
"Iya Dom,kau bawa lah Queena ke rumah sakit dan ingat jika benar kurangi intensitas bercinta mu karena itu sangat tidak di anjurkan bagi janin yang dikandung istri mu" kata Tobi sambil tersenyum kecil lalu berpesan pada Domian agar Domian tidak menerjang Queena secara berlebihan.
"Thank you" balas Domian lalu duduk di samping Queena yang masih belum juga sadar dari pingsan nya.
Domian tak memperdulikan para manusia yang ada di kamar nya dia hanya fokus pada Queena dan calon penerus nya..tak lama setelah nya Queena bangun dan menatap ke arah Domian yang menatap nya intens penuh dengan binar cinta.
"Ada apa Dom,mama dan papa di sini juga?" tanya Queena berusaha bangun dan di bantu Domian dengan sigap.
"Jangan banyak bergerak honey,nanti dia kenapa-kenapa" ujar Domian lembut namun penuh ketegasan.
"Dia,siapa maksud nya?" tanya Queena masih bingung dengan 'dia' yang Domian maksud kan.
__ADS_1
"Anak kita..kau hamil sayang, terimakasih ya sudah mau mengandung anakku..aku mencintaimu Queena" kata Domian menjelaskan tentang kehamilan Queena.
Hal itu membuat Queena terkejut sekaligus bahagia..apa Domian bilang,dia hamil..apa anak di dalam perut nya..oh ya tuhan hadiah terindah yang Queena terima selama menikah dengan Domian 2 tahun ini.
"B.. benarkah..kau tak menipuku kan Dom?" tanya Queena memastikan bahwa ini bukan kah kejutan untuk nya atau semacam prank.
"Tidak sayang,selamat ya kau telah menjadikan mama oma sebentar lagi..oh Queena menantuku yang terbaik" sahut sang ibu Domian memeluk Queena dengan penuh syukur.
Domian mencebik kesal dengan sikap mama nya yang menyerobot jatah nya..tapi bagaimana pun juga dia tetap bahagia karena ibu nya dan istri nya akur.
#
__ADS_1
#
"Apa maksud mu,kau jangan bercanda sialan" teriak si bos besar dengan mata menyala ingin menghajar orang.
"Benar tuan,tadi pagi saya mendapat telefon dari investor terbesar kita dan mereka mengatakan bahwa mereka telah menarik saham mereka dari perusahaan kita dan saat ini perusahaan sedang di landa kekacauan karena para pemegang saham yang lain juga ikut-ikutan menarik saham nya, bagaimana tuan" jelas sang asisten pada bos nya yang semakin menambah pusing bos nya.
"Sialannnn" teriak si bos besar yang tak lain adalah Domian suami dari Queena dan calon ayah yang mungkin 8 bulan lagi akan menyandang gelar sebagai seorang ayah.
Domian membanting apa yang ada di sekitar nya karena ingin meluapkan kekesalan nya juga emsoi nya..dia tidak menyangka bahwa dia akan segera bangkrut kalau masalah ini tidak segera di atasi.
"Arghhh, sialannnn..apa yang harus aku lakukan shittt..kenapa di saat aku ingin bahagia ada saja masalah nya..arghhhh brengsekk" umpat nya berusaha menenangkan diri agar tak kelepasan.
__ADS_1
Saat ini perusahaan Domian tengah di landa krisis besar dan mungkin tidak lama lagi akan segera bangkrut.. Domian harus mencari investor lain yang bisa menyelamatkan perusahaan nya karena tidak mungkin dia akan diam saja melihat kehancuran perusahaan yang dia rintis dari nol hancur begitu saja.
"Aku harus mencari investor lain agar usaha ku tidak gulung tikar..aku masih memiliki Queena dan calon anakku,aku tak mau mereka hidup susah.. sialannnn"