
Mona masih belum sadarkan diri hingga pukul 10 pagi..entah tidur atau pingsan hanya Mona yang tau..Rendra masih setia menunggu Mona membuka mata nya..dia tidak sabar untuk mengatakan bahwa mereka akan memiliki anak.
"Sayang bangun lah.. Aku tidak sabar melihat reaksi mu setelah tau bahwa kita sebentar lagi akan memiliki anak..kau itu tidur atau pingsan sih sayang kenapa lama sekali" Rendra berkali-kali menggerutu karena Mona belum juga sadarkan diri dari pingsan nya.
Rendra mengambil ponsel nya dan menghubungi Mario untuk menyiapkan pernikahan dadakan untuk nya dan Mona..dia tak mau terlalu lama menunggu dan malah perut Mona semakin tampak membesar seiring berjalan nya waktu.
Rendra mengatakan semua yang harus dia lakukan karena saat ini dia sendiri tidak bisa kemanapun karena Mona belum juga sadarkan diri..baiklah jika setengah jam lagi Mona belum sadar maka akan Rendra bawa Mona ke rumah sakit.
Rendra hanya tak mau Mona kenapa-kenapa karena bukan hanya satu nyawa yang jadi taruhan nya melainkan ada nyawa lain dalam diri Mona yaitu anak mereka.
Bu kost masuk kedalam kamar Mona dengan membawa secangkir teh..dia tau sejak tadi Rendra belum menelan apapun karena mungkin sangat khawatir dengan keadaan Mona yang sampai kini belum juga sadar dari pingsan nya.
__ADS_1
"Nak Rendra,minum lah dulu" kata Bu kost sambil menyerahkan teh itu pada Rendra.
"Terima kasih Bu..kenapa Mona belum juga sadar ya Bu..apa tidak sebaik nya kita bawa dia ke rumah sakit saja?" tanya Rendra sambil menerima teh pemberian bu kost.
"Bersabar lah..mungkin sebentar lagi..tidak sebaik nya nak Rendra makan dulu ibu sudah memasak tadi" Bu kost menawarkan pada Rendra untuk mengisi perut nya dulu karena dia yakin Rendra belum makan juga.
Rendra menyeruput teh yang Bu kost buatkan..dia meletakkan teh itu di meja dekat ranjang..dia tersenyum ke arah Bu kost dan menjawab.
"Baiklah jika kau lapar katakan saja biar ibu ambilkan..dan sebaik nya segeralah urus pernikahan kalian..tidak apa diam-diam dulu setelah Mona bisa menerima nya baru lah kalian melakukan resepsi asalkan anak yang Mona kandung memiliki status karena dia belum di beri nyawa" kata Bu kost sambil menyarankan Rendra segera mengurus pernikahan untuk mereka.
"Tenang saja Bu, Rendra sudah menyuruh asisten Rendra untuk mengurus surat-surat nya.. tidak akan lama" kata Rendra tersenyum seakan tau kekhawatiran Bu kost.
__ADS_1
"Baiklah jika kamu sudah mengurus nya..ibu lega..ya sudah ini ke rumah dulu ya jika perlu apa-apa tinggal panggil saja" pesan Bu kost lalu meninggalkan Rendra yang masih setia menjaga Mona.
#
#
"Pah bagaimana ini..aku tidak mau sampai gagal lagi" kata Sweena merengek pada sang ayah.
"Apa kau tidak melihat bukti yang mereka miliki hah..kau mau masuk penjara dan mendekam lama di sana,jika kau mau silahkan lakukan apapun yang kau mau,papah tidak bisa membantu mu lagi" kata tuan Xarghan membentak sang putri yang tidak terima dengan kekalahan mereka.
"Arghhhh.. Aku tidak perduli yang aku mau Rendra menjadi milikku.. Aku akan buktikan pada papah kalau aku bisa tanpa papah" teriak Sweena masih keras kepala.
__ADS_1