SEPASANG CINCIN

SEPASANG CINCIN
Ep_38..Meminta Bantuan


__ADS_3

Sebulan berlalu begitu cepat,selama itu juga Domian tak pernah henti menghubungi dan membujuk orang yang bisa membantu nya menjadi investor di perusahaan nya..dia melakukan berbagai cara agar bisa mendapatkan hasil namun sayang tak satu pun yang mau membantu nya.


Hampir putus asa namun jika dia mengingat kembali kondisi Queena dia kembali bersemangat..dia tak mau membuat Queena susah meski untuk kebutuhan sehari-hari dia masih bisa memenuhi nya tapi tidak selama nya uang itu akan bertahan.


Domian benar-benar tengah di rundung krisis ekonomi setelah dia membayar gaji para karyawan nya yang belum terbayarkan..dia juga melakukan pemecatan massal pada karyawan nya karena perusahaan nya sudah tak bisa lagi beroperasi.


Queena juga sudah tau mengenai hal ini dan dia tidak apa-apa karena dia berpikir mungkin belum rejeki mereka.. Queena juga memberikan semua tabungan nya untuk membantu membayar gaji karyawan meski awal nya di tolak oleh Domian tapi pada akhirnya Domian menerima nya karena terus di desak oleh karyawan yang berdemo bahkan sampai di depan rumah pribadi nya.


"Apa aku minta bantuan dengan dia saja ya.. seperti nya memang aku harus mencoba untuk meminta bantuan nya" gumam Domian memikirkan satu orang yang dia yakini mampu dan bisa membantu nya keluar dari masalah ini.


Domian melajukan mobil nya menuju tempat dimana orang yang dia pikirkan berada..setelah mengendarai mobil nya selama hampir 20 menitan kini Domian telah sampai di kantor dimana orang itu berada.


Domian turun dari mobil nya dan bergegas menuju meja resepsionis untuk menanyakan apakah orang itu ada di kantor atau tidak..setelah tau bahwa orang itu ada di kantor Domian segera menuju lift karyawan untuk menuju ke lantai dimana orang itu berada.

__ADS_1


Sampai lah Domian di lantai dimana keberadaan orang itu..dia keluar dan di anut oleh seorang pria yang dia yakini orang kepercayaan pemilik perusahaan itu.


"Apa anda tuan Domian?" tanya si asisten pada Domian memastikan.


"Ya,saya" jawab Domian singkat.


"Baik ikut saya" balas si asisten lalu melangkah menuju ruangan dimana bos nya berada dengan di ikuti Domian di belakang nya.


"Tunggu sebentar" kata si asisten lalu dia mengetuk pintu ruangan di depan nya.


Tok....


Tok.....

__ADS_1


Tok......


"Masuk" terdengar suara sahutan seorang pria dari dalam ruangan.


Pintu terbuka dan tampak lah sang bos besar tengah duduk di singgasana nya di temani sebuah dokumen di depan nya..si asisten membukakan pintu sedikit lebat agar Domian bisa masuk dan menghadap bos nya.


"Permisi tuan,ada tuan Domian ingin bertemu dengan anda" kata si asisten melaporkan.


Pria yang di ketahui adalah bos besar perusahaan itu mendongak dan menatap ke arah depan dimana ada dua pria yang satu asisten nya dan yang satu nya adalah tamu yang datang dadakan.


"Duduk lah" kata pria itu lalu dia beranjak ke arah sofa mempersilahkan sang tamu duduk dengan di tembak asisten nya juga.


"Terimakasih tuan" kata Domian lalu duduk di sofa di depan pria itu.

__ADS_1


__ADS_2