
"Hey nona..kita ketemu lagi,mau apa di sini?" sapa Rendra yang begitu berbinar bertemu dengan Mona di supermarket.
"Ck,apa kau tidak bisa melihat tuan..ini supermarket jelas aku ingin belanja masa kondangan" balas Mona berdecak kesal dengan pertanyaan yang Rendra lontarkan.
"Haha tidak begitu maksud ku kan hanya sekedar untuk basa basi saja..apa kita bisa berbelanja bersama kebetulan aku juga ingin membeli bumbu dapur dan keperluan dapur karena bibi yang berbelanja biasa nya di apartemen sedang cuti jadi aku harus belanja sendiri, bolehkah?" pinta Rendra menatap penuh harap pada Mona yang kini hanya memasang wajah jengah nya.
"Ck, merepotkan saja kau.. baiklah" akhir nya Mona setuju dan mau membantu Rendra untuk membeli kebutuhan dapur untuk di apartemen Rendra.
Rendra tersenyum dalam hati karena modus nya berhasil..ckckck dia benar-benar seperti aktor kelas dunia ya gaes.
Mona dan Rendra berjalan beriringan persis seperti sepasang pengantin baru..banyak mata yang melihat ke arah mereka dan berdecak kagum melihat nya..Mona sendiri bodoh amat yang penting mereka tidak memiliki hubungan apapun,ah kecuali partner tak sengaja malam pengantin nya.
__ADS_1
Mona dan Rendra saling bekerja sama untuk memilih bumbu dapur..sesekali Rendra kena omel karena salah mengambil bumbu dapur yang jelas-jelas sudah ada nama nya..Mona berkali-kali menghembuskan nafas nya panjang agar tak terbawa emosi dan berujung menghajar Rendra.
"Mona..kau kah itu?" sapa seseorang di samping Mona yang tengah memperhatikan Mona dengan seorang pria tampan namun penampilan nya biasa saja.
Mona menoleh dan melihat seseorang yang memang tak ada hubungan darah dengan nya berusaha akrab dengan diri nya..seperti nya ayah nya tidak menyampaikan pesan nya pada saudara tiri nya itu..biarkan saja jangan salahkan dia.
"Kau siapa?" tanya Mona acuh lalu memilih keperluan dapur lagi tanpa menganggap keberadaan saudara tiri nya.
"Kau siapa?" tanya Mona sekali lagi dengan menatap tajam Feluzy.
"Jangan pura-pura tidak mengenalku Mona..sekuat apapun kau menutupi nya kebenaran akan tetap terungkap..hahaha menjijikan sekali kau ini" kata Feluzy menatap Mona dengan angkuh nya.
__ADS_1
"Apa maumu?" tanya Mona terus terang tak mau ambil pusing.
"Mauku,pergi jauh dari kehidupan keluarga ku..kau adalah sumber kesialan di keluarga kami..kau tau gara-gara kau tak pulang ke rumah mertua mu perusahaan Daddy terancam bangkrut..dasar pembawa sial" teriak Feluzy sengaja mengeraskan suara nya agar semua orang mendengarnya terutama pria yang sedang bersama Mona.
PLAKKKK.....
"Tutup mulut mu atau aku akan merobek nya..tanya pada Daddy mu siapa aku di keluarga kalian..aku sudah bukan lagi siapa-siapa di hidup kalian karena Daddy mu sendiri yang mengatakan bahwa aku tak ada lagi hubungan dengan keluarga Artadinata" tegas Mona mengatakan kebenaran nya agar Feluzy tak lagi mengganggu nya.
"Kau,..kau menamparku hah..berani sekali kau?" teriak Feluzy tak terima dia di tampar oleh Mona.
"Kenapa tidak berani,aku sudah mengatakan pada Daddy mu bahwa jika keluarga Artadinata masih mengganggu ku dimanapun itu maka aku tak bisa menjamin keselamatan nya..pergi sebelum ku robek mulut mu"
__ADS_1