She'S My Wife

She'S My Wife
jangan pergi


__ADS_3

"sayaaang, ayo cepet kita nanti keburu siang" panggil Marvel


"iyaaah aku udah siap kok" Zahra berlari kearah Marvel.


Zahra dan Marvel mengendarai mobil menuju tempat yang sudah dipersiapkan oleh Marvel.


"sayang kamu mau bikin kejutan apa lagi buat aku?" tanya Zahra.


"banyak banget kejutan yang aku persiapkan buat kamu sayang" ujar Marvel.


"kamu tuh ya, makin hari makin kereen ajah, bikin aku selalu jatuh cinta sama kamu" Zahra memeluk Marvel dari samping.


Bruuuuuk


mobil Zahra dan Marvel mengalami kecelakaan yang sangat hebat.


orang-orang berkerumun untuk melihat dan membantu mereka, beberapa org ada yg mencoba menghubungi polisi ada juga yang mencoba menghubungi ambulance.


"pak pak disini pak, korban yang ini didahulukan karena sepertinya masih sadarkan diri" terdengar suara-suara teriakan ditelinga Zahra.


mobil ambulance pun membawa sepasang suami istri ini menuju rumah sakit terdekat dan polisi sedang menanyai beberapa saksi yang melihat kejadian kecelakaan itu berlangsung.


"tidak ada yang bisa memiliki mu jika aku juga tak bisa memiliki mu" suara seseorang yang sedang berbisik kecil ditempat kejadian.


Marvel dan Zahra tiba dirumah sakit dan langsung dibawa ke ruang UGD.


"dokter pasien ini sepertinya tidak sadarkan diri sejak dilokasi kejadian" teriak perawat


"buka bajunya dan kamu coba chek denyut nadinya dan pernafasannya" perintah sang dokter.


disisi lain Zahra yang masih setengah sadar terus memanggil manggil nama Marvel.


"Marvel..Marvel" Zahra pun pingsan.


"dok pasien pingsan" ujar perawat yang menangani Zahra.


semua orang melakukan yang terbaik untuk menolong Zahra dan Marvel, kondisi Marvel yang lebih parah dari Zahra mengakibatkan Marvel tak sadarkan diri sejak dilokasi kejadian itu.


"Marvel, Zahra" mama mertua Zahra berlari sambil berlinang air mata.


"dok bagaimana kondisi anak dan menantu saya?" tanya mama Marvel saat dokter keluar dari UGD.


"untuk kondisi ibu Zahra masih tidak sadarkan diri tapi sudah stabil sedangkan kondisi pak Marvel sendiri masih dalam keadaan koma" jelas dokter.


pernyataan dokter membuat hati mama Marvel semakin hancur, semakin remuk karena kondisi kedua orang yang ia sayangi dalam keadaan tak berdaya terlebih anaknya satu-satunya dalam kondisi koma.


"mah sabar mah" suaminya menenangkan istrinya yg sedang bersedih.


"pah gimana cara mama bisa kasih tau kondisi anak-anak ke orang tua Zahra" lirih mama Marvel.

__ADS_1


"papa akan coba menghubungi mereka" kata papa Marvel.


"Maria" panggil seseorang dari ujung lorong.


tap tap tap suara langkah kaki mendekati mama dan papa Marvel.


"mah, kok mama ada disini?" tanya mama Marvel.


"Maria ada apa dengan Marvel?" tanya seorang wanita paruh baya itu.


"Maria, jawab mama ada apa dengan cucu mama?" tanya nya lagi.


wanita paruh baya itu adalah Oma dari Marvel, Marvel adalah cucu laki-laki satu-satunya dalam keluarga Notonegoro, jadi pantas jika Oma nya sangat khawatir.


"Marvel dan Zahra masih tidak sadarkan diri" jelas papa Marvel kepada ibunya.


"kenapa kecelakaan ini bisa terjadi?" tanya omma Marvel.


"kita masih selidiki mah, polisi masih mencari tahu semua penyebab kecelakaan ini" papa Marvel mencoba memberikan penjelasan.


"usut tuntas semua ini, jangan sampai ada yang terlewat kan" tegas omma Marvel


mama dan papa Marvel mengangguki perintah yang diberikan oleh orang tua mereka.


"mah sebaiknya kita hubungi keluarga Zahra" ujar papa Marvel pada istrinya.


kecelakaan yang terjadi pada Marvel dan Zahra sangat membuat orang tua Marvel syok bahkan mereka tidak tau bagaimana cara memberikan kabar kepada orang tua Zahra.


"permisi siapa keluarga dari pasien Zahra?" tanya seorang perawat.


"kami sus" serentak kata orang tua Marvel.


kedua orang tua Marvel masuk kedalam ruang UGD.


"sayang" sapa mama mertua Zahra.


"mah,pah" panggil Zahra.


"Marvel dimana mah, pah?" tanya Zahra lemah.


"Marvel masih ditangani oleh dokter" jelas mama Marvel tanpa memberi tahukan hal yang sebenarnya.


"Zahra" suara yang tak asing memanggil namanya.


"Zahra ya Allah kamu kenapa bisa begini sayang?" tanya bunda Zahra saat berada di sisi Zahra.


"bunda, Zahra nggak apa-apa kok" Zahra mencoba Agara bundanya tidak khawatir.


"mah, pah, Bun Zahra mau ketemu Marvel" ujar Zahra

__ADS_1


"papa coba tanya ke perawat dan dokter dulu ya sayang" kata papa Marvel.


"saya ikut" ujar ayah Zahra yang mengikuti papa Marvel keluar UGD.


saat di luar ruangan.


"sebenarnya ada apa?" tanya ayah Zahra.


"sebenernya Marvel koma dan kondisinya masih tidak stabil" jelas papa Marvel.


"ya Tuhan kenapa kecelakaan ini bisa terjadi" keluh ayah Zahra.


"permisi sus apa anak saya bisa dijenguk?" tanya papa Marvel saat menemui perawat.


"boleh pak tapi hanya satu orang saja, karena kondisi pasien yang koma jadi tidak boleh banyak yang berkunjung ke ruang ICU" kata perawat.


Zahra bersiap untuk menemui suaminya yang sedang berada diruang ICU, dengan menggunakan kursi roda yang didorong oleh bundanya, Zahra menuju ruang ICU.


diruang ICU.


"Vel bangun, kamu harus berusaha untuk kembali sehat agar kita bisa kembali menyusun puzzle kebahagiaan kita" Zahra menggenggam erat tangan Marvel.


"jangan pernah pergi tinggalin aku, aku ngak siap kehilangan kamu, aku sayang kamu Vel" Zahra menitikkan air matanya.


Zahra tak sanggup melihat suaminya yang selalu ceria, selalu bersemangat, selalu memberikan kejutan kebahagiaan kini tak berdaya diranjang rumah sakit akibat kecelakaan yang mereka alami.


"Vel, kalau kamu bangun dan berusaha kembali sehat aku janji, aku akan menjadi istri yang lebih patuh, lebih menyayangi dan lebih perhatian lagi, Vel bangun, jangan diem kaya begini" Zahra terus bicara sambil menangis.


"selamat sore Bu Zahra, saya dokter yang menangani pak Marvel, Bu saat ini memang pak Marvel tidak berdaya tetapi ia tetap bisa mendengar apa yang kita bicarakan, terus motivasi agar otak pak Marvel dapat merespon dan kembali segera sadarkan diri" dokter menjelaskan secara terperinci.


"baik dok, saya akan lakukan yang terbaik dan semaksimal mungkin untuk kesembuhan suami saya" Zahra menyeka air matanya dan mendapat semangat nya kembali.


Zahra akan selalu berusaha untuk kesembuhan suaminya itu, Zahra akan selalu menjaga suaminya dan melakukan apapun untuk membuat suaminya sadarkan diri dan kembali kepadanya.


"sayang kamu istirahat dulu" ujar bunda Zahra.


"apa Zahra boleh tidur disini nemenin Marvel ?" Zahra melirik kepada semua orang yang ada disekitarnya.


"Bu Zahra bisa disini bersama pak Marvel, kami akan siapkan satu ranjang lagi agar bi Zahra bisa istirahat" ujar dokter yang mengerti kondisi Zahra.


dokter yang menangani Marvel adalah kerabat dari papa Marvel sehingga ada sedikit kelonggaran untuk mereka mengurus Marvel namun tetap dalam pengawasan dokter dan perawat rumah sakit.


#maaf baru bisa update lagi, karena anakku baru selesai ujian sekolah#


#saya harap masih tetap banyak yang setia membaca novel ini#


terimakasih jangan lupa like dan dijadikan favorite.


love u all

__ADS_1


__ADS_2