


__ADS_3

Dara sedang berada dikamarnya sambil melihat-lihat sekeliling. Dia berdiri di dekat jendela sambil melihat pemandangan diluar kamar.


"Waah … pemandangannya benar-benar indah. Suasana malam disini pasti sangat tenang kan?", gumam Dara sambil menatap keluar jendela.


"Sudahlah. Sebaiknya aku membereskan barangku dulu". Saat Dara berbalik dan hendak membereskan barangnya tiba-tiba ponselnya berdering.


Drrt drrt drrt.


Dara pun segera meraih ponselnya yang tergeletak dan menerima panggilan telepon tersebut.


"Halo", sapa Dara begitu dia menerima teleponnya.


"Halo, Ra. Aku punya sesuatu yang bagus. Bu Delia telah mengetahui hubungan gelap suaminya dan dia telah meninggalkan kediaman Darmawan". Sita bercerita dengan antusias dan ceria.


"Benarkah? Apa kamu sudah memastikannya?", tanya Dara memastikan.


"Ya, aku sudah mengikutinya sejak kemarin. Dan aku juga punya informasi lain untukmu".


"Apa? Sepertinya kamu sangat bersemangat sekali?". Dara bertanya dengan senyum dibibirnya meskipun dia juga penasaran dengan apa yang akan dikatakan Sita.


"Tentu saja. Apa kamu tahu siapa yang aku lihat kemarin?", tanya Sita dengan bersemangat.


"Memangnya siapa?". Dara tetap bersikap tenang menanggapi cerita sahabatnya.


"Nasya, kemarin malam saat aku masih dirumah Darmawan, aku melihat dia pergi meninggalkan rumah dengan raut wajah yang kalut. Aku mengikutinya dan ternyata dia pergi kebar. Dia tidak terlalu lama berada dibar, tapi saat keluar sepertinya dia mabuk. Dia juga ditemani oleh seorang pria. Mungkin karena Nasya mabuk jadi pria itu membawanya ke hotel".


Dara mendengarkan cerita Sita dengan seksama.


"Apakah pria itu Lucky?", tanya Dara dengan dahi berkerut.


"Tidak tidak. Itu bukan Lucky. Aku kenal Lucky, tapi itu bukan dia. Pria semalam memiliki badan yang sedikit lebih tinggi dan berisi daripada Lucky. Tapi aku juga tidak tahu siapa dia. Aku mengambil fotonya, nanti akan aku kirimkan padamu. Apa kita bisa ketemu?". Sita menjelaskan sambil menggelengkan kepalanya berkali-kali dengan nada bicara yang ceria.


"Aku tidak bisa bertemu denganmu sekarang. Saat ini aku sedang mengikuti acara gathering yang diadakan kantor. Aku baru akan kembali 3 hari kedepan". Dara menjelaskan dengan sikapnya yang tenang.


"Apa kamu pergi dengan bos?", tanya Sita lagi penasaran.


"Tidak. Kak Zie sedang ada pekerjaan diluar kota jadi dia tidak bisa datang kemari".


"Waah … sangat disayangkan sekali". Sita terdengar kecewa saat tahu Kenzie tidak datang bersama Dara.


"Kenapa jadi kamu yang terdengar sangat kecewa?". Dara menggoda dengan senyum dibibirnya.

__ADS_1


"Tidak ada. Ku kira jika kalian pergi kesana bersama … mungkin akan jadi perayaan bulan madu mendadak? Dan aku bisa segera memiliki keponakan". Goda Sita pada Dara.


"Sudahlah. Aku mau bereskan barangku sebelum nanti mulai acara. Sampai jumpa!". Dara yang merasa kesal dan malu langsung menutup teleponnya tanpa menunggu tanggapan dari Sita.


Bulan madu mendadak …


"Dara Dara … singkirkan pikiran kotor itu. Jangan memikirkan hal yang bukan-bukan. Mengerti!". Dara bicara pada dirinya sendiri sambil sesekali memukul pelan kepalanya agar tidak memikirkan hal yang macam-macam. Setelah itu dia bergegas untuk keluar dan berkumpul dengan peserta yang lain.


"Perhatian semuanya! Sekarang kita akan mulai sebuah permainan mencari harta karun. Kami telah menyembunyikan beberapa benda dibeberapa tempat. Kalian bisa mencari lokasi dari benda-benda tersebut sesuai dengan petunjuk yang kalian dapatkan nantinya. Nanti peserta akan dibagi ke beberapa tim, yang masing-masing beranggotakan 5 orang. Kalian akan diminta untuk mencari beberapa jenis barang. Dalam permainan ini kalian dituntut untuk saling bekerja sama agar dapat menyelesaikan misi. Tim yang berhasil mengumpulkan semua jenis barang yang diminta lebih awal, maka dialah pemenangnya. Kami sudah menyiapkan hadiah menarik untuk setiap pemenang. Apa kalian sudah mengerti dengan penjelasanku ini?".


"Mengerti!"


Semua orang menanggapi dengan serempak ketika salah satu panitia acara menjelaskan dengan seksama tentang permainan yang akan mereka mainkan.


"Kalau begitu kita akan mulai pembagian tim".


Nama peserta pun mulai disebutkan dan tim pun terbentuk.


"Untuk bu Ana, karena anda tidak memiliki rekan perdepartemen, maka kami akan masuk kan anda pada salah satu tim yang kekurangan orang, apa tidak masalah?", tanya panitia pada Dara.


"Tidak masalah. Saya bisa masuk tim mana saja"


"Terima kasih. Kalau begitu anda bisa bergabung dengan tim Saskia bersama dengan Felin dan Tia".


"Akhirnya kita bersama lagi. Sepertinya gathering kali ini kita memang ditakdirkan untuk berhubungan baik", ujar Saskia dengan senyum cerianya.


"Kamu benar. Mungkin gathering ini memang mengharuskan aku untuk lebih mengenal kalian". Dara menanggapi dengan sikap yang tenang.


"Kalau begitu kita akan mulai permainannya. Kami akan memberikan petunjuk pertama dan kalian bisa mencari pentunjuk lainnya sesuai dengan teka-teki yang tertulis pada petunjuk pertama ini. Mari kita mulai sekarang".


Petunjuk pun mulai dibagikan. Dara dan rekan satu timnya mulai mencari petunjuk kedua, begitupun tim lainnya.


"Apa kalian menemukan petunjuk kedua? Kita harus mencarinya disekitar taman resort", ujar Dara yang mencoba untuk bekerja sama.


"Ya, kita bisa pergi ke taman sekarang". Mereka berempat pun mulai beranjak menuju taman disamping resort, dimana disana juga terdapat hutan kecil yang tidak jauh dari resort.


"Apakah petunjuknya mengarah ke hutan itu?", tanya Felin dengan raut wajah khawatir.


"Tidak mungkin. Panitia tidan akan mengambil resiko dengan memancing peserta masuk ke hutan". Dara menanggapi ucapan Felin sambil menatap rekannya secara bergantian.


"Itu masuk akal, tapi tidak ada salahnya juga kalau dicoba. Toh kita berempat, jadi tidak mungkin kalau ada yang berani menyerang kita disina". Felin bicara dengan penuh percaya diri mengenai apa yang dikatakannya..

__ADS_1


"Tetap saja kita harus waspada. Kita bisa dalam masalah besar saat menurunkan tingkat kewaspadaan kita terhadap sesuatu". Dara terus berusaha membuat rekannya percaya padanya dan tidak mengambil resiko sekecil apapun.


"Terserah kamu mau ikut dengan kami atau tidak. Yang pasti kami akan pergi kehutan itu dan mendapatkan apa yang sedang kita cari".


Tia mulai beranjak dari hadapan Dara diikuti Saskia dan Felin.


"Haah … aku benar-benar tidak bisa menahan kalian untuk waktu yang lama. Ya sudahlah, ikuti saja mereka".


Dara menghela nalas panjang sebelum dia mengikuti ketiga rekannya menuju hutan kecil.


Mereka terus menyusuri tempat disekitar resort dan sedikit mengarah ke hutan. Tak lama dari itu, mereka mulai masuk hutan karena sudah cukup lama tidak menemukan apapun yang mereka cari ditaman.


"Apa ini tidak masalah?", tanya Dara dengan raut wajah khawatir.


"Tenang saja. Kami tidak akan membiarkanmu sendiri jika sesuatu memang terjadi nantinya".


Dara sama sekali tidak menanggapi ucapan Felin dan tetap melanjutkan langkahnya. Dan tiba-tiba Dara menginjak sesuatu.


"Aw!".


"Apa? Kamu kenapa?", tanya Saskia dengan panik.


"Sepertinya aku menginjak sesuatu yang tajam dan melukai kakiku", ujar Dara yang menanggapi sambil meringis kesakitan.


"Apa masih bisa jalan?", tanya Tia dengan sikap yang sinis.


"Sepertinya bisa". Dara menanggapi dengan sikap tenang.


"Kalau begitu kita kembali saja", ujar Saskia dengan raut wajah khawatir.


"Kenapa harus kembali? Tinggal sedikit lagi dan kita akan menang". Tia menentang ucapan Saskia dan bersikeras untuk menang.


"Bagaimana kita melanjutkan ini jika kaki Ana terluka?".


"Itu hanya luka kecil saja. Sangat disayangkan jika harus kembali". Tia dan Felin terlihat kompak untuk tetap menang.


"Ayo! Sebaiknya kita cepat pergi sebelum malam tiba, kalau tidak kamu tunggu disini saja biar kami yang pergi!", ujar Tia sinis.


"Bagaimana aku bisa berada disini sendiri? Ini sudah mulai gelap dan kita memang sudah harus kembali". Dara tetap berusaha menahan rekan satu timnya untuk tidak pergi kedalam hutan.


"Tidak. Kami akan kembali setelah kami mendapatkan petunjuk kedua!". Tia langsung berbalik pergi ke dalam hutan diikuti Saskia dan Felin.

__ADS_1


Mereka benar-benar meninggalkanku sendiri. Apa yang harus aku lakukan?


__ADS_2