
"Sus maaf ini bukan ruangan yang saya pesan" kata Domian.
"Maaf tuan,ini sesuai pesanan tuan Rendra" kata sang suster lalu bergegas mempersiapkan segala nya di ruangan itu lalu keluar setelah selesai.
Sedangkan Domian,dia hanya tersenyum mencoba untuk menerka apakah dia salah dengar atau memang si suster yang berkata terlalu cepat hingga dia tak bisa menangkap kebenaran ucapan suster tadi.
"Tuan Rendra, maksud nya tuan. Rendra yang memesan kamar ini untuk istri ku?" gumam nya sambil terus memperhatikan setiap sudut ruangan dimana sang istri berada saat ini.
Ruangan VVIP yang sangat mewah,ranjang nya pun bukan ranjang pasien melainkan ranjang tidur biasa namun ukuran nya size sedang..terdapat dua sofa besar dan panjang di sebrang ranjang dan juga fasilitas yang lengkap..Domian kini merasa sangat tidak berguna.
Dia tidak tau harus bagaimana lagi,meski Rendra telah memesankan kamar ini untuk istri nya tapi biaya rumah sakit tentu lah tidak semurah itu..dia menitipkan Queena pada kedua orangtuanya karena dia akan ke pihak administrasi untuk mengurus masalah biaya.
Dia belum bisa melunasi biaya perawatan dan operasi Queena tapi setidak nya dia bisa mencicil nya dengan tabungan yang dia miliki..tidak apa-apalah jika dia harus menjual mobil nya setidak nya istri nya sembuh.
Domian telah sampai di depan ruangan administrasi..dia berdiri di depan meja administrasi dan bertanya.
__ADS_1
"Malam sus,saya mau tanya rincian biaya operasi dan juga biaya perawatan istri saya Seequeena" kata Domian pada sang suster.
"Baik sebentar saya periksa dulu tuan" kata si suster sambil membuka buku catatan yang ada di depan nya lalu memeriksa nama Seequeena.
Setelah selesai si suster menutup kembali biku itu lalu berkata pada Domian dengan ramah.
"Maaf tuan biaya perawatan atas nama nyonya Seequeena telah di lunasi berikut biaya operasi nya dan juga biaya penyembuhan nya" jelas ia suster membuat Domian terpaku di tempat nya.
Di lunasi...
Siapa orang baik yang telah melunasi biaya rumah sakit istri nya..
Otak Domian kini telah sinkron dan dia hanya tertuju pada satu nama yang sama yang telah memesankan kamar untuk istri nya.. Rendra..ya dia terpikir bahwa Rendra lah yang telah membantu nya.
"Maaf suster,siapa yang telah melunasi nya kalau boleh saya tau?" tanya Domian sangat penasaran juga ingin memastikan.
__ADS_1
"Tuan Rendra atas permintaan nyonya Mona istri nya,itu yang di sampaikan oleh asisten tuan Rendra Mario" kata si suster menyebutkan nama malaikat yang telah membantu nya.
Deg....
Mona..
Wanita yang telah dia sia-siakan dulu kini malah berbaik hati mau membantu nya..apakah ini hanya sebagai bentuk belas kasih nya untuk menunjukkan bahwa dia sedang membalas dan mengejek nya karena tengah terpuruk ataukah memang niat nya ingin membantu.
"Apa dia sedang menunjukan bahwa aku tidak berguna dan dia sedang menertawakan betapa malang nasib ku saat ini?" gumam Domian dalam hati berpikir yang tidak-tidak.
Domain berlalu setelah mengucapkan terima kasih oada suster itu..dia kembali ke kamar dimana Seequeena tengah beristirahat..dia hanya menatap kosong kamar dimana dia berada.
Kasihan.
Domian bagai pengemis yang patut di kasihani..dia tidak bisa berbuat apa-apa bahkan di saat istri nya kesakitan pun dia tidak tau karena terlalu lalai dan hanya mengejar kerjasama hingga dia kehilangan anak nya.
__ADS_1
'Apa ini memang balasan atas perbuatan ku dulu tuhan..sungguh betapa kejam engkau membalas ku' batin Domian.