
\=diruang kerja marvel\=
“susah banget siih dapetin hati kamu ra” gerutunya
“sabar boss, mungkin belom rezeki” ujar tito
“eeeh eeeh mau dipecat kamu” kesal marvel
“jangan boss ntr saya ngga bisa nikah sama pacar saya” jawab tito ketakutan.
“eh to, dulu kamu dapetin hati pacar kamu gimana?” Tanya marvel
“bos butuh saran saya?” tito kembali bertanya
“iyah cepet apa?” ujarnya
“kalo berhasil naik gaji donk bos” celetuk tito sambil senyum-senyum
\=situasi ditempat kerja Zahra\=
“Ra semua sudah siap?” Tanya bu rosa
“sudah bu.” Jawab Zahra
“sekarang kamu dan sandy siap-siap jalan bareng bu Olivia, dia sudah menunggu di parkiran mobil, nanti biar Lia menyusul dengan team multimedia” ujar bu rossa
“baik bu” jawab Zahra dan sandy.
Zahra dan sandy menuju parkiran mobil dan sesampainya diparkiran mobil.
“kalian lama banget sih, gimana mau naik jabatan” ketus Olivia dari dalam mobilnya dengan nada ketus.
Zahra dan sandy saling berpandangan heran padahal masih tiga puluh menit lagi waktunya meeting dan kantor tidak jauh dari perusahaan Marvel hanya butuh 10 menit karena hanya beda gang saja.
“masuk kenapa bengong, sandy kamu didepan dah Zahra kamu duduk disamping saya” sambungnya masih dengan nada ketus.
Mereka pun jalan menuju kantor marvel ditemani oleh supir bu Olivia.
\=sesampainya dikanntor marvel”
Olivia meminpin jalan, dibelakan Olivia ada Zahra dan dibelakang Zahra ada sandy.
Banyak karyawan yang berdiri untuk menyambut tamu yang datang ke perusahaan, dan saat Zahra melewati mereka ternyata mereka semua menunduk hormat.
Olivia merasa ada yang aneh mengapa saat ia lewat tidak sehormat itu.
“mungkin karena Zahra sudah mereka kenal” gumamnya dalam hati karena memang Zahra lah yang sejak dulu mengurus semua kontrak kerja sama mereka.
Tiba-tiba dari kejauhan tito menghampiri Zahra.
__ADS_1
“bu b..bo” belum tito melanjutkan perkataannya, Zahra sudah menyelak.
‘maaf pak tito ada apa ya?” perkataan Zahra mengingatkan tito bahwa saat bekerja tidak boleh memanggilnya bu bos.
“maaf bu Zahra, pak marvel ingin bertemu ibu diruangannya” ujar tito
“ada apa ya?” Tanya Olivia yang mendengar percakapan mereka.
“pak marvel ada yang mau dibicarakan terkait design bu” jelas tito
“kalo gitu biar saya saja yang kesana” Olivia langsung berjalan untuk bertemu marvel
“hei kamu tunjukin jalan keruangan pak marvel” ujar Olivia yang menegur tito.
Tito pun mau tak mau menunjukkan arah jalan ke tempat marvel.
Tok tok tok
Tito mengetuk pintu ruangan marvel
“pak bu Olivia ingin bertemu” ujar tito
Marvel yang kebingungan mengapa Olivia yang datang bukankah ia tadi meminta tito untuk memanggil istrinya.
“silahkan masuk”marvel mempersilahkan Olivia masuk keruangannya.
“pagi pak marvel ada yang bisa saya bantu mengenai design?”Tanya Olivia dengan lembut
“dii..design” ujar marvel bingung.
“ini pak marvel tadi kan bapak meminta saya memanggil bu Zahra dan ternyata bu Olivia bilang dia yang akan bertemu pak marvel untuk membahas design” ujar tito sambil member isyarat bahwa iya tadi tedesak.
“oooh iya, kita bicarakan di ruang meeting saja” marvel pun keluar dari mejanya dan menuju keluar dari ruangannya yang disusul oleh tito dan Olivia.
“kamu kenapa bawa dia?”Tanya marvel berbisik pada tito.
“tadi dia gak sengaja denger percakapan saya sama bu bos pak” ujar tito sembari berbisik juga
Olivia, marvel dan tito pun memasuki ruang meeting dimana disana sudah ada staff nya dan juga ada Zahra dan sandy yang duduk bersampingan, melihat itu membuat marvel cemburu.
“mari kita mulai meetingnya” ujar tito yang akan menjadi pemimpin meeting kali ini.
“Zahra bisa duduk dekat saya agar bisa lebih jelas lagi nanti pembicaraan kerja sama ini” ujar marvel.
“baik pak” jawab Zahra yang tau bahwa marvel sedikit cemburu tapi apa daya ia tak bisa menolaknya.
“tidak perlu pak, saya yang akan menjalin kerjasama mulai saat ini dengan PT. Absolute” ujar Olivia diiringin dengan berpindahnya ia duduk.
Marvel menjadi semakin kesal, sudah sejak lama ia memang menjalin kerjasama ini dengan kantor Zahra dan selalu Zahra yang menanganinya, karena ia tau kinerja Zahra dalam mengerjakan tugas sangat lah bagus dan professional.
__ADS_1
“tuh orang nyebelin banget sih ra”bisik sandy pada Zahra dan terlihat oleh marvel.
“shuuut diem” ujar Zahra
"genit banget sih Bu Olivia, nggak tau apa si Marvel udah punya istri" gumam Zahra dalam hati.
"duuuh kenapa gua jadi mikir aneh siiih, haiiiish" ia merutiki dirinya karena berfikir yang aneh.
Meeting pun dimulai dan Olivia perwakilan dari tempat kerja Zahra menjelaskan detail tentang designnya dan penawaran harga untuk biaya cetak brosur serta catalog perusahaan Marvel.
"Zahra semakin cantik ketika ia sedang menjelaskan didepan seperti ini" kagum Marvel dalam hatinya dengan terus memandangi istrinya.
“baik demikian meeting ini selesai dan akan di kukuhkan dengan penandatanganan kontrak kerja sama nya” ujar tito yang di barengi oleh penandatanganan kontrak yang diwakili Marvel dan Olivia untuk menandakan kerjasama akan terjalin selama satu tahun kedepan.
“terimakasih pak Marvel semoga ada proyek-proyek baru dari perusahaan pak Marvel dan bisa bekerja sama kembali dengan kami” ujar Olivia sambil berjabat tangan dengan Marvel.
“sama sama bu Olivia semoga semua berjalan sesuai yang sudah disepakati” ujar Marvel
\=sesampainya ditempat kerja Zahra\=
“gimana mba kerja samanya?” Tanya lia pada Zahra yang baru datang
“kerja-kerja, jangan ngerumpi” celetuk Olivia dari belakan dan berlalu dari hadapan mereka.
“iiish nenek sihir” kesal lia
“hush gag boleh gitu, dia pimpinan kita li” kata Zahra.
“semoga tiga bulan lagi lo mba yang gantiin dia, bisa darting gua dia yang pimpin” kesal lia
“amiin” Zahra mengaminkan ucapan lia.
\=dimeja kerja Zahra\=
Zahra melamun memikirkan ucapan lia sedangkan dia pun takut ketahuan jika dia sudah menikah pasti dia tidak akan naik jabatan yang merupakan impiannya.
“hei bengong” ujar sandy yang menghamburkan lamunan Zahra
“eeh mas, kenapa?” Tanya Zahra
“liat hasil cetaknya dulu tuh, biar besok bisa diater lagi ke PT. Abslute, katanya mereka butuh beberapa rim catalog ” ujar sandy
“ooh iyah, gua kesana sekarang deh dah mau jam pulang juga nih bentar lagi” sahut Zahra
Sandy dan Zahra berjalan menuju ruang cetak.
“udah ok nih mas warnanya” ujar Zahra sambil melihat catalog nya.
“palingan nannti cuttingannya ajah ya yang lebih diperhatikan biar presisi” sambung Zahra.
__ADS_1
“siaaap mba cantik” sambar adit SPV finishing
Zahra pun keluar dari ruang cetak dan bersiap untuk pulang.