Senior, Berhenti Menggodaku!

Senior, Berhenti Menggodaku!
Namanya Reza !!


__ADS_3

“Nah, sebelumnya aku tawari buat datang bareng tapi kamu nggak mau,” ucap Syafa seraya meletakkan sendok ke dalam genangan sisa kuah baksonya.


“Aku sudah makan kok, aku ke sini hanya untuk menghindari seseorang.” Tentu saja aku berbohong. Aku memutuskan untuk menghemat, aku hampir menghabiskan isi dompetku.


“Siapa?”


“Ramli, panitia OSPEK.”


“Aku tidak pernah mendengar panitia yang bernama Ramli. Dia ketua di gugus mana?”


“Seharusnya kamu tahu orangnya, banyak siswa baru lainnya bahkan mencoba untuk menggodanya. Dia lumayan menarik perhatian disetiap keberadaannya.”


“Terdengar seperti ciri orang lain, aku hanya tahu satu orang dan senior itu bernama Reza”


Apakah ada suatu kesalahan di sini? Jaelani dengan jelas memperkenalkannya dengan nama Ramli. Mungkin Syafa hanya belum bertemu dengan si cowok kutub utara.


“Baiklah, lupakan. Lebih baik untuk tidak mengenalnya.” Tidak ada hal baik untuk kami tahu tentang dia.


“Bye the way, kamu sudah mulai meminta tanda tangan senior, belum?”


“Aku mendapatkan beberapa saat menuju kesini.”


“Benarkah, coba aku lihat!” Syafa mencoba untuk meraih buku merah dengan tangannya sendiri ke dalam tas plastik merah mudaku hingga detik kemudian suara Syafa benar-benar menarik perhatian seisi kantin.


“Kamu bercanda? Aku hanya meninggalkanmu di sana kurang dari satu jam. Bagaimana bisa kamu sudah mendapatkan angka ini?”


“Aku hanya beruntung melewati kumpulan senior yang baik hati. Mungkin kamu bisa mencobanya nanti ke sana.” Aku mengatakan yang sebenarnya di sini, terdapat beberapa kumpulan senior yang berada di gerbang belakang ketika menuju kantin dan mereka cukup baik untuk saling meminta mengisinya untukku.


“Sepertinya harus dicoba, tapi pertama-tama aku harus meminta senior Reza untuk itu terlebih dahulu. Aku menyimpan tempat pertama untuknya.” Anak ini kesurupan hantu cinta rupanya, matanya terlihat berkaca-kaca dengan rona pipi yang mulai merona.


“Terserah bagaimana keinginanmu, kamu bisa membawaku juga. Bukankah aku memiliki hutang ucapan terima kasih padanya di hari lalu?”


“Benar!” Mengapa Syafa begitu semangat untuk menjawabku. “Benar! Kamu harus ikut. Mungkin dengan kamu ikut kesana, persyaratannya akan dilonggarkan.”


“Apa yang kamu harapkan padaku. Beberapa senior memang agak gila dengan syarat yang mereka minta.”


“Iya. Kamu benar juga.” Aku mendengar Syafa melemahkan jawabannya, kemana semangat beberapa waktu yang lalu itu?


Beberapa saat kemudian, Syafa membayar tagihan makanannya dan memutuskan untuk ikut membawaku mencari keberadaan sang idola.


Kami melewati beberapa kumpulan senior lagi, dan tentunya itu adalah kesempatan bagus untuk meminta tanda tangan. Walaupun beberapa di antara mereka akan mengajukan syarat tapi jika dibandingkan dengan persyaratan 'si kutub utara', syarat itu sangat mudah.

__ADS_1


“Syaratku, kamu harus bernyanyi balonku ada lima.” Lagu yang aku hafal selama 9 tahun hidupku. Tak ada yang memberatkan jika hanya untuk bernyanyi kurang dari dua menit. Setelah selesai aku berpindah ke syarat senior lainnya yang membentuk kelompok disisi lainnya juga.


Begitulah situasi hingga jam menunjukkan pukul 03:00 sore, satu jam lagi kami harus berkumpul kembali. Wajah Syafa mulai terlihat kecewa karena belum melihat sang idola.


“Ahhhh ... mungkin kita akan menemukan nya besok. Sekarang hampir jam untuk berkumpul.”


“Iya, kamu benar.”


“Kamu tahu, aku mendapatkan informasi yang benar-benar luarbiasa tentang Reza!”


“Apa?” Aku seperti ikut tertarik oleh magnet yang tak tampak untuk menuju lingkaran para fans. Aku penasaran dengan seseorang dibalik nama Reza.


“Kak Reza belum memiliki pacar.”


“....”


Waahhh ... Benar-benar informasi yang membuatku terkejut bodoh.


Kualitas informasi yang aku terima seperti spam untukku dan siap untuk menyeretnya ke recycle bin. Bahkan aku akan delete secara permanent pada recycle bin agar tak dapat di restore lagi.


“O-Oke....” Aku hanya dapat memikirkan kata itu untuk menanggapi perkataan Syafa.


“Bukankah Reza sangat keren? Selain menjadi Ketua OSIS, dia adalah siswa terbaik di angkatannya. Aku tidak tahu pacar ideal yang dia cari hingga membuatnya jomblo saat ini.”


“Kamu benar-benar akan mengejar Reza?”


“Apa kamu bercanda. Itu hal yang tidak mungkin! Kamu tahu perbedaan antara tampan dan luarbiasa? Aku masih berharap untuk memiliki pacar tampan bahkan pintar. Tetapi memikirkan seseorang yang luarbiasa seperti Reza itu berbeda, itu lebih seperti kekaguman kepada idola. Mereka tidak bisa digapai.”


“Tetapi, kalau kamu sedikit berusaha mungkin kamu akan mendapatkan kesempatan. Bukankah cinta itu tentang perjuangan.”


“Kamu benar tentang cinta adalah perjuangan. Tapi bagiku Reza akan tetap menjadi idolaku, aku hanya akan mengaguminya dan membuatnya menjadi vitamin setiap aku melihatnya.”


Aku mengerti akan prinsip dasar ini, seseorang yang luarbiasa hanya untuk dikagumi oleh banyak orang, bahkan ketika kamu dapat memilikinya, kamu hanya akan tersiksa karena merasa cemas akan mata-mata yang mencoba mencurinya darimu.


Lebih baik mengagumi tanpa efek samping apapun di masa depan.


“Ayoo cari tempat teduh dulu, aku tidak mau mendapatkan posisi duduk di tengah terik matahari,” ucapku


“Kamu benar, aku tidak mau membawamu lagi ke UKS.”


“Hahaha, mohon bantuannya untuk beban di masa depan.”

__ADS_1


“Lebih baik kamu mencari pacar saja. Itu lebih baik!”


“Tidak mungkin, aku hanya memilikimu.”


“Aku keberatan!”


Kami hanya saling melontarkan kata candaan sampai menemukan posisi duduk paling timur, tepat berada di bawah pohon rindang dekat Lab. Multimedia.


“Aku akan memberitahumu yang mana Reza saat dia sudah ada disini,” suara Syafa dengan antusiasnya.


Aku menyadari kekuranganku. Aku bukanlah tipe orang yang akan dengan repot memperhatikan orang lain, dengan kata lain aku ini super cuek.


Begitu banyak senior yang ada, bahkan tak satu pun aku bersusah payah untuk bertanya nama dan mencari informasi.


Hal ini membuatku ketinggalan informasi gosip di sekitar ku, aku tak tahu ke mana arah gosip itu dituju ketika aku tak mengenal tokoh utama dalam cerita mereka.


“Lihat, itu Reza!”


Beberapa kali aku akan melihat arah pandangan Syafa untuk memastikan bahwa orang yang dia tunjuk adalah orang yang benar, dan itu benar-benar membingungkan aku.


“Apa kamu tidak salah kenal orang?” Bukankah dia 'si cowok kutub utara'? Bagaimana mungkin berubah menjadi Reza dengan segala gosip luarbiasa yang mengikutinya.


“Tentu saja, aku bahkan akan bingung padamu. Dia adalah orang yang membawamu ke UKS dan membawakanmu makanan. Bagaimana bisa kamu tidak mengenalnya?”


“Apakah dia punya saudara kembar?”


“Apa kamu mencoba bercanda denganku! Dia itu anak tunggal!”


Seperti sebuah arus pentir jatuh ke kepalaku. Lelucon apa ini? Bagaimana bisa mereka membodohiku.


Detik kemudian, Jaelani tiba-tiba duduk di sampingku dengan senyuman bodohnya. Berusaha bertindak polos, ah?


🍀🍀🍀


Note Penulis


Reza : “Bagaimana?”


Jaelani : “Aku masih makan, Reza. Biarkan aku menghabiskan makananku dulu.”


Reza : (memasang wajah sedingin es kutub Utara).

__ADS_1


Jaelani : “Baik, baik! Nanti aku akan mencarinya. Sumpah!!”


__ADS_2