SEPASANG CINCIN

SEPASANG CINCIN
Ep_41..Kesal


__ADS_3

Mona terkekeh melihat ekspresi wajah Rendra yang menurut nya lucu..Mona tau Rendra sedang cemburu dengan masa lalu nya dan itu semakin membuat Mona menyukai Rendra.


"Kalau dia tidak meninggalkan ku maka di malam pertama kami kau tau kan apa yang akan terjadi setelah nya..apa kau mau tubuhku di sentuh pria lain sebelum dirimu hm?" tanya Mona menggoda Rendra yang mana malah membuat Rendra membelalakkan mata nya lebar lalu terdiam.


Setelah sadar dengan apa yang Mona maksud kan,Rendra menubruk tubuh Mona lalu dia peluk erat-erat namun tak sampai menyakiti janin yang di kandung Mona.


Rendra menangkap wajah Mona dengan kedua tangan nya lalu dia dengan kesal mellumat bibir Mona yang malah berani berkata seperti itu untuk memancing kekesalan nya.


Rendra mellumat bibir Mona dengan sedikit kasar namun memabukkan dan Mona pun seperti nya menyukai serangan Rendra.. Mona membalas llumatan yang Rendra lakukan untuk kali ini Mona juga seperti sudah di berikan ranggsangan dan kini tangan kedua nya tak tinggal diam begitu saja.


Tangan Mona mencari sesuatu untuk bisa dia mainkan..begitu pun dengan tangan Rendra yang sudah bertengger di bukit kembar Mona dan tengah merem mas nya dengan penuh ggairah.

__ADS_1


Kini kedua tubuh itu sudah tak mengenakan apapun tentu setelah kedua tangan mereka menjalankan tugas nya untuk mellucuti pakaian mereka.


Dan sore yang sejuk itu berganti dengan sore yang panas tentu hanya panas di dalam kamar kedua nya bukan di tempat lain..mereka mendesyah dan mengerrang bersamaan hingga puncak nya.


#


#


"Honey..sedang apa di sini..mamah dan papah mana?" sapa Domian mendekati Seequeena lalu mencium kening dan bibir wanita yang tengah mengandung buah hati nya itu dengan penuh kelembutan.


"Mamah dan papah ada urusan di luar,apa semua nya berjalan lancar sayang?" balas Seequeena lalu mengusap wajah Domian yang tampak sekali sangat kelelahan dan juga stres akibat mencari bantuan kesana kemari.

__ADS_1


"Tenang saja aku sudah mendapatkan bantuan seseorang dan semoga besok lancar tidak ada halangan..apa dia rewel honey?" tanya Domian sambil mengusap perut Seequeena yang sudah sedikit tampak menonjol.


"Dia tidak rewel sayang..dia membuat ku seperti ratu..mandilah kau tampak lelah" balas Seequeena lalu menyuruh Domian mandi karena dia tidak mau Domian bertanya lebih jauh lagi dan dia tidak mau sampai Domian tau apa yang tengah dia sembunyikan.


"Baiklah..temani aku"


Domian mengangkat Seequeena ke kamar mereka dan tentu nya acara mandi yang Domian laksanakan dengan tambahan plus-plus nya..dia menyerang Seequeena dengan penuh kelembutan takut menyakiti Seequeena dan janin nya.


Seequeena menahan diri agar tidak sampai mendesis kala Domian menghenttak tubuh nya di bawah shower..dia mencengkram erat pundak Domian demi menyalurkan sakit yang dia rasakan dan tentu juga untuk menyamarkan sakit yang dia rasa agar tak sampai ketahuan oleh Domian.


Sebenarnya Seequeena selalu mengalami kram di perut nya lebih tepat mau sebulan yang lalu dia mulai merasakan sakit di perut nya namun dia tidak berani mengatakan pada orang rumah karena keadaan nya sedang tidak baik-baik saja.

__ADS_1


Jiak dia sakit maka beban Domian akan semakin bertambah dan dia tidak mau sampai membuat Domian lebih kesulitan lagi dengan biaya pengobatan nya tak murah.


__ADS_2