Sekretaris Arogan Kesayangan CEO

Sekretaris Arogan Kesayangan CEO
Pertemuan Cheva Dan Dara


__ADS_3

"Nanti bawakan aku dokumen yang harus ditanda tangani secepatnya. Konfirmasi juga rapatku siang ini dengan klien kita". Kenzie langsung memberi instruksi pada Dara begitu mereka tiba didepan ruangan Kenzie


"Ya, aku mengerti. Aku akan bawakan dokumennya. Mau kubuatkan kopi?". Dara menanggapi dengan sikap yang tenang dan senyum yang lembut.


"Ya, seperti biasa"


"Baik". Dara berbalik ke tempat duduknya sementara Kenzie melanjutkan langkahnya menuju ruangannya.


Ceklek


Kenzie memasuki ruangan dengan tenang dan melepas kancing jasnya. Dia tidak menyadari kehadiran Cheva yang sedang duduk dikursinya sambil membelakainya. Betapa terkejutnya Kenzie saat dia membalik kursi dan melihat Cheva


"Mami!", teriak Kenzie sambil berjingkut dan sedikit melangkah mundur.


"Apa?! Memangnya kamu melihat hantu? Kamu pikir Mami itu apa sampai kamu bereaksi seperti itu, hah?!". Cheva terus bicara pada Kenzie sambil berjalan mendekat dan membuat Kenzie terus mundur karena terdesak.


"Maafkan aku, Mih. Aku hanya terkejut karena Mami datang tiba-tiba. Kapan Mami sampai disini? Kenapa tidak memberitahuku? Aku kan bisa jemput Mami di bandara". Kenzie terus bicara dengan lembut sambil tersenyum agar Cheva berhenti marah padanya.


"Sudahlah. Dimana menantu Mami? Mami ingin bertemu dengannya", ujar Cheva dengan sikap yang tenang.


"Sebentar lagi dia akan kemari". Kenzie menanggapi dengabln sikap tenang dan senyum yang manis.


Tok tok tok


"Dia disini. Masuk!". Kenzie tersenyum pada Cheva lalu mempersilahkan orang yang mengetuk pintu untuk masuk.


"Permisi".


Kenzie dan Cheva menoleh kearah pintu masuk dan melihat Dara yang baru memasuki ruangan Kenzie.


"Ini kopinya, Pak. Oh mau saya buatkan minuman lain?". Dara meletakkan kopi milik Kenzie lalu bertanya pada Cheva.


"Tidak perlu tidak perlu. Kemarilah. Siapa namamu?". Cheva bertanya dengan senyum ceria dibibirnya sambil menarik tangan Dara agar duduk disampingnya.


"Nama saya Dara, Tante". Dara memperkenalkan dirinya dengan sopan.


"Tante? Kenapa kamu memanggilku Tante? Aku sudah tahu hubungan kalian berdua, jadi panggil aku Mami, sama seperti Kenzie memanggilku", ujar Cheva dengan dahi berkerut.

__ADS_1


Dara menatap Kenzie dengan tatapan bingung sebelum dia menanggapi permintaan Cheva. Setelah Kenzie menganggukkan kepala barulah dia berani melakukan pa yang dikatakan sang ibu mertua.


"Ma-mi". Dara manggil Cheva dengan ragu-ragu.


"Bagus. Karena sekarang kamu sudah jadi menantuku. Haruskah kita pergi bersenang-senang? Aku ingin sekali pergi ke mall dengan anakku, tapi karena kedua anakku laki-laki jadi aku tidak pernah bisa pergi dengan mereka". Cheva terus bicara tanpa memberikan Dara kesempatan untuk menjawab.


"Tapi Tan, eh Mih. Saya sedang bekerja. Masih ada yang harus saya selesaikan". Dara berusaha menolak sambil menoleh pada Kenzie saat Cheva mulai menariknya meninggalkan ruangan.


"Apa yang harus diselesaikan? Kamu tidak membiarkan Mami pergi dengan menantu Mami?!", tanya Cheva pada Kenzie dengan mata menatapnya tajam.


"Tidak tidak papa pergilah. Aku akan memanggil Noey untuk menghandel pekerjaanmu hari ini". Kenzie bicara dengan panik sambil mengibaskan tangannya berkali-kali pada Dara karena tatapan sang ibu.


"Karena Kenzie sudah mengizinkan, jadi kita pergi sekarang!". Cheva terlihat sangat bahagia karena dia akan pergi dengan Dara.


"Eeh...". Teriak Dara karena ditaraik Cheva


"Pokoknya hari ini kamu harus temani Mami sekalian kita bersenang-senang". Cheva terus bicara sambil menggandeng tangan Dara dan berjalan dengan langkah kaki cepat.


Dara yang masih terkejut, mengikuti Cheva dengan raut wajah heran.


Apa iya bu Cheva memiliki sifat ceria seperti ini? Bagaimana bisa aku diseret seperti ini oleh ibu mertuaku saat pertemuan pertama kami? Ini benar-benar memalukan karena aku tidak bisa mengucapkan salam dengan benar.


...****************...


"Kemana perginya Dara?", tanya Noey yang baru saja tiba diruangan Kenzie.


"Mami membawanya pergi. Kamu! Bagaimana bisa kamu tetap bersikap tenang setelah tahu kedatangan Mami? Kamu sengaja tidak memberitahuku kan?". Kenzie bertanya pada Noey dengan raut wajah yang kesal.


"Kenapa aku harus memberitahumu sementara ibumu sendiri tidak mengatakan apapun tentang kedatangannya? Tentu saja aku harus mendukung rencananya untuk menciduk putranya yang menikah tanpa restu". Noey bicara dengan senyum mencibir diwajahnya.


"Dasar. Kamu sudah bertahun-tahun ikut denganku tapi kamu tetap saja menganggapku sebagai musuh". Kenzie bicara dengan sikap acuh tak acuh pada Noey.


"Aku tidak pernah seperti itu".Sangkal Noey dengan sikap sinis.


"Ya kamu melakukannya seperti itu". Kenzie bersikeras dengan apa yang dia tuduhkan.


"Tidak. Aku tidak seperti itu!". Noey pun bersikeras dengan apa yang dia katakan.

__ADS_1


"Iya!"


"Tidak!".


Kenzie dan Noey bersikeras dengan pendapat mereka masing-masing.


"Sudahlah. Bicara denganmu sama halnya seperti bicara dengan anak kecil saja". Noey yang merasa kesal langsung berbalik dan pergi meninggalkan ruangan Kenzie. Sementara Kenzie hanya tersenyum lembut melihat Noey yang pergi sambil terus menggerutu tentangnya.


...****************...


Sementara itu karena kedatangan Cheva kekantor Kenzie yang dilakukan secara mendadak membuat semua karyawan Kenzie terkejut dan terheran-heran karena dia pergi dengan Dara.


"Bukannya itu bu Cheva? Kenapa dia terlihat akrab dengan Ana? Ana kan sekretaris baru pak Kenzie"


"Aku juga tidak tahu. Padahal bu Cheva tidak pernah terlihat seakrab itu dengan sekretaris pak Kenzie sebelumnya"


"Iya. Aku belum pernah lihat bu Cheva pergi berdua saja dengan bu Dara"


Para karyawan yang melihat Cheva dan Dara pergi terus membicarakan mereka bahkan sampai mereka meninggalkan gedung kantor.


"Apa mungkin … ada sesuatu sampai-sampai bu Cheva sedekat itu dengan Ana"


...****************...


"Mami, apa yang akan kita lakukan disini?", tanya Dara setelah mereka tiba di sebuah salon yang ada di dalam mall.


"Kita akan melakukan perawatan tubuh. Mulai dari meni pedi creambat pokonya semuanya. Sudah lama Mami ingin melakukan ini tapi tidak ada teman. Safira ada di negara F, dan lagi jika Mami pergi dengannya maka semua orang akan menghampiri kami hanya untuk meminta tanda tangan Safira saja. Mami tidak suka itu. Sangat menyebalkan!". Cheva mengeluh pada Dara mengenai kegiatannya dengan Safira.


"Apa sekarang Mami tidak sibuk? Bagaimana dengan kantor Mami jika ditinggal kemari?". Dara bertanya dengan raut wajah penasaran.


"Tidak masalah. Ada asisten dan sekretaris Mami yang akan mengurus semuanya". Cheva menjelaskan dengan sikap yang tenang disertai senyum manis dibibirnya.


Dara dan Cheva pun mulai melakukan perawatan di salon. Mereka benar-benar menikmati waktu memanjakan diri mereka sebagai wanita. Setelah selesai dengan kegiatan di salon, mereka pindah ke butik untuk mencari pakaian yang sesuai dengan riasan mereka.


"Mami, apa kita harus berdandan seperti ini? Memangnya kita akan pergi kemana lagi?". Dara terlihat bingung dan aneh karena Cheva meminta mereka dirias dan mengenakan gaun.


"Sekarang kita akan makan malam berdua saja",. Cheva menjelaskan dengan singkat.

__ADS_1


"Makan malam? Hanya berdua saja?", tanya Dara memastikan.


"Ya. Hanya kita berdua"


__ADS_2