SEPASANG CINCIN

SEPASANG CINCIN
Ep_40..Menceritakan


__ADS_3

Rendra telah sampai di rumah setelah pertemuan nya dengan Domian di kantor tadi siang.


Hati sudah sore saat Rendra sampai di rumah nya..dia masuk kedalam rumah dan mencari keberadaan istri tercinta nya..dia sangat merindukan Mona dan juga anak nya yang masih dalam kandungan.


Dia naik ke lantai atas dimana kamar mereka berada..setelah sampai di depan pintu kamar nya Rendra membuka pintu kamar dengan perlahan takut mengganggu waktu istirahat sang istri jika Mona sedang istirahat.


"Sayang,hey kau sedang apa?" tanya Rendra saat melihat Mona sedang duduk di ranjang dengan kepala menyandar pada sandaran ranjang.


"Kau sudah pulang,tadi perut ku mual dan kepala ku juga pusing lagi dan tubuh ku sangat tidak bisa di ajak kompromi" kata Mona menjelaskan apa yang dia rasakan.

__ADS_1


"Kau sudah meminum vitamin nya hm..ingat besok kita harus ke dokter untuk mengecek kondisi mu dan juga perkembangan baby" kata Rendra bertanya apa vitamin yang di resepkan oleh dokter telah dia minum atau belum.


"Sudah,tenang saja aku tidak mungkin melupakan hak penting itu apalagi untuk kebaikan nya..mandi lah ingat jangan pakai parfum apapun karena aku ingin memelukmu" kata Mona mulai menunjukkan tanda-tanda manja nya dan itu membuat Rendra senang.


"Baik lah tunggu sebentar ya" kata Rendra dengan segera mulai melepas atribut kantor nya dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Hey anak papah,lagi apa di sana apa hari ini bikin mamah repot..awas ya kalau bikin mamah repot nanti papah sentil" kata Rendra menyapa sang janin yang masih dalam kandungan Mona lalu dia kecupi perut Mona yang sudah sedikit menunjukkan benjolan.


"Hari ini dia nggak rewel kok..malah aku di bikin kaya babbi makan tidur terus sampai melar badan ku" kata Mona mewakili sang janin menjawab ucapan Rendra.

__ADS_1


Mona mendusel pada dada Rendra karena dia suka berada di spot itu.. nyaman dan aman dan anak nya juga menyukai nya..entah bagi nya tempat ternyaman di dada Rendra.


"Benarkah..wah anak papah pinter..oh iya sayang tadi aku ketemu mantan kamu dia nyamperin aku di kantor dan butuh bantuan ku..menurut mu gimana sayang aku harus membantu nya atau tidak?" kata Rendra menceritakan tentang pertemuan nya dengan Domian yang membutuhkan bantuan nya.


Mona terdiam sejenak dan menatap dalam mata Rendra..dia tidak tau harus bagaimana karena dia sama sekali tidak memiliki rasa pada pria yang telah menjadi mantan suami nya itu.


"Terserah kamu..aku tidak berhak untuk memutuskan karena itu kan perusahaan kami dan aku dengan dia juga nggak ada hubungan apapun" kata Mona datar seakan enggan membahas mengenai Domian karena dia tidak tertarik sama sekali.


"Tapi kamu harus memutuskan sayang karena aku hanya ingin membalas dia saja dia sudah menyakiti mu meskipun kalian tidak memiliki rasa apapun tapi tidak sepantas nya dia meninggalkan mu tepat di hari pernikahan kalian bahkan setelah pengucapan janji suci..aku benar-benar tidak bisa menerima bahwa kau pernah menjadi istri nya meski hanya beberapa waktu dan tidak saling tegur sapa bahkan bertatap muka" kata Rendra sambil mencengkram erat selimut yang dia pegang.

__ADS_1


__ADS_2