
Seequeena keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat nya..dia menatap sang suami yang sepertinya sangat mengkhawatirkan keadaan nya..dia tersenyum tapi sesaat kemudian dia tak sadarkan diri dalam pelukan Domian.
"Honey..astaga kau kenapa sayang?"
Domian mengangkat Seequeena menuju ranjang panas mereka..dia rebahkan tubuh Seequeena dengan hati-hati takut menyakiti nya..setelah nya Domian menghubungi seseorang yang bisa memeriksa keadaan Seequeena.
"Segera datang atau kau akan kehilangan pekerjaan mu" setelah mengatakan itu Domian memutuskan sambungan telepon secara sepihak.
Dia duduk di sisi Seequeena sambil mengusap telapak tangan Seequeena yang terasa sedikit dingin dalam genggaman nya..Domian benar-benar khawatir dengan keadaan Seequeena yang tiba-tiba ambruk seperti ini.
"Sayang kau kenapa sebenarnya..jangan membuat ku khawatir sayang,bangun lah" gumam Domian dengan raut kekhawatiran yang tampak jelas.
Domian juga sudah menghubungi keluarga nya..ibu nya sangat khawatir dengan kabar yang dia dengar dari putra nya..mereka segera bertandang ke kediaman Domian yang di huni oleh kedua nya.
__ADS_1
Sepuluh menit kemudian sang ibu dan anak ayah Domian telah sampai di depan rumah Domian..mereka memasuki rumah dengan segera,mereka menuju kamar dimana Domian dan Seequeena berada.
"Domi.. bagaimana Queena?" tanya sang ibu setelah masuk kedalam kamar Domian dan Seequeena.
"Mamah, Queena masih belum sadar mah..sebentar lagi Tobi datang untuk memeriksa nya" jawab Domian dengan wajah lesu dan khawatir.
"Tenang lah,dia akan baik-baik saja" balas sang ibu memeluk putra nya yang tengah kacau.
"Sudah Domi, Queena akan baik-baik saja sebaik nya kau hubungi lagi Tobi agar cepat datang" saran sang ayah pada anak nya.
Tanpa di duga Tobi telah tiba di kediaman Domian dengan mobil nya yang tampak lecet di sebelah bemper nya..dia tak memperdulikan mobil nya karena dia harus segera sampai di kamar Domian untuk memeriksa keadaan istri Domian Seequeena.
"Maaf semua nya huhhh..huhhh..ada sedikit insiden" kata Tobi lalu melenggang menuju Domian yang tampak lega setelah melihat kedatangan nya.
__ADS_1
"Cepat periksa Queena" kata Domian lalu dia menyingkir sebentar agar Tobi bisa memeriksa keadaan Seequeena.
Setelah beberapa saat kemudian Tobi membereskan kembali peralatan yang dia gunakan untuk memeriksa Seequeena,dia menatap Domian dan kedua orangtua Domian dengan senyum kecil di bibir kissable nya.
"Tidak usah khawatir, Queena hanya kelelahan dan juga,dia sedang hamil maka dari itu dia tidak boleh kelelahan karena aku rasa usia kandungan nya masih rentan dan mungkin baru beberapa minggu..sebaik mau bawa Queena ke rumah sakit untuk memastikan benar atau tidak nya dugaan ku" kata Tobi menjelaskan kondisi Seequeena.
Deg......
Mendengar penjelasan sahabat nya tentang keadaan Seequeena, Domian terdiam dan menatap perut Seequeena dengan intens..ada kembang api yang tengah meledak dalam hati nya juga kupu-kupu yang berterbangan di otak nya.
"Be..benarkah..kau..kau tidak berbohong kan?" tanya Domian memastikan bahwa sahabat nya itu tidak membohongi nya.
"Iya Dom,kau bawa lah Queena ke rumah sakit dan ingat jika benar kurangi intensitas bercinta mu karena itu sangat tidak di anjurkan bagi janin yang dikandung istri mu" kata Tobi sambil tersenyum kecil lalu berpesan pada Domian agar Domian tidak menerjang Queena secara berlebihan.
__ADS_1
"Thank you"