
"Dom" panggil Seequeena yang seperti nya sudah tersadar dari bius nya.
Domian yang membahas tengah melamun terkesiap ketika mendengar panggilan yang sangat dia hafal..dia menoleh ke arah brankar dan benar saja dia menemukan sang istri sedang menatap ke arah nya.
"Honey..hey kau sudah sadar sayang..sebentar aku panggilkan dokter dulu" kata Domian mengecup kepala Seequeena lalu keluar memanggil dokter.
Sedangkan Seequeena menatap Domian yang tampak berantakan dan memiliki kekhawatiran tersendiri dengan alasan kenapa sampai suami nya bisa seberantakan itu.
Domian kembali masih dengan wajah nya yang tampak kusut dan mengenaskan..Domian mendekat ke arah Seequeena sambil mengusap wajah Seequeena dengan lembut..dia bersyukur karena istri nya sudah membuka mata nya,kini dia hanya tinggal menyampaikan kabar duka yang mungkin akan membuat Seequeena syok.
Dia tidak sanggup
Berat tapi bagaimana lagi,itu lah kenyataan nya..mau tidak mau Domian harus menyampaikan berita duka ini karena jika di sembunyikan terus maka lambat laun pasti akan terungkap.
__ADS_1
"What happen Dom?" tanya Seequeena dengan lembut serta tatapan penuh tanya namun dia harus sabar.
"Honey..maafkan aku,dia....sudah pergi" kata Domian dengan lirih menyampaikan berita duka yang sejak tadi di tahan.
Deggg....
Dia sudah pergi...
Kenapa jantung Seequeena berdetak sangat kencang,ya tuhan apa anak nya sudah tiada..dia benar-benar tidak percaya dengan yang Domian katakan lalu reflek tangan nya mengusap perut nya yang memang sudah datar lagi.
"Hiks..hiks..ini pasti bohong kan Dom..hiks huhuhu tidakkkkkk huhuhu" jerit Seequeena merasa Domian hanya membohongi nya.
"Honey,hey jangan begini kasihan dia..dia sudah bahagia di sana..maafkan aku yang belum bisa menjaga kalian dengan baik,ini salah ku honey ini karmaku hingga kalian yang harus mendapatkan nya..maafkan aku maafkan aku Queena" ujar Domian sambil memeluk Seequeena dengan erat meski Seequeena sendiri terus meronta histeris memukuli dada Domian sambil terisak.
__ADS_1
Dan dalam sekejap suasana di ruangan itu pun menjadi haru..penuh dengan tangis kehilangan dari wanita yang belum sempat di beri kesempatan untuk menjadi seorang ibu.
Domian pun tak kalah sedih nya melihat istri nya yang begitu dia cintai mengalami semua ini,dia menganggap ini karma atas perbuatan nya di masa lalu yang telah menyakiti hati seorang wanita hingga kini wanita nya merasakan sakit lahir dan batin yang teramat.
Di luar ruangan Mario masih diam sambil duduk di kursi tunggu depan ruangan Seequeena..dia melarang dokter untuk masuk karena suasana masih sangat haru tapi dalam hati nya dia cukup prihatin dan juga lega.
Entah setan apa yang menghasut mau hingga dia sedikit senang dengan penderitaan yang Domian alami..dia memang pantas mendapat nya tapi Mario juga menyayangkan kenapa harus wanita yang tak lain adalah istri domain Seequeena yang dan anak dalam kandungan nya yang harus mendapatkan karma buruk Domian.
"Dia yang berbuat tapi orang lain yang menanggung karma nya,cih" batin Mario hanya bisa menatap datar pintu ruangan Domian dengan dokter di sisi nya.
"Maaf tuan apa saya boleh masuk kedalam,karena saya harus memeriksa keadaan pasien" ujar si dokter sembari menahan kesal.
"10 menit lagi" balas Mario dan itu benar-benar mengesalkan bagi dokter wanita yang ada di sisi Mario.
__ADS_1