Sekretaris Arogan Kesayangan CEO

Sekretaris Arogan Kesayangan CEO
Kedatangan Kenzie Ke Tempat Gathering


__ADS_3

Ditempat lain, Kenzie sedang menghadiri sebuah konferensi yang diikuti oleh banyak kalangan bisnis dari negara D. Kenzie menjadi salah satu tamu penting yang hadir dan menjadi incaran banyak pebisnis untuk didekati.


"Kapan ini akan selesai? Rasanya aku sudah sangat bosan berada disini". Kenzie mengeluh pada Noey ditengah-tengah acara.


"Bersabarlah sebentar lagi. Setelah ini selesai, kita bisa kembali ke hotel". Noey sedikit berbisik pada Kenzie dan bicara dengan nada bicaranya yang tenang.


"Hotel? Kenapa harus ke hotel? Kita akan kembali hari ini juga". Kenzie mengernyitkan dahi dan bicara dengan acuh tak acuh.


"Apa kamu yakin? Butuh waktu hampir 3 jam untuk kita kembali darisini. Lagipula istrimu tidak ada dirumah. Kenapa harus langsung pulang begitu selesai?". Noey terlihat kesal saat mendengar keinginan Kenzie.


"Siapa bilang kita akan pulang kerumah? Tentu saja kita akan menghadiri acara gathering yang diadakan oleh perusahaan. Sebagai atasan yang baik, sudah seharusnya kan kita datang dan melihat keseruan mereka?", ujar Kenzie dengan senyum yang polos seperti tak terjadi apa-apa.


"Kamu yakin ingin menghadiri acara gathering?", tanya Noey memastikan.


"Ya. Aku harus melihat langsung bagaimana situasi disana. Apa istriku mengalami kesulitan atau tidak". Kenzie tersenyum lembut saat dia bicara pada Noey.


"Ya sudah. sepertinya acaranya juga sudah selesai, kita harus pergi sebelum semua orang menyadari keberadaanmu".


"Baiklah". Kenzie mengangguk setuju kemudian beranjak pergi meninggalkan ruangan ditemani Noey yang berjalan dibelakangnya. Mereka berjalan dengan penuh wibawa.


"Bukannya itu pak Kenzie? Aku tidak tahu kalau dia juga diundang kemari. Jika saja aku tahu, maka ini bisa jadi peluang untukku bermitra dengan keluarga Kusuma".


"Ya, sangat disayangkan karena dia langsung pergi begitu acara selesai"


Semua orang saling berbisik membicarakannya ketika mereka menyadari orang yang meninggalkan ruangan begitu acara selesai adalah Kenzie.


"Kamu yakin akan langsung datang ke tempat gathering?", tanya Noey memastikan tujuan Kenzie.


"Tentu saja aku sangat yakin. Mana mungkin aku akan meninggalkan istriku sendirian ditempat asing".


"Cih! Jangan bersikap seperti itu. Kamu pikir aku tidak punya istri?". Noey bicara dengan nada mencibir karena dia kesal.


"Tapi aku ikut senang melihat hubunganmu dan Dara, ku kira aku tidak akan pernah melihat lagi saat kamu bersikap posesif pada seorang gadis setelah hubunganmu dan Meisya berakhir", sambung Noey yang bicara sambil menatap Zie dari balik kaca spion mobil.


"Meisya … saat aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengannya, aku tidak berniat untuk memikirkannya lagi. Meskipun berat … Saat itu semua sudah selesai dan tidak ada lagi yang bisa diharapkan. Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah menggantikan keluargaku dengan wanita manapun didunia ini". Kenzie bicara dengan sikap yang dingin sambil menatap keluar jendela mobilnya.

__ADS_1


Melihat tanggapan Zie, Noey tidak melanjutkan pembicaraannya dan tetap fokus pada jalanan didepannya.


Setelah berkendara cukup lama, Kenzie dan Noey akhirnya tiba diresort. Dia langsung berjalan masuk diikuti Noey dibelakangnya.


"Bukannya itu pak Kenzie?", ujar seseorang sambil menunjuk kearah Kenzie yang berjalan masuk.


"Benar, itu pak Kenzie. Bukannya pak Kenzie sedang mengahadiri acara penting ya? Kenapa beliau bisa ada disini?"


"Aku juga tidak tahu".


Semua orang tampak bingung dengan tujuan kedatangan atasan mereka diresort, karena tahun-tahun sebelumnya Kenzie tidak pernah hadir dalam kegiatan ini.


"Pak Kenzie, apa yang membawa anda kemari?", tanya ketua panitia menghampiri Kenzie yang baru saja masuk ke resort.


Disaat yang bersamaan, Dara masuk ke resort dari pintu samping dengan kaki pincang dan berlumuran darah. Dia menggunakan sebuah batang kayu yang dijadikan sebagai tongkat. Kenzie yang melihatnya langsung bergegas menghampiri Dara dan mengabaikan ketua panitia gathering.


"Apa yang terjadi dengan kakimu?"


"Pak Kenzie, kamu sudah datang?". Dara bertanya dengan mata membelalak karena terkejut, namun dari suaranya terdengar lemah.


"Tidak bisa bergini".


"Apa?"


Dara menatap Kenzie dengan tatapan bingung setelah mendengar ucapannya.


"Ah! Apa yang kamu lakukan? Ada banyak orang yang melihat kita!". Dara berteriak karena Kenzie tiba-tiba menggendongnya.


"Biarkan saja. Aku tidak peduli dengan perkataan orang lain. Yang penting bagiku sekarang adalah mengobati kakimu terlebih dahulu".


Kenzie bicara dengan sikap yang dingin tanpa menoleh sedikitpun pada Dara. Dia terus menggendong Dara menuju mobil untuk dibawa pergi kerumah sakit. Noey yang sudah mengerti Kenzie tidak mengatakan apa-apa dan langsung mengikutinya dibelakang. Mereka pun bergegas kerumah sakit.


"Bagaimana bisa kamu membiarkan kakimu terluka seperti itu?", tanya Kenzie dengan sikap yang dingin.


"Sepertinya aku tidak sengaja menginjak sesuatu saat mengikuti permainan mencari harta karun. Tapi, bukannya kamu ada acara? Kenapa kamu bisa ada disini?". Dara menanggapi dengan sikap yang tenang sambil menatap Kenzie dengan tatapan penuh tanya.

__ADS_1


"Acaranya sudah selesai, karena itu aku bisa langsung kemari. Bagusnya aku datang, jika tidak … mungkin istriku akan terus kesakitan tanpa mengobati kakakinya yang terluka". Kenzie menyindir Dara dengan sikap yang tenang.


Dara hanya diam dengan kepala tertunduk mendengarkan ucapan Kenzie. Mereka pun bergegas menuju rumah sakit terdekat


...****************...


Disekitar hutan kecil dekat hotel, Tia, Saskia dan Felin masih berkeliling mencari petunjuk kedua tentang harta karun. Mereka mencari sambil berbincang.


"Tia, apa kita tidak keterlaluan pada Ana? Kita membiarkan dia sendiri padahal kakinya sedang terluka", ujar Saskia dengan raut wajah khawatir.


"Tidak usah perdulikan dia. Itu hanya luka kecil yang tidak akan sampai membuat kakinya berdarah. Bisa saja dia hanya berakting untuk mendapatkan perhatian kita". Tia menanggapi dengan sikap dingin dan ketus.


"Bagaimana bisa begitu? Kalau nanti dia mengatakan hal yang aneh-aneh pada pak Kenzie gimana? Pak Kenzie bisa langsung memecat kita saat itu juga". Saskia menanggapi dengan nada yang sedikit khawatir.


"Tidak perlu khawatir. Lagipula dia itu hanya sekretaris baru. Jika Dara yang mengatakan sesuatu pada pak Kenzie, aku percaya kalau pak Kenzie akan langsung menghukum kita. Tapi kalau Ana … itu tidak mungkin karena dia sama sekali tidak dekat dengan pak Kenzie". Felin pun menanggapi dengan santai.


"Tapi …"


"Sudah tidak ada tapi-tapian. Sebaiknya kita kembali karena disini juga tidak mungkin kita dapat apa-apa", ujar Tia sambil berbalik pergi.


"Apa maksudmu tidak mungkin dapat apa-apa?". Saskia mengernyitkan dahi heran dengan ucapan Tia.


"Karena aku sudah mendapatkan petunjuknya saat kita ditaman tadi". Tia bicara sambil tersenyum dengan sebuah kertas ditangannya.


"Jadi maksudmu …?"


Saskia menggantungkan ucapannya berusaha menerka-nerka.


"Ya. Aku sengaja mengajak kalian berjalan kehutan untuk meninggalkan Ana. Aku tidak suka jika harus bersamanya dan kebetulan sekali dia terluka, jadi tidak perlu repot-repot mencari alasan untuk meninggalkannya". Tia bicara dengan sikap acuh-tak acuh dengan senyum puas dibibirnya.


"Waah. Kamu jahat sekali", ujar Felin menanggapi dengan senyum.


"Siapa suruh dia melamar jadi sekretaris pak Kenzie dan bersikap sombong. Harusnya aku yang jadi sekeretaris dan bisa dekat dengan pak Kenzie"


"Dasar gila. Ayo kembali"

__ADS_1


__ADS_2