
Tak terasa usia kandungan Mona pun mulai memasuki bulan nya..Rendra sebagai suami siaga pun tak mau jauh-jauh dari sang istri dan alhasil semua pekerjaan di pindahkan ke rumah dan jika ada meeting maka mereka akan menggunakan bangunan samping kanan rumah.
Rendra hanya ingin menjaga Mona meski kedua orangtua nya juga selalu datang untuk memantau kondisi Mona dan calon cucu mereka,tapi yang nama nya suami siaga tetap saja harus selalu mengusahakan diri nya di sisi Mona.
Seperti sekarang ini,Rendra tengah meeting di paviliun khusus tempat Rendra mengerjakan pekerjaan nya yang dia boyong ke rumah dua bulan ini.
Mona menemani Rendra di kamar yang khusus Rendra siapkan untuk Mona..andai jika bisa,Rendra akan memindahkan rumah sakit atau ruang bersalin ke rumah nya agar jika sewaktu-waktu Mona hendak melahirkan mereka tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit.
Tentu pikiran konyol itu di tentang keras oleh Mona karena Mona menganggap itu berlebihan dan lagi dia juga ingin merasakan bersalin di rumah sakit seperti wanita normal lain nya.
__ADS_1
Dia tau Rendra ingin melakukan apapun untuk nya agar dia tidak kesusahan dan juga demi kebaikan nya,tapi Mona hanya tidak ingin terlalu di manjakan oleh kemewahan dan serba mudah.
"Sayang apa kau butuh sesuatu?" tanya Rendra di sela-sela meeting dengan para relasi nya.
"Tidak mas, lanjutkan saja biar cepat selesai" kata Mona menggelengkan kepala nya lalu kembali menikmati cemilan kesukaan nya di samping Rendra.
"Baiklah..kalau butuh sesuatu katakan saja ya" kata Rendra lalu mengecup kening Mona dengan sayang dan membuat semua orang di ruangan itu kepanasan.
Hormon kehamilan nya meronta-ronta dan dia tidak suka melihat para wanita itu mengenakan pakaian minim yang benar-benar minim..tentu saja bumil satu itu kepanasan melihat nya.
__ADS_1
Dia tidak rela jika Rendra satu ruangan dengan para wanita itu sementara dia ada di rumah dan jika dia tidak ikut serta maka Mona akan menyesali nya.
"Baiklah rapat selesai..untuk hasil nya nanti saya akan berikan pada asisten saya..sekian dan terimakasih" kata Rendra mengakhiri rapat mereka.
"Ayo sayang..kau butuh istirahat" ajak Rendra pada Mona yang menurut nya sudah lelah.
Mona pun ikut bangkit dan Rendra menuntun nya berjalan karena Rendra tidak tega melihat perut Mona yang dia lihat membuat Mona kesusahan dalam berjalanya,bahkan untuk tidur saja Mona harus membolak-balikkan tubuh nya demi mencari posisi nyaman nya.
Rendra tidak tega tapi dia juga tidak bisa berbuat apapun selain mengusahakan semampu nya.
__ADS_1
"Sayang apa benar kamu tidak mau operasi saja..aku kasihan jika harus melihat mu kesakitan sayang" kata Rendra masih membahas tentang persalinan yang akan Mona lakukan nanti nya.
"Mas..kan kita sudah sepakat untuk aku melahirkan secara normal,nanti jika amit-amit terjadi sesuatu barulah kamu bisa mengambil tindakan operasi..jangan berpikiran yang tidak-tidak karena nanti kamu bisa stress sendiri loh dan itu akan berpengaruh terhadap ku dan baby" kata Mona mengusap wajah Rendra yang tampak khawatir.