SEPASANG CINCIN

SEPASANG CINCIN
Ep_25..Mengejutkan.


__ADS_3

Setelah sampai di dalam..Rendra di buat lemas kala melihat tubuh Mona terbaring di atas ranjang dengan tidak berdaya dan jangan lupakan wajah pucat nya itu..oh astaga dia sangat khawatir melihat nya seperti ini.


Semoga Mona nya tidak apa-apa.


"Bu Mona kenapa Bu?" tanya Rendra sambil mengusap wajah pucat Mona.


Bu kost berdiri di sisi ranjang bagian bawah..dia hanya terisak karena merasa bersalah dengan kondisi Mona yang seperti ini..dia merasa bersalah karena setelah memakan makanan nya Mona jadi seperti ini..dia berpikir Mona begini karena dirinya atau keracunan makanan yang dia buat pikir Bu kost benar-benar khawatir dan kalut.


Bu kost menghapus air mata nya lalu menatap Rendra dan mulai menjawab dengan mata yang masih berkaca-kaca.


"Mona seperti ini karena dia memakan makanan dari ibu..ibu juga tidak tau kenapa bisa seperti ini padahal kami makan makanan yang sama secara bersama-sama tapi hanya Mona yang seperti ini.. akhir-akhir ini memang dia seperti kurang sehat dan kadang juga dia suka mual..ibu tau karena kadang ibu diam-diam mengecek apakah Mona baik-baik saja karena ibu khawatir melihat wajah nya yang pucat..maafkan ibu nak Rendra ibu tidak bisa menjaga nya" kata Bu kost menceritakan apa yang dia tau juga sebelum kejadian pingsan nya Mona.

__ADS_1


"Tidak Bu..ini hanya kesalah pahaman saja..baiklah dok sebaik nya anda segera periksa agar kami tidak menebak-nebak" kata Rendra berusaha tenang karena tidak mau membuat Bu kost semakin merasa bersalah meski dia sangat khawatir dengan keadaan Mona nya.


Ini juga salah nya yang tidak memperhatikan Mona beberapa hari ini karena selalu sibuk dengan urusan si Xarghan dan Sweena..oh God maafkan Rendra yang lalai.


Dokter memeriksa keadaan Mona..dia menyuruh sebagian orang keluar dan hanya menyisakan Bu kost dan Rendra juga si dokter itu sendiri..Bu kost hanya tidak mau sampai Mona kekurangan udara karena kebanyakan orang di dalam kamar yang luas nya tidak seberapa itu.


Setelah mengecek nya si dokter menatap Bu kost dan Rendra dengan tatapan kebingungan karena sesuatu hal yang dia temukan membuat dua kemungkinan.. kebahagiaan dan kesedihan.


"Begini..ada dua kabar yang akan kalian terima..satu kabar bahagia dan satu nya kabar buruk,saya sudah memeriksa keadaan pasien dan___huftt pasien hamil dan kondisi nya tidak sebaik ibu hamil kebanyakan karena jantung pasien lemah dan kemungkinan untuk mempertahankan kehamilan ini sangat riskan..sebaik nya kalian hubungi suami nya atau ayah dari janin nya agar memikirkan kembali kondisi ibu nya,jantung pasien sangat lemah dan jika tidak segera melakukan operasi maka resiko nya terlalu besar" kata si dokter menjelaskan tentang keadaan Mona secara garis besar nya.


Deg.....

__ADS_1


"Ti..tidak..tidak mung..kin" kata Bu kost sambil terbata menatap wajah pucat Mona dengan dirinya yang juga sangat terkejut mendengar kata-kata si dokter.


Ini sungguh dua kabar yang membuat nya terkejut dan sangat mengejutkan nya..Mona gadis yang dia kenal sejak lama menderita penyakit jantung dan apa kata dokter tadi..dia hamil..oh astaga apa dia melewatkan sesuatu.


Sementara Rendra mulai berpikir sejenak menerawang ke belakang mengingat kejadian malam panas nya dengan Mona..hanya diri nya yang menjamah Mona karena dia yang pertama kali mengambil kesucian Mona.


Apakah anak itu adalah hasil dari hubungan mereka malam itu..jika di hitung lagi sudah 2 bulan lebih sejak malam panas itu.. kemungkinan terbesar nya memang itu anak nya karena dia selalu mengawasi Mona setelah malam panas itu.


"Berapa usia kandungan nya dok?" tanya Rendra menatap serius ke arah dokter.


"Saya hanya memperkirakan bahwa usia janin baru sekitar 8 mingguan tapi untuk lebih jelas nya lagi silahkan periksakan ke dokter kandungan saja..baiklah ini resep yang harus di tebus dan jangan lupa segera lakukan penanganan untuk kebaikan kedua nya..saya permisi" kata dokter lalu beranjak meninggalkan dua orang yang masih sama-sama terkejut.

__ADS_1


__ADS_2