
Baru beberapa hari sejak mereka pergi ke Kota Deedalee, dan berita tentang mereka sudah tersebar secepat itu ke telingaku. Seperti yang sudah kuduga dari seorang Shin, bocah lelaki yang sombong dan egois.
Aku tidak peduli dengan apa yang terjadi pada mereka, hanya saja tanpa adanya Clara guild ini menjadi kekurangan tenaga resepsionis.
"Selamat pagi, Guild Master!" Seorang petualang berikutnya menghampiriku dengan membawa kertas permintaan.
Seperti yang kalian duga, untuk sementara aku menggantikan posisi kelinci sialan itu sebagai resepsionis guild.
"Biar kulihat." Aku mengambil kertas tersebut dengan malas.
[Permintaan
Peringkat: D
"Aku butuh bantuan beberapa orang untuk merapihkan gudang milikku. Barangnya berat-berat, jadi usahakan beberapa petualang pria dengan fisik kuat yang mengambil permintaan ini."
Lokasi: Kota Deedalee, Distrik Perdagangan
klien: Baba
Imbalan: 50.000 Nira
Tenggat: Sebelum sore hari ini, karena akan datang barang-barang lainnya]
Permintaan tingkat rendah dengan bayaran yang luar biasa. Kau bisa mengambil permintaan ini sekali lalu berlibur selama beberapa hari. Hal ini memang menguntungkan para petualang, tapi reputasi guild tidak akan pernah naik jika selalu seperti ini!
Permintaan pembasmian sarang monster, mencari material di dalam dungeon, dan ekspedisi di luar kota, semuanya berdebu karena tidak ada satu orang pun yang mengambilnya!
"Baiklah, silahkan." Aku mengkonfirmasi permintaan ini dan menyilahkan dia dan kelompoknya untuk berangkat.
"Baik! Terima kasih, Guild Master!"
"Berikutnya."
Dasar sialan! Akan kukutuk gadis kelinci dan bocah sombong itu begitu tiba di kota ini.
Mereka memang hebat dapat menyerang markas bandit di sekitar Kota Deedalee, serta menyelamatkan orang-orang yang diculik. Tapi jika Riel tidak ada di sana, Shin tentunya tidak akan pergi dan mengajak Clara.
Jadi pada dasarnya, ini adalah salah Riel. Aku juga akan menghukumnya begitu tiba di kota ini. Karena dia belum mengkonfirmasi penyelesaian permintaan sebelumnya di Desa Arin.
"Haah. Adapun petualang yang berbakat, semuanya bermasalah." Aku mengeluh seperti biasa. "Baik, silahkan." Aku kembali mengkonfirmasi permintaan yang akan diambil petualang lain.
Ternyata menjadi resepsionis guild tidak seburuk dugaanku sebelumnya. Ini bahkan lebih buruk dari pergi ke jamuan bangsawan dengan pakaian paling murah yang kumiliki.
"Eto— Guild Master? Biar aku saja yang menangani para petualang di sini. Aku masih bisa melakukannya sebelum jam istirahat makan siang." Resepsionis itu menyadari keluhanku. Dia bekerja sendirian pada jadwal pagi hari ini, karena satunya lagi sedang sakit, dan Clara tidak ada.
"Hahaha! Tidak perlu khawatir soal itu! Sebagai Guild Master, menjadi resepsionis guildku sendiri adalah hal yang mudah!"
__ADS_1
"Tapi, Master terlihat tidak menikmatinya."
"TENTU SAJA! KAU PIKIR MENGAPA SEORANG GUILD MASTER HARUS MENGGANTIKAN PEKERJAAN BAWAHANNYA!?"
"Eeekk!" Resepsionis itu terlihat ketakutan. Lalu dia langsung memalingkan wajahnya dan kembali melayani petualang yang mengambil permintaan.
Haaaa. Meskipun aku tidak suka melakukan hal ini, tapi aku tetap harus melakukannya demi kelangsungan guild miskin ini.
"Berikutnya."
"Halo, paman." Tumben ada petualang yang menyapaku seperti itu. Tapi dari suaranya, aku seperti mengenalnya.
"Luitger. Kau sudah pulang dari tugasmu?"
"Ya. Aku baru saja menyelesaikannya kemarin, dan langsung pulang ke kotaku tercinta."
Luitger Fiore, salah satu petualang berlevel tinggi di guild ini. Dia lebih berguna dibandingkan dengan Shin, karena aku masih bisa mengutusnya untuk menjalani permintaan khusus dari luar kota.
Bocah ini adalah seorang lelaki yang seumuran dengan Shin, tapi sifatnya lebih kekanak-kanakan dari kelihatannya. Dia menggunakan jubah dengan tudung yang menutupi seluruh tubuhnya, juga membawa sebuah senjata panjang yang dibaluti kain agar tidak terlihat di punggungnya.
Itu adalah senapan laras panjang. Luitger Fiore, satu dari sedikit Sniper yang dimiliki kerajaan ini.
"Oh ya, paman. Sewaktu aku kembali ke kota ini, aku bertemu dengan Kak Yulia di kereta lho."
"Benarkah? Apa yang dia lakukan di sana?"
"Hoo, terima kasih atas informasinya." Sepertinya aku akan menghukum banyak orang kali ini.
Jika aku hubungkan dengan beberapa permintaan yang kuberikan padanya, sepertinya dia memang sering jalan-jalan tanpa sepengetahuanku. Dia melaporkan misinya selesai dalam 2 bulan, padahal hanya beberapa hari! Lalu dia gunakan sisa harinya untuk berlibur!
AAKKKHHHH!!!
"Paman? Kau tidak apa-apa?" Luitger terlihat cemas.
Aku merasa agak frustasi dengan orang-orang di guild ini. Sejak aku menjadi Guild Master, aku baru menyadari seberapa merepotkannya mengurus para petualang. Sangat merepotkan.
Aku harus melakukan sesuatu agar sirkulasi keuangan di guild tetap berjalan. Aku memberikan permintan-permintaan khusus kepada petualang berlevel tinggi, dan mendapatkan reputasi baik di kerajaan ini.
Tapi jika permintaan khusus itu hanya ada beberapa bulan sekali, tentu saja sirkulasinya tidak akan berjalan sesuai harapan. Permintaan-permintaan kecil yang dikerjakan para petualang di sini hanya bisa memberi sedikit pemasukan bagi guild. Terlebih lagi guild ini juga hampir tidak ada pemasukan dari penjualan material dungeon.
Satu-satunya cara agar menaikkan reputasi guild ini memang dengan mengikuti kompetisi antar guild petualang. Jika guild ini memenangkan kompetisi itu, akan ada banyak petualang hebat yang tertarik untuk datang ke sini.
Penyebab guild ini tidak pernah menang, adalah karena tidak ada petualang dengan level tinggi yang ikut kompetisi tersebut. Semuanya sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, sedangkan petualang lain di sini tidak akan sanggup menghadapi petualang dari guild lain yang jauh lebih hebat.
Clara tidak bisa ikut karena dia harus menjaga guild. Dia adalah satu-satunya resepsionis yang penuh semangat dan bisa diandalkan.
Shin, dia hanyalah pengangguran yang tidak pernah mengambil permintaan, menjelajahi dungeon, ataupun menerima permintaan khusus dariku. Dia sudah berada di zona nyaman akibat pemilik penginapan itu memberikan tempat bermalam dan makan gratis. Itu sebab aku membencinya jauh melebihi apapun.
__ADS_1
Tapi sejak Riel datang, Shin mulai berubah dan mengambil permintaan bersama gadis itu. Dia juga masuk ke dalam dungeon untuk menemaninya, hingga berbagi kamar dengannya. Aku tidak khawatir Shin akan berbuat lebih jauh kepada Riel, karena aku kau sudah tahu dia orang yang seperti apa.
Riel adalah satu-satunya harapanku di guild ini. Selain dapat mempengaruhi Shin, dia juga memiliki bakat dan potensi yang sangat kuat. Petualang yang naik ke level 2 di hari pertamanya, merupakan pencapaian pertama di guild ini.
Jika dia dapat membuat Shin mengikuti kompetisi itu juga, aku rela menjadi resepsionis guild lagi agar Clara juga bisa ikut.
Selanjutnya aku akan meliburkan para petualang veteran lainnya dari permintaan khusus, dan mengikutkan mereka pada kompetisi antar guild petualang mendatang. Aku harus bertaruh pada kesempatan kali ini dan membuat gebrakan baru!
"Paman?" Luitger memanggilku lagi.
Aku tersadar dari lamunan, dan kembali pada guild yang menyedihkan ini. "Maaf. Tadi aku sedikit melamunkan sesuatu."
"Tidak apa, paman! Ngomong-ngomong, apa ada permintaan khusus lagi yang ditujukan untukku?"
Bocah ini memang salah satu kebanggaanku. Dia sangat semangat menerima permintaan-permintaan sulit dariku. Tapi, aku akan memulai gebrakanku dari sekarang saja.
"Tidak ada. Mulai sekarang aku akan membuat sistem baru pada guild ini agar bisa berkembang lebih baik."
"Benarkah? Apa itu artinya aku bisa libur? Horee!!" Luitger terlihat sangat senang hingga melompat-lompat. Para petualang lain memperhatikannya dengan heran, tapi mereka tidak peduli dan kembali pada kesibukan masing-masing.
"Sebentar. Bagaimana jika aku memberimu tugas kecil sebelum kau bisa menikmati liburanmu."
"Tugas kecil? Apa itu?"
"Pertama, pergilah ke Kota Deedalee. Jemput Shin, Clara dan petualang baru bernama Riel. Aku yakin kau akan tertarik dengan petualang baru tersebut."
"Ho oh..."
"Kedua, pergilah ke tempat petualang veteran lain yang masih menjalankan permintaan khusus. Bantu mereka jika belum selesai, dan suruh mereka untuk segera kembali."
"Oke!"
"Ketiga, tangkap Yulia dan bawa dia kehadapanku hidup-hidup. Aku akan membuatnya jera karena sudah membohongiku seenak jidat."
"Aye, aye! Captain!" Luitger memberi hormat padaku seperti seorang bajak laut.
Setelah itu dia beranjak pergi untuk menjalankan tugas kecil yang kuberikan. Semangatnya sama seperti Riel, aku pikir mereka berdua bisa menjadi akrab kedepannya.
Menjemput mereka yang di Kota Deedalee, membantu para petualang veteran lain, lalu menangkap Yulia yang sedang berlibur. Jika Luitger bergerak cepat, aku rasa satu minggu sudah cukup untuk membuat mereka semua berkumpul. Paling lambat dua minggu.
"Guild Master?" Seorang petualang lain menyapaku.
"Ya, ada yang bisa kubantu?"
"Aku ingin mengambil permintaan ini."
...
__ADS_1