Seven World Of Fantasy

Seven World Of Fantasy
Chapter 17: Cek Status 1


__ADS_3

Malam lagi.


Aku tidak bisa tidur kali ini.


Ini pertama kalinya aku tidur di luar kamar Shin. Tidak juga sih, aku ingat sewaktu tidur bersama karpet. Hanya saja aku merasa sedikit tidak nyaman berada di tempat yang baru lagi.


Momo sudah tidur duluan. Dia langsung terlelap setelah kami mandi bersama tadi. Kemudian seharusnya aku cukup memesan kamar dengan satu tempat tidur saja, karena pada akhirnya Momo tidur di sampingku juga.


Dia juga sebelumnya tidak bisa tidur dan akhirnya tertidur sewaktu aku menjadi bantal gulingnya.


Aku tidak keberatan. Sangat, saangat tidak keberatan. Karena aku juga bisa menjadikannya gulingku, lembut seperti boneka. Tapi aku tidak ingin mengganggu tidurnya dengan tangan jahatku, dia sudah pasti kelelahan seharian ini.


Aku bisa mendengar dengkuran kecilnya yang imut. Aku coba sedikit mencolek pipinya...


Pluk~


Mmmm! Kawaaiiii!!!


Oke, kembali ke judul cerita.


Aku membuka layar statusku setelah sekian lama. Sebenarnya aku cukup sering membukanya, hanya saya jika kalian melihatnya terus-menerus pasti akan bosan, bukan?


[Name : Riel


Level  : 2


Race  : Human


Class  : Ranger


STR: 45 (+8)


VIT: 51 (+9)


DEX: 62 (+8)


AGY: 43 (+9)


INT: 30 (+10)


MAG: 0


Weapon: Black Phantom (Tier Rare)


              Steel Knife (Tier Elite)


Weapon Ability


Twin gun: Lv. 3


Martial Arts: Lv. 2


Dagger: Lv. 2


Weapon Skill


Piercing Shot: Lv. 2 (Active)


Eagle Eye: Lv. 2 (Passive)


Owl Light: Lv. 1 (Passive)


Quick Change: Lv. 1 (Active)


Bullet Dancer: Lv. 1 (Active)


Point Blank: Lv. 1 (Active)


Tittle


Dungeon Beginner (Used) | Savior]


Itu dia!


Aku mendapatkan sebuah Skill baru dan Title baru juga.


Aku menekan informasi dari skill baruku itu...


[Point Blank (Active)


Lv. 1


Memberikan satu tembakan dengan Damage sebesar 400% Attack kepada lawan, dan meningkatkan Physical Penetration hingga 70% jika semakin dekat dengan target. Namun mengurangi separuh dari Accuracy dan Range tembakan. Cooldown 300 detik.]


Hmm, gitu ya. Aku bisa memberikan tembakan dengan sangat kuat tapi aku harus sangat dekat juga dengan target. Atau lebih tepatnya menempel dengan target seperti waktu itu.


Skill ini tidak aku dapatkan dari naik level, melainkan di dalam sebuah pertarungan. Itu artinya mungkin aku akan mendapatkan beberapa skill baru sesuai dengan apa yang aku lakukan. Saat itu juga aku merasa tubuhku seperti bergerak sendiri sewaktu menggunakan skill tersebut.


Itu artinya aku seperti mendapatkan sebuah serangan ultimate, yang dapat aku gunakan untuk mengakhiri pertarungan.


Berikutnya Title baruku.


Savior. Jika aku menggunakannya, aku akan mendapatkan atribut tambahan STR:(+5) VIT:(+20) DEX:(+5) AGY:(+10). Cukup besar, jadi aku akan langsung menggunakannya.

__ADS_1


Poin statusku berubah di layar, dan aku merasakan sedikit keanehan di dalam tubuhku. Itu hanya sementara saja. Mungkin karena poin Vitality-nya sangat besar sehingga menjadi perubahan yang signifikan.


Aku masih melihat satu keanehan di layar statusku.


Poin Magic milikku nol? Apa aku tidak akan bisa menggunakan sihir?


Padahal poin Intelegence dapat menambahkan poin dari Magic juga. Aku harap aku akan memilikinya suatu saat nanti, karena aku juga tertarik ingin menggunakan sihir.


Melihat Momo mengeluarkan tombak petirnya, itu sangat keren. Kira-kira jenis sihir apa yang akan aku dapatkan pertama kali, ya? Api, es?


Aku benar-benar menantikan saat itu.


Aku juga ingin mengecek status dari senjata baruku. Apa aku bisa melihat status dari sebuah item juga? Waktu itu pernah ada sebuah layar menunjukkan jumlah dari uang yang berada di dalam kantung, jadi aku tidak perlu repot-repot menghitungnya.


Aku ingin bangun sebentar, tapi aku takut mengganggu Momo dari tidurnya.


Tangannya sudah memelukku seperti bantal guling, dan aku perlahan memindahkan tangan itu dari tubuhku. Aku sedikit berusaha untuk beranjak bangun tanpa mengganggunya.


Hap. Aku berhasil keluar dari posisi itu, dan tidak akan bisa kembali lagi. Hal ini perlu kulakukan untuk kepentingan kedepannya.


Aku mengambil pistol baruku yang kuletakkan di atas laci. Warna hitamnya terlihat mengkilap dengan pantulan cahaya bulan. Sangat indah.


Baiklah, apa aku bisa membaca status dari senjata ini?


Aku mencoba meletakkan tanganku di atas salah satu pistol, dan memfokuskan pikiranku. Hmmmmppp!!


Tidak keluar juga.


Lalu bagaimana cara aku mengeluarkannya? Aku asal coba mencolek udara di atas pistol tersebut.


Pop!


Nah!


[Black Phantom (Tier Rare)


Attack: 120


Accuracy: 62


Range: 20


Crit. Rate: 40%


Ammo: 7


Attack Speed: 18


Physical Penetration: 10]


Aku akan menjadikan angka-angka ini sebagai patokan untuk menilai status senjata lainnya.


Ngomong-ngomong Tier yang pistol ini miliki hanya sekelas Rare saja. Padahal monster yang kulawan waktu itu adalah monster yang lumayan kuat.


Kalau kata Shin, monster yang aku lawan saat itu adalah monster berlevel 4, dan menjadi salah satu Mini Boss di dalam dungeon.


Aku cukup beruntung saat itu karena ularnya sudah terluka, dan menjadi lemah daripada sebelumnya. Jika ular itu masih seratus persen sehat, aku pasti sudah ditelan olehnya bulat-bulat.


Oh, tunggu. Aku juga ingin mengecek pistol pertamaku.


[Tivon (Tier Common)


Attack: 45


Accuracy: 60


Range: 18


Crit. Rate: 30%


Ammo: 7


Attack Speed: 20


Physical Penetration: 10]


Seperti yang kuduga, poin kekuatannya sangat jauh berbeda dengan pistol baruku. 


Perbedaaan Tier juga bisa menjadi nilai tersendiri bagi senjata tersebut. Terutama pada poin Attack-nya.


Status yang lainnya memang umum dalam tembak-menembak, dan tidak akan terlalu berpengaruh dari Tier maupun kualitas senjata. Skill Pasif lah yang dapat mempengaruhinya.


Baiklah, sekarang belati milik Shin.


[Steel Knife (Tier Elite)


Attack: 108


Accuracy: 80


Range: 1


Crit. Rate: 60%

__ADS_1


Attack Speed: 20


Physical Penetration: 5]


Humu, humu. Attack-nya terlalu tinggi jika dibandingkan dengan pistolku yang berbeda Tier.


Tapi karena berbeda jenis senjata, itu masihlah hal yang wajar.


Tidak mungkin panah memiliki kerusakan yang lebih tinggi dari pedang. Tapi dia memiliki keunggulannya tersendiri.


Besok adalah hari penentuan dimana aku akan bertarung atau masih mencari. Jadi aku benar-benar harus mempersiapkannya sebaik mungkin.


Lawanku nanti adalah sekelompok besar bandit yang tidak sanggup dihadapi oleh Paman Reinald dan teman-temannya. Bahkan Shin juga tidak berani melakukannya. 


Meskipun sewaktu aku melawan mereka aku sama sekali tidak merasa kesusahan, tapi tidak dipungkiri kalau pemimpin mereka adalah seseorang yang hebat.


Kemarin pasti hanyalah anak buah mereka yang tidak peduli jika mati sekalipun, rombongan akan tetap berjalan. Jadi, aku harus berhati-hati dengan pemimpin mereka.


Pemeriksaan kedua, barang-barangku. 


Semenjak aku sering menjelajah ke dalam dungeon bersama Shin, barang-barang yang kami persiapkan lumayan banyak. Seperti potion, antidote, dan makan siang. 


Aku masih memiliki beberapa item tersebut di dalam inventoriku, kecuali makan siang. Tapi sepertinya aku harus menyiapkan lebih esok hari, agar pertarungan nanti sedikit lebih lancar. Momo juga bersamaku. Dia pasti membutuhkan Mana Potion.


Yosh! Cek statusnya sudah selesai. Sekarang adalah waktunya kembali tidur.


Aku melihat ke tempat tidurku yang terdapat kucing di atasnya.


Kucing itu tertidur sambil meringkuk di dalam selimut. Seperti bola bulu dengan warna biru.


Gigiku sakit karena kutekan terlalu lama. Itu karena aku sedang menahan hawa nafsuku yang ingin menerkamnya bulat-bulat. 


Jadi malam ini aku akan tidur di kasur yang satunya. Aku tidak kepikiran ini akan terjadi dan aku membutuhkan satu kasur lagi. Seharusnya aku tidak menyesal memikirkan itu di awal.


Aku naik ke tempat tidur, lalu menutup diriku dengan selimut. Selimut ini cukup tipis dan tidak bisa menghalau dari dinginnya malam.


Selama aku berada di dunia ini, entah kenapa kondisi cuacanya selalu dingin. Apakah sedikit lagi akan musim dingin, dimana aku pertama kali akan melihat salju? 


Tempat tinggal di duniaku dulu tidak pernah turun salju. Jadi aku selalu melihatnya di televisi atau di dalam dunia game.


Salju di dalam dunia game memang terasa seperti nyata. Dingin, bisa digenggam, dan bisa dimakan. Tapi tentu saja aku ingin melihatnya secara langsung seperti sapi yang waktu itu.


Aku membuka layar statusku lagi dan melihat beberapa fungsi yang ada di dalamnya.


Sejauh ini aku hanya melihat menu status, inventori, pesan, dan... Hmm!?


Toko!


Aku bisa membeli barang dari layar ini?


Aku menekan layar menu itu, dan tampilannya berubah menjadi seperti toko yang sering aku lihat di dalam sistem dunia game. 


Ada berbagai jenis potion, senjata, pakaian, dan banyak sekali jenis barang yang berguna. Bahkan ada gachanya!?


Aku melihat harga yang tertera di bawah setiap produk. Satu Mana Potion ukuran S, 500 Nira. Satu Mana Potion ukuran XL, 10.000 Nira. Efeknya sangat hebat dan harganya tidak jauh berbeda. Aku bisa berbisnis dengan licik jika menggunakan cara ini.


"HAH!? Upss.." Aku tidak sengaja berteriak.


"Mmm..." Momo sepertinya terganggu akibat teriakanku tadi. Tapi untungnya dia tidak terbangun.


Semoga para penghuni lainnya juga tidak terganggu. Meski di luar masih terdapat orang yang beraktivitas, tapi pasti ada beberapa orang yang sudah beristirahat.


Apakah kalian ingin tahu apa yang membuatku berteriak?


Aku iseng mencoba memilih salah satu barang untuk melanjutkan proses pemesanan. Sebelumya aku mengira barang itu akan langsung ada di dalam inventoriku setelah membelinya. Tapi ternyata akan ada orang yang mengirimnya seperti kurir.


Harga untuk satu potion yang ingin kubeli adalah 2500 Nira. DAN ONGKOS KIRIMNYA 1.000.000 NIRA!!?


Kurir legenda macam apa itu? Harga produk dan jasa pengirimannya berada di luar nalar. Ditambah lagi perlindungan barang mudah pecah, 100.000 per barang. Bayangkan jika aku membeli 10 Potion ukuran S.


Aku harus menggadaikan apa jika seperti itu? Jual ginjal tidak akan laku di dunia ini.


Wow! Sistem di dunia ini memang sangat aneh. Atau mungkin sepertinya sistem ini hanya berlaku kepadaku seorang. Shin dan Momo tidak memiliki sesuatu seperti ini.


Itu mungkin sih. Karena aku adalah seorang mahkluk yang berasal dari dunia lain, dikirim oleh seorang dewa... Dewa Aff, dan wanita griffon itu. Bisa jadi sistem ini merekalah yang membuatnya untukku.


Apa jangan-jangan kurirnya adalah wanita griffon itu? Nanti aku akan mencobanya jika sudah kaya. Hutangku masih belum lunas di Paman Chang Ku.


Kedua pistolku seharga 2.000.000 Nira. Kemudian aku juga memesan sepasang belati yang belum aku ketahui harganya. Meski Shin bilang dia akan membayarnya, bukan berarti aku terima dia yang melunasinya dengan jumlah lebih banyak.


Mau taruh dimana wajahku nanti. Seorang Pro Player senjatanya dibelikan orang yang baru dia kenal, dengan dalih bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya. Nanti banyak orang yang akan berpikir macam-macam terhadapku.


"Hoaaamm~" Akhirnya aku menguap juga.


Ngomongin Dewa Aff, aku teringat dengan pesannya waktu itu. Isinya perintah untuk membantu kucing, dan pasti Momo lah yang dia maksud. 


Pesan itu masih ada di dalam kotak masuk, sedangkan pesan lainnya sudah hilang.


Pesan sewaktu aku masih berada di dalam GameStation, dan pesan sewaktu aku baru menyadari tidak bisa kembali ke duniaku. Hanya pesan terakhir yang masih ada di sini.


Aku tidak tahu sistemnya pesan ini akan terhapus setiap terdapat pesan baru, atau terhapus setiap pesan itu sudah tidak berguna, atau juga sesudah selesai dilaksanakan.


Intinya aku tidak boleh mengacau lagi seperti waktu itu, karena kali ini wanita griffon itu pasti akan datang untuk mengeksekusi seorang gadis.

__ADS_1


Sekian semuanya, mataku sudah mulai sering terpejam. 


Mimpi indah.


__ADS_2