
Mona saat ini sedang menikmati Lekker spesial yang dia pesan dan juga di buat oleh koki spesial nya yaitu Rendra.
Ya begitu sampai Rendra langsung di arahkan menuju ke dapur oleh Mona..Mona berkata bahwa dia sudah tidak sabar memakan Lekker langka itu sehingga Rendra harus bergegas membuatkan nya.
Rendra tentu saja tidak asal membuat nya karena dia belajar dari tutorial membuat Lekker di yuyutube..dengan sangat teliti Rendra mulai menyiapkan bahan apa saja yang di butuhkan untuk membuat makanan itu.
Dan setelah mencoba satu jam lebih akhirnya Mona bisa menikmati Lekker yang dia inginkan..meskipun rasa nya tidak dapat di percaya tapi tampak Mona sangat menikmati makanan itu..Rendra hanya bisa berdoa semoga saja Mona dan anak nya baik-baik saja setelah memakan makanan itu.
"Sayang kau yakin baik-baik saja?" tanya Rendra memastikan bahwa Mona dan calon anak nya baik-baik saja.
"Ck,mengganggu saja sih..sudah aku bilang aku baik-baik saja" kata Mona dengan kesal menatap jengkel ke arah Rendra yang kini terlihat ciut.
"Baiklah sayang maafkan aku ya..ya sudah habiskan aku ke dapur dulu untuk..untuk emm..ah iya untuk mengambilkan minum untuk mu,kau mau jus atau susu sayang?" kata Rendra mengalihkan perhatian Mona agar dia tak di suguhkan wajah jengkel Mona lagi.
__ADS_1
Dia juga takut gaes,takut jatah nya berkurang.
"Emm..susu hangat saja" kata Mona sambil menyuapkan Lekker yang hanya tinggal beberapa itu kedalam mulut nya.
"Baiklah ratuku, sesuai keinginan mu" jawab Rendra lalu dia menuju ke dapur lagi untuk membuat susu hangat untuk sang istri.
#
Sementara itu di rumah sakit tampak tak ga orang dewasa yang masih duduk menunggu di depan ruang operasi yang sudah hampur satu jam lebih tertutup rapat.
Hingga tak berapa lama kemudian,pintu ruangan itu terbuka dan tampak lah seorang dokter keluar dari ruangan itu dengan masih mengenakan masker di wajah nya dan menunjukkan betapa lelah nya wajah sang dokter.
"Bagaimana dok,apa dia baik-baik saja?" tanya Domian langsung mendekati dokter itu.
__ADS_1
"Keadaan nona sudah baik-baik saja tuan,sebentar lagi kami akan memindahkan nona ke ruang rawat dan masih dalam pemantauan kami" jelas sang dokter.
"Baiklah terimakasih"
Setelah itu saya dokter pun meninggalkan Domian dan kedua orangtua nya untuk menuju ke ruangan nya..Domian sendiri tengah menanti Queena yang sebentar lagi akan di bawa ke ruang rawat biasa..ya dia hanya bisa memberikan fasilitas biasa untuk istri nya.
Domian tidak memiliki uang lebih untuk mengurus ruangan lebih mewah dari yang dia pesan..keuangan nya belum stabil dan kerjasama nya dengan Rendra pun belum di mulai jadi dia belum bisa memastikan bahwa dia mendapat uang lebih.
Tak lama kemudian tampak dua orang suster keluar dengan mendorong brankar dimana Seequeena sedang terbaring lemah tak berdaya di atas nya..Domian dengan sigap membantu kedua suster itu mendorong brankar Seequeena.
Mereka mendorong brankar itu sampai di ruangan yang bukan Domian pesan..Domian menatap kedua suster itu dan berkata.
"Sus maaf ini bukan ruangan yang saya pesan" kata Domian.
__ADS_1
"Maaf tuan,ini sesuai pesanan tuan Rendra" kata sang suster lalu bergegas mempersiapkan segala nya di ruangan itu lalu keluar setelah selesai.