
"Sayang apa kau baik-baik saja?" tanya Rendra saat melihat sang istri yang tampak terdiam sambil menyandar di bahu nya.
"Hm,aku baik-baik saja mas.. Aku hanya kasihan dengan Queena" kata Mona masih memejamkan mata nya dan bersandar di bahu Rendra.
"Kasihan kenapa sayang,bukan nya gara-gara dia kamu di tinggal di hari pernikahan mu dulu?" tanya Rendra memancing reaksi Mona.
Tanpa Rendra duga ternyata Mona langsung mengangkat kepala nya dan menatap tajam Rendra..tanpa di duga mona meminta nya berhenti tepat di tengah jalan dan hal itu tentu saja membuat Rendra kelabakan dan merutuki diri nya yang tidak menyadari bahwa mood Mona sedang tidak baik.
"Sayang maaf,aku salah bicara tadi" kata Rendra mencoba membujuk Mona agar tidak ngambek lagi bisa gawat nanti.
"Turunkan aku" kata Mona kekeh dengan suara datar nya tanpa menatap Rendra.
Rendra berhenti lalu dia mengunci pintu mobil dan melepaskan sabuk pengaman nya dan dia merengkuh tubuh Mona sambil bergumam maaf.
"Maaf sayang,maafkan aku" gumam Rendra seperti berbisik.
"Hiks..aku tidak suka kau mengungkit masa lalu menyakitkan itu hiks..hiks.." kata Mona terisak-isak sambil melap ingus nya yang keluar menggunakan baju Rendra.
__ADS_1
"Iya sayang,maafkan aku..aku salah bicara tadi.. beneran..maafkan aku" Rendra benar-benar merutuki diri nya sendiri yang kini malah membuat Mona menangis.
Bodoh
Mona perlahan terdiam setelah puas menangis bahkan memukul bahu Rendra sebagai balasan kekesalan nya..dia mengambil tisu untuk membuang ingus nya yang seperti nya sudah penuh di hidung nya.
"Apa kau mau sesuatu hm?" tanya Rendra membujuk bumil yang memang butuh di bujuk.
"Buatkan Lekker rasa jambu dan harus kau sendiri yang membuat nya..Srrttttt(buang ingus)" jawab Mona sambil mengorek hidung nya yang gatal.
"Ada lah kalau kau membuat nya" jawab Mona ketus lalu menatap jendela mobil sambil memalingkan wajah nya seakan enggan untuk meladeni Rendra lagi.
'Mati saja kau Rendra,dasar mulut siallan' batin Rendra memukul mulut nya yang dengan lancang nya membahas masa lalu Mona dengan Domian.
#
"Aku mohon bertahan lah honey..aku mohon" gumam Domian masih menunduk memejamkan mata nya berdoa agar Seequeena baik-baik saja.
__ADS_1
Tampak dari arah samping dua orang yang tak lagi muda berjalan dengan sedikit berlari ke arah Domian yang sedang menunduk tak bersemangat.
"Domi..hey nak bagaimana keadaan Queena?" tanya sang ibu pada putra nya yang kini tampak kacau.
"Mamah,papah.. Queena masih berjuang di dalam" kata Domian tak bersemangat menjawab pertanyaan ibu nya.
"Sebenarnya ada apa nak,kenapa Queena bisa begini?" tanya sang ibu yang sangat penasaran.
"Domi tidak tau mah" jawab Domian masih tertunduk.
"Sudah nanti saja kita bahas lagi..sekarang duduk lah kita tunggu kabar dari dokter" kata sang ayah melerai sang istri yang sangat penasaran.
Akhirnya mereka duduk di samping Domian menunggu kabar dari dokter yang masih menangani Seequeena di dalam..mereka sangat khawatir dengan keadaan Seequeena tapi mereka juga tidak bisa berbuat apapun selain menunggu dan berdoa.
Domian benar-benar hancur saat di beri pilihan sulit oleh dokter tadi..dunia nya hancur tak bersisa yang.. bagaimana bisa dia memilih antara anak dan istri nya karena kedua nya sangat berarti dalam hidup nya.
Domian merasa bahwa ini adalah karma atas perbuatan nya yang menyakiti Mona sewaktu dulu..ya dia merasa ini karma atas perlakuan nya pada Mona.
__ADS_1