
Rendra dan Mona saat ini sedang berada di rumah Rendra..mereka saat ini sedang berada di kamar tentu untuk melakukan hal menyenangkan karena Mona sudah terpancing dengan tingkah Rendra yang hanya mengenakan handuk sebatas pinggang nya saja.
Tentu hal itu malah membuat sesuatu dalam diri Mona melonjak..dia ingin merasai lagi sensasi panas dan nikematt yang pernah mereka rasakan sewaktu dulu.
Bibir Rendra tak henti-henti nya menelusuri lekuk tubuh yang sudah dia hafal dimana letak sensitivitas yang bisa memicu suara indah milik sang istri berkoar di kamar mereka yang panas akan gairrah itu.
Rendra memainkan dua bola kenyal sensitif yang sudah menjadi favorit nya dan dengan bergantian memainkan nya dengan satu di mulut nya dan yang satu dia genggam dengan lembut nya bagai kan bola kenyal itu adalah sebuah batu kristal yang tak boleh tergores.
"Aahh..mas Rendra uuhhh" desyah Mona saat mulut nakal sang suami kini mulai menyessap berry sensitif di ujung nya dengan begitu rakus.
Rendra tak memperdulikan suara indah Mona yang begitu merdu di telinga nya..dia masih fokus menyessap berry sensitif yang selalu manis dalam Indra perasa yang dia miliki.
Tidak pernah puas hanya sekali dan rasa nya pun masih sama seperti di awal.
Rendra masih berjuang menyessap agar berry sensitif itu mau mengeluarkan air yang kelak akan membuat anak nya menjadi sehat,namun sekuat apapun dia menyessap nya, berry itu tak kunjung keluar air nya.
Belum waktu nya mungkin.
Rendra berhenti dan berpindah pada bola kenyal yang satu nya..dia pillin berry sensitif itu dengan lembut, dengan rasa gemas ingin rasa nya Rendra mencubit berry merah kecoklatan itu..dia selalu gemas dengan benda kecil di ujung bola kesayangan nya itu.
"Ouhhh aaahh mas Rendra uuhh" lagi dan lagi Mona mendessyah saat Rendra memasukkan berry sensitif nya pada mullut nakal nya itu setelah selesai dengan yang satu nya.
Tangan Mona semakin menekan kepala Rendra yang saat ini tengah bermain-main di berry sensitif nya itu..seakan memberi isyarat kepada Rendra agar Rendra semakin gencar dan lebih untuk memainkan nya karena terbukti Mona bahkan tak pernah henti nya mendesyah.
"Aaahh mas Rendra..sshh auchhh" Mona sedikit meringis saat Rendra seperti nya gemas dengan bola kenyal yang jadi mainan favorit nya itu hingga menggigit pelan.
"Sorry sayang..aku sangat gemas dengan twins" kata Rendra sambil melongok ke arah Mona dan tersenyum puas saya melihat wajah Mona yang sudah sayu penuh akan gairrah.
"I want you" kata Mona dengan membuang urat malu nya dan meminta Rendra untuk segera memuwas kan nya karena dia tidak tahan jika berlama-lama lagi.
__ADS_1
Sungguh jika tidak sedang hamil maka sudah bisa di pastikan Mona tidak akan seperti ini.
"Of course istri ku, sesuai keinginan mu" balas Rendra lalu mulai membuka ked dua kakki Mona dan kini dia mempossisikan wajah nya pada lembah hangat nan candu yang pernah memberikan nya kepuwasan.
Rendra mendekatkan wajah nya pada lembah indah itu dan mulai menciumi aroma khas lembah itu..dia mengecup lembah itu dengan llidah nya yang menjullur mencari titik kecil nan sensitif yang bisa membuat Mona semakin mengerrang hebat.
Rendra tersenyum saat telah berhasil menemukan titik kecil itu dan dia tak menunggu lama lagi untuk memainkan nya.. llidah nya mulai memainkan titik kecil itu dan benar saja suara desyahan Mona semakin memekik di telinga nya..sungguh sangat indah sekali.
"Orghhh mas uuhh... Rendra uhmmm"
"Ouhhh ini hmmmm..nike matt aahh"
Mona terus meracau saat llidah dan mulut nakal suami nya itu berhasil memporak-porandakan lembah nya dengan seenak jidat hingga Mona mengerrang sangat keras, saking nike matt nya.
"Ouhhh Rendra aahh..do it pleaseee aahhh" racau Mona makin tak jelas meminta Rendra untuk segera melakukan nya karena dia tidak tahan lagi dengan serangan yang Rendra berikan.
"Baiklah sayang..sesuai dengan keinginan mu.. Aku akan membuat mu puwas hingga kau menjerit memohon ampun kepada ku" kata Rendra langsung yang kini sudah memposisikan junior nya tepat di pintu masuk area lembah itu dan dengan perlahan dia dorong junior nya hingga tenggelam sempurna.
Rendra mulai menggerakkan pinggul nya maju dan mundur sesuai naluri nya..perlahan hingga Mona tak lagi meringis merasakan sesak saat junior nya memasuki lembah itu.
Butuh penyesuaian lagi karena tidak di pakai sejak malam itu.
Rendra memaccu diri nya bak tengah menunggang kuda meski tak di arena melainkan di ranjang panas nya..gerakan Rendra semakin cepat hingga dia merasakan sensasi yang luar biasa dan dia tau apa itu..dia hampir meledak saat tepat hampir satu jam berlalu diri nya menunggangi tubuh cantik nan sekseh istri nya.
"Arghhh sayang uuhhh.. Mona ssshhh..aku akan sampai..orghhh Mona ssshhh aahhh sayanghhhh" Rendra semakin meracau saat dia telah sampai pada peleppasan pertama nya.
Nafas nya memburu seakan habis maraton ratusan kilo meter..tatapan nya mengarah pada wajah cantik nan sayu pujaan hati nya..dia bingkai wajah indah nan ayu istri itu lalu dia beri kecupan ke seluruh wajah itu hingga Mona di buat kesal karena wajah nya basah dengan kecupan Rendra.
"Ck..jangan sampai aku merusak momen indah ini ya" ancam Mona saat Rendra hampir menciumi nya lagi dan di urungkan karena melihat wajah horor Mona hingga dia tertawa.
__ADS_1
"Hahaha..maaf sayang..aku terlalu gemas dengan mu..baik lah selanjut nya aku atau kau yang memimpin hm?" kata Rendra sambil menyengir lalu bertanya siapa yang akan memimpin permainan selanjut nya.
"I'm a leader..kau nikmati servis dari ku" kata Mona dengan tidak memiliki malu sambil membalikkan keadaan hingga kini dia yang di atas sedangkan Rendra terkekeh melihat tingkah Mona yang seperti nya semakin berani sejak hamil.
"Ok nyonya,aku hanya akan menikmati servis yang kau berikan..lakukan sesuka mu sayang" kata Rendra berpasrah dan memposisikan diri nya agar Mona merasa nyaman dalam bergerak di atas nya.
Mona yang kini dengan tatapan penuh ggairah mulai meraih junior sang suami..dia mainkan sesuka nya dan tentu dia sudah belajar dari ponsel sebelum mereka menjadi suami istri beberapa jam yang lalu hingga membuat Rendra mengerrang apalagi saat tangan nakal Mona mulai memainkan dengan lembut dan menggenggam dengan hati-hati junior suaminya.
Mona mulai menaik turun kan genggaman lembut nya yang dimana junior Rendra semakin menegang keras bak sudah siap bertempur kembali..Mona mengingat setiap adegan hingga dia semakin pintar.
Mona meng ocok junior suami nya itu dengan penuh kelembutan dan meski begitu Rendra masih mengerrang frustasi bahkan meraup wajah nya,menggigit tangan nya agar tak mendesyah saat mullut Mona dengan berani nya mulai mengecupi setiap sisi mi Lik nya.
"Aaahh Mona sayang..ssshhh"
"Y..yahh ouhhh Mona aaahh sayanggggg"
"Lagi sayang..uuhh kau hebat aahhh"
Dan masih banyak lagi racauan yang Rendra lontarkan saat Mona mengobrak abrik junior nya dengan sesuka hati nya..kini sang junior telah tenggelam dalam mullut Mona yang hangat namun tak sehangat lembah nya.
Mona yang memang pada dasar nya sudah sangat basah memilih menyudahi kegiatan nya dan mulai menenggelamkan junior sang suami hingga tenggelam sempurna pada lembah nya.
"Aaahh..uhmmm" desyahan Mona saat dia menenggelamkan junior suami nya pada lembah nya.
"Ouhh Mona" Rendra meracau saat Mona menenggelamkan mi Lik nya pada lembah hangat itu.
Setelah nya Mona mulai menggerakkan tubuh nya naik dan turun,dan di mata Rendra gerakan yang Mona lakukan itu sangat lah sensual dan membuat nya semakin terlihat sekseh..dia tak bisa diam saja melihat bola kenyal favorit nya itu bergerak naik turun seakan menantang nya..dia raih kedua bola itu dan dia mainkan sesekali dia sesaap hingga puas.
Rendra dan Mona benar-benar merasakan kenikmatan yang tiada terkira..memang di malam itu nikemat yang mereka rasakan tak jauh berbeda dari kenikmatan yang kini mereka rasakan.
__ADS_1
Namun beda nya kini mereka telah sah menjadi suami dan istri hingga bebas melakukan apa saja yang di kehendaki tanpa takut apapun.
Sungguh kedua nya merasa bahagia kini.