SEPASANG CINCIN

SEPASANG CINCIN
Ep_42..Bertemu


__ADS_3

Benar saja keesokan hari nya Domian sudah bersiap untuk datang ke rumah Rendra..dia juga membawa dokumen yang di perlukan untuk kerjasama mereka nanti nya.


Sekarang apapun akan Domian lakukan untuk bisa bangkit kembali dari keterpurukan nya meski dia harus mengemis pada istri Rendra dia tetap akan melakukan nya..dia tak mau anak dan istri nya hidup susah.


"Sayang aku berangkat dulu ya,ingat kau jangan nakal" pamit Domian pada Seequeena sambil mengecup perut Seequeena yang sudah semakin terlihat jelas sedikit buncit.


Dia jadi tidak sabar untuk melihat anak nya..pasti sangat lucu dan menggemaskan.


"Iya hati-hati dan doaku semoga kau berhasil dengan segala usahamu..aku akan menunggu di rumah" kata Seequeena lalu memeluk Domian memberikan semangat pada suami nya.


"I love you Queena" kata Domian mengecup pucuk kepala Seequeena dengan penuh cinta.


"We love you more papah" balas Seequeena sambil menghirup aroma tubuh Domian yang membuat nya tenang.


Setelah sesi pelukan selesai kini Domian keluar dari kamar dan meninggalkan Queena sendirian..setelah Domian pergi dengan mobil nya Queena hanya menatap sendu mobil Domian yang telah meninggalkan pekarangan rumah.

__ADS_1


Tak berapa lama kemudian dia berjalan sedikit cepat menuju kamar mandi dan mengeluarkan isi perut nya karena tiba-tiba perut nya mual dan sedikit nyeri pada perut bagian bawah.


Queena benar-benar lemas dan tak bertenaga..dia hendak bangun namun tenaga nya habis hingga dia tak sadarkan diri di dalam kamar mandi.


#


#


"Silahkan masuk tuan,tuan Rendra sudah menunggu anda" kata salah satu pelayan yang bertugas mengantarkan tamu yang datang.


Domian mengikuti langkah pelayan itu menuju ruang tamu dimana Rendra tengah menunggu..dia bisa melihat Rendra tengah memangku sebuah laptop dengan kacamata yang bertengger di atas hidung nya.


Rendra mendongak dan bisa melihat Domian di belakang pelayan nya..dia meletakkan laptop milik nya dan melepas kacamata nya lalu dia bangun untuk menyambut kedatangan domain.


"Selamat pagi tuan Rendra" sapa Domian ramah.

__ADS_1


"Pagi juga tuan Domian..silahkan duduk..bi panggilkan istri saya ya" kata Rendra lalu dia duduk di sofa sebrang Domian dan di susul oleh Domian sendiri.


"Baik tuan"


Si pelayan pergi dari ruang tamu meninggalkan dua pria itu untuk memanggil nyonya rumah.. Mona sendiri sejak tadi berada di dalam kamar karena pesan Rendra dia harus menunggu sampai pelayan memanggil nya.


Pintu kamar Mona di ketuk tanda sang pelayan sudah memanggil..dia beranjak dari duduk nya lalu membuka pintu dan melihat pelayan sedang berdiri di depan kamar nya.


"Nyonya maaf mengganggu waktu anda tapi tuan memanggil anda ke bawah" kata si pelayan menunduk.


"Baiklah.. terimakasih bi" kata Mona tersenyum lalu berjalan menuruni tangga dengan hati-hati karena perut nya sudah sedikit tampak buncit.


Kehamilan Mona sudah memasuki bulan ke 3..sama seperti Queena hanya saja kesehatan Mona lebih di jaga oleh Rendra dan hak sekecil apapun itu asal menyangkut Mona akan Rendra utamakan meski sesibuk apapun dia.


Mona sampai di tangga terakhir dan dapat mendengar suara dua orang pria yang tengah bercakap-cakap..dia semakin mendekati ruang tamu dan setelah sampai di sofa dimana Domian tengah membelakangi nya dia memanggil sang suami.

__ADS_1


"Mas Rendra" panggil Mona mengalihkan perhatian kedua pria yang tengah berbincang lalu kedua nya menoleh ke sumber suara.


Rendra tersenyum namun senyum nya bukan senyum biasa..senyuman nya adalah senyuman penuh kemenangan karena waktunya pertunjukan akan di mulai,sementara itu Domian pun ikut menoleh dan melihat sosok wanita yang pernah dia sia-siakan tengah menatap ke arah bay penuh rasa keterkejutan.


__ADS_2