SEPASANG CINCIN

SEPASANG CINCIN
Ep_24..Sakit.


__ADS_3

"Got it..silahkan tuan Xarghan dan anda nona Sweena lihat ini dulu baru setelah itu kalian berdua bisa mengambil kesimpulan dan keputusan" kata Mario sambil mendorong laptop nya ke arah tuan Xarghan dan Sweena.


Kedua orang itu melihat ke arah laptop yang Mario sodorkan pada mereka..mereka terbelalak melihat apa yang Mario perlihatkan di dalam laptop itu.


Bagaimana mungkin...


Bagaimana bisa pria bawahan Rendra mendapatkan hal ini...


Tangan dan seluruh badan kedua nya mulai gemetaran..mereka seakan baru saja mengalami trauma yang teramat begitu dahsyat secara bersamaan..sementara itu Rendra dan Mario hanya bisa menyaksikan kedua nya dengan penuh kepuasan serta senyum kemenangan yang teramat terang.


"Jadi bagaimana tuan dan nona..apa anda masih ingin menggertak saya lagi?" tanya Rendra pada kedua manusia di hadapan nya dengan tatapan tajam menghunus dua manusia tak tau malu itu.


"Ka..kami..kami minta maaf tuan Rendra..kami janji tidak akan pernah mengusik anda lagi..mohon maafkan saya dan putri saya tuan" kata tuan Xarghan dengan wajah penuh harap pengampunan dari Rendra.


"Bagaimana Mario.. keputusan ada di tangan mu aku mau pergi dan bertemu pujaan hatiku..aku begitu merindukan nya..kau selesaikan sendiri" kata Rendra membuat Mario mengumpat dalam hati dan hanya mampu mengangguk sebagai tanda setuju dari nya.

__ADS_1


"Bos sialan" umpat nya dalam hati.


Rendra beranjak dari tempat nya duduk menuju pintu keluar dan menuju mobil..dia melajukan mobil nya sendiri tentu ke tempat Mona..ah mengingat pujaan hati nya itu dia jadi ingin segera merengkuh tubuh yang pernah dia jajah dulu.


Astaga....


"Shitt..otakmu Rendra..sialan kau" kata Rendra memukul kepala nya sendiri karena sudah lancang berpikir yang enak-enak eh yang tidak-tidak maksudnya.


Rendra memilih melajukan mobil nya sendiri tanpa supir..dia sudah menghubungi kantor untuk mengirim satu mobil untuk Mario dan supir nya..dia mana tega membiarkan Mario dan supir nya begitu saja.


Sementara itu di kosan tampak sedang riuh karena tiba-tiba Mona pingsan..ya setelah memakan makanan yang dia inginkan tiba-tiba tak berselang lama kemudian Mona mengeluh sakit kepala dan sepersekian detik berikut nya dia tak sadarkan diri.


Para penghuni kost panik apalagi Bu kost dia sangat khawatir dengan keadaan Mona yang tiba-tiba tak sadarkan diri seperti ini..mereka membawa Mona ke dalam kamar kost Mona setelah menghubungi dokter langganan Bu kost karena jika Bu kost sakit pasti dia akan menghubungi dokter itu.


Tepat setelah dokter sampai Rendra juga sampai..dia mengernyit bingung melihat dokter yang baru saja turun dari motor..dia bertanya-tanya siapa yang sakit dan dia hanya berharap semoga bukan Mona.

__ADS_1


"Selamat siang dok,ada apa ke mari?" tanya Rendra menyapa karena dia sudah kenal dengan dokter langganan Bu kost entah bagaimana cara nya hanya dia yang tau.


"Oh tuan Rendra..siang juga ini saya di panggil oleh Bu Rosma kata nya ada anak kost yang pingsan" balas si dokter tak kalah sopan nya.


"Begitukah,baiklah mari" kata Rendra mempersilahkan.


Akhirnya kedua nya berjalan bersama menuju tempat kost..setelah sampai di dalam Rendra di buat terkejut kala melihat kamar kost Mona sudah banyak orang.


"Mona" gumam nya khawatir lalu berjalan mendahului dokter itu dan menerobos masuk kedalam kamar Mona untuk segera mengetahui keadaan pujaan hati nya.


Setelah sampai di dalam..Rendra di buat lemas kala melihat tubuh Mona terbaring di atas ranjang dengan tidak berdaya dan jangan lupakan wajah pucat nya itu..oh astaga dia sangat khawatir melihat nya seperti ini.


Semoga Mona nya baik-baik saja.


"Bu Mona kenapa Bu?" tanya Rendra sambil mengusap wajah pucat Mona.

__ADS_1


__ADS_2