
Tak terasa waktu sidang telah tiba di depan mata..tampak hari ini Mona yang juga di temani Bu kost menuju pengadilan untuk melakukan sidang perceraian nya dengan Domian.
Sedari tadi Mona sangat gugup karena dia takut Domian akan mempersulit nya dan malah semakin memakan biaya dan waktu nya..dia juga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan nya sendiri.
Kini dalam hati Mona hanya bisa berdoa semoga segala nya di lancarkan dan dia segera terbebas dari belenggu Domian suami yang bahkan belum pernah dia layani dari segi apapun sebagaimana tugas nya sebagai istri.
"Apa kamu sudah siap nak?" tanya Bu kost menghampiri Mona yang sudah menunggu nya di depan teras.
"Ibu,Mona sudah siap dan semoga hanya sekali sidang semua bisa selesai" kata Mona sambil berharap.
"Amin nak,ayo kita berangkat" ajak Bu kost pada Mona.
Mereka menuju jalan raya untuk memberhentikan taksi..tanpa mereka duga ternyata Rendra telah menunggu kedua nya di depan gerbang dengan mobil nya tanpa supir.
__ADS_1
Seperti nya si Rendra sangat bersemangat dengan perceraian Mona..mungkin dia tidak sabar untuk memiliki Mona meski janda tapi dia yang mendapatkan kesucian nya..mana bisa dia berpaling dari hak itu.
"Loh nak Rendra,di sini juga?" tanya Bu kost yang terkejut dengan keberadaan Rendra.
"Selamat pagi bidadari-bidadari cantik..apa kalian sudah siap?" sapa Rendra tanpa menjawab pertanyaan Bu kost dan tersenyum manis pada kedua nya.
"Pagi juga nak..kami sudah siap,ini mau menyetop taksi" balas Bu kost sambil tersenyum menjawab sapaan Rendra.
Mona hanya memutar bola mata nya malas..Rendra ini tipe-tipe pria langka seperti nya..entah mungkin dia kelebihan kadar kewarasan haid dia sedikit agak oleng.
"Ck jangan melantur pagi-pagi, ngapain kamu di sini?" sela Mona yang sudah jengah dengan tingkah polah Rendra.
"Hehe cantik calon janda nggak boleh marah-marah nanti Abang bawa ke penghulu loh..Abang kan mau anterin neng calon janda sama bidadari cantik sampai dengan selamat ke tempat tujuan" kata Rendra benar-benar membuat Mona melotot menatap Rendra tajam.
__ADS_1
Sedangkan Bu kost,dia hanya bisa senyum-senyum sendiri melihat dan mendengar pertengkaran kedua muda mudi di depan nya..jika saja Mona menikah dengan Rendra pasti Mona akan bahagia sekarang.
"Sudah..sudah..lebih baik kita ikut nak Rendra saja keburu siang dan nanti malah mengganggu proses nya bagaimana" kata Bu kost melerai perdebatan manis keduanya.
Mona tampak berpikir sejenak dan akhirnya dia memutuskan untuk menuruti saran Bu kost saja daripada dia terlambat dan malah akan menghambat proses perceraian mereka.
Tidak..tidak bisa di biarkan..dia sangat ingin bercerai dari Domian dan dia tidak sabar jika harus menunggu lagi.
"Baiklah Mona ikut saja apa yang baik menurut ibu" akhir nya Mona pasrah dan ikut Rendra beserta Bu kost menuju pengadilan.
Rendra tersenyum semakin lebar karena Bu kost begitu pengertian hingga membuat Mona mau duduk di sebelah nya,kini dia benar-benar bahagia meski hanya seperti itu.
"Akan aku lewati setiap proses nya Mona sayang" batin Rendra menjalankan mobil nya.
__ADS_1