SEPASANG CINCIN

SEPASANG CINCIN
Ep_34.. Periksa Kandungan


__ADS_3

Mona dan Rendra saat ini sudah sampai di rumah sakit tentu untuk melakukan pemeriksaan terhadap kandungan Mona..Rendra ingin anak dan istri nya sehat selalu agar dia bahagia dan lega.


Rendra sudah membuat janji dengan dokter kepercayaan nya dan kini kedua nya sudah berada di dalam ruangan sang dokter.


"Selamat datang tuan Rendra dan nona Mona..silahkan duduk" sapa sang dokter muda yang cantik seusia Mona lebih tua sedikit.


"Pagi Sya..apa kau sudah menyiapkan apa yang aku minta?" balas Rendra langsung pada intinya.


Plakkk....


"Mas,jangan begitu nggak sopan tau..maaf ya dok" Mona menepuk bahu Rendra karena dia merasa Rendra tidak sopan dengan sang dokter.


"Haha..tidak apa-apa nona..dia memang suka seenaknya sendiri" kata si dokter muda itu tersenyum hangat pada Mona.

__ADS_1


Mona hanya mengangguk meski dalam hati nya sedikit tidak enak akan sikap Rendra..Rendra sendiri hanya tersenyum kecil melihat ekspresi Mona.


"Sayang dia itu temanku..kami kuliah di kampus yang sama tapi dia lebih memilih menjadi dokter padahal aku sudah mengiming-imingi dia dengan posisi manager di kantor jika dia mau mengambil jurusan bisnis..bukan nya dia bodoh sayang?" ujar Rendra menjelaskan hubungan nya dengan Nasya sang dokter.


Wajah Nasya memberengut..dia kesal setiap kali Rendra mengenalkan nya pada seseorang pasti selalu itu yang dia bicarakan.


"Ck..kau ini selalu saja menjelek-jelekkan ku" kesal Nasya sang dokter yang menatap Rendra dengan tatapan permusuhan.


"Hey bukan nya seperti itu kenyataan nya..kau selalu saja mengelak pantas saja dia tidak bisa kau raih" ejek Rendra semakin membuat Nasya kesal saat Rendra membahas pria yang dia sukai.


"Apa sayang..memang benar dia___" belum selesai Rendra berujar Mona sudah melayangkan ultimatum mengerikan bagi Rendra.


"Diam atau setahun tidak ada jatah" ancam Mona memotong ucapan Rendra yang membuat Rendra langsung beringsut tak berani melawan.

__ADS_1


"Iya aku diam sayang" kata Rendra menurut sambil melirik kearah Nasya yang kini sedang menahan tawa nya.


'Sialan aku di tertawa kan..awas kau dokter payah' batin Rendra menatap permusuhan pada Nasya dan hanya di tatap mengejek oleh Nasya.


"Ekhemm.. sebaiknya nona berbaring saja di brankar dan kita segera lakukan pemeriksaan..tuan Rendra anda bisa membantu istri anda" kata Nasya si dokter sambil tersenyum namun senyum nya itu seperti senyum ejekan bagi Rendra.


"Baik dok" jawab Mona sambil berdiri dan di ikuti Rendra di belakang nya.


Mona naik ke atas brankar di bantu Rendra.. Nasya sebagai dokter hanya bisa melihat betapa Rendra perhatian sekali dengan Mona..ah dia jadi membayangkan bagaimana jika dia di posisi Mona dengan pria yang dia sukai.


'Ck otak bodoh' batin Nasya kesal merutuki dirinya yang membayangkan berada di posisi Rendra dan Mona.


Si dokter itulah pun mulai memeriksa dan melakukan USG pada perut Mona..Rendra tak henti-henti nya menatap layar monitor yang tak jauh dari brankar dimana di layar itu tampak seperti titik hitam yang mana titik hitam itu adalah anak nya

__ADS_1


"Sejauh ini kandungan nona maosh normal hanya saya sarankan sebaiknya anda harus mengurangi konsumsi obat jantung anda..dan mulai Minggu depan saya akan memberikan perawatan intensif untuk membantu anda" kata si dokter menjelaskan.


"Baik dok..apa saya perlu menghindari makanan tertentu?" tanya Mona.


__ADS_2