
"Sekarang kau anggap aku orang lain tapi lambat laun kau akan menganggap ku separuh jiwa mu.. Aku akan membuat mu jatuh dalam jerat cinta ku Mona" batin Rendra penuh tekad.
Setelah makan selesai kini Rendra tengah mengobrol dengan ibu kost tentu mengobrol tentang Mona,Bu kost merasa Rendra sangat penasaran dengan Mona hingga dia bertanya pada Rendra.
"Apa nak Rendra menyukai Mona?" tanya Bu kost menatap Rendra dengan teduh.
"Ibu benar,saya memang menyukai Mona sejak pertemuan pertama kami..saya juga tau bahwa Mona masih memiliki suami tapi saya tidak akan menyerah semudah itu untuk mendapatkan hati Mona,saya harap ibu mengerti perkataan saya..saya akan gentle menghadapi tantangan besar nanti" kata Rendra mantap menatap Bu kost dengan pandangan yang penuh keseriusan.
Bu kost merasa Rendra benar-benar pria baik dan penuh tanggung jawab terhadap Mona..Bu kost juga ingin Mona bisa merasakan cinta yang utuh dan tulus dari seseorang yang kelak mampu membahagiakan nya.
Bu kost merasa Rendra adalah kategori pria yang tepat untuk Mona dan Bu kost pasti akan mendukung nya..Rendra dan Bu kost telah selesai berbincang dan kini mereka menemui Mona karena Rendra hendak berpamitan.
Tadi Rendra menerima telepon bahwa perusahaan tengah kedatangan tamu penting tanpa Rendra duga..marah pasti namun sebisa mungkin Rendra menahan diri agar tak membuat Bu kost ilfil dengan nya.
"Mona" panggil Bu kost pada Mona yang tampak baru selesai beberes kamar.
"Ya Bu,ibu butuh sesuatu?" jawab Mona bertanya.
"Tidak,ini nak Rendra mau pamitan..dia ada pekerjaan di kantor dan dia harus kembali" kata Bu kost menjelaskan tujuannya.
"Oh.. hati-hati" kata Mona singkat.
Rendra hanya diam menatap intens Mona yang tampak acuh..tidak apa-apa demi mendapatkan calon janda di depan nya dia rela di juteki dan di acuhkan..tunggu saatnya tiba maka dia akan membuat Mona bucin pada nya tentu dia juga ikut bucin pasti nya.
"Baiklah aku pamit dulu,Bu saya pergi dulu ya titip Mona takut ada yang melirik nya nanti saya di tikung lagi" kata Rendra berpamitan dengan Mona dan Bu kost.
__ADS_1
Mona mendelik menatap tajam Rendra yang hanya menyengir,dia benar-benar tidak habis pikir dengan otak Rendra yang mampu berpikir hal itu padahal dia tau Mona sendiri status nya masih istri orang.
Bu kost hanya terkekeh melihat ekspresi dua muda mudi di depan nya,dia senang dengan perhatian dari Rendra yang begitu tulus terhadap Mona..setidak nya Mona memiliki seseorang yang menyayangi nya secara tulus.
"Iya hati-hati nak Rendra,jangan lupa mampir lagi kapan-kapan kalo tidak sibuk" kata Bu kost sambil mengantar Rendra ke pintu gerbang dengan Mona serta.
Setelah kepergian Rendra Mona dan Bu kost kembali ke kamar Mona..mereka duduk bercerita tentang rencana kedepan nya yang akan Mona lakukan untuk masalah perceraian nya dengan sang suami.
Mona hanya bisa berharap semoga suami nya itu tidak susah untuk di ajak kerjasama..jika suami nya bersikeras tidak mau bercerai maka dia akan susah untuk mengurus nya.
#
"Apa tamu itu sangat penting hingga mengganggu waktu ku dengan Mona?" tanya Rendra pada asisten nya saat dia sudah berada di perjalanan.
"Maaf bos,tamu anda memang penting karena ini menyangkut kerjasama antara perusahaan bos" jawab sang asisten.
Sang asisten sendiri hanya menelan ludah nya kasar mendengar kata-kata bos nya..memang lah nasib mau menjadi asisten seorang bos yang sedang kasmaran dengan istri orang.
Rendra memilih mengecek materi pembahasan yang akan mereka bahas nanti dengan klien di ruang meeting.. sebenar nya Rendra benar-benar ingin bersama Mona saja hari ini tapi apalah daya dia juga seorang bos perusahaan yang memiliki banyak karyawan yang masih nya bergantung pada nya.
Dia tak bisa lepas tangan begitu saja hanya untuk sekedar mengejar cinta nya semata..jika begitu bagaimana nasib mereka para karyawan nya.. bisa-bisa dia di turunkan dari jabatan nya meski tidak mungkin tapi otak cerdas nya sudah berpikir yang tidak-tidak.
Tak berapa lama kemudian mereka telah sampai di kantor..sang asisten membukakan pintu mobil untuk Rendra,Rendra keluar dari mobil dan berjalan kedalam kantor menuju pintu lift pribadi dengan beriringan.
Sang asisten mengikuti langkah Rendra dari samping..setelah beberapa saat berada di dalam lift akhir nya mereka sampai di lantai teratas dimana ruangan Farell dan ruangan meeting tidak terlalu jauh hanya berbeda lorong namun masih satu lantai.
__ADS_1
"Apa mereka sudah berada di ruang meeting?" tanya Rendra pada sang asisten.
"Sudah bos..silahkan" jawab sang asisten mempersilahkan Rendra masuk setelah dia membukakan pintu ruang rapat untuk Rendra.
Rendra masuk dan menyapa sejenak para klien nya..tak berapa lama kemudian mereka mulai melakukan pembahasan mengenai kerjasama mereka..Rendra mendengarkan dengan seksama meski terlihat acuh namun dia memiliki pendengaran yang tajam.
Jadi jangan macam-macam atau mencoba membodohi nya.
#
#
Keesokan hari nya Mona menuju pengadilan untuk mendaftarkan perkara perceraian nya dengan Domian..Mona sudah mantap untuk bercerai karena bagaimana pun juga dia dan Domian tidak memiliki rasa apapun..dan pernikahan mereka pun terjadi tanpa ada nya cinta dan kesepakatan baik.
Mona di temani Bu kost menuju pengadilan karena dia takut sendirian..dia tidak tau harus apa ketika sudah sampai di sana maka dari itu dia lebih memilih untuk mengajak Bu kost agar menemani nya.
Sampailah Mona dan Bu kost di pengadilan..mereka menuju ke pihak pendaftaran untuk segera di proses dan di tentukan jadwal perkara nya kapan akan mulai di sidangkan.
Setelah mengurus segala sesuatu nya perkara Mona di putuskan untuk melakukan sidang 3 hari setelah pendaftaran.. Mona tentu saja senang karena dia sudah tidak sabar untuk segera berpisah dari Domian yang bahkan tidak pernah bertemu dengan nya setelah pengucapan janji suci waktu itu.
Mona dan Bu kost memilih pulang karena sudah tidak ada lagi yang harus di bahas dan di urus hanya tinggal menunggu waktu sidang nya maka mereka akan segera resmi bercerai tentu jika pihak Domian tidak mempersulit proses nya.
"Semoga di permudah jalan kalian nak..ibu berharap yang terbaik untuk mu" kata Bu kost sambil tersenyum menatap Mona yang tengah duduk di dalam taksi di sebelah nya.
"Amin Bu,doakan Mona semoga lancar sampai persidangan" balas Mona menggenggam tangan Bu kost.
__ADS_1
"Ibu akan selalu mendoakan kebaikan untuk mu..kamu anak ibu meski tidak memiliki darah yang sama tapi bagi ibu kamu tetap anak ibu nak" kata Bu kost memeluk Mona dengan penuh kasih sayang.