SEPASANG CINCIN

SEPASANG CINCIN
Ep_45..Panik


__ADS_3

"Terima kasih tuan Rendra, terimakasih banyak..tolong sampaikan terimakasih saya pada istri anda" kata Domian lalu kedua nya bersalaman dan Domian pun meninggalkan rumah Rendra.


Saat sudah di samping mobil tampak ponsel nya bergetar menandakan ada panggilan masuk.. Domian meraih ponsel nya lalu dia geser tanda hijau di latar nya.


"Apaaa?"


#


Tampak di depan ruang operasi Domian, Mona dan juga Rendra tengah duduk di kursi di depan ruangan itu..wajah Domian benar-benar muram,panik dan juga sendu begitu pun wajah Mona,meski Mona sendiri baru tau bahwa yang berada di dalam ruang operasi adalah istri pertama Domian.


Mona juga khawatir dengan keadaan Seequeena meski dia tidak kenal dengan Seequeena tapi sebagai wanita apalagi sama-sama tengah hamil dia juga khawatir.


Sedangkan Rendra,dia hanya biasa saja meski dia sangat jengah berada di sana tapi demi istri tercinta nya dia tetap bertahan.. Rendra sesekali melirik Domian yang tengah kacau dan dia jadi sadar akan sesuatu.

__ADS_1


Apakah jika yang di dalam Mona dia akan seperti Domian juga ataukah lebih..jangan sampai hal mengerikan seperti ini terjadi pada mereka..dia tidak akan sanggup jika harus mengalami hal seperti Domian.


Tak berapa lama kemudian pintu ruang operasi terbuka tampak lah seorang dokter dengan wajah yang muram mendekat ke arah tiga orang dewasa yang tengah menunggu kabar dari nya.


"Bagaimana keadaan nya dok..apa semua baik-baik saja?" tanya Domian langsung mendekat ke arah dokter itu dan memberondong nya dengan pertanyaan tak sabar.


"Begini tuan,anda siapa nya pasien kalau boleh saya tau?" tanya si dokter ingin memastikan.


"Saya suami nya,jadi bagaimana keadaan nya dok jangan bertele-tele" kata Domian sedikit emosi karena dia benar-benar khawatir dengan keadaan Seequeena.


Domian yang mendengar hal itu pun langsung terduduk lemas di lantai dingin rumah sakit.. Mona membekap mulut nya terkejut mendengar hal itu..reflek tangan nya memegang perut nya yang sudah sedikit membuncit.


Rendra pun memeluk sang istri serta mengusap perut Mona dengan penuh cinta..mendengar hal itu dihadapkan pada Domian,Rendra seakan ikut terhanyut dengan hal buruk yang menimpa Domian.

__ADS_1


Rendra mendekap tubuh Mona seakan dia takut hal serupa akan menimpa nya..jika hal itu terjadi lebih baik dia pergi untuk selamanya daripada harus memilih hal yang sama sekali tidak bisa dia pilih.


"Lakukan yang terbaik dok" kata domain lemah tak sanggup mengangkat wajah nya.


Mona meneteskan air mata saat mendengar suara Domian yang seakan tak lagi mampu untuk menghadapi dunia nya..Mona menatap Rendra dan di balas senyuman oleh Rendra.


"Kita pulang ya, pikirkanlah anak kita" kata Rendra menyarankan agar Mona pulang karena dia kasihan melihat wajah lelah sang istri.


"Tapi.." Mona hendak menolak tapi setelah dia berpikir lagi benar yang Rendra katakan kasihan anak nya.


"Baiklah..ayo pulang" kata Mona menurut.


"Tuan Domian kami pulang dulu..kuat lah demi istri anda" kata Rendra pamit dan memberikan semangat untuk Domian.

__ADS_1


"Terima kasih tuan Rendra, Mona" balas domain lirih.


Rendra dan Mona pun menuju keluar rumah sakit untuk kembali ke rumah..sebelum nya Mona meminta agar Rendra melunasi biaya rumah sakit untuk Seequeena dan Rendra hanya mengangguk serta menyerahkan segala urusan pada asisten nya Mario.


__ADS_2